Showing posts with label Purbalingga. Show all posts
Showing posts with label Purbalingga. Show all posts

Saturday, 10 January 2026

Hadiri Pengajian Akbar IPHI, Bupati Tekankan Ukhuwah dan Persaudaraan


Kabar Ngetren/Purbalingga – Bupati Fahmi M Hanif menghadiri kegiatan Pengajian Akbar 3 Bulanan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Daerah Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan di Pendopo Dipokusumo, Sabtu, (10/1). Kegiatan ini diikuti tokoh agama, perwakilan Polres, Pimpinan OPD terkait serta ratusan anggota IPHI dari berbagai kecamatan di Purbalingga.


Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada IPHI atas konsistensinya dalam membina umat dan menjaga semangat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. 



Ia menegaskan bahwa IPHI memiliki peran strategis sebagai teladan moral dan sosial di lingkungan masing-masing.


“Saya merasakan memang kalau haji reguler persaudaraannya sangat kuat, selalu bersama-sama, sudah seperti saudara. Dan saya melihat itu persaudaraanya sampai akhir hayat. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa, dari tidak kenal, tidak memahami tetapi setelah bersama-sama haji selama 40 hari menjadi seperti saudara yang sangat dekat. Ini suatu hal yang harus istiqomah, konsisten dijalankan terus persaudaraan yang baik ini” terang Bupati.



Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan terima kasih atas support, dukungan dan doa restu yang diberikan kepada dirinya selama menjabat sebagai Bupati Purbalingga. 


Ia mengatakan selama hampir 1 tahun masa kepemimpinannya sudah ada progress yang sudah bisa dirasakan masyarakat.



“Alhamdulillah banyak progress yang telah kita lakukan, mulai dari perbaikan jalan, jadi sudah mulai alus dalane nggih. Saya seneng kalau mengelilingi jalan di Purbalingga sebagian besar sudah mulai bagus, walaupun masih ada sebagian PR yang harus diselesaikan, Insya Allah kedepannya akan diperbaiki bertahap,” terang Bupati.


Menyambut Bulan Ramadan yang kurang lebih 40 hari lagi, Bupati juga mengajak anggota IPHI untuk betul-betul mempersiapkan diri sebaik mungkin seraya mendoakan agar diberi kesehatan yang paripurna sehingga nantinya bisa maksimal dalam beribadah.



Pengajian Akbar 3 Bulanan ini diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Taryudi, LC, M. Ag. 


Dalam tausiyahnya, Ustaz Taryudi mengajak kepada para jamaah untuk mengubah cara berinteraksi dengan Al Qur’an agar dapat mengangkat derajat kita di sisi Allah SWT.


Kegiatan pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kabupaten Purbalingga.


Sumber: And/Prokompim.

Melangkah Bersama dalam Damai, Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama Warnai HAB Kemenag Ke-80


Kabar Ngetren/Purbalingga – Semangat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Purbalingga kian menguat melalui kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Sabtu, (10/1). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, sekaligus menjadi rangkaian puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-80.


Jalan sehat dimulai dari halaman Kantor Kemenag Purbalingga dan menempuh rute Jalan Pujowiyoto, Jalan Kapten Sarengat, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Pierre Tendean, Lingkar Alun-alun, sebelum kembali ke Kantor Kemenag di Jalan DI Panjaitan. 



Kegiatan ini diikuti sekitar delapan ribu peserta yang terdiri dari masyarakat umum, keluarga besar Kemenag, organisasi keagamaan, serta komunitas lintas umat beragama. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, hingga kambing.


Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zaid Khasani, menegaskan bahwa jalan sehat ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan.


“Jalan sehat ini menjadi komitmen kami Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis,” ujarnya.



Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk sosialisasi program Gerakan Sadar (Gas) Pencatatan Nikah. Melalui program ini, Kemenag mengingatkan pentingnya pernikahan yang sah di tengah tantangan modernitas agar praktik hidup bersama tanpa ikatan pernikahan tidak membudaya di masyarakat.


Kegiatan jalan sehat juga dirangkaikan dengan program Sukses Eko Teologi melalui pembagian 5.000 bibit pohon tahunan kepada peserta. Bibit yang dibagikan antara lain kopi, durian, alpukat, jabon, albasia, dan jenis tanaman lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan HAB Kemenag ke-80 yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Menuju Indonesia Damai dan Maju.”



Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkokoh persaudaraan lintas iman di Purbalingga.


“Mari melalui jalan sehat ini kerukunan antar umat beragama semakin diperkokoh, silaturahmi terus terjalin, dan toleransi semakin kuat demi Purbalingga yang rukun dan sejahtera,” imbuhnya.


Ia juga mengapresiasi pembagian lima ribu bibit pohon untuk konservasi. Wabup mengajak dengan cintai alam maka alam akan mencintai kita. 



"Ini langkah konkret Kemenag agar alam tetap lestari dan udara yang segar menjadi warisan bagi anak cucu kita,” katanya.


Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Deklarasi Kerukunan Antar Umat Beragama Kabupaten Purbalingga yang dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga, KH Nurcholis Masrur. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh jajaran Forkopimda serta perwakilan berbagai komunitas keagamaan.


Secara ringkas, deklarasi itu memuat empat komitmen utama, yakni memperkuat komitmen kebangsaan dalam merawat kebhinekaan, mengukuhkan gerakan moderasi beragama untuk mewujudkan kehidupan sosial yang rukun dan harmonis, menolak segala bentuk ujaran kebencian, hoaks, dan tindakan pemecah belah, serta berkomitmen menjaga rumah ibadah agar tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis.


Sumber: Gn/Prokompim.

Thursday, 8 January 2026

Polres Purbalingga Panen Jagung Serentak Kuartal I di Kutasari


Kabar Ngetren/Purbalingga - Polres Purbalingga bersama stakeholder terkait mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Karangcegak, Kutasari, Purbalingga, Kamis, (8/1). 


Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar bersama stakeholder terkait secara simbolis memanen jagung di lahan seluas dua hektare. 



Lahan tersebut merupakan tanah milik pemerintah desa yang dikelola oleh petani desa setempat. 


Kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI di Bekasi secara live streaming. 



Plt Kasihumas Polres Purbalingga Iptu Dwi Arto mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI. 


"Polres Purbalingga terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung," jelasnya.



Iptu Dwi Arto menambahkan pihak kepolisian akan terus menggandeng dan menggerakkan kelompok tani lokal untuk terus meningkatkan produksi jagung dan mengawasi pendistribusian hasil panen. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Thursday, 25 December 2025

Bela Negara di Era Modern, Wabup Dimas Tekankan Disiplin dan Ketangguhan Bangsa


Kabar Ngetren/Purbalingga – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh elemen bangsa sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang maju. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Selasa, (23/12/2025).


“Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wabup Dimas saat membacakan amanat amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.



Disampaikan, peringatan Hari Bela Negara ke-77 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, yang mengandung makna penting tentang kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. 


Untuk itu, momentum Hari Bela Negara diharpkan dapat menjadi pengingat bahwa cinta tanah air tidak berhenti pada slogan semata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. 



Di antaranya melalui kepedulian membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari penyebaran hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing.


“Marilah kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” lanjutnya.



Upacara peringatan berlangsung khidmat dan tertib dengan melibatkan unsur TNI, Polri, petugas pemasyarakatan, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga HR Bambang Irawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, serta camat se-Kabupaten Purbalingga.


Sumber: tha/prokompim.

Friday, 12 December 2025

Wabup Dimas Resmikan TEFA SMKN 1 Bukateja: Cetak Siswa Berbudaya Industri Sejak Dini


Kabar Ngetren/Purbalingga – SMK Negeri 1 Bukateja resmi meluncurkan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) sebagai standar baru pendidikan vokasi di sekolah tersebut. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, di kompleks sekolah pada Jumat, (12/12/2025).


Wabup Dimas menyampaikan apresiasi atas komitmen SMKN 1 Bukateja dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Melalui TEFA, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengalami langsung suasana dan budaya kerja industri.



“Dengan berbasis TEFA, lulusan SMKN 1 Bukateja diharapkan memiliki mental yang kuat, budaya kerja standar industri, serta kompetensi yang matang sehingga siap menempati posisi dan pekerjaan yang telah disiapkan,” kata Wabup Dimas.


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen mendorong SMK menjadi lembaga pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. TEFA, lanjutnya, merupakan instrumen penting untuk mencetak lulusan siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap bersaing menghadapi perkembangan dunia industri yang kian cepat.



