Showing posts with label PWDPI. Show all posts
Showing posts with label PWDPI. Show all posts

Friday, 9 January 2026

Ketum DPP PWDPI Dukung Langkah KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024

 

Ketum DPP PWDPI Dukung Langkah KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tahun 2024.


Penetapan status tersangka tersebut dilakukan setelah KPK menyelesaikan proses penyidikan yang berjalan cukup panjang. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa surat penetapan tersangka telah resmi diterbitkan. Kasus ini sebelumnya telah menjadi sorotan publik selama berbulan-bulan, seiring munculnya dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam distribusi kuota haji tambahan.


Ketua Umum DPP PWDPI menilai langkah KPK tersebut sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang harus diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat.


"Kami sangat mendukung langkah tegas yang dilakukan KPK dalam menangani perkara ini. Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, dan tidak ada satu pun institusi atau individu yang boleh berada di luar hukum," ujar Ketum DPP PWDPI, Jumat (9/1/2026).


Menurutnya, prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan urusan negara merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Terlebih, pengelolaan ibadah haji menyangkut kepentingan jutaan masyarakat dan kepercayaan publik terhadap negara.


"Proses hukum yang adil dan objektif harus berjalan maksimal, baik untuk menjaga keadilan maupun sebagai bentuk pembelajaran agar tidak terjadi praktik yang sama di masa depan," tambahnya.


Lebih lanjut, Ketum PWDPI juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak terjebak dalam spekulasi yang tidak berdasar. Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada KPK untuk bekerja secara profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


PWDPI berharap proses hukum ini dapat menjadi momentum penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, khususnya dalam sektor pelayanan publik strategis seperti penyelenggaraan ibadah haji.



Penulis: Tim Mesia Group PWDPI

Editor: Maz Friend

Sunday, 4 January 2026

Ketum DPP PWDPI M. Nurullah RS Dinobatkan sebagai Tokoh Pers Nasional

Ketum DPP PWDPI M. Nurullah RS Dinobatkan sebagai Tokoh Pers Nasional

Bandar Lampung – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Pers Nasional dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 (tiga) PWDPI yang digelar pada 20–22 September 2025 di Bandar Lampung.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi Nurullah dalam membangun organisasi kewartawanan serta memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Nurullah menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pers yang tergabung dalam PWDPI.


"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh insan pers yang telah bekerja keras bersama-sama dalam mengawal kebenaran dan kemajuan bangsa," ujarnya.


Peran Strategis PWDPI dalam Ekosistem Pers Nasional


Lebih lanjut, Nurullah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran PWDPI dalam menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.


Rangkaian kegiatan HUT ke-3 (tiga) PWDPI tidak hanya berfokus pada seremoni penghargaan. Sejumlah agenda strategis turut digelar, mulai dari apel akbar, bazar UMKM, konferensi pers, hingga diskusi panel yang membahas isu-isu aktual seputar dunia pers dan media nasional.


Dihadiri 1.000 Peserta dari 30 DPW se-Indonesia


Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.000 (seribu) peserta yang berasal dari 30 (tiga puluh) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWDPI se-Indonesia. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas organisasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.


PWDPI menilai sinergi antara pers dan UMKM menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Jejak Aktivisme dan Konsistensi Advokasi Pers


Sebelumnya, M. Nurullah RS dikenal sebagai aktivis reformasi 1998 (seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan) yang kemudian menekuni dunia jurnalistik dan mendirikan sejumlah media lokal. Di bawah kepemimpinannya, PWDPI terus berkembang dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial sebagai sarana advokasi.


Salah satu inisiatif yang konsisten dikampanyekan adalah #WartawanUntukRakyat, sebuah gerakan yang mendorong peningkatan kualitas liputan terhadap isu-isu masyarakat akar rumput dan kepentingan publik.


Melalui pendekatan tersebut, PWDPI berupaya memperkuat posisi wartawan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.



Penulis: Tim Media Group PWDPI

Editor: Maz Friend

Pengalaman Aktivis Reformasi 1998 Membentuk Gaya Kepemimpinan Nurullah yang Pro Rakyat

Pengalaman Aktivis Reformasi 1998 Membentuk Gaya Kepemimpinan Nurullah yang Pro Rakyat

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan sosial dan demokrasi. Ia bukan hanya dikenal sebagai pimpinan organisasi wartawan, tetapi juga mantan aktivis Reformasi 1998 yang kini aktif menggerakkan perubahan melalui media sosial.


Pengalaman turun langsung dalam gerakan rakyat pada tahun 1998 menjadi fondasi utama kepemimpinan Nurullah. Saat itu, ia terlibat dalam berbagai aksi masyarakat yang menuntut perubahan sistem pemerintahan dan keadilan sosial, dengan mengandalkan komunikasi langsung serta media cetak sebagai sarana perjuangan.


"Saat itu, kita bergantung pada koran cetak dan komunikasi langsung untuk menyebarkan pesan perjuangan. Pengalaman itu membuat saya menyadari betapa pentingnya peran media dalam membentuk opini publik dan mengawal keadilan," ungkap Nurullah pada Rabu (3/1/2026).


Pasca-Reformasi, Nurullah memilih jalur profesional di dunia pers. Ia mendirikan sejumlah media lokal sebelum akhirnya dipercaya memimpin PWDPI sebagai ketua umum. Di bawah kepemimpinannya, PWDPI didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya dengan memaksimalkan peran media sosial sebagai alat advokasi.


Saat ini, Nurullah aktif mengelola akun media sosial pribadi maupun resmi PWDPI di berbagai platform seperti Instagram, Twitter, dan YouTube. Konten yang disajikan tidak hanya membahas kegiatan organisasi, tetapi juga mengangkat isu strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari perlindungan nelayan, kebebasan pers, hingga kebijakan publik.


"Media sosial adalah ruang baru untuk perjuangan. Kita bisa menjangkau jutaan orang dalam sekejap, asalkan kita mampu menyampaikan pesan dengan jelas, objektif, dan penuh empati terhadap rakyat," jelasnya.


Melalui kanal digital tersebut, Nurullah menggagas kampanye #WartawanUntukRakyat, sebuah gerakan yang mendorong peningkatan kualitas liputan pers terhadap isu masyarakat bawah serta transparansi kebijakan pemerintah. Kampanye ini mendapat respons positif dan dukungan luas dari wartawan muda hingga aktivis generasi baru.


Tidak berhenti di situ, Nurullah juga rutin menggelar sesi edukasi daring seputar literasi digital dan jurnalistik. Program ini ditujukan bagi kalangan muda yang ingin terjun ke dunia media sosial namun masih minim pemahaman terkait etika, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.


"Pengalaman sebagai aktivis 98 mengajarkan saya tentang semangat perubahan, sedangkan media sosial memberikan saya alat untuk mewujudkannya di era sekarang. Harapannya, kita bisa menghasilkan generasi muda yang tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki komitmen untuk memperjuangkan kebaikan bersama," pungkasnya.



Penulis: Tim Media Group PWDPI

Editor: Maz Friend

Sunday, 7 September 2025

PWDPI Siap Gelar Rakernas & Apel Akbar HUT ke-3 di Bandar Lampung, Bakal Hadirkan 1.000 Peserta!

PWDPI Siap Gelar Rakernas & Apel Akbar HUT ke-3 di Bandar Lampung, Bakal Hadirkan 1.000 Peserta!

Bandar Lampung – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) semakin mantap mempersiapkan gelaran akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3. Melalui rapat finalisasi di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Sabtu (6/9/2025), PWDPI memastikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Apel Akbar siap digelar secara meriah.


Rapat tersebut dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lampung dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Provinsi Lampung. Ketua Umum PWDPI, M. Nurullah, memimpin langsung jalannya rapat untuk mengevaluasi dan mematangkan persiapan panitia.


“Momentum HUT ke-3 PWDPI ini penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Nurullah.


Agenda Rakernas dan Apel Akbar PWDPI 2025


Dalam Rakernas yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 September 2025 di Gedung Graha Bintang, Kampus Malahayati, Bandar Lampung, akan dibahas program kerja jangka panjang dan pendek PWDPI. Beberapa agenda utama yang bakal diluncurkan antara lain:


Koperasi Duta Pena Indonesia


Program UMKM Merah Putih


Bazar UMKM


Seminar Nasional & Pelatihan Jurnalistik Bersertifikat


Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk 500 pelaku UMKM, perwakilan 30 DPW PWDPI se-Indonesia, pejabat nasional, tokoh daerah, DPRD Provinsi, bupati/wali kota se-Lampung, dan tamu undangan lainnya.


