Showing posts with label Budaya Purbalingga. Show all posts
Showing posts with label Budaya Purbalingga. Show all posts

Friday, 19 December 2025

Diplomasi Budaya di Pahargyan Agung, Purbalingga Kukuhkan Persahabatan dengan Jepang


Kabar Ngetren/Purbalingga – Pagelaran budaya Pahargyan Agung dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195, Kamis (18/12/2025), berlangsung khidmat dan semarak di Pendopo Dipokusumo. Acara ini dihadiri Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif, Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Wabup Banjarnegara Wakhid Jumali, Ketua DPRD HR Bambang Irawan, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta ribuan tamu undangan.


Pahargyan Agung tahun ini terasa istimewa karena turut dihadiri tamu kehormatan dari luar negeri, yakni Wali Kota Tono, Prefektur Iwate, Jepang, Kazuhiko Tada, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Tono. Kehadiran delegasi Jepang tersebut menegaskan semakin eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama internasional antara Kabupaten Purbalingga dan Kota Tono, Jepang.



Dalam sambutannya, Bupati Fahmi M Hanif menyampaikan bahwa peringatan hari jadi yang diperingati setiap 18 Desember merupakan momentum refleksi dan evaluasi bersama. Menurutnya, usia 195 tahun menunjukkan bahwa Purbalingga telah melalui perjalanan panjang, namun masih memiliki sejumlah tantangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ke depan.


“Di usia ke-195 ini, Purbalingga bukan lagi daerah yang muda, tetapi masih memiliki banyak potensi yang dapat terus dikembangkan. Menyongsong tahun 2026, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong, saling bahu membahu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada, serta terus mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bupati Fahmi.



Pada kesempatan tersebut, Bupati Fahmi juga memaparkan sejumlah capaian membanggakan yang berhasil diraih Kabupaten Purbalingga. Di antaranya, sembilan kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. 


Selain itu, Purbalingga meraih peringkat kedua nasional dalam kompetisi daerah Catalon atau seleksi daerah teratas untuk implementasi program Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites (SPHERES) yang diselenggarakan Unit Penelitian Klinik Universitas Oxford (OUCRU) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.



Kabupaten Purbalingga juga menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI sebagai daerah terbaik dalam distribusi Dana Alokasi Fisik Khusus Tahun 2024, serta penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pemecahan rekor dunia penyajian 14.460 mendoan, jumlah terbanyak yang melibatkan partisipasi masyarakat Kabupaten Purbalingga.


Pada kesempatan yang sama, selain memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah di berbagai bidang, mulai dari olahraga, keagamaan, pendidikan, sosial, hingga seni dan budaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga menganugerahkan Honorary Citizen (Warga Kehormatan) kepada Wali Kota Tono Kazuhiko Tada. 



Gelar kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, persahabatan, serta komitmen dalam memperkuat kerja sama lintas daerah dan lintas negara.


Prosesi Pahargyan Agung diawali dengan penyerahan Songsong Agung dan Tombak Pusaka dari Ketua DPRD kepada Bupati Purbalingga, sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Acara kemudian dimeriahkan dengan Tari Gambyong dan Bambangan Cakil yang dibawakan oleh gabungan sanggar tari se-Kabupaten Purbalingga.


Pagelaran budaya Pahargyan Agung menjadi simbol sinergi antara pelestarian tradisi lokal, capaian pembangunan daerah, serta penguatan persahabatan internasional dalam semangat Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195. 


Sumber: tha/prokompim.

Sunday, 14 December 2025

Tampil dengan Wajah Baru, Festival Kentongan Pecah di Alun-alun Purbalingga


Kabar Ngetren/Purbalingga – Mengusung konsep baru yang lebih inklusif dan berkarakter, Festival Kentongan dalam rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga sukses digelar di Alun-alun Purbalingga, Sabtu, (13/12/2025). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar di simpang tiga SMPN 1 Purbalingga, konsep festival sengaja dihelat di ruang terbuka tengah kota dengan konsep arena pertunjukan melingkar.


Ribuan warga tampak memadati kawasan alun-alun sejak sore hari. Dengan tertib, masyarakat duduk mengelilingi venue pertunjukan. Tata panggung yang terbuka membuat setiap denting kentongan, gerak tari, dan visual pertunjukan dapat dinikmati dari berbagai sudut, menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup dan membumi. 