“Inilah pendidikan vokasi yang sesungguhnya adalah pendidikan yang mendekatkan sekolah dengan dunia nyata. Melalui TEFA, siswa belajar proses produksi, standar industri, manajemen mutu hingga pelayanan konsumen,” ungkapnya.


Wabup juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Program ini dinilai akan memberikan pengalaman penting sebelum mereka terjun ke dunia kerja.



Kepala SMKN 1 Bukateja, Sutowo, menjelaskan bahwa seluruh jurusan di sekolahnya kini diwajibkan menyelenggarakan TEFA. Terdapat tujuh kompetensi keahlian, yakni, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Busana (BSN), Teknik Kendaraan Ringan & Bodi Kendaraan Ringan (TKR/TBKR), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Broadcasting dan Perfilman (BCF), Pengembangan Perangkat Lunak dan Game Interaktif (PPLG). Setiap jurusan memiliki produk dan layanan yang langsung melibatkan siswa sebagai pelaksana utama.


Dari jurusan DPIB, siswa menyediakan jasa pembuatan desain rumah lengkap hingga model 3D dengan harga kompetitif. Jurusan TKR/TBKR menawarkan servis ringan dan ganti oli, langsung dikerjakan di bengkel praktik.



Jurusan PPLG dan TJKT menyuguhkan layanan pembuatan website, peliputan, perbaikan instalasi komputer dan jaringan. Sementara itu, jurusan Busana memiliki rumah produksi busana ready to wear, menghasilkan daster, gamis, gaun, hingga kebaya. Produk-produk ini telah dipasarkan secara daring melalui Shopee “Benic Store” dan diminati karena kualitas jahitan yang halus dan nyaman.


“Berbagai budaya industri telah diterapkan di lingkungan sekolah. Setiap pagi siswa mengikuti apel disiplin, penataan parkir sudah mengikuti standar layaknya pabrik, hingga penerapan jalur hijau khusus pejalan kaki,” jelas Sutowo.



Selain itu, guru-guru turut menjalani program magang industri untuk memastikan metode pengajaran selalu mutakhir dan sesuai perkembangan teknologi.


“Tantangan di luar sangat cepat berubah. Guru harus adaptif agar apa yang diajarkan benar-benar sama dengan kebutuhan industri,” jelas Sutowo.


Sumber: tha/prokopim.

Thursday, 4 December 2025

100 Becak Listrik Prabowo Mengaspal, Wabup Dimas Tegaskan Pengawasan Berkala


Kabar Ngetren/Purbalingga – Sebanyak 100 penarik becak di Kabupaten Purbalingga tersenyum bahagia setelah resmi menerima becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S. Deyang dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani di Pendapa Dipokusumo, Kamis, (4/12/2025).


Wabup Dimas mengapresiasi program tersebut sebagai wujud kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para penarik becak yang menggantungkan hidup pada pekerjaan informal. Menurutnya, kehadiran becak listrik dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan para penarik becak.


“Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap mengawal keberlanjutan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan para penerima,” ujar Wabup Dimas.



Pemkab Purbalingga akan memastikan becak listrik tidak berpindah tangan atau diperjualbelikan. Saat penyerahan, penerima diwajibkan menandatangani surat perjanjian yang akan dievaluasi setiap enam bulan sekali.


“Kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mendata kepemilikan becak listrik. Ini penting agar becak benar-benar dimanfaatkan oleh penerima yang berhak,” jelas Dimas.


Pemkab turut menjamin pendampingan teknis jika terjadi kendala seperti masalah kelistrikan atau dinamo agar becak tidak mangkrak dan tetap operasional.



Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang menegaskan program becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo, bukan menggunakan anggaran APBN.


“Becak listrik ini adalah yang pertama di dunia dan diinisiasi langsung oleh Prabowo,” ungkapnya.


Hingga saat ini, sudah 2.700 unit becak listrik dibagikan kepada masyarakat di berbagai daerah. Targetnya, hingga akhir tahun jumlah distribusi mencapai 5.000 unit. Sesuai instruksi Presiden Prabowo, Yayasan GSN telah memesan 11.000 unit becak listrik. 



“Semoga hadiah becak listrik ini bisa menjadi hiburan sekaligus mampu menopang perekonomian keluarga para penerima,” tambah Nanik.


