Showing posts with label Pemilihan Presiden. Show all posts
Showing posts with label Pemilihan Presiden. Show all posts

Saturday, 3 June 2023

Pemilu 2024 dan Calon Presiden Indonesia Menarik Perhatian Media Asing

Pemilu 2024 dan Calon Presiden Indonesia Menarik Perhatian Media Asing

Kabar Ngetren/Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres) di Indonesia pada tahun 2024 telah menarik perhatian media asing. 

Dalam liputan mereka, tiga calon kuat yang muncul, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menjadi sorotan utama. 

Meskipun pemilihan presiden baru akan dilaksanakan pada Februari 2024, media asing telah memperhatikan perkembangan politik di Indonesia.

Sebuah artikel berjudul 'In Jakarta, Political Kingmaking Starts Now' yang diterbitkan oleh Foreign Policy, mengulas tentang ketiga calon tersebut. 

Meskipun masih terlalu dini untuk memprediksi hasil Pilpres 2024, artikel tersebut menyebut bahwa pola yang sama dengan pemilihan sebelumnya kemungkinan akan terjadi.

Menurut laporan tersebut, Ganjar Pranowo dianggap sebagai calon yang akan sulit menang dalam pemilihan tersebut. 

Meskipun baru-baru ini ia memimpin dalam jajak pendapat, Ganjar dianggap memiliki asal-usul yang relatif sederhana dan sering dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo.

Prabowo Subianto disebut sebagai lawan kuat Ganjar. Ia dianggap mewakili generasi politik Indonesia yang lebih tua. 

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Prabowo merupakan mantan letnan jenderal dan menantu dari mantan Presiden Suharto. 

Meskipun memiliki kontroversi terkait pendudukan Indonesia di Timor Timur dan keterlibatannya dalam aktivitas militer, Prabowo tetap menjadi kandidat dalam pemilihan presiden sebelumnya dan saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Anies Baswedan dikaitkan dengan hubungannya dengan gerakan Islam radikal di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan minoritas. 

Artikel tersebut menyoroti perubahan sikap Anies dari seorang sarjana Fulbright yang moderat menjadi bersekutu dengan kelompok garis keras yang menuduh gubernur petahanan melakukan penistaan agama. 

Kemenangan Anies dalam Pilpres 2024 dapat memperkuat kekuatan sosial konservatif di Indonesia.

Sebuah analisis oleh seorang pengamat juga dikutip dalam artikel tersebut. 

Namun, ada kritik terhadap proses pemilihan di Indonesia yang dianggap lebih berkaitan dengan kelompok oligarki dan dukungan partai politik daripada kebijakan yang substansial. 

Pengamat menyebut bahwa pemilihan presiden sering menjadi kontes popularitas yang panjang.

Meskipun begitu, harapan rakyat Indonesia pada pemilihan presiden mendatang tetaplah sosok yang adil, bijaksana, dan mampu menerima kritik dari masyarakat terkait kebijakan yang diambil. (Maulana Yusuf)

Monday, 29 May 2023

Erdogan Kembali Menjadi Presiden Turki dan Menghadapi Tantangan yang Mendesak

 


Kabar Ngetren/Ankara - Recep Tayyip Erdogan telah kembali terpilih sebagai Presiden Turki setelah memenangkan pemilihan presiden yang penuh dengan tantangan. 


Dalam pemilihan presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara ini, Erdogan berhasil memperpanjang masa kekuasaannya selama dua dekade selama lima tahun ke depan.


Kepala Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK) secara resmi mengumumkan bahwa Erdogan berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara sebesar 52,14 persen, sedangkan penantangnya, Kemal Kilicdaroglu, hanya mendapatkan 47,86 persen suara. 


Meskipun hasil ini memberikan Erdogan keunggulan yang nyata, dengan lebih dari 99 persen surat suara yang telah dihitung, ketua YSK, Ahmet Yener, menyatakan bahwa keunggulan 2 juta suara dari Erdogan tidak dapat terkejar oleh lawannya.


Dalam pidato kemenangannya di depan sekitar 320 ribu pendukung di luar istana Ankara pada Sabtu malam, Erdogan berjanji untuk membangun Turki menjadi lebih baik lagi. 


"Anda memberikan tugas ini kepada kami sekali lagi, dan kami akan bekerja sama untuk membangun abad baru bagi Turki," ujar Erdogan, mengutip laporan dari The Independent pada Senin.


Namun, masa jabatan yang baru bagi Erdogan akan menghadapi tantangan yang rumit. Salah satu prioritas utama adalah menangani krisis ekonomi yang sedang dihadapi oleh negara ini. 


Erdogan perlu mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memulihkan stabilitas ekonomi, mengurangi tingkat inflasi yang tinggi, dan menciptakan lapangan kerja bagi warga Turki.


Selain itu, ada juga isu-isu lain yang harus ditangani oleh Presiden Erdogan, termasuk perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, upaya penegakan hukum terhadap kejahatan perang, serta penanganan pengungsi dan pencari suaka di negara ini. 


Erdogan akan dihadapkan pada tugas yang kompleks dalam menyelesaikan berbagai isu ini untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan negara.


Warga Turki dan komunitas internasional akan melihat dengan perhatian pada langkah-langkah yang akan diambil oleh Presiden Erdogan dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. 


Dalam lima tahun mendatang, peran dan keputusan Erdogan akan menjadi penentu dalam menentukan arah dan masa depan Turki. (Maulana Yusuf)

Trending