Showing posts with label Bukateja. Show all posts
Showing posts with label Bukateja. Show all posts

Tuesday, 13 January 2026

Launching Dapur SPPG Bukateja, Bupati Fahmi Tekankan Quality Control Ketat


Kabar Ngetren/Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga secara resmi meluncurkan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bukateja milik Yayasan Desa Belajar untuk Negeri, Senin, (12/1). Dapur SPPG ini merupakan dapur ke-79 dari total 83 dapur SPPG yang ada di Kabupaten Purbalingga. Launching dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fahmi memberikan penekanan khusus pada pentingnya penerapan quality control yang ketat dalam seluruh rangkaian pelaksanaan program SPPG. 



Menurutnya, pengawasan mutu menjadi aspek krusial untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi para penerima manfaat, seperti keracunan makanan maupun risiko kesehatan lainnya. 


“Ini (MBG, red) adalah suatu program yang luar biasa karena memiliki dampak yang luar biasa. Mulai dari penerima manfaat hingga multifier effect bagi perputaran perekonomian dan penyerapan tenaga kerja,’ jelas bupati. 



Sembari berkeliling dapur SPPG Bukateja, bupati mengingatkan seluruh pengelola dan tenaga pelaksana SPPG agar senantiasa menjaga higienitas dalam setiap tahapan pelayanan gizi. Mulai dari proses pengolahan, pengemasan, penyajian, hingga distribusi makanan, seluruhnya harus memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.


“Gunakan peralatan yang sesuai standar keamanan, baik dalam pengolahan, pengemasan, maupun penyajian, agar makanan yang didistribusikan tetap aman, bersih, dan terhindar dari kontaminasi,” imbuhnya.



Sementara itu, perwakilan Yayasan Desa Belajar untuk Negeri, Mugi Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan Dapur SPPG Bukateja merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat Purbalingga, dengan tetap mengacu pada prosedur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).


“Tahapan demi tahapan telah kami lakukan, mulai dari penataan layout dapur, penggunaan peralatan makan, hingga standar kebersihan. Termasuk penggunaan air yang telah melalui proses filtrasi dan penyinaran sinar ultraviolet (UV), sehingga aman untuk memasak, mencuci ompreng, peralatan dapur, bahkan layak untuk diminum,” jelasnya.



Ia berharap, dengan penerapan standar tersebut, kualitas layanan gizi yang diberikan Dapur SPPG Bukateja dapat sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan oleh BGN.


Dapur SPPG Bukateja sendiri akan melayani sebanyak 2.072 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah di sekitar lokasi dapur, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Sumber: tha/prokompim.

Tuesday, 21 October 2025

Wabup Dimas Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Mahasiswa Co Ners UHB di Kembangan


Kabar Ngetren/Purbalingga – Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa Universitas Harapan Bangsa (UHB) Purwokerto peserta praktik profesi (Co Ners) di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja. Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan di Aula Desa Kembangan, Selasa, (21/10/2025).


Perlindungan ini diberikan secara langsung oleh Wabup Dimas melalui dana operasional yang disisihkan dari anggaran Wakil Bupati. Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian Wabup kepada para mahasiswa yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Purbalingga.


Wabup berharap, meski telah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, para mahasiswa tidak sampai mengalami kejadian yang mengharuskan klaim manfaat.



“Saya si berharap, meskipun banyak benefit atau manfaat yang diberikan (BPJS Ketenagakerjaan) bilamana terjadi insiden atau kecelakaan kerja, kita semuanya tidak pernah meng-klaim BPJS Ketenagakerjaan,” kata Wabup.


Ia juga membuka peluang kerja sama serupa dengan perguruan tinggi lainnya yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Purbalingga.“Insya Allah di kesempatan ke depan akan berkolaborasi lebih intens lagi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.


Program praktik profesi Co Ners dari UHB di Desa Kembangan kali ini diikuti oleh 36 mahasiswa. Wabup menilai, kegiatan profesi ini memiliki risiko kerja, terutama ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki penyakit menular. 



“Kita tidak pernah tahu, kapan terjadi kecelakaan kerja,” ujarnya.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Purbalingga, Andrean Hary Krisna, menjelaskan bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada mahasiswa Co Ners yang bertugas di Desa Kembangan.


