Showing posts with label Kirab Pusaka. Show all posts
Showing posts with label Kirab Pusaka. Show all posts

Sunday, 21 December 2025

Pawai Budaya dan Kirab Pusaka Hari Jadi Purbalingga ke-195, Bupati Fahmi: Perkuat Budaya dan Gerakkan Ekonomi Lokal


Kabar Ngetren/Purbalingga – Semarak Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195 terasa semakin istimewa dengan digelarnya Pawai Budaya yang tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Kirab Pusaka. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Purbalingga, Sabtu, (20/12/2025), menjadi ajang perayaan budaya lokal sekaligus hiburan rakyat yang murah meriah dan dinikmati ribuan warga.


Pawai Budaya dan Kirab Pusaka menyuguhkan beragam atraksi seni, kostum tradisional, serta simbol-simbol sejarah Purbalingga yang dikemas secara kreatif oleh para peserta. Perpaduan pawai dan kirab ini tidak hanya menghadirkan tontonan menarik, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah di tengah masyarakat.



Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia serta jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-195.


“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan semakin mempererat tali silaturahmi, sinergi, dan kolaborasi di antara kita semua. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh peserta pawai dan kirab yang telah bersemangat mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.



Bupati Fahmi menegaskan bahwa Pawai Budaya yang digelar bersamaan dengan Kirab Pusaka memiliki makna khusus. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penguatan budaya di Kabupaten Purbalingga.


“Sebagaimana namanya Pawai Budaya, kegiatan ini harus menjadi momentum penguatan budaya. Selain itu, kegiatan seperti ini saya harapkan dapat turut menggerakkan roda perekonomian daerah, termasuk memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM,” tambahnya.



Berbeda dengan tahun sebelumnya, rute pawai dimulai dari GOR Goentoer Darjono, melintasi Jalan Letkol Isdiman hingga Perempatan Banteng, kemudian menuju Perempatan Sate Indra sebagai titik penampilan (display) pertama. 


Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan melalui Jalan Jenderal Soedirman Timur menuju titik display kedua di simpang tiga SMP Negeri 1 Purbalingga. Pawai kemudian berlanjut menuju panggung kehormatan di depan Pendapa Dipokusumo dan berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Purbalingga.



Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Sadono, menjelaskan bahwa Pawai Budaya dan Kirab Pusaka diikuti oleh peserta dari lima kelompok, yakni Forkopimda, sekolah, kecamatan, OPD/BUMD/BUMN, serta organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan perusahaan swasta.


“Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Nusantara, sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni dan budaya,” jelasnya. 


Sumber: tha/prokompim.

Monday, 18 December 2023

Bupati Tiwi : Pahargyan Agung, Kirab Pusaka dan Manggala Praja Jadi Edukasi Budaya



Kabar Ngetren/Purbalingga - Perayaan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Purbalingga menggelar Pahargyan Agung, Kirab Pusaka dan Manggala Praja.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan kegiatan ini sebagai event kebudayaan Mengeti Hadeging Kabupaten Purbalingga dan edukasi budaya bagi masyarakat.

"Pahargyan agung ini merupakan agenda rutin Purbalingga setiap memperingati hari jadinya. Sudah dua tahun terakhir kita juga menyelenggarakan kirab pusaka sekaligus memberikan edukasi masyarakat," kata Bupati Tiwi usai melaksanakan Kirab Pusaka Manggala Praja, Senin (18/12/2023) di Pendopo Dipokusumo.

Kegiatan Pahargyan Agung ditampilkan Tari Sesaji dan Tari Bambangan Cakil yang diperagakan oleh penari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di Pendopo Dipokusumo.

Sementara Kirab Pusaka dan Manggala Praja dihadirkan Bregada sekaligus Kereta Kencana dari Keraton Kasunanan Surakarta.



Menurut Bupati banyaknya aspek memboyong dari Surakarta/Solo ini mengingat Kabupaten Purbalingga secara historis bagian dari wilayah Kasunanan Surakarta.

"Menurut sejarah pendirian Kabupaten Purbalingga ini kita mengikuti Solo jadi kita melibatkan pasukan dari Solo dan kereta kencananya. Jadi ini sekaligus edukasi juga kepada generasi-generasi penerus bangsa," katanya.

Bupati berharap, melalui kegiatan ini generasi muda semakin cinta Kabupaten Purbalingga dengan mengenal lebih dalam terkait dengan sejarahnya.

Pada usia Kabupaten Purbalingga yang sudah 193 tahun ini, diharapkan Purbalingga semakin maju, dan masyarakat lebih sejahtera.

"Sebentar lagi kita juga akan menghadapi Pemilu mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar Purbalingga tetap aman, damai, kondusif," katanya.

Kegiatan Kirab Pusaka Manggala Praja dilaksanakan dengan pasukan iring iringan pembawa pusaka milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga termasuk membawa foto/lukisan bupati-bupati Purbalingga terdahulu.

Bregada dari Keraton Kasunanan Surakarta ini terdiri dari 53 personil. Bregada dikomandani oleh KRA Kuncoro, di belakangnya terdiri dari vandel kraton, bregada musik, dan Menggala Prajurit yang meliputi Prajurit Tamtomo, Prawiroanom, Jayengastro, Sorogeni dan Joyosuro.

Pada kirab ini Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda naik kereta kencana, para Anggota DPRD, Staf Ahli Bupati dan Kepala OPD menggunakan dokar, Kepala Puskesmas, Korwil DIndikbud, Camat, Lurah dan Kades menggunakan becak sedangkan para Kabag dan pimpinan BUMD menggunakan mobil jeep.

Kirab melewati Jalan Alun-alun - Jalan Piere Tendean - Jalan Komisaris Polisi Notosumarsono - Jalan Ahmad Yani - Jalan Jenderal Soedirman dan kembali ke Pendopo Dipokusumo.
(Gn/Prokompim)

Trending