Showing posts with label Program Gizi Nasional. Show all posts
Showing posts with label Program Gizi Nasional. Show all posts

Tuesday, 13 January 2026

Launching Dapur SPPG Bukateja, Bupati Fahmi Tekankan Quality Control Ketat


Kabar Ngetren/Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga secara resmi meluncurkan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bukateja milik Yayasan Desa Belajar untuk Negeri, Senin, (12/1). Dapur SPPG ini merupakan dapur ke-79 dari total 83 dapur SPPG yang ada di Kabupaten Purbalingga. Launching dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fahmi memberikan penekanan khusus pada pentingnya penerapan quality control yang ketat dalam seluruh rangkaian pelaksanaan program SPPG. 



Menurutnya, pengawasan mutu menjadi aspek krusial untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi para penerima manfaat, seperti keracunan makanan maupun risiko kesehatan lainnya. 


“Ini (MBG, red) adalah suatu program yang luar biasa karena memiliki dampak yang luar biasa. Mulai dari penerima manfaat hingga multifier effect bagi perputaran perekonomian dan penyerapan tenaga kerja,’ jelas bupati. 



Sembari berkeliling dapur SPPG Bukateja, bupati mengingatkan seluruh pengelola dan tenaga pelaksana SPPG agar senantiasa menjaga higienitas dalam setiap tahapan pelayanan gizi. Mulai dari proses pengolahan, pengemasan, penyajian, hingga distribusi makanan, seluruhnya harus memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.


“Gunakan peralatan yang sesuai standar keamanan, baik dalam pengolahan, pengemasan, maupun penyajian, agar makanan yang didistribusikan tetap aman, bersih, dan terhindar dari kontaminasi,” imbuhnya.



Sementara itu, perwakilan Yayasan Desa Belajar untuk Negeri, Mugi Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan Dapur SPPG Bukateja merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat Purbalingga, dengan tetap mengacu pada prosedur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).


“Tahapan demi tahapan telah kami lakukan, mulai dari penataan layout dapur, penggunaan peralatan makan, hingga standar kebersihan. Termasuk penggunaan air yang telah melalui proses filtrasi dan penyinaran sinar ultraviolet (UV), sehingga aman untuk memasak, mencuci ompreng, peralatan dapur, bahkan layak untuk diminum,” jelasnya.



Ia berharap, dengan penerapan standar tersebut, kualitas layanan gizi yang diberikan Dapur SPPG Bukateja dapat sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan oleh BGN.


Dapur SPPG Bukateja sendiri akan melayani sebanyak 2.072 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah di sekitar lokasi dapur, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Sumber: tha/prokompim.

Thursday, 30 October 2025

Empat Dapur MBG Baru Diresmikan, Wabup Tekankan Untuk Pertahankan Purbalingga Bebas Insiden


Kabar Ngetren/Purbalinggga – Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani meresmikan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, (30/10/2025). Acara peresmian dipusatkan di SPPG Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari.


Empat SPPG tersebut merupakan milik Yayasan Duta Jateng Peduli, yang tersebar di empat lokasi, yaitu Desa Pekuncen Kecamatan Bobotsari, Desa Senon Kecamatan Kemangkon, Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang, dan Desa Kembangan Kecamatan Bukateja.



Wabup Dimas mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan ikut serta mengawal program MBG yang merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kontrol dalam pelaksanaan program agar berjalan sesuai tujuan.


“Diawasi betul sebaik mungkin. Jangan sampai kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan terjadi di Purbalingga. Kita berharap pertahankan Purbalingga dengan MBG-nya ini selalu zero accident (bebas insiden),” kata Wabup.


Wabup juga menekankan agar seluruh pengelola SPPG memenuhi standar operasional dan sertifikasi wajib, di antaranya Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, Sertifikasi Chef, serta sertifikat pendukung lainnya. Ia meminta yang belum melengkapi agar segera ditindaklanjuti.



Selain itu, Wabup berpesan agar pengelola SPPG dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran yang telah disediakan pemerintah pusat secara tepat sasaran dan akuntabel.


“Jangan sampai ada aduan dari penerima manfaat atau pengawas. Besar harapannya, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama pemangku wilayah dapat turut mengawal pelaksanaannya,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi sejak dini untuk mencegah potensi pelanggaran atau temuan yang bisa berdampak pada keberlanjutan program.



“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi jangan menjadi maklum, itu harus dimitigasi betul. Karena bilamana ini jadi temuan nanti yang kita khawatirkan adalah penutupan sementara karena ini akan berdampak pada pekerja,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Duta Jateng Peduli, Sugeng, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah memiliki lima SPPG. Satu di antaranya telah beroperasi di Desa Sokanegara Kecamatan Kejobong, sedangkan empat lainnya baru diluncurkan hari ini.


“Rencana empat SPPG ini akan mulai beroperasi tanggal 4 November 2025,” imbuhnya.