“Selama melaksanakan kegiatan di Desa Kembangan, temen-temen (mahasiswa) itu mendapatkan dua macam perlindungan: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” katanya.


Andrean menambahkan, perlindungan ini berbeda dengan BPJS Kesehatan. JKK diberikan apabila terjadi kecelakaan dari rumah menuju tempat kerja atau saat kembali ke rumah. Perlindungannya mencakup pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja dengan biaya tak terbatas hingga sembuh kembali.



“Misal ada kejadian meninggal karena kecelakaan kerja itu ada santunan yang harus diberikan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 48 kali upah terakhir kalau dikalkulasi mencapai Rp70 juta,” katanya. 


Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, akan mendapat santunan sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan.


Sementara itu, Kepala Desa Kembangan, Lasmono, mengucapkan terima kasih kepada UHB Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga atas dipilihnya Desa Kembangan sebagai lokasi praktik mahasiswa Co Ners.


Ia berharap, keberadaan para mahasiswa dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desanya.


“Terkait dengan penyakit, di Desa Kembangan ini yang menonjol ada HIV/AIDS ada 7 orang, stunting ada 31 anak, dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ada 35 orang,” katanya.


Sumber: Gn/Prokompim.

Sunday, 25 February 2024

Dapur Rumah Ludes Terbakar Di Bukateja



Kabar Ngetren/Purbalingga – Pada Sabtu malam. 24/2/2024. Kebakaran menimpa rumah warga di Desa Karanggedang. Kecamatan Bukateja. Kabupaten Purbalingga. Kebakaran ini menyebabkan dapur rumah ludes terbakar.

Kapolsek Bukateja, Iptu. Dono Hendarto menjelaskan kebakaran menimpa bagian dapur rumah milik Printiwati, warga Desa Karanggedang RT 18 RW 6, Kecamatan Bukateja. Kebakaran diketahui sekira pukul 21.00 WIB.

"Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut, namun bagian dapur rumah korban berukuran 15 x 5 meter ludes terbakar". Ungkap Kapolsek.

Kejadian kebakaran dapur tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban bernama Sifa Saramoya, anak korban yang saat itu sedang berada di kamar mandi, mendengar suara seperti terbakar yang berasal dari bagian belakang rumah.



"Kemudian anak korban menuju belakang rumah dan mendapati api telah membakar tumpukan kayu bakar di dalam dapur yang kemudian merembet ke bangunan dapur rumah". Imbuh Kapolsek.

Dari keterangan korban, sekira pukul 17.00 WIB, ia memasak menggunakan tungku kayu bakar. Setelah selesai memasak kemudian mematikan tungku dan pergi meninggalkan dapur.

"Diduga api belum sepenuhnya padam usai digunakan untuk memasak. Api kemudian merembet ke kayu bakar yang berada di sekitar tungku hingga menyebabkan kebakaran". Sebut Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, api berhasil dipadamkan setelah dua mobil pemadam kebakaran didatangkan. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp. 3 juta. eFHa.

Monday, 4 September 2023

Polisi Serahkan Belasan Pemuda Ke Orang Tua

Polisi Serahkan Belasan Pemuda Ke Orang Tua

Kabarngetren/Purbalingga - Belasan Pemuda yang sebagian Pelajar diserahkan oleh Polisi kepada orang tuanya. Penyerahan dilakukan dihadapan Perangkat Desa, Pihak Sekolah dan sejumlah organisasi masyarakat. Aula Loka Anindhita Mapolres Purbalingga. Minggu Siang. 3/9/2023.

Sebelumnya, para Pemuda diamankan saat berkumpul di dua lokasi wilayah Kecamatan Bukateja, Pada Sabtu Malam. 2/9/2023. Diduga mereka hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain.

Dihadapan Orang tua, para Pemuda tersebut kemudian meminta maaf sambil berlutut. Sebagian Pelajar tersebut tampak menangis menyesali perbuatannya. Bahkan beberapa orang tuanya, turut menangis sambil menasehati anaknya.

Wakapolres PurbaIingga, Kompol. Donni Krestanto., mengatakan, sebelumnya ada suatu berita atau pesan berantai terkait geng motor yang akan melakukan aksi pada malam Minggu. Informasi tersebut sampai kepada kami yang kemudian diambil langkah antisipasi.