Dukungan Penuh dari Seluruh Pengurus


Selain pengurus pusat dan daerah, rapat tersebut juga dihadiri Dewan Pembina PWDPI yang memberikan arahan agar seluruh agenda berjalan lancar dan berdampak positif. Sebelumnya, rapat evaluasi awal juga telah dilakukan pada 15 Agustus 2025 di Kampus Malahayati, Bandar Lampung.


“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat, dan menjadi berkah bagi keluarga besar PWDPI,” pungkas Nurullah. (Tim Media Group PWDPI).

Thursday, 14 August 2025

Jelang Rakernas dan HUT K-3, PWDPI Akan Berikan Penghargaan untuk Presiden Prabowo dan Sejumlah Tokoh Nasional



Jelang Rakernas & HUT K-3, PWDPI Akan Berikan Penghargaan untuk Presiden Prabowo dan Sejumlah Tokoh Nasional

Lampung – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) bersiap menggelar hajatan besar berskala nasional pada September 2025 mendatang. 

Dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Apel Akbar, Launching Koperasi UMKM Merah Putih PWDPI, serta Peringatan HUT K-3 PWDPI, organisasi ini akan menganugerahkan PWDPI Sustainability Award 2025 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sejumlah menteri, tokoh nasional, hingga tokoh daerah yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa.


Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 21-22 September 2025 di Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Lampung.

Penghargaan untuk Tokoh Inspiratif


Ketua Umum PWDPI, Nurullah, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi PWDPI kepada para tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam pembangunan, keberlanjutan, serta kontribusi positif di masyarakat.

“Kami akan berikan penghargaan kepada Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh nasional serta daerah pada hajatan nasional PWDPI di bulan September mendatang,” ujar Nurullah saat ditemui di Kantor Sekretariat Panitia Rakernas PWDPI, Kamis (14/8/2025).

Nurullah juga menambahkan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat resmi ke Istana Presiden dan sejumlah kementerian terkait undangan dan pemberitahuan acara tersebut.

Persiapan Tuan Rumah Lampung


Sebagai tuan rumah, PWDPI DPW Lampung tengah mempersiapkan segala hal untuk memastikan acara berjalan lancar. 

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua DPW Lampung, Ahmad Hadi Mustoleh, S.Pd atau akrab disapa Aam, mengatakan pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait.

“Acara ini berskala nasional, jadi kami persiapkan secara matang mulai dari sarana prasarana, akomodasi, transportasi, hingga konsumsi,” ungkap Aam.

Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran pengurus mulai dari tingkat pusat, DPW, hingga DPC akan saling berkoordinasi dan memberikan kontribusi secara sukarela demi suksesnya acara.

Harapan dari PWDPI


Rakernas dan peringatan HUT K-3 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwartawan PWDPI, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran media dalam pembangunan nasional. 

Melalui penghargaan ini, PWDPI berharap dapat menginspirasi tokoh-tokoh lain untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (Red).

Sunday, 3 August 2025

Ketum PWDPI Ingatkan PPATK: Blokir Rekening Gendut Mencurigakan, Bukan Rekening Nganggur Milik Rakyat

Ketum PWDPI Ingatkan PPATK: Blokir Rekening Gendut Mencurigakan, Bukan Rekening Nganggur Milik Rakyat

 

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nurullah RS, mengkritik kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memblokir jutaan rekening “nganggur” milik masyarakat.


Dalam pernyataannya pada Minggu, 3 Agustus 2025, Nurullah menyebut langkah PPATK tersebut sangat disayangkan dan berpotensi merugikan jutaan rakyat Indonesia. Ia menilai, daripada memblokir rekening dormant atau tidak aktif, lebih baik PPATK fokus menelusuri dan memblokir rekening "gendut" yang mencurigakan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).


"Seperti kita ketahui, PPATK telah memblokir tidak kurang dari 28 juta rekening yang mereka sebut menganggur atau dormant. Namun akhirnya, PPATK kembali mencabut blokir tersebut. Ini membuktikan ada kekeliruan dalam pendekatan,” ujar Ketum PWDPI.


Menurut Nurullah, pemblokiran rekening dormant tidak sejalan dengan tugas utama PPATK sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU di Indonesia. Ia menegaskan bahwa PPATK seharusnya lebih proaktif dalam mengawasi aliran dana mencurigakan yang kemungkinan besar berasal dari praktik korupsi.


Dana Korupsi Diduga Mengalir ke Rekening Para OKB dan Selebriti


Dalam penjelasannya, Nurullah mengungkapkan kekhawatiran bahwa banyak dana hasil korupsi yang dialihkan ke rekening para pengusaha, selebriti, dan oknum “orang kaya baru” (OKB) untuk menghilangkan jejak. Fenomena ini justru lebih mengancam ketahanan ekonomi negara dibanding rekening dormant milik masyarakat biasa.


"Ini yang seharusnya menjadi prioritas PPATK. Awasi secara ketat aliran dana hasil korupsi, bukan malah sibuk mengurusi rekening masyarakat kecil yang kebetulan kosong," tegasnya.


TPPU dan Korupsi Tak Bisa Dipisahkan


Nurullah juga menyoroti bahwa TPPU erat kaitannya dengan korupsi. Modus pencucian uang menjadi cara efektif bagi para pelaku untuk menyamarkan uang hasil kejahatan agar tidak terdeteksi aparat penegak hukum. Oleh karena itu, PPATK perlu lebih serius dalam melakukan penelusuran dana dengan pendekatan “follow the money”.


“Bukan justru PPATK malah bikin gaduh dan resah masyarakat yang sedang terjepit ekonomi. Rekening nganggur itu bukan masalah. Yang jadi masalah adalah rekening gemuk penuh dana haram,” tutup Nurullah.


Diketahui, saat ini PWDPI telah memiliki perwakilan di 30 provinsi serta menaungi lebih dari 900 media yang tergabung dalam organisasi tersebut. Melalui jaringan ini, Nurullah menyatakan siap mengawal kinerja PPATK dan mendesak reformasi kebijakan pengawasan keuangan yang lebih adil serta tepat sasaran.(Tim Media Group PWDPI)

Friday, 11 July 2025

Ketua Dewan Pembina PWDPI, Ike Edwin Sambut Kunjungan Danlanud M.Bun Yamin, Letkol Pnb, Oktav

Ketua Dewan Pembina PWDPI, Ike Edwin Sambut Kunjungan Danlanud M.Bun Yamin, Letkol Pnb, Oktav

 

Lampung - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Lamban Gedung Kuning (LGK), kediaman milik Ketua Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike, di Jalan Pangeran Suhaimi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis malam (10/7/2025).


Kehadiran Danlanud (Komandan Lapangan Udara) Pangeran M. Bun Yamin, Letkol Pnb Oktavianus Olga Satya Nugraha, S.M., beserta istri, Ny. Rissa Oktav, yang baru menjabat dua minggu, menjadi momen istimewa. Kunjungan ini diterima secara adat dan penuh penghormatan oleh keluarga besar Lamban Gedung Kuning dalam tradisi anjausilau, penyambutan kehormatan khas Lampung.


Dalam sambutannya, Dewan Benina DPP PWDPI, Dang Ike membagikan kisah personal yang menyentuh. Ia mengenang masa kecilnya bersama adik-adiknya yang tumbuh besar di lingkungan Lanud Bun Yamin, Menggala, Tulang Bawang. Lanud tersebut, menurutnya, bahkan mengambil nama dari ayah kandungnya, H. Bun Yamin, seorang pahlawan Lampung yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan tanah kelahirannya.


“Kunjungan ini bukan hanya menyambut seorang pejabat militer, tapi juga menyambut keluarga. Saya merasa tersentuh karena Lanud Bun Yamin punya nilai historis yang mendalam dalam hidup saya,” ujar Dang Ike, yang juga dikenal sebagai tokoh adat dan mantan Kapolda Lampung fenomenal.


Dalam kesempatan Penyambutan ini turut hadir, Ketua Uumum dan bendahara Umum DPP PWDPI, M.Nurullah RS-Rosita Gosi serta sejumlah tokoh perwakilan organisasi masyarakat, media, advokad serta profesi lainnya.