Terkait keberadaan becak listrik, Nanik juga mendorong Pemkab Purbalingga menyiapkan aturan operasional khusus untuk becak listrik, termasuk penentuan jalur dan akses menuju kawasan wisata.


“Mohon disiapkan jalurnya, terutama jalur yang mengarah ke destinasi wisata,” harapnya.


Becak listrik ini merupakan desain khusus Presiden Prabowo pada tahun 2024, bahkan telah mulai dibagikan sebelum menjabat sebagai presiden. Selain ramah lingkungan dan hemat energi, becak listrik dirancang untuk mengurangi beban fisik penarik becak, terutama yang telah berusia lanjut di atas 60 tahun.


Sumber: tha/prokopim.

Saturday, 29 November 2025

Purbalingga Raih Daerah Tertib Ukur 2025, Bukti Konsistensi Lindungi Konsumen


Kabar Ngetren/Jakarta – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali meraih penghargaan Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan RI. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Acara Penganugerahan dan Penghargaan Perlindungan Konsumen Tahun 2025, Kamis, (27/11/2025), di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta. Capaian ini menjadi penghargaan keempat berturut-turut yang diraih Purbalingga, memperkuat komitmen daerah dalam melindungi konsumen serta menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan terpercaya.


Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Moga Simatupang menjelaskan bahwa penghargaan Kabupaten Tertib Ukur diberikan kepada pemerintah daerah yang memenuhi kriteria penilaian ketat. 


“Kriteria utama terdiri dari beberapa indikator yaitu Indeks Metrologi Legal, dan Indeks Tertib Ukur. Kemudian kriteria penunjang terdiri dari dua indikator yaitu Indeks Pemahaman Masyarakat dan Indeks Inovasi Pelayanan,” ujarnya.


Pada tahun ini, sebanyak 1 provinsi dan 16 kabupaten/kota menerima penghargaan tersebut, termasuk Kabupaten Purbalingga. Melalui anugerah ini, pemerintah daerah diharapkan terus mempertahankan upaya perlindungan konsumen dan memastikan kebenaran hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan.



Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menegaskan bahwa setiap konsumen dilindungi oleh Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999. Penduduk Indonesia yang mencapai 287 juta jiwa menjadi target pasar besar yang harus dijaga hak-haknya. 


“Kemendag dan Pemda juga mengawasi dan menegakkan hukum untuk metrologi legal yang berfungsi menjamin kebenaran hasil pengukuran melalui berbagai kegiatan seperti tera, tera ulang terhadap alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat perlengkapan,” katanya.


Selain Daerah Tertib Ukur, penghargaan juga diberikan untuk Pasar Tertib Ukur, SNI Pasar Rakyat, Pemerintah Daerah Peduli Perlindungan Konsumen, serta Pelanggan Terbaik UPTP III. 


“Apresiasi kepada seluruh daerah dan pelaku usaha atas dukungan dan komitmen yang ditunjukan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen. Penganugerahan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menyelenggarakan perlindungan konsumen secara konsisten,” tambahnya.



Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa takaran dan timbangan di pasar-pasar Purbalingga telah presisi. 


“Komitmen kami ke depannya agar Purbalingga ini menjadi kabupaten yang baik dalam pengelolaan pasarnya, pedagangnya dan konsumennya,” katanya.


Ia berharap penghargaan ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pedagang pasar-pasar di Purbalingga sehingga menjadi daya ungkit kebangkitan ekonomi daerah. Bupati juga berkomitmen terus meningkatkan sarana dan prasarana pasar agar pedagang dan konsumen semakin nyaman.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas konsistensi Purbalingga dalam memastikan keakuratan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). 



“Untuk memastikan keakuratan alat UTTP, kami memberikan layanan tera dan tera ulang berbagai jenis timbangan, alat ukur volume, serta alat ukur lainnya pada pasar tradisional, SPBU, SPBE, toko modern, hingga sektor industri. Layanan ini tidak hanya dilakukan di kantor UPTD Metrologi Legal, tetapi juga melalui layanan jemput bola di pasar dan wilayah,” katanya.


Kepala UPTD Metrologi Legal Kabupaten Purbalingga, Eka Aji Krisna menambahkan bahwa pihaknya turut menghadirkan sejumlah inovasi unggulan. 