"Untuk mengantisipasi informasi yang beredar tersebut, atas perintah Kapolres, kami melaksanakan patroli sekala besar bersama TNI di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga". ujarnya.

Disampaikan saat patroli di wilayah Kecamatan Bukateja didapati sejumlah anak-anak yang sedang berkumpul di dua lokasi. Saat pemeriksaan, ditemukan beberapa senjata tajam dan mereka juga sedang minum miras. Tidak hanya itu, di wilayah Kecamatan Bojongsari ditemukan juga pelajar yang membawa senjata tajam.

"Di wilayah Kecamatan Bojongsari kami mengamankan dua orang dengan satu celurit. Sedangkan di Kecamatan Bukateja diamankan 16 orang yang diantaranya membawa dua senjata tajam". Imbuhnya.

Wakapolres menambahkan, selain 14 Pemuda yang diserahkan kepada pihak keluarga masih ada lima orang lainnya. Lima orang tersebut masih dalam proses pendalaman, sebagian dari mereka adalah yang membawa senjata tajam dan satu lagi yang menyebarkan informasi bohong melalui pesan di WhatsApp.

"Apapun hal yang membuat resah masyarakat di Kabupaten Purbalingga, maka akan kami tindak tegas. Walaupun pelakunya adalah anak-anak, ada aturan hukumnya sehingga bisa diproses sesuai dengan ketentuan Perundangan". Tambahnya.

Wakapolres juga menambahkan kepada anak-anak yang saat ini diserahkan kepada orang tuanya, masih diwajibkan Apel Wajib Lapor di Polres Purbalingga. Wajib Lapor dilaksanakan dua kali dalam seminggu yaitu di Hari Senin dan Kamis.

Kepada para orang tua kami mengajak untuk berperan serta mengawasi kegiatan anak-anak, termasuk Pemerintah Desa dan Organisasi Masyarakat. Mari kita bimbing anak-anak ini agar tidak mengulangi lagi perbuatannya yang mengacu pada Pelanggaran Hukum. Pungkasnya. Red.

Thursday, 31 August 2023

Diduga Berasal Dari Obat Nyamuk, Rumah Di Karanggedang Ludes Terbakar



Kabarngetren/Purbalingga - Kebakaran hebat yang melanda rumah semi permanen milik warga di Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga ludes terbakar. Diduga penyebab kebakaran akibat nyala obat nyamuk di rumah tersebut.

Dalam investigasi di lapangan, Kapolsek Bukateja, Iptu. Dono Hendarto, mengatakan kebakaran menimpa rumah semi permanen milik Supinah (74) warga Desa Karanggedang. Kebakaran diketahui sekira pukul 01.30 WIB.

"Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun rumah semi permanen milik korban ludes terbakar". Jelasnya pada Kamis. 31/8/2023.

Berdasarkan keterangan korban, pada awal kejadian sekitar jam 23.30 WIB, ia menyalakan obat nyamuk bakar di atas kasur. Korban kemudian tidur namun terbangun saat kasur terbakar akibat terkena api dari obat nyamuk.

"Korban yang bangun kemudian sempat menyiram air pada kasur yang terbakar. Kemudian, melanjutkan tidur di ruang tamu". ucapnya.

Saat sedang tidur di ruang tamu, korban merasakan hawa panas kemudian bangun. Saat itu, didapati api sudah membakar kamar miliknya. Korban kemudian keluar rumah menyelamatkan diri dan meminta tolong warga.

"Karena rumah semi permanen dan dindingnya terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan membakar habis rumah korban". Ungkap kapolsek.

Disampaikan bahwa saat korban menyiram kasur yang terbakar pertama kali, diduga api belum sepenuhnya padam. Sehingga api kemudian membesar dan membakar seluruh bagian rumah saat ditinggal tidur.

"Api dapat dipadamkan sepenuhnya setelah mobil pemadam kebakaran didatangkan. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp. 25 juta". katanya.

Kapolsek juga menambahkan karena rumah ludes terbakar, korban yang tinggal seorang diri untuk sementara waktu diungsikan ke rumah saudaranya. Red.