Ia juga menegaskan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan seiring bertambahnya pengalaman dan waktu.


Sumber: Gn/Prokompim.

Thursday, 10 July 2025

SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga Siap Dibangun


Kabar Ngetren/Purbalingga - Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga siap mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah. 


Hal tersebut disampaikan Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar saat acara Doa Bersama Pembangunan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga di Rumah Kreatif Komplek Asrama Polisi Purbalingga, Kamis, (10/7/2025). 


"Secara terpusat Badan Gizi Nasional telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat. Secara berjenjang, Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga mengajukan diri untuk penyelenggaraan SPPG," ucapnya.


Disampaikan bahwa SPPG yang akan dibangun merupakan kerja sama antara BGN dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga. Pihaknya juga sudah melaksanakan pengajuan skrining geospasial untuk sasaran penerima MBG.



"Secara kumulatif sasaran SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga berjumlah 3.989 penerima, meliputi anak balita, ibu menyusui, ibu hamil dan siswa tingkat TK, SD, SMP SMA," ungkapnya. 


Lebih lanjut disampaikan bahwa lokasi pembangunan SPPG ada di bekas bangunan Rumah Kreatif milik Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga yang sudah tidak efektif sehingga dialihfungsikan. Nantinya akan dilakukan pembangunan dengan penambahan luas agar memenuhi persyaratan. 


"Kami mohon doa dan restu kepada bapak ibu semua untuk pembangunan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga yang siap melayani makan bergizi gratis," tutupnya. 


Kepala SPPG Khusus Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra menyampaikan dukungan terhadap pembangunan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga. Dimana Badan Gizi Nasional sudah memiliki MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari yang menjadi yayasan prioritas. 



"Pembangunan SPPG ini merupakan langkah strategis oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga untuk mewujudkan masa depan yang cerdas, sehat, kuat serta menjadi kebanggan bangsa," katanya. 


Menurut Mei Sandra, SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Purbalingga jumlahnya ada lima. Lokasinya di wilayah Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Bobotsari , Bojongsari dan Pengadegan. Sedangkan kebutuhan SPPG di Kabupaten Purbalingga menurut BGN adalah 76.


"Dengan adanya niat baik yang dilaksanakan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga ini, kami akan mendukung sepenuhnya dari proses pembangunan, perumusan sasaran, perekrutan tenaga kerja serta sampai saat launching," tegasnya. 


Dalam kegiatan dilakukan juga pengecekan dan peninjauan lokasi yang akan dilakukan pembangunan SPPG. Secara simbolis Kapolres Purbalingga merobohkan bangunan lama menggunakan Ekskavator untuk selanjutnya dibangun SPPG. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga.

Wednesday, 4 June 2025

Penyiapan Program Makan Bergizi, Staf Teritorial Angkatan Darat Kunjungi Pembangunan SPPG di Blitar


Kabar Ngetren/Blitar - Dalam rangka mendukung program nasional makan bergizi bagi anak-anak siswa sekolah, Tim dari Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) yang dipimpin Kolonel Inf Tri Aji Sartono, M.Han (Paban II/Puanter Sterad ) melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Dapur  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Koramil 0808/06 Srengat Kec. Srengat Kab. Blitar dan di Yonif 511/DY Kecamatan Karangtengah Kota Blitar, Selasa, (3/6/2025).


Kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi pembangunan SPPG tahun 2025. Tujuannya memastikan bahwa pembangunan dapur fasilitas gizi tersebut telah memenuhi kriteria dan standar nasional yang ditetapkan pemerintah.


Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya kualitas dalam pembangunan SPPG agar mampu mendukung penuh secara nyata upaya peningkatan gizi masyarakat.


"Pembangunan SPPG ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI AD dan pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, khususnya untuk anak-anak siswa sekolah. Oleh karena itu semua aspek harus sesuai standar agar manfaatnya maksimal," ujar letkol Hendra.


Peninjauan oleh Tim Sterad dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai fasilitas penunjang seperti ruang memasak, sistem pembuangan limbah dan sampah, tempat pencucian peralatan, instalasi listrik, tandon air, serta pengecekan fisik bangunan.


Kolonel Tri Aji Sartono menyatakan bahwa kehadiran SPPG akan menjadi ujung tombak pelayanan gizi nasional berbasis komunitas, sekaligus pusat edukasi masyarakat terkait pola makan sehat.


"Kami ingin memastikan semua bangunan dan fasilitas siap pakai dan berfungsi optimal. SPPG ini memiliki peran penting dalam menekan angka stunting dan persoalan gizi lainnya," tegas Kolonel Tri Aji.


Keberadaan dapur sehat di daerah-daerah akan membantu distribusi dan logistik dalam hal makan bergizi serta peningkatan perekonomian masyarakat.


Sumber: Pendim 0808/Blitar.

Trending