Dalam kesempatan itu, Dang Ike memperkenalkan organisasi wartawan yang hadir seperti, PWDPI, Komite Pewarta Independen (KoPI) serta organisasi masyarakat Laskar Lampung Indonesia (LLI), Organisasi Advokad, IPHI dan Gham Baylam.Paket liburan keluarga


Dang Ike yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat di berbagai organisasi tersebut, menyebut kehadiran para tokoh ini sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan terhadap tamu kehormatan dari militer.


Dalam sambutannya, Letkol Pnb Oktavianus Olga Satya Nugraha menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan penuh adat dan kehangatan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka akan disambut dengan sedemikian megah dan penuh makna.


"Saya sangat tersentuh. Sambutan ini menunjukkan betapa kuatnya akar budaya dan nilai kekeluargaan di Lampung. Ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan dalam pengabdian saya,” kata Danlanud.


Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara TNI AU dengan masyarakat Lampung, khususnya dalam mendukung ketahanan wilayah udara dan peran sosial kemasyarakatan.


“Ini adalah bentuk sinergi antara adat, masyarakat sipil, dan institusi pertahanan. Sebab dalam membangun daerah, semua unsur harus bergerak bersama,” ujarnya.


Sebagai penutup, Letkol Oktavianus memberikan cinderamata berupa miniatur pesawat tempur kepada Dang Ike sebagai bentuk penghormatan dan simbol persaudaraan.


Acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang memperlihatkan suasana akrab antara pejabat militer, tokoh adat, organisasi wartawan, dan organisasi lainnya yang hadir. Momentum ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, budaya, dan kehormatan sebagai jati diri bangsa. ( Tim Media Group PWDPI).

Wednesday, 2 July 2025

Lima Tahun Laporan Tidak Ditindak Lanjuti Justru di Tersangkakan, Kuasa Hukum Nuryadin Lapor Mabes Polri


 

Bandarlampung - Lima Tahun Laporan Tidak Ditindak Lanjuti Oleh Polresta Kota Bandar Lampung, Justru korban penipuan sebesar 500 Juta diduga ditersangkakan dengan tuduhan memberikan keterangan palsu diduga kuat juga pihak Darusalam bisa terbebas dari hutang serta jeratan hukum, Kuasa Hukum Hi.Nuryadin,SH Lapor ke Provam Mabes Polri.


Selain itu pihak kuasa hukum Nuryadin juga sudah 3 (Tiga) kali bersurat ke Polresta Bandarlampung terkait pembelaan terhadap kliennya Nuryadin, terkait Pencabutan atau SP3 kasus yang menimpa Kliennya dan Permintaan Penerbitan Sprindik Baru kepada saudara Darussalam. Seperti dalam pemberitaan sebelumnya 


Tim Kuasa Hukum Nuryadin yang berisi Mik Hersen, SH, MH, Firman Simatupang, SH dan M Yani, SH Kembali memberikan pernyataan resminya pada senin sore (30/06/2025). 


Bahwa mereka telah bersurat kepada Kabareskrim, Kapolri dan KadivPropam, atas Indikasi lambannya respon- tindak lanjut Polresta Bandarlampung atas laporan kami terhadap Darussalam yang telah berjalan 5 tahun tanpa perkembangan berarti.


“Kami Minta mabes polri, khususnya kapolri, kabareskrim, kadivpropam bisa melakukan gelar perkasa Khusus atas laporan klien kami yang macet selama 5 tahun ini, bahkan jika perlu mengambil alih proses penyidikan sampai kita semua piblik harus tau ada apa dengan proses hukum yang menimpa klien kami ini” tegas Mik


Selain itu Mik Hersen, SH, MH menjelaskan juga bahwa semua surat kami kepada petinggi mabes polri telah kami sampaikan secara gamblang bagaimana lambannya respon tanggapan polresta atas pertimbangan hukum yang telah tiga kali kami sampaikan.


“surat surat kami kepada kapolri, kadivpropam dan Kabareskrim, merupakan respon kami atas lambannya tanggapan serta tindak lanjut atas semua proses dan permintaan (Bersurat) kami yang telah tiga kali kami sampaikan, terkait kasus klien kami ini” jelas mik, pada media sore (30/06/2025).


Menanggapi tujuan lebih dalam atas surat yang dikirimkan ke instansi polri yang lebih tinggi yang ada di Lampung. Mik Hersen memberikan tanggapannya ini adalah bagian dari ikhtiar hukum kami kepada klien kami bahwa secara berjenjang hak hukum klien kami harus diberikan ruang agar kepastian hukum dan keadilan bisa kami peroleh.


“semua hal telah kami terangkan dari surat surat yang telah kami kirimkan ke polresta, tembusan polda dan bahkan mabes polri, kapolri, serta kabareskrim, bahwa kami menilai ada mal prosedur penyidikan yang telah dilakukan oleh penyidik polresta” tanggapnya.


Terlebih putusan MA pada November 2024 yang memenangkan klien Kami (Nuryadin) dan menghukum para terdakwa dalam masalah melawan Darussalam tidak menjadi pertimbangan para penyidik di polresta. Bahkan klien kami malah dijadikan tersangka.


“ Penetapan tersangka klien kami (Nuryadin) menurut kami harus ditinjau ulang, apalagi putusan MA, malah mengabulkan kasasi klien kami dan menghukum Darussalam untuk mengganti rugi pada klien kami” terangnya.


Mik pun menambahkan dalam surat surat kami kepada mabes polri, kapolri, kabareskrim dan kadivpropam meminta agar memberikan perhatian khusus atas laporan kami yang bernomor no LP/B/405/II/2020/LPG Resta Balam tanggal 18 Februari 2020 dengan sprindik nomor : Sprint.Sidik/615/VIII/2020/ Reskrim tanggal 06 Agustus 2020 dan telah menetapkan Darussalam sebagai tersangka.


Adapun pihak pihak yang telah kami surati adalah : Kapolri, Irwasum mabes polri, Kadiv propam mabes polri, irwasda polda lampung, Dirkrimum Polda Lampung, kabid propam polda lampung, kabag wasiddik polda lampung, kabidkum polda lampung, kapolresta bandarlampung, kasat reskrim polda lampung dan arsip tim hukum,


“Kami Berharap proses pencarian keadilan bagi klien kami bisa dilakukan secara terang benderang tanpa ada kepentingan apapun, sebab kami berfikir secara akal sehat, bagaimana mungkin klien kami (Nuryadin) yang memberikan pinjaman uang malah dijadikan tersangka oleh pihak Polresta” Pungkasnya (Tim Media Group PWDPI).

Friday, 5 April 2024

Ketum PWDPI M Nurullah RS Tuntut Hukuman Seberat-beratnya bagi Pelaku Penusukan Jurnalis


Kabar Ngetren/Lampung - Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M Nurullah RS, dengan tegas mengutuk tindakan penusukan terhadap adik dari konsultan hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWDPI, Jauhari, SH, MH. Insiden tragis ini, yang melibatkan seorang jurnalis sebagai korban, dipandang sebagai tindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat yang beradab. Menurut M Nurullah RS, serangan terhadap jurnalis merupakan serangan terhadap kebebasan pers, yang merupakan salah satu pilar demokrasi.

Dalam pernyataannya, M Nurullah RS menekankan perlunya hukuman seberat-beratnya bagi pelaku kejahatan tersebut. Rabu, 4/4, dia memastikan bahwa Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) akan berjuang untuk keadilan bagi korban. Dia juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini dengan cermat dan memastikan pelaku serta pihak-pihak terkait mendapat hukuman setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.


Selain menyoroti perlunya perlindungan lebih lanjut bagi para jurnalis dalam menjalankan tugas mereka, M Nurullah RS juga mendorong adanya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka.

Penusukan terhadap adik dari konsultan hukum DPP PWDPI ini mengingatkan kembali akan rentannya profesi jurnalis dalam menjalankan tugasnya, serta pentingnya dukungan dan perlindungan dari semua pihak untuk menjaga kebebasan pers dan keamanan para peliput berita. eFHa. 