Wednesday, 30 August 2023

AKBP Hendra Irawan Mutasi 3 Kapolsek Di Purbalingga

AKBP Hendra Irawan Mutasi 3 Kapolsek Di Purbalingga

Kabarngetren/Purbalingga - Kepolisian Resort Kabupaten Purbalingga menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) di halaman Mapolres Purbalingga. Jabatan yang diserahterima yaitu Kapolsek Pengadegan, Kapolsek Kemangkon dan Kapolsek Bukateja. Rabu Pagi. 30/8/2023.

Kapolres Purbalingga, AKBP Hendra Irawan, S.I.K. yang memimpin upacara menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang akan memasuki masa pensiun. Dimana saat menjabat telah memberikan dedikasi yang baik dalam bertugas.

"Kepada para pejabat kapolsek yang baru saya ucapkan selamat bertugas. Segera kuasai wilayah agar bisa maksimal dalam bertugas". pesannya.

Kepada pejabat yang mendapat tugas baru di luar Polres Purbalingga, kapolres juga menyampaikan ucapan selamat. Diharapkan saat bertugas di tempat yang baru akan terus mendapatkan kesuksesan. Tambahnya.

Untuk Jabatan Kapolsek Pengadegan diserahterimakan dari AKP Susilo kepada Iptu Wahyudi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kemangkon. AKP Susilo selanjutnya memasuki masa purnatugas.

Kapolsek Kemangkon selanjutnya dijabat oleh Iptu Heri Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Purbalingga.

Sementara untuk Jabatan Kapolsek Bukateja diserahterimakan dari Iptu Rohmat Setyadi kepada Iptu Dono Hendarto. Iptu Rohmat Setyadi selanjutnya menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Banjarnegara. Sedangkan Iptu Dono Hendarto sebelumnya menjabat PS Kasubbag Dalpers Bag SDM Polres Purbalingga. Pungkasnya.

Upacara sertijab diisi dengan pengambilan sumpah jabatan pejabat baru oleh Kapolres Purbalingga. Dilakukan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah jabatan dan pakta integritas. MRA

Monday, 17 July 2023

Tragisnya Kecelakaan di Bukateja: Satu Pemotor Meninggal

Tragisnya Kecelakaan di Bukateja: Satu Pemotor Meninggal

Kabar Ngetren/Purbalingga - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalan raya Desa Majasari, Kabupaten Purbalingga pada Minggu (16/07/2023) malam. Sayangnya, dalam kecelakaan tersebut satu orang pemotor meninggal dunia.

Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Insiden tersebut melibatkan truk gandeng yang membawa muatan semen dengan nomor polisi G-6308-OD, serta dua sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi R-2735-AAC dan R-3350-NV.

Truk tersebut dikemudikan oleh MS (52), warga Desa Kembangan, Kabupaten Purbalingga. Sedangkan sepeda motor Honda Beat dikendarai oleh DH (19), warga Desa Kedungjati, dan GCA (28), warga Desa Brobot, Kabupaten Purbalingga.

"Akibat kecelakaan ini, pengendara sepeda motor dengan inisial DH meninggal dunia. Sedangkan GCA mengalami patah tangan kanan dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit," jelas kapolsek.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Honda Beat R-2735-AAC melaju dari arah utara (Desa Bukateja) menuju selatan (Desa Majasari). 

Saat berada di lokasi kejadian, Honda Beat R-2735-AAC berusaha mendahului truk gandeng yang ada di depannya. Namun, pada saat yang sama, sepeda motor Honda Beat R-3350-NV melaju dari arah berlawanan, sehingga terjadi senggolan antara keduanya.

"Salah satu sepeda motor terjatuh dan masuk ke bawah truk, mengakibatkan pengendaranya tertindih dan meninggal dunia. Sedangkan sepeda motor lainnya terjatuh ke bahu jalan dan pengendaranya mengalami luka-luka," ungkap kapolsek.

Kapolsek menambahkan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas ini telah diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Purbalingga untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan diamankan sebagai barang bukti. (SNT)

Tabrakan Mematikan di Purbalingga: Bus vs. Angkudes



Kabar Ngetren/Purbalingga - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Purwandaru Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada hari Senin (17/07/2023) pagi. Sebuah bus pariwisata menabrak angkutan pedesaan (angkudes) dan terguling hingga masuk ke saluran irigasi.