Ada 10 grup kentongan asal Kabupaten Purbalingga turut ambil bagian dalam festival ini. Masing-masing grup menampilkan konsep pertunjukan yang mengangkat tema nasional sekaligus ikon khas Purbalingga. Mulai dari destinasi wisata daerah (Golaga, red), isu tentang ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan hingga figur Jenderal Soedirman, yang menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan masyarakat.


Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif menyampaikan kentongan memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari kultur yang melekat dalam kehidupan masyarakat Purbalingga. 



“Ke depan, harapannya tidak hanya kentongan yang kita angkat dan kemas dalam bentuk festival, tetapi juga seni dan kebudayaan lainnya. Namun yang utama, bagaimana seni dan budaya tersebut dikemas secara menarik, sehingga tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat dari luar Purbalingga,” ujar Bupati didampingi Wabup Dimas Prasetyahani.


Festival Kenthongan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga. Setelah kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan menggelar sejumlah agenda besar, di antaranya Pawai Budaya pada 20 Desember 2025 nanti.



Rangkaian peringatan akan dilanjutkan dengan Purbalingga Music Festival pada 27 Desember 2025 yang direncanakan menghadirkan tiga artis nasional serta sejumlah musisi lokal. Salah satu artis nasional yang dijadwalkan tampil adalah Vierra. 


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Sadono menjelaskan Festival Kentongan digelar sebagai wadah kreativitas sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.



“Melalui festival ini, kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku seni sekaligus menjaga agar budaya kenthongan tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Purbalingga,” ungkapnya.


Pada ajang ini, grup Brahmasta asal Wirasana yang merupakan pendatang baru berhasil keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih oleh grup Kalika Laras dari Kalikajar, disusul Irama Sabuk Wulung dari Kaligondang sebagai juara ketiga.


Untuk kategori juara harapan, masing-masing diraih oleh Natural Tone (Purbalingga Kota) sebagai Harapan I, Kolokathung (Wirasana) sebagai Harapan II, dan Kridha Kukila (Purbalingga Kulon) sebagai Harapan III. Para pemenang berhak menerima piala serta uang pembinaan dengan total sebesar Rp12.250.000. 


Sumber: tha/prokompim.

Thursday, 11 December 2025

Wabup Dimas Dorong Ebeg Jadi Tradisi Berkelanjutan dan Bernilai Ekonomi


Kabar Ngetren/Purbalingga – Paguyuban Keluarga Ebeg Purbalingga (PAKUBELING) resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani di Pendapa Cahyana, Rabu, (10/12/2025). Kepengurusan baru ini menaungi 300 kelompok kesenian ebeg (kuda lumping) yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga.


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati mengucapkan selamat kepada Priawan yang terpilih sebagai Ketua PAKUBELING serta Sugianto sebagai Wakil Ketua. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan promosi kesenian ebeg sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Purbalingga.



“Kesenian ebeg merupakan warisan leluhur yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para seniman ebeg,” ujar Dimas.


Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Purbalingga memasukkan Festival Ebeg ke dalam rangkaian hiburan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195 pada tahun 2025. Menurut Wabup, langkah tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang apresiasi yang lebih besar bagi para pelaku seni tradisi.



Dimas menambahkan, keberadaan kesenian ebeg yang selama ini selalu mendapatkan animo tinggi dari masyarakat menjadi bukti bahwa seni tradisi tersebut masih relevan dan diminati oleh berbagai kalangan.


“Setiap pementasan ebeg hampir tidak pernah sepi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa ebeg tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.



Lebih dari sekadar pelestarian, pemerintah juga berharap ekosistem kesenian ebeg dapat berkembang menjadi sektor yang berdampak ekonomi bagi para pelakunya.


“Ke depan, kami berharap kesenian ebeg tidak hanya diwariskan, tetapi dapat menjadi seni tradisi yang menciptakan kesejahteraan bagi para seniman,” tambahnya.



Sementara itu, Ketua PAKUBELING terpilih Priawan menyampaikan bahwa pihaknya bersama 300 kelompok yang tergabung dalam paguyuban siap menjadi motor penggerak pelestarian kesenian ebeg di Purbalingga. Program kerja PAKUBELING antara lain penyelenggaraan festival, kongres, serta kegiatan budaya lain yang melibatkan seniman, masyarakat, serta pemerintah daerah.


“Tugas kami bukan sekadar melestarikan, tetapi memastikan kesenian ebeg tetap hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Priawan.


Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PAKUBELING diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkelompok kesenian ebeg serta memperluas kontribusinya dalam memajukan seni budaya daerah.


Sumber: tha/prokopim.

Trending