Wednesday, 3 April 2024

Ketum PWDPI M Nurullah RS Minta Kejaksaan Agung RI Usut Keterlibatan Pejabat Tinggi Negara dalam Kasus Tambang PT Timah Tbk


Kabar Ngetren/Lampung - M Nurullah RS, Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), menyerukan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum pejabat tinggi negara dalam kasus penyalahgunaan tambang PT Timah Tbk yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 271 triliun.

Pada Rabu, 3/4. M Nurullah RS menegaskan pentingnya transparansi dan keadilan dalam penegakan hukum terkait sumber daya alam, khususnya dalam kasus tambang PT Timah Tbk yang mengundang kekhawatiran serius terhadap integritas pemerintahan.

Kasus ini mencuat setelah laporan investigasi mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dan dugaan korupsi yang melibatkan oknum pejabat tinggi. M Nurullah RS menekankan perlunya langkah tegas dari pihak berwenang, termasuk pemantauan terhadap dugaan pencucian uang yang melibatkan para pelaku.

"Kami meminta Kejaksaan Agung RI untuk tidak hanya mengusut kasus ini secara menyeluruh, tetapi juga memastikan bahwa para pelaku yang terlibat dijerat dengan tuduhan pencucian uang," ujarnya.

Keterlibatan pejabat tinggi negara dalam kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat terhadap kualitas pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia. M Nurullah RS berharap agar pihak berwenang dapat bertindak dengan cepat dan adil dalam menangani kasus ini demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan pemerintahan. eFHa. 

Friday, 16 February 2024

Ketum PWDPI Nurullah : Kemenangan Prabowo-Gibran Murni Kemenangan Rakyat, Tanpa Ada Rekayasa


JAKARTA - Ketua Umum (Ketum), Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS Beberapa bulan jelang Pemilihan Presiden cuti agar  fokus ikut serta memenangkan pasangan Prabowo-Gibran bersama relawan lainnya.

Ketum PWDPI yang juga sebagai pengurus DPP Bara JP ini juga mengaku tidak sia-sia perjuangkan  pasangan Prabowo-agibran sehingga pada penghitungan cepat pasangan tersebut menang telak dan Pilpres dipridiksi hannya satu putaran. Sebab pasangan Prabo-Gibran peroleh suara hampir 60 persen.

"Kemenagan Prabowo-Gibran adalah kemenangan rakyat Indonesia tanpa ada rekayasa.Karismatik Prabowo dan Gibran memang sangat luar biasa sehingga masyarakat Indonesia jatuh hati dengan mereka berdua,"ungkap Ketum PWDPI usai mengikuti deklarasi kemenangan Prabowo-Gibran di Istora Senayan Jakarta, pada (14/2/2024) malam.

Ketum PWDPI sepakat apa yang disampaikan oleh Prof Dr Jimly Assiddiqie, jika pencalonan Cawapres Gibran adalah takdir dari sang pencipta.

Pasalnya  masih kata Ketum PWDPi,  Gibran Rakabuming Raka benar-benar terpilih sebagai wakil presiden di Pemilu Rabu Pasangan Prabowo-Gibran menang telak: hampir 60 persen.

"Itulah bagian dari takdir Gibran: usia 36 tahun terpilih sebagai wakil presiden. Orang pun mulai bicara, Gibranlah presiden Indonesia lima tahun mendatang. Lalu lima tahun berikutnya lagi. Saat berhenti sebagai presiden 15 tahun yang akan datang usianya masih 51 tahun,"kata Nurullah.

Dia menjelaskan pada saat usia Gibran memasuki 51 tahun maka Saat itu nanti usia Anies Baswedan 70 tahun. Segitu juga usia Ganjar Pranowo. 

"Ini Di luar dugaan. Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar hanya menang di Aceh dan Sumbar. Di Jakarta masih imbang. Demikian juga di Riau. Yang juga mengejutkan adalah hasil pasangan Ganjar-Mahfud MD, hanya sekitar 17 persen. Kalah jauh dari Anies yang sekitar 26 persen,"ujarnya.

Jateng dan Bali pun masih kata, Ketum PWDPI jebol, untuk Pilpres. Tapi perolehan suara PDI-Perjuangan masih tetap jaya di dua basisnya itu. Ini pertanda mereka yang cinta PDI-Perjuangan belum tentu memilih Ganjar-Mahfud. 

Ketum PWDPI Mengungkapkan Yang kelihatan meleset dari perhitungan adalah PSI,  bisa tidak lolos ambang batas parlemen. Jelas sekali penyebabny, saat putra kedua Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi ketua umum PSI, Pemilu sudah di depan mata. PSI sudah menetapkan calon-calon anggota DPR-nya. Caleg-caleg yang kurang punya daya tarik tidak bisa diganti.

"Awalnya, kata Jimly di podcastnya Wahyu Muryadi, Jokowi ingin Prabowo berpasangan dengan Ganjar. Keduanya sering diajak ke sawah. Tapi Megawati tiba-tiba mengumumkan Ganjar sebagai capres. PDI-Perjuangan kan pemenang Pemilu, masak hanya di posisi Cawapres,"imbuhnya. 

Dia mengatakan, setelah Ganjar jadi capres, semua partai anggota koalisi pemerintah mengincar posisi cawapres. Golkar mengajukan Airlangga Hartarto, ketumnya. PAN mengajukan Erick Tohir. Demokrat mengajukan AHY. PKB mengajukan Muhaimin. Koalisi terancam pecah. Sudah pecah kecil, Muhaimin ke Anies.

"Mulailah dicari cawapres alternatif. Yang bisa membuat semua partai bersatu kembali,  disebutlah nama Gibran. Ahirnya Berhasil dan itu Bagian dari nasib baik anak pertama Presiden Jokowi. Pemilu sudah berlalu. Tentu masih akan ada perlawanan hukum dan politik. Tapi selisih perolehan suara yang begitu besar apakah masih perlu dipersoalkan. Bila suara Anies dan Ganjar digabung pun belum menyamai perolehan Prabowo-Gibran,"tegasnya.

Dia menambahkan Indonesia perlu move on. Waktunya Indonesia mulai kerja lagi. Sisi baik dari terpilihnya Prabowo-Gibran adalah, kita tidak perlu melewati masa yang disebut mayat berjalan. Prabowo-Gibran baru akan dilantik lebih enam bulan lagi. 

"Selama penantian itu pemerintah yang sekarang tetap bisa kerja keras. Bayangkan kalau yang terpilih Anies atau Ganjar, maka pemerintah seperti mayat yang berjalan.Prabowo sendiri tampil sejuk tadi malam. Baju kotak-kotak biru mudanya terlihat sederhana. Demikian juga Gibran. Dengan baju yang sama. Tanpa dikancing. Kaus dalam warna hitamnya mencerminkan penampilan mudanya,"imbuhnya. 

Pada Acara deklarasi di Istora Senayan, Jakarta begitu  meriah dipadati oleh para pendukung, Bukan perayaan kemenangan tapi meriah. Prabowo menyebut nama-nama tokoh yang hadir. Termasuk menyebut nama mantan istrinya, Titiek Soeharto serta putra semata wayangnya dan pengawalnya yang sangat familier dikalangan kaum hawa yakni, Mayor Teddy.

"Saat nama Titiek dan Mayor Teddy  disebut, ruang Istora menggema tupuk tangan serta sorakan dan  Teriakan. Mereka memberi semangat agar keduanya rujuk kembali, Tidak henti-hentinya,"ujarnyam 

Prabowo tampak berseri. Titiek tampak berdiri, melambaikan kedua tangan kepada mereka. Bahkan akhirnya kedua tangan itu seperti membentuk doa agar permintaan massa itu dikabulkan Tuhan.

"Prabowo memang tetap menduda. Pun ketika sudah 25 tahun bercerai. Demikian juga Titiek. Tidak kawin lagi. Keduanya memang bercerai bukan karena saling sakit hati.  Itu adalah perceraian politik. Semoga politik juga yang menyatukan mereka kembali. Toh hubungan keduanya tidak pernah jauh. Titiek masih sering terlihat di rumah Prabowo,"katanya.

Ketum PWDPI berharab setelah Pemilu  berlalu, Memang belum ada ucapan selamat dari Anies maupun Ganjar, Setidaknya tidak ada klaim kemenangan dari mereka.(Tim).