“Sejumlah terobosan diciptakan, seperti penguatan layanan berbasis digital yaitu SIM AKURAT dan E Sertifikat, Pembentukan Juru Takar dan Juru Timbang serta program pendampingan pedagang pasar menuju Pasar Tertib Ukur,” katanya. 


Pengawasan UTTP dilakukan secara rutin, baik terjadwal maupun melalui inspeksi mendadak.


Sumber: Gn/Prokompim.

Wednesday, 26 November 2025

Fasilitasi Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Tahun 2025 Digelar di Purbalingga


Kabar Ngetren/Purbalingga — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar Fasilitasi Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa Jenjang SMK Tahun 2025 di Kebon Dalem Waroeng & Wedangan, Jl. Raya Kalikajar, Purbalingga. Kegiatan berlangsung pada Rabu, (26/11/2025) dan diikuti 80 guru Bahasa Jawa SMK dari berbagai sekolah wilayah Kabupaten Purbalinga, Banjarnegara, Kebumen dan Wonosobo.


Dalam laporan penyelenggara, Ratna Palupi, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja tahunan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX dengan fokus pada pemerataan peningkatan kualitas dan kompetensi guru Bahasa Jawa. 



“Merupakan program tahunan Cabdin Wilayah IX, dengan mengambil tema : Dwija Basa Jawa Anengguh Adicara Ngrembaka Etika, Estetika lan Wibawa Budaya.”


Ratna menambahkan bahwa Purbalingga dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis tersendiri. 



“Ini menjadi tahun terakhir Purbalingga berada di Cabdin Wilayah IX. Per Januari 2026, Purbalingga resmi masuk ke Cabdin Wilayah X. Maka kegiatan ini terasa istimewa sebagai momen kenang-kenangan,” jelasnya.


Kegiatan juga dihadiri oleh Bina Damping Bahasa Jawa MKKS Kabupaten Purbalingga, Budi Rahwanto, S.Pd., M.Pd, yang memberikan dukungan dan penguatan bagi para guru peserta.



Sementara itu Maryono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua MKKS SMK Kabupaten Purbalingga, menegaskan kembali pentingnya peran guru Bahasa Jawa dalam pembentukan karakter. 


“Peran Guru Bahasa Jawa sangat penting dalam menanamkan nilai luhur, unggah-ungguh basa, dan budi pekerti pada siswa, sejalan dengan kegiatan hari ini sebagai nilai tambah untuk bisa diimplementasikan. Hasil kegiatan hari ini diharapkan dapat didiseminasikan ke MGMP masing-masing,” ungkapnya.



Sementara itu, Suci Priyono, S.E., M.M, selaku Kasi SMK mewakili Kepala Cabdin Wilayah IX, mengajak guru untuk terus menerapkan nilai budaya Jawa dalam praktik kehidupan sehari-hari.


“Bapak Ibu telah menguasai materi. Tantangan berikutnya adalah konsistensi penerapan etika, estetika, dan wibawa budaya sesuai tema hari ini. Kendati Purbalingga nantinya berada di Cabdin Wilayah X, kerja sama dan pertukaran praktik baik tetap terbuka,” tegasnya.



Adapun rangkaian materi yang disajikan dalam kegiatan ini meliputi: Gagrak Anyar Sesorah lan Medhar Sabdo oleh Triayan Kanthi Wati, M.Pd., Pengenalan Teachy.ai dan Praktik Ngadi Busana Gagrak Banyumasan oleh Ratna Palupi, S.Pd, serta materi Kepanatacaran lan Medhar Sabdo oleh Tolkhah Mahsun, S.Pd.


Suasana pelatihan semakin interaktif dengan ice breaking dipandu oleh MC Khabib, S.Pd. dan Moderator Hidayati Solichah, S.Pd., dilanjutkan dengan praktik langsung sehingga peserta terlibat aktif dan antusias hingga akhir acara. 


Sumber: RP.

Tuesday, 11 November 2025

Tim Lemdiklat Polri Supervisi Perwira Siswa Akpol di Polres Purbalingga


Kabar Ngetren/Purbalingga – Tim dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melakukan supervisi terhadap Perwira Siswa Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 57 yang sedang menjalani latihan kerja di Polres Purbalingga, Selasa, (11/11/2025).


Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar melaporkan kepada tim bahwa pelaksanaan magang para perwira siswa berjalan lancar. Ia menyebut seluruh peserta aktif mengikuti berbagai kegiatan kepolisian di Polres Purbalingga.



"Selanjutnya kami mohon arahan terkait pelaksanaan magang Perwira Siswa Akpol di Polres Purbalingga," ujar Akbar dalam sambutannya.


Ketua Tim Supervisi Brigjen Pol Sofyan Nugroho menjelaskan, supervisi dilakukan untuk menilai pelaksanaan latihan kerja dan penelitian yang dijalani para perwira siswa. Tujuannya memastikan kesiapan  dalam menjalankan tugas di berbagai fungsi kepolisian. 



"Secara kuantitatif, supervisi ini diharapkan dapat mendorong peserta agar mampu melaksanakan tugas di fungsi kepolisian dengan baik," katanya.


Brigjen Sofyan berharap para perwira siswa dapat mengaplikasikan materi yang telah dipelajari selama pendidikan ke dalam pelaksanaan praktik kerja. Dengan begitu, mereka bisa lebih mahir dan siap menghadapi tantangan tugas setelah lulus nantinya. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga.

Friday, 31 October 2025

Lapangan Bola Yonif 406/Candra Kusuma Diresmikan, Siap Dimanfaatkan untuk Prajurit dan Masyarakat


Kabar Ngetren/Purbalingga – Lapangan Bola Garuda Candra Kusuma di Markas Batalyon Infanteri 406/Candra Kusuma (Yonif 406/CK) diresmikan oleh Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, Jumat, (31/10/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani bersama jajaran Forkopimda.


Komandan Yonif 406/CK, Letkol Inf Edward Samosir dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan lapangan ini merupakan sumbangsih almamater seluruh prajurit Yonif 406/CK, khususnya prajurit yang tergabung dalam Main Body Satgas BGC TNI XXXIX-F MONUSCO CONGO Tahun 2024–2025. Mereka telah melaksanakan tugas selama 541 hari atau 18 bulan di daerah penugasan.


“Dengan adanya lapangan sepak bola ini berharap akan menjadi sarana pendukung kebugaran latihan fisik, bukan hanya untuk prajurit tapi juga untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Purbalingga,” katanya. Ia menambahkan, lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan prestasi di berbagai cabang olahraga.



Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Yonif 406/CK yang telah membangun lapangan sepak bola representatif dengan standar nasional. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat bagus dan dapat dimanfaatkan oleh prajurit jajaran Kodam IV/Diponegoro maupun masyarakat sekitar.


“Kita semua berharap apa yang dibuat oleh Danyon 406 ini nantinya akan bermanfaat bagi lingkungan. Karena memang sejatinya komandan atau pimpinan yang ada di satuannya harus mau berbuat, harus ada sesuatu yang ditinggalkan dan yang bisa dikenang oleh prajurit,” ujarnya.


Peresmian lapangan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti pada monumen nama-nama prajurit Main Body Satgas BGC TNI XXXIX-F MONUSCO CONGO Tahun 2024–2025. Monumen tersebut mencantumkan nama para prajurit yang menjadi kontributor pembangunan serta pihak lain yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.



Untuk diketahui, Lapangan Garuda Candra Kusuma dibangun sebagai lapangan sepak bola berstandar nasional. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, mulai dari pembuatan drainase, penimbunan lapangan menggunakan material sesuai standar nasional, hingga tahap penanaman rumput berkualitas.


Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani menyampaikan apresiasi atas diresmikannya lapangan tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas ini akan memberi manfaat besar bagi pembinaan fisik prajurit sekaligus menjadi ruang positif bagi masyarakat Purbalingga.


“Pemerintah Kabupaten Purbalingga sangat mengapresiasi inisiatif Yonif 406/CK dalam membangun lapangan ini. Selain mendukung kebugaran prajurit, lapangan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, dan berprestasi. Semoga ke depan dapat melahirkan bibit-bibit atlet daerah yang membanggakan,” ujarnya.



Wabup Dimas juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Korem 071/Wijayakusuma Dharma Giri 25 Tahun Anggaran 2025 yang ditutup oleh Pangdam IV/Diponegoro sebelum acara peresmian lapangan. 


Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.


“Latihan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya pelibatan unsur Pemda Purbalingga, diharapkan kemampuan respon cepat terhadap bencana dapat semakin meningkat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.