Menurut Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.10 WIB. Bus pariwisata menabrak angkudes dan akhirnya terguling masuk ke saluran irigasi.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat kejadian, baik bus maupun angkudes tidak memiliki penumpang, hanya sopir dan kenek yang berada di dalamnya. Keduanya tidak mengalami luka.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah bus pariwisata dengan nomor polisi R-7021-QD dan angkudes dengan nomor polisi R-1494-QC, yang beroperasi di rute Bukateja - Kutawis. 

Bus dikemudikan oleh Akhmad Khoerun Anwar (28), warga Pucang, Kabupaten Banjarnegara. Sementara itu, angkudes dikemudikan oleh Hermanto (58), warga Desa Kutawis, Kabupaten Purbalingga.

Menurut keterangan saksi bernama Mahwati (58), warga Bukateja, sebelum kejadian, bus melaju dari arah barat (Purbalingga) ke arah timur (Bukateja). Di depan bus, ada angkudes yang juga melaju searah. Saat itu, bus berusaha mendahului angkudes dari sebelah kiri.

"Saksi mengatakan bahwa saat bus hendak mendahului angkudes, yang semula berjalan agak ke tengah justru bergerak ke arah kiri, sehingga terjadi tabrakan," ungkap kapolsek.

Akibat tabrakan tersebut, bus terguling ke pinggir jalan dan masuk ke saluran irigasi yang sedang surut airnya. Sementara angkudes tidak terguling, namun mengalami retakan pada kaca dan penyok di bagian belakang kendaraan sebelah kiri.

Kapolsek menambahkan bahwa kasus kecelakaan ini telah diserahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Purbalingga untuk penanganan lebih lanjut. Bus yang terguling kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan crane. (red)

Saturday, 24 June 2023

Ninja Tabrakan Dengan Grand Pengendara Alami Luka Serius

Ninja Tabrakan Dengan Grand

Kabar Ngetren/Purbalingga - Dua pemotor mengalami luka serius setelah terjadi kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (24/6/2023) pagi. 

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB antara sepeda motor Kawasaki Ninja dengan nomor polisi R-4075-OP dan Honda Grand R-6434-BAC.

Budi Prasetyo (23), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja, sementara MN (15), warga Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, mengendarai sepeda motor Honda Grand.

Menurut keterangan Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, akibat kecelakaan tersebut, kedua pemotor mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. 

Budi Prasetyo menderita luka lecet di tangan kanan dan patah jari kaki kanan bagian tengah, sedangkan MN mengalami gegar otak, patah jari telunjuk tangan kanan, dan luka lecet di tumit.

Saksi mata, Sumarti (30), seorang warga Bukateja, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, sepeda motor Ninja melaju dari arah timur (Bukateja) ke barat (Purbalingga) dan menyalip kendaraan di depannya.

Sementara itu, sepeda motor Honda Grand melaju dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah dekat, terjadi tabrakan antara kedua kendaraan tersebut.

Kasus kecelakaan tersebut telah diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Purbalingga, sementara kendaraan yang terlibat diamankan sebagai barang bukti. (eFHa)


Friday, 26 May 2023

Tragedi di Bukateja: Penderes Nira Meninggal Setelah Jatuh dari Pohon Kelapa




Kabar Ngetren/Purbalingga - Sebuah peristiwa tragis terjadi ketika seorang pria penderes nira jatuh dari pohon kelapa di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga pada Jumat (26/5/2023) pagi. 

Korban, yang tidak dapat diselamatkan, meninggal dunia di tempat kejadian.

Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, menjelaskan bahwa korban yang jatuh dari pohon kelapa bernama Sanar Amad Sarifudin (46), seorang warga Desa Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

"Korban terjatuh dan meninggal dunia saat sedang memanjat pohon kelapa setinggi 6 meter di kebun kelapa Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja," jelasnya.

Menurut kesaksian seorang warga bernama Amin Nurokhman (52) yang tinggal di Desa Kutawis, saat dia berada di dalam rumahnya, dia mendengar suara sesuatu jatuh di belakang rumahnya. 

Setelah memeriksa sumber suara tersebut, dia menemukan korban tergeletak tak sadarkan diri.

"Saksi bersama warga lain berusaha menolong dan mengevakuasi korban ke depan rumah warga. Namun saat dilakukan pengecekan, korban telah meninggal dunia," ungkapnya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas dari Polsek Bukateja dan Inafis Polres Purbalingga tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. 

Dokter dari Puskesmas Kutawis juga hadir untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

"Hasil pemeriksaan dokter tidak menunjukkan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia akibat benturan pada kepala saat jatuh dari pohon kelapa. Korban mengalami perdarahan pada mulut dan hidung," katanya.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban yang merupakan seorang penderes nira sebelumnya telah mengalami jatuh dari pohon kelapa sebanyak lima kali. 

Meskipun baru pulih dua bulan yang lalu dan mulai kembali bekerja sebagai penderes, nasib tragis menimpanya.

Kapolsek mengimbau kepada para penderes nira untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas. 

Disarankan untuk menggunakan alat pengaman guna mencegah kejadian serupa terulang di masa yang akan datang. (eFHa)

Thursday, 6 April 2023

Polres Purbalingga Lakukan Pembinaan Psikologi dan Agama terhadap Remaja Pelaku Perang Sarung



Kabar Ngetren/Purbalingga - Pada Kamis (6/4/2023) siang, Polres Purbalingga memberikan pembinaan kepada puluhan remaja pelaku perang sarung yang diamankan Polsek Bukateja. 


Kegiatan tersebut dilakukan di Mapolsek Bukateja dan dihadiri oleh Tim Konselor Psikologi Polres Purbalingga yang dipimpin oleh Iptu Teguh Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, beserta anggota. 


Jumlah pelaku perang sarung yang mendapat pembinaan sebanyak 52 orang, dan juga hadir para orang tua mereka.



Iptu Teguh Susilo menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan langkah pembinaan terhadap remaja yang terlibat perang sarung di wilayah Kecamatan Bukateja. 


Pendekatan psikologi dilakukan melalui terapi berpikir positif agar para remaja bisa menghindari pikiran negatif dan perilaku negatif. Selain itu, pembinaan juga dilakukan melalui pendekatan keagamaan dan melibatkan para orang tua.


Diharapkan dengan upaya yang dilakukan, para remaja tersebut bisa berperilaku lebih baik, tidak mengulangi perbuatannya, selalu berpikir positif, dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Kapolsek Bukateja, Iptu Rohmat Setyadi, menambahkan bahwa pembinaan psikologi dan agama dilakukan terhadap 52 orang yang diamankan karena ditemukan hendak perang sarung di dua lokasi, yaitu Desa Cipawon dan Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja. 


Kejadian pertama terjadi pada Rabu (5/4/2023) pukul 23.45 WIB dan akhirnya melibatkan 40 orang pemuda dari Kabupaten Banjarnegara dan Desa Cipawon. 


Kejadian kedua terjadi pada Kamis (6/4/2023) pukul 00.30 WIB dan di lokasi tersebut polisi mengamankan 12 pelajar SMA/SMK yang bertempat tinggal di sejumlah desa wilayah Kecamatan Bukateja. (eFHa)

Sunday, 26 March 2023

Nenek di Bukateja Purbalingga Meninggal di Saluran Irigasi



 Kabar Ngetren/Pubalingga -  Kabar duka datang dari Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Seorang nenek di wilayah tersebut ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi pada Sabtu (25/3/2023) malam.

Korban yang diketahui bernama Sinah (82) dikabarkan pergi ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengurus ladangnya. Namun, hingga sore hari saat hujan deras mengguyur, nenek Sinah belum juga pulang ke rumah.


Pihak keamanan bersama warga desa pun melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan nenek Sinah tercebur ke saluran irigasi sekitar pukul 19.00 WIB dengan posisi tertelungkup dan kepala berada di dalam air.


Menurut Kapolsek Bukateja Iptu Rohmat Setyadi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga, korban terpeleset saat melewati saluran irigasi dan tidak mampu bangkit lagi.


"Hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh korban. Kami menduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran irigasi hingga meninggal dunia," jelas Kapolsek Bukateja.


Keluarga korban yang telah menerima kabar duka tersebut langsung mengambil jenazah nenek Sinah untuk dimakamkan. Berita ini pun menjadi viral di kalangan masyarakat Bukateja.


Semoga nenek Sinah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. (eFHa)

Trending