Thursday, 26 October 2023

DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Bali Resmi Terdaftar Di Kesbangpol

DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI ) Provinsi Bali Resmi Terdaftar Di Kesbangpol
DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI ) Provinsi Bali Resmi Terdaftar Di Kesbangpol

KabarNgetren/Bali - Ketua DPW PWDPi(Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia) Provinsi Bali Mujiardi Santoso beraudensi dengan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata yang didampingi oleh Kabid organisasi kemasyarakatan Dra.Gusti Nyoman Ramiasih,M.H.

Dalam audensi tersebut hadir pula Waketum PWDPI Magdalena Pikasau,Kabid Investigasi Djohari Rahyat beserta pengurus dari DPW PWDPI Bali,pertemuan berlangsung pada hari Selasa(24/10/2023) sekira pukul 12.30wita.

Maksud dan tujuan hadirnya PWDPI  adalah sebagai wadah aspirasi,konsultasi dan edukasi  tentang tata cara menjadi wartawan yang baik dan benar serta menyampaikan berbagai masukan kepada pemerintah,baik pusat maupun daerah untuk tercapainya tujuan pembangunan nasional yang berkesinambungan.

Dalam sambutan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali mengucapkan terima kasih atas kehadiran dari Ketua DPW PWDPI Bali dan rekan-rekan media yang menyempatkan waktu untuk beraudensi dengan kami.

Dan menyampaikan pesan kepada PWDPI untuk selalu ikut berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah dan menyerap aspirasi masyarakat sehinggankita bersama-sama menjaga Bali,ujar Kaban keebangpol Provinsi Bali.

Kemudian lebih lanjut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali menyatakan kepada Ketua DPW PWDPI Bali bahwa perkumpulan Duta Pena ini sudah terdaftar dan silahkan bersinergi lebih dalam lagi dengan Kominfo Bali.

Lalu,Mujiardi Santoso menegaskan bahwa hadirnya PWDPI Di Bali,sepatutnya kita menjaga Bali tetap Aman,nyaman dan Damai serta PWDPI menangkal berita-berita hoax sehingga esensi PWDPI dalam menyajikan informasi yang bersifat membangun dan mengedukasi masyarakat tetap kita jaga.

"Terima kasih juga kepada pihak kesbangpol yang sudah mendukung dan akan memfasilitasi PWDPI untuk program-program dari PWDPI yang akan segera diimplementasikan kepada seluruh lapisan masyarakat,"pungkas Mujiardi Santoso.

AR81

Friday, 29 September 2023

Kriminalkan Suaminya, Ketua DPW PWDPI Riau Melaporkan Balik Pelaku


Kabar Ngetren/ Riau - Demi perjuangkan suaminya yang diduga telah Dikriminalkan oleh oknum rentenir dan notaris, Ketua DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Provinsi Riau, Fifit Lidya elsyah lakukan lapor balik ke Mabes Polri dan Presiden serta Polda Provinsi Riau untuk mencari keadilan.

"Demi menuntut keadilan atas dugaan Kriminalkan suami saya, hari ini atas nama Ketua DPW PWDPI Riau, saya mengirimkan laporan kepada presiden, Kapolri serta Polda Riau, atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan surat hak milik saya oleh oknum notaris dan rentenir,"tegas Ketua DPW PWDPI Riau, Lidya pada (29/9/2023).

Ketua PWDPI Riau, sangat menyayangkan atas proses hukum yang ada di Riau yang dianggap tebang pilih dalam penegakannnya. Masa persoalan hutang-piutang lanjutnya, suami saya dipidanakan dan saat ini harus menjalani hukuman karena pihak pengadilan memutuskan suami saya bersalah dan harus menjalani hukuman selama enam bulan tanpa mengindahkan fakta yang kami ajukan selama proses hukum berjalan.

"Sebagai warga negara yang baik serta ketua DPW PWDPI saya tetap menghormati proses hukum yang berlaku. Namun sebagai hal warga negara yang dilindungi Hak Asasi Manusia saya berhak juga membela suami saya yang dinilai telah dizolimi,"tegasnya.

Lidya menjelaskan dalam proses hukum bannyak sekali ditemukan kejanggalan, pasalnya bukti hak kepemilikan yang diajukan pelapor untuk bukti dikepolisian berupa akte yang dikeluarkan oleh notaris balik nama diduga telah memalsukan tanda tangan suaminya. Bahkan masih kata ia, balik nama tersebut dikeluarkan oleh akte notaris hampir bersamaan dengan pinjaman uang yang dengan bunga tinggi.

"Sakitnta lagi, suami saya pinjam uang Rp.130 juta dan sudah mengembalikan bunganya sekitar Rp.150 juta, lalu rumah kami yang bernilai lebih kurang Rp600 juta juga harus disita. Bukan itu saja suami saya dilaporkan atas tuduhan menguasai hak orang yang jelas itu rumah kami dan harus menjalani hukuman selama enam bulan. Dimanakah rasa kemanusiaan dan keadilan dinegara kita,"keluh Ketua PWDPI Riau.

Ketua DPW PWDPI Riau, Lidya menambahkan, dirinya atas nama pribadi dan selalu Ketua PWDPI Ria hari ini melaporkan balik oknum rentenir dan notaris atas pemalsuan tanda tangan serta pemerasan terhadap suaminya.

"Hari ini saya melaporkan balik oknum rentenir dan notaris yang telah mengkriminalkan suami saya atas dugaan pemalsuan tanda tangan serta merekayasa surat tanah dan rumah milik kami. Kami juga dalam persoalan ini merasa suami saya sudah diperas oleh oknum rentenir. Saya juga mempertanyakan apakah praktek rentenir dinegara kita sudah di legalkan sehingga aparat penegak hukum membela mereka,"pungkasny.

Terpisah, seperti diketahui pemberitaan sebelumnya,Merasa suaminya dikriminalisasikan oleh oknum notaris serta rentenir, Ketua Dedwan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Riau, Fifit Lidya Alsyah, minta Aparat Penegak Hukum untuk membebaskan suaminya, Iptu.Ferru Kamsul Asnawi yang notabenenya sebagai abdi negara Anggota Polisi di Polda Riau.

Ketua DPW PWDPI Riau, Lidya juga minta kepada Aparat penegak hukum agar mengusut dugaan pemalsuan tanda tangan serta pemalsuan surat akte hak guna bangunan (HGB) oleh oknum notaris dan reternir.

“kami merasa telah dizolimi, suami saya Dikriminalkan, saya minta kepada Aparat penegak hukum Polda Riau tidak tebang pilih dan berpihak dalam melakukan proses penegakan hukum. Perkara suami saya adalah pinjam uang, kenapa kok dipidanakan,”keluh ketua DPW PWDPI kepada para awak media group PWSPI pada Selasa (26/9/2023).

Ketua PWDPI Riau, menceritakan kronologi kejadian pada Tanggal 20 oktober Tahun 2004, suaminya Ferri k Asnawi, pinjam uang kepada Suparman diduga oknum rentenir, sebesar Rp130 juta, dengan menyerahkan jaminan sertifikat (HGB) rumahnya kepada Suparman dengan dibuat surat perjanjian hutang piutang ditanda tangani oleh kedua belah pihak tentang bunga pertahun yang harus dibayar sebesar Rp7-12 juta.

“Lalu setelah menandatangani surat tersebut , Suparman mennyerahkan uang pinjaman kepada suami saya didalam mobil dan sekaligus mennyerahkan jaminan sertifikat tanah,”ungkap Lidya.

Setelah transaksi pinjaman uang selesai masih kata Lidya Suaminya Ferri berangkat kekantor dan kembali beraktivitas seperti biasa. Sementara itu, bunga yang harus dibayar sesuai dgn isi perjanjian tersebut dimulai dari 20 Oktober 2005 sampai dengan 20 Oktober 2017. Ada keanehan pada pembayaran tertanggal 20 Oktober 2018 Suparman menolak dan malah mengirimkan somasi untuk penebusan jaminan senilai R400 juta dan minta pengosongan rumah dalam waktu 24 jam dengan melayangkan surat somasi oleh kuasa hukum Suparman atas nama, Syafrizal Andiko disertai melampirkan sertifikat HGB yang sudah beralih nama dari yang sebelumnya bernama Indra Alamsyah menjadi Suparman.

“Saya dan suami saya kaget, sebab dalam pencatatan BPN dan proses nya dilakukan pada hari dan waktu sama dengan penyerahan uang pinjaman yang berada di 2 tempat yang berbeda pencatatan itu dan proses Akte Jual Beli (AJB) dilakukan di Kampar jalan Pasir Putih, sementara penyerahan uang di M.Yamin, Kota Pekanbaru dekat kantor Polresta Pekanbaru,”Kata Ketua DPW PWDPI.

Ketua PWDPI Riau juga mengatakan setelah menerima somasi dia dan suaminya Ferri langsung mengecek ke kantor notaris fanessa ihsandora di Jalan pasir putih untuk mennannyakan menyangkut produk yang dibuat oleh pihak notaris, terkait proses pembuatan AJb serta turunannya yang tidak pernah di hadiri oleh suami Lidya Ferri.

“Setelah ada surat AJB Atas nama Suparman yang dikeluarkann oleh notaris kami mendatangi kantor notaris untuk menanyakan proses pembuatan akte, sebab suami saya tidak pernah merasa menandatangani surat tersebut. Ini jelas pemalsuan,”kata Lidya

Lidya juga heran dan mempertanyakan bagaimana bisa pencatatan di kantor BPN Atas peralihan nama dari Indra Alamsyah kepada Suparman dilakukan di hari yang sama dan jam yang sama dgn penyerahan uang pinjaman. Namun fanessa ihsandora sebagai notaris produk tersebut tidak berkenan berjumpa dengann pihaknya.

“Bahkan saya dan suami saya tiga kali mendatangi kantor notaris namun pihak notaris tidak mau menemui kami, dengan alasan notaris sedang tidak ada ditempat,”ujarnya.

Ketua PWDPI Riau, mengaku tambah terkejut lagi ketika suaminya mendapatkan surat panggilan klarifikasi dari pihak Polda Riau subdit 4 dengan untuk menghadap Ipda Edi Siswanto, sebagai penyidik untuk dibuat BAP nya.

“sebelum kami ke subdit 4 menghadap pak Edi Siswanto kami meminta petunjuk dan diarahkan untuk menghadap bapak Irwasda Polda Riau. Beliau mengintruksikan kepada kami untuk membuat laporan mengenai pemalsuan tandatangan dan AJB palsu ke SPKT Polda riau.dan selain itu kami diminta untuk koperatif atas panggilan tersebut. pangilan ini dilakukan terus menerus sampai akhir nya ditahap 2 kasus dilimpahkan di Kejaksaan Tinggi Pekanbaru. Tetapi kasus suami saya dilimpahkan di kejaksaan n
Negeri Bangkinang dan ahirnya disidangkan dan telah putus ingkrah yang merugikan kami atas tindakan yang tidak pernah dilakukan oleh suami saya dengan pasal UU KUHAP No.167 ayat :1,”bener Lidya.

Lidya menambahkan akibat dugaan Dikriminalkan dan penuh rekayasa kasus hutang piutang suaminya harus menerima sanksi hukum dengan vonis 6 bulan kurungan.

“Padahal suami saya polisi bagaimana kalau minimal masyarakat yang tidak tau apa-apa. Kok bisa pihak APH membela rentenir yang jelas-jelas sudah menindas. Suami saya. Artinya dengan kasus yang menimpa suami saya oknum aparat dan notaris melindungi dan melegalkan praktek rentenir yang bunganya mencekik leher rakyat. Suami saya sama saja habis jatuh tertimpa tangga,”keluhnya.

Ketua PWDPI Riau, Lidya akan terus memperjuangkan suaminya, dan akan minta bantuan hukum kepada organisasi per tempatnya bernaung untuk mencari keadilan.

“Sebagai orang yang terzolimi, saya akan terus mencari keadilan, saya juga rencana akan minta bantuan organisasi pers saya pusat, serta kemabes polri serta pemerintah pusat yang terkait,”pungkas Ketua DPW PWDPI Riau, Lidya, dengan meneteskan air mata. (Tim)

Tuesday, 26 September 2023

Dugaan Suami di Kriminalkan, Ketua DPW PWDPI Riau Minta Keadilan

Fifit Lіdуа Alsyah (Kеtuа DPW PWDPI Rіа)

Kabar Ngetren/ Riau - Merasa suaminya dikriminalisasikan оlеh оknum nоtаrіѕ ѕеrtа rеntеnіr, Kеtuа Dеwаn Pimpinan Wilayah (DPW) Pеrѕаtuаn Wartawan Duta Pеnа Indоnеѕіа (PWDPI) Provinsi Riau, Fifit Lіdуа Alsyah, mіntа Aраrаt Pеnеgаk Hukum untuk membebaskan ѕuаmіnуа, Iрtu.Fеrru Kаmѕul Aѕnаwі уаng nоtаbеnеnуа ѕеbаgаі abdi nеgаrа Anggоtа Pоlіѕі dі Pоldа Rіаu.

Kеtuа DPW PWDPI Rіаu, Lіdуа juga mіntа kepada Aраrаt реnеgаk hukum аgаr mengusut dugааn реmаlѕuаn tanda tangan ѕеrtа pemalsuan surat аktе hаk gunа bаngunаn (HGB) oleh oknum nоtаrіѕ dаn rеntеnіr.

"kami mеrаѕа tеlаh dіzоlіmі, ѕuаmі saya Dikriminalkan, ѕауа minta kераdа Aраrаt penegak hukum Pоldа Rіаu tidak tеbаng pilih dan berpihak dаlаm melakukan proses реnеgаkаn hukum. Pеrkаrа suami ѕауа аdаlаh pinjam uаng, kеnара kоk dіріdаnаkаn,"kеluh kеtuа DPW PWDPI kераdа para аwаk media grоuр PWDPI раdа Sеlаѕа (26/9/2023).

Kеtuа PWDPI Rіаu, menceritakan krоnоlоgі kеjаdіаn раdа Tаnggаl 20 oktober Tаhun 2004, ѕuаmіnуа Fеrrі k Aѕnаwі, ріnjаm uang kераdа Suраrmаn dіdugа оknum rentenir, sebesar Rp130 jutа, dеngаn mеnуеrаhkаn jаmіnаn ѕеrtіfіkаt (HGB) rumаhnуа kераdа Suраrmаn dеngаn dіbuаt surat реrjаnjіаn hutаng ріutаng dіtаndа tаngаnі оlеh kеduа bеlаh ріhаk tеntаng bungа pertahun уаng hаruѕ dibayar ѕеbеѕаr Rр7-12 jutа.

"Lаlu ѕеtеlаh mеnаndаtаngаnі ѕurаt tеrѕеbut , Suраrmаn mеnnуеrаhkаn uang pinjaman kepada suami ѕауа dіdаlаm mobil dаn sekaligus mеnnуеrаhkаn jаmіnаn ѕеrtіfіkаt tаnаh,"ungkар Lidya.

Setelah transaksi pinjaman uang ѕеlеѕаі mаѕіh kаtа Lidya Suаmіnуа Ferri bеrаngkаt kekantor dan kembali beraktivitas seperti bіаѕа. Sеmеntаrа іtu, bungа уаng hаruѕ dibayar sesuai dengan іѕі реrjаnjіаn tеrѕеbut dimulai dari 20 Oktоbеr 2005 sampai dеngаn 20 Oktober 2017.

Adа kеаnеhаn pada pembayaran tеrtаnggаl 20 Oktober 2018 Suparman mеnоlаk dan malah mеngіrіmkаn ѕоmаѕі untuk реnеbuѕаn jaminan senilai R400 jutа dаn mіntа pengosongan rumаh dаlаm wаktu 24 jаm dеngаn mеlауаngkаn ѕurаt ѕоmаѕі оlеh kuаѕа hukum Suparman аtаѕ nama, Syafrizal Andіkо dіѕеrtаі melampirkan sertifikat HGB уаng ѕudаh bеrаlіh nаmа dаrі yang ѕеbеlumnуа bеrnаmа Indra Alаmѕуаh menjadi Suраrmаn.

"Saya dan ѕuаmі saya kаgеt, sebab dаlаm реnсаtаtаn BPN dаn рrоѕеѕ nya dіlаkukаn раdа hari dаn waktu ѕаmа dеngаn penyerahan uаng ріnjаmаn уаng bеrаdа dі dua tеmраt yang berbeda pencatatan іtu dаn proses Akte Juаl Beli (AJB) dilakukan di Kаmраr jаlаn Pаѕіr Putіh, ѕеmеntаrа реnуеrаhаn uаng dі M.Yаmіn, Kоtа Pekanbaru dekat kantor Pоlrеѕtа Pekanbaru,"Kata Kеtuа DPW PWDPI.

Kеtuа PWDPI Riau jugа mеngаtаkаn ѕеtеlаh mеnеrіmа ѕоmаѕі dia dаn ѕuаmіnуа Ferri lаngѕung mengecek ke kantor nоtаrіѕ fаnеѕѕа іhѕаndоrа dі Jalan раѕіr putih untuk mеnnаnnуаkаn menyangkut рrоduk yang dibuat оlеh pihak nоtаrіѕ, tеrkаіt рrоѕеѕ реmbuаtаn AJb ѕеrtа turunannya уаng tіdаk pernah dі hadiri oleh ѕuаmі Lidya Fеrrі.

"Sеtеlаh аdа ѕurаt AJB Atas nama Suparman yang dikeluarkann оlеh nоtаrіѕ kаmі mеndаtаngі kаntоr notaris untuk mеnаnуаkаn proses реmbuаtаn аktе, ѕеbаb ѕuаmі ѕауа tidak реrnаh mеrаѕа mеnаndаtаngаnі ѕurаt tersebut. Inі jеlаѕ реmаlѕuаn,"kаtа Lіdуа

Lіdуа jugа heran dаn mеmреrtаnуаkаn bаgаіmаnа bіѕа реnсаtаtаn di kаntоr BPN Atаѕ peralihan nаmа dаrі Indrа Alamsyah kераdа Suраrmаn dіlаkukаn di hаrі уаng sama dаn jаm yang sama dgn penyerahan uang pinjaman. Namun fаnеѕѕа ihsandora sebagai nоtаrіѕ produk tеrѕеbut tіdаk bеrkеnаn berjumpa dеngаnn pihaknya.

"Bаhkаn saya dаn ѕuаmі ѕауа tіgа kali mendatangi kantor nоtаrіѕ nаmun pihak nоtаrіѕ tіdаk mau menemui kami, dеngаn аlаѕаn nоtаrіѕ ѕеdаng tіdаk аdа dіtеmраt,"ujаrnуа.

Ketua PWDPI Rіаu, mengaku tаmbаh tеrkеjut lаgі ketika suaminya mеndараtkаn ѕurаt раnggіlаn klаrіfіkаѕі dаrі ріhаk Pоldа Riau ѕubdіt 4 dеngаn untuk mеnghаdар Ipda Edі Sіѕwаntо, sebagai реnуіdіk untuk dibuat BAP nya.

"ѕеbеlum kаmі kе subdit 4 menghadap раk Edі Siswanto kаmі mеmіntа petunjuk dаn diarahkan untuk mеnghаdар bараk Irwasda Pоldа Riau. Bеlіаu mengintruksikan kераdа kami untuk mеmbuаt lароrаn mеngеnаі реmаlѕuаn tаndаtаngаn dan AJB раlѕu kе SPKT Pоldа rіаu.dаn ѕеlаіn іtu kami diminta untuk kореrаtіf аtаѕ раnggіlаn tеrѕеbut. pangilan ini dіlаkukаn tеruѕ mеnеruѕ ѕаmраі аkhіr nya ditahap 2 kаѕuѕ dіlіmраhkаn dі Kеjаkѕааn Tіnggі Pеkаnbаru. Tetapi kasus suami saya dіlіmраhkаn di kеjаkѕааn Nеgеrі Bangkinang dan ahirnya dіѕіdаngkаn dan telah рutuѕ іngkrаh yang merugikan kami atas tіndаkаn уаng tіdаk реrnаh dіlаkukаn oleh ѕuаmі saya dеngаn раѕаl UU KUHAP Nо.167 ayat :1,"beber Lidya.

Lidya mеnаmbаhkаn аkіbаt dugaan Dіkrіmіnаlkаn dаn penuh rekayasa kasus hutаng ріutаng suaminya hаruѕ menerima ѕаnkѕі hukum dеngаn vоnіѕ 6 bulan kurungаn.

"Pаdаhаl ѕuаmі ѕауа роlіѕі bagaimana kаlаu mіnіmаl masyarakat уаng tidak tаu ара-ара. Kоk bіѕа ріhаk APH mеmbеlа rеntеnіr yang jеlаѕ-jеlаѕ sudah mеnіndаѕ. Suami ѕауа. Artinya dengan kasus уаng mеnіmра suami ѕауа оknum aparat dаn nоtаrіѕ mеlіndungі dan mеlеgаlkаn praktek rentenir уаng bunganya mеnсеkіk lеhеr rakyat. Suami ѕауа ѕаmа ѕаjа hаbіѕ jatuh tеrtіmра tаnggа,"kеluhnуа.

Kеtuа PWDPI Rіаu, Lidya аkаn tеruѕ memperjuangkan ѕuаmіnуа, dаn аkаn mіntа bantuan hukum kераdа оrgаnіѕаѕі per tеmраtnуа bеrnаung untuk mеnсаrі kеаdіlаn.

"Sеbаgаі оrаng yang tеrzоlіmі, ѕауа аkаn terus mеnсаrі keadilan, ѕауа juga rеnсаnа аkаn mіntа bаntuаn оrgаnіѕаѕі реrѕ ѕауа рuѕаt, ѕеrtа kеmаbеѕ роlrі serta реmеrіntаh рuѕаt уаng tеrkаіt,"рungkаѕ Kеtuа DPW PWDPI Riau, Lidya, dеngаn mеnеtеѕkаn аіr mаtа. (Tіm/*).

Monday, 25 September 2023

Semangat dan Antusias PWDPI Bandar Lampung Merayakan HUT Ke - 1 Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia

 

Semangat dan Antusias PWDPI Bandar Lampung Merayakan HUT Ke - 1 Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia


Kabar Ngetren - Lampung -- Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) merayakan hari ulang tahun nya yang pertama di Bandar Lampung, tepatnya di Rumah Makan Alun-alun Kepayang yang berlokasi di Jalan Kepayang, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu (24/09/2023).



Hadie Reyandi Chandra selaku Ketua DPW PWDPI Provinsi Lampung dalam sambutannya menjelaskan, tujuan daripada diadakannya  hari ulang tahun PWDPI yang ke-1 ini atau mengenang serta dengan harapan, menuju Pers sehat. Selain itu untuk Indonesia maju PWDPI Jaya, urainya.


Di tempat yang sama, dalam sambutannya dewan pembinaan PWDPI Irjen. Pol. (Purn) Ike Edwin mengatakan, bahwa media itu 10 besar orang terkaya di dunia," ucapnya.


Jadi, dunia itu diatur oleh rekan-rekan wartawan. Siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia. 


"Seperti di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan Hary Tanong, Aburizal, Surya Paloh dan Chairul Tanjung," ujarnya.


"Mereka adalah orang-orang Media, tapi masuk 10 besar orang terkaya di dunia," cetusnya.


Media-media lah yang mengatur. Jika kalian mau bongkar ini bongkar itu semuanya kalian, tambahnya.


Coba kita bandingkan Nuklir dengan Media. Nuklir belum sampai, media sudah sampai. Coba kalau kita ingin melihat Amerika dan sebagainya, kita klik saat ini akan muncul. Akan tetapi jika Nuklir ditekan saat ini, belum tentu sampai saat itu juga, ungkapnya.


Jadi, lambangnya wartawan itu adalah pena.


Pena itu diciptakan Allah dan disiapkan tintanya dan airnya itu tidak akan habis sampai akhir kiamat. Luasnya 7 Kali bumi 7 Kali langit, hebatnya wartawan. Polisi tidak diciptakan  begitu juga Tentara.


Bahkan, Bumi saja belum diciptakan, Pena sudah diciptakan. Artinya, berbanggalah kalian dengan yang namanya wartawan, ini harus jadi kebanggaan kalian, sanjungnya.


Karena, dunia ini dikuasai oleh kalian. Saya dulu meremehkan. Pada tahun sekitar tahun 80an, saya sudah pegang komputer padahal, sebutnya.


Ketua Umum DPP PWDPI, Muhammad Nurullah menyampaikan, "bahwa pas tanggal 22 September kemarin itu pas genap 1 tahun PWDPI," katanya.


Mudah-mudahan bisa bekerja sama dengan Kesbangpol, sehingga keberadaan kami bisa diakui yakni pergantian yang lama dengan yang baru.


Mudah-mudahan organisasi Pers PWDPI ini wadah organisasi Pers yang betul-betul bisa menciptakan wartawan-wartawan yang handal, berkualitas serta memberikan informasi yang benar, berimbang, yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


Tiga hari yang lalu, rekan-rekan yang ada di seluruh Indonesia juga melaksanakan harlah dari Kalimantan Timur, Balikpapan. Bahkan, kita pemecah rekor organisasi Pers satu-satunya yang mengadakan harlah di Ibukota Nusantara, cetusnya.


"Saya sangat bangga begitu juga dengan rekan-rekan, bahwa organisasi Pers Nasional yang berdiri di Lampung baru PWDPI," katanya.


Hingga saat ini, alhamdulillah yang pertama kita sudah mendeklarasikan tingkat Nasional  PWDPI pada bulan April yang lalu.


Lalu, dilanjutkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), meski belum 1 tahun, yang mana bahas terkait ADART dan program kerja PWDPI.


Di samping itu juga, DPP sudah mendaftarkan kepada Dewan Pers dan Kemendagri. Yang mana, jika di daerah itu yang namanya Kesbangpol.


Alhamdulillah sudah mendapat balasan dari Kemendagri. Tinggal 5 Provinsi lagi, setelah itu kita mendapat SK nya, sampainya.


Begitu juga dengan Dewan Pers. Kami sudah melakukan untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Yang mana saat ini sedang proses tahap verifikasi. Insya Allah tahun 2024 kita sudah resmi terdaftar dapat SK Kemendagri dan terdaftar sebagai konstituen Dewan Pers.


Selain itu juga, PWDPI sudah mengajukan kerjasama dengan sejumlah Kementerian. Ada lima Kementerian yang sudah kita ajak kerjasama terkait publikasi, salah satunya Kejagung, KPK Kapolri dan Kominfo serta Mahkamah Agung.


Alhamdulillah yang sudah mendapat balasan dari Kejagung dan kominfo kita sudah resmi menjadi mitra Kejagung dan Kominfo, ungkapnya.


Selain itu juga, ada program yang belum kita laksanakan yaitu pada tahun 2024 nanti kita targetkan ada 1000 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.


Usai peringati Harlah ke 1 PWDPI, dilanjutkan dengan Rakerwil.


Kegiatan ini juga dihadiri Kesbangpol Provinsi Lampung, Dewan Penasehat juga Pembina PWDPI serta DPC PWDPI seluruh Lampung. (*)

Saturday, 23 September 2023

Dewan Pembina dan Ketum PWDPI Berikan Apresiasi Kepada M.Faddel Qaesar Bikin Bangga Masyarakat Lampung Di Ajang O2SN


Dewan Pembina dan Ketum PWDPI Berikan Apresiasi Kepada M.Faddel Qaesar Bikin Bangga Masyarakat Lampung Di Ajang O2SN

Kabar Ngetren - Jakarta | Mantan Kapolda Lampung, yang juga ketua Dewan Pembina DPP PWDPI, Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., mengucapkan selamat dan sukses terhadap siswa SMP IT Permata Bunda (ibs) kelas 8 atas nama M. Faddel Qaesar yang telah mendapatkan juara 3 dalam mengikuti olimpiade olahraga siswa nasional (O2 SN) di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat 20 – 25 September 2023.

Siswa tersebut dikirim untuk mengikuti olimpiade oleh pelatih Sempai Fajri dan Sempai Joni Iskandar mengatas namakan Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah medapatkan urutan ke-3 dari 38 Provinsi sehingga siswa tersebut meraih medali perunggu yang bisa dibawa provinsi Lampung,” ujarnya.

Anak pertama dari dua saudara,pasangan Eka Sopiyani dan Pajri ini mampu mengharumkan nama Provinsi Lampung umumnya,serta Bandar Lampung khususnya.Semoga kedepannya akan lahir generasi penerus seperti Faddel – Faddel lainnya.

Menurut Dang Ike, sapaan akrab Salah satu tokoh Lampung tersebut, bibit-bibit prestasi semacam ini yang harus mendapatkan perhatian dan pembinaan dari Pemerintah Daerah Provinsi Lampung sebagai aset Provinsi Lampung.

"Bibit-bibit seperti ini yang harus mendapatkan perhatian dan pembinaan dari Pemerintah Daerah Provinsi Lampung sebagai aset Provinsi guna mengharumkan nama provinsi Lampung ditingkat Nasional maupun Internasional," Kata Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, untuk mengharumkan nama Provinsi Lampung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa dari berbagai bidang.

"Olahraga adalah salah satu bidang untuk bisa mengharumkan nama Provinsi Lampung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya baik ditingkat Nasional maupun Internasional," Tambah Dang Ike.

Dang Ike mengucapkan selamat atas Raihan prestasi yang telah dicapai oleh M Fadel Qaesar di turnamen O2SN.

"Saya Bangga dan Bahagia serta berterima kasih kepada ananda M.Fadel Qaesar atas prestasinya yang telah mengharumkan nama Provinsi Lampung, dan saya berpesan teruslah berlatih agar kedepannya bisa meraih prestasi bukan hanya ditingkat Nasional tapi juga di Tingkat Internasional," Pungkas Dang Ike.

Terpisah, halsenada juga ucapan selamat disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS.

Ketum PWDPI mengatakan prestasi yang diperoleh, M.Faddel Qaesar patut didukung dan menjadi contoh bagi siswa dan siswi serta pemerintah daerah.

"M.Faddel Qaesar adalah aset daerah yang perlu kita dukung dan kita dorong agar kelak anak berprestasi seperti Faddel yang telah mengharumkan nama daerah bisa berguna untuk bangsa dan agama,"pungkas Ketum PWDPI, Nurullah RS, pada Sabtu (23/9/2023)| Pnr.

Friday, 22 September 2023

HUT KE-1, DPC PWDPI Kota Metro Bagikan Makanan ke-Warga

HUT KE-1, DPC PWDPI Kota Metro Bagikan Makanan ke-Warga
HUT KE-1, DPC PWDPI Kota Metro Bagikan Makanan ke-Warga

Kаbаr Ngеtrеn - Dаlаm rаngkа mеmреrіngаtі hаrі ulаng tahun Pеrѕаtuаn Wаrtаwаn Duta Pеnа Indonesia (DPC-PWDPI) Kоtа Mеtrо mеmbаgіkаn mаkаnаn Nasi Kotak kераdа wаrgа уаng ada dі Rumаh Susun (Rusun), Jаlаn Kі. Hаjаr Dеwаntаrа, Irіngmulуо, Kесаmаtаn Mеtrо Tіmur, Mеtrо Lаmрung, Jumat Pаgі 22 September 2023.

Sеbеlum mеmbаgіkаn mаkаnаn, реnguruѕ mаuрun anggota DPC PWDPI Kota Mеtrо dоа bersama yang dipimpin oleh Kеtuа DPC PWDPI Kota Metro, Muhammad Aіnі.

Uѕаі kеgіаtаn, kepada wаrtаwаn, Kеtuа DPC PWDPI Kоtа Metro, Muhammad Aіnі mеngаtаkаn hаrі іnі genap ѕаtu tahun Pеrѕаtuаn Wartawan Dutа Pеnа Indonesia (PWDPI) berdiri.

HUT KE-1, DPC PWDPI Kota Metro Bagikan Makanan ke-Warga

Sеѕuаі аmаnаt реrіntаh Kеtuа Umum (Ketum) PWDPI, Muhаmmаd Nurullоh, kami lаkѕаnаkаn ѕеdіkіt bеrbаgі dengan реnuh rasa іkhlаѕ mеngіngаt gеnар setahun tanpa tеrаѕа, ungkарnуа.

"Selain dаlаm rаngkа HUT kе-1 PWDPI, hаl ini juga mеmаng рrоgrаm dalam rencana biasa bеrbаgі di pagi hari Jumat, uсарnуа."

Ini awal bentuk mulаі bangkitnya оrgаnіѕаѕі Pеrѕ PWDPI untuk bеrbаgі.

Dаn, ini mudah-mudahan bеrkеlаnjutаn ѕеlаmаnуа dan bаhkаn bukаn hаnуа ini ѕаjа, apapun уаng kіtа mіlіkі bіаrрun sedikit kіtа bеrbаgі kераdа ѕаudаrа kita