Sumber: Gn/Prokompim.

Sambut Pejuang Perdamaian Dunia, Wabup Dimas: Kami Ikut Berbangga


Kabar Ngetren/Purbalingga – Suasana haru dan bangga menyelimuti Lapangan Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 406/Candra Kusuma, Jumat, (31/10/2025). Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menyambut kepulangan 423 personel Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-F/MONUSCO yang baru saja menuntaskan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo selama 18 bulan (1,5 tahun).


Upacara penyambutan turut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, serta keluarga besar Kodam IV Diponegoro dan Yonif 406/CK. 



Wakil Bupati Dimas menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para personel, khususnya prajurit asal Purbalingga yang telah membawa nama baik daerah dan bangsa di kancah internasional.


“Kami sangat berbangga dengan kepulangan prajurit-prajurit terbaik, khususnya dari Purbalingga. Semoga semangat dan dedikasi yang sama terus terjaga untuk NKRI,” ungkapnya.



Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam misi perdamaian dunia bukan sekadar tugas militer, melainkan bentuk nyata pengabdian kemanusiaan dan implementasi amanat konstitusi.


“Penugasan ini adalah wujud komitmen Indonesia dalam menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel kontingen atas pengabdian dan profesionalismenya,” ujar Pangdam.



Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga melakukan penanaman pohon sapote di halaman Mako Yonif 406/Candra Kusuma sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan. 


Usai ramah tamah bersama jajaran Forkopimda, Mayjen Achiruddin meresmikan Lapangan Sepak Bola Garuda Candra Kusuma serta menutup Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latlap) Korem 071/Wijayakusuma “Dharma Giri 25” TA 2025.


Sumber: tha/prokompim.

Saturday, 18 October 2025

80 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun Serentak, 7 di Purbalingga Jadi Percontohan

80 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun Serentak, 7 di Purbalingga Jadi Percontohan

Purbalingga – Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dimulai dengan gebrakan besar. Sebanyak 80.000 gerai, pergudangan, dan fasilitas pendukung koperasi dibangun secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Momentum ini menandai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa berbasis gotong royong dan kemandirian masyarakat.

Di wilayah Korem 071/Wijayakusuma, terdapat 65 titik pembangunan yang melaksanakan peletakan batu pertama secara bersamaan. Dari jumlah tersebut, 7 titik berada di Kabupaten Purbalingga, yang kini menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program nasional ini.

Adapun 7 lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Purbalingga meliputi:

Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar

Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja

Desa Timbang, Kecamatan Kejobong

Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari

Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja

Desa Kalimanah, Kecamatan Kalimanah

Desa Karangduren, Kecamatan Mrebet
 

Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat


Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., didampingi Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi, S.Sos., M.Hum., M.Han. serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, menghadiri kegiatan ground breaking di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja.

Dalam sambutannya, Kolonel Lukman Hakim menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden Prabowo yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Ini merupakan program dari pemerintah Presiden Prabowo dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama. Program ini berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja, dan penyediaan pelayanan ekonomi yang sistematis,” jelas Kolonel Lukman Hakim.
 

Dukungan Pemerintah Daerah


Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program nasional tersebut.

“Terima kasih kepada Danrem 071/Wijayakusuma dan Dandim 0702/Purbalingga. Dengan adanya kegiatan ini, mari kita awasi dan bimbing bersama agar tujuan program Koperasi Merah Putih dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Dimas juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini menggandeng TNI sebagai bagian dari OMSP untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
 

Harapan dari Masyarakat Desa


Sementara itu, Lasmono, Kepala Desa Kembangan Kecamatan Bukateja, mengungkapkan harapannya agar keberadaan Koperasi Merah Putih mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan berdirinya Koperasi Merah Putih ini, ekonomi Desa Kembangan bisa meningkat pesat. Potensi hasil pertanian dan UMKM dapat terserap serta dikelola secara profesional. Kami ingin Kembangan menjadi suplayer bagi kebutuhan wilayah sekitar,” tutur Lasmono penuh optimisme.

Dengan berdirinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah, termasuk di Purbalingga, diharapkan perekonomian masyarakat dapat tumbuh berkelanjutan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antarwarga. Program ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan karakter dan kemandirian ekonomi rakyat Indonesia.

Trending