Showing posts with label kegiatan keagamaan. Show all posts
Showing posts with label kegiatan keagamaan. Show all posts

Tuesday, 30 December 2025

MUI Indramayu Gelar Musda ke-VII, Dihadiri Bupati Lucky Hakim dan 200 Peserta

MUI Indramayu Gelar Musda ke-VII, Dihadiri Bupati Lucky Hakim dan 200 Peserta

Indramayu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 (tujuh) Tahun 2025, yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Trisulla, Jalan Di Panjaitan Nomor 77, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Senin, 29 Desember 2025.


Kegiatan Musda ke-VII MUI Kabupaten Indramayu ini dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus MUI, alim ulama, kiai, ustaz, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Panitia mencatat, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 200 (dua ratus) orang.


Musda ke-VII MUI Kabupaten Indramayu menjadi forum strategis yang tidak hanya menjalankan amanat organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan arah dan langkah ke depan dalam membimbing umat serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Indramayu.


Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu membuka ruang kerja sama dan sinergi yang luas dengan MUI demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.


“Pemerintah Daerah sangat terbuka untuk bersinergi dengan MUI. Kami meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus ditopang oleh pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” ujar Lucky Hakim.


Bupati Lucky Hakim juga menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan MUI sejalan dengan visi pembangunan Indramayu REANG, yaitu Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.


Lebih lanjut, ia berharap Musda ke-VII ini dapat menghasilkan kepengurusan MUI Kabupaten Indramayu yang mampu menjawab tantangan zaman serta responsif terhadap berbagai persoalan umat yang berkembang di tengah masyarakat.


“Melalui Musda ke-VII ini, saya berharap akan lahir kepengurusan MUI Kabupaten Indramayu yang mampu menjawab tantangan keumatan dengan bijaksana, moderat, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.


Dengan terselenggaranya Musda ke-VII ini, MUI Kabupaten Indramayu diharapkan semakin berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.



Editor: D-Nss

Penulis: Thoha

Sunday, 26 March 2023

Perang Sarung Makin Marak di Bulan Puasa, Polda Jateng Siap Ambil Tindakan Tegas


Kabar Ngetren/Semarang -  Fenomena perang sarung kembali memunculkan ketakutan bagi warga di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di bulan Ramadhan. Hanya tiga hari setelah puasa dimulai, perang sarung kembali terjadi di sejumlah wilayah dan menyebabkan keresahan warga.


Polda Jawa Tengah akhirnya menangkap 13 remaja anggota geng yang diduga terlibat dalam perang sarung di Purworejo. Kejadian ini terjadi pada Jumat (24/3/2024) di desa Brenggong Kecamatan Purworejo. Polisi berhasil menyita belasan sarung yang dimodifikasi dengan dibendel dan diisi batu, serta beberapa kendaraan milik para pelaku.


Perang sarung bukanlah suatu tindakan yang bisa dianggap remeh, karena dalam beberapa kejadian, para pelaku juga membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya yang bisa membahayakan keselamatan orang lain. Oleh karena itu, Kabidhumas mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengawasi pergaulan putra-putri mereka.


"Perang sarung saat ini bukan lagi bentuk kenakalan remaja biasa, tapi ada tendensi yang menjurus pada aksi pidana. Untuk itu, akan diambil tindakan tegas dan akan diproses hukum bila terbukti ada pelanggaran pidana di dalamnya," tegas Kabidhumas pada Sabtu (25/3/2023).


Dalam mengisi waktu luang di bulan suci Ramadhan, Kabidhumas juga mengajak remaja untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi akhirat mereka. Selain itu, para tokoh masyarakat dan guru diharapkan dapat memberikan edukasi pada remaja tentang bahaya perang sarung, dan menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat buruk dan berpotensi menimbulkan kasus pidana yang serius.


Polda Jateng dan jajaran akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur atau setelah sholat Subuh. Namun, peran serta masyarakat juga sangat diharapkan dalam memberikan laporan bila ada kejadian mencurigakan, termasuk bila ada kerumunan warga atau remaja yang melakukan aksi perang sarung.


Di sisi lain, kami meminta para tokoh masyarakat dan guru untuk memberikan edukasi pada para remaja bahwa perang sarung adalah aksi berbahaya dan dapat dijerat dengan pasal pidana apabila sampai melukai bahkan menghilangkan nyawa orang lain. Sebagai warga negara yang baik, mari bersama-sama mencegah tindakan yang merugikan masyarakat dan merusak keamanan lingkungan kita.


Dengan kerjasama semua pihak, Kabidhumas Polda Jawa Tengah yakin bahwa perang sarung yang merugikan orang lain dapat dicegah dan dihentikan sejak dini. Maka, marilah kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar kita, terutama pada saat bulan suci Ramadhan. (eFHa)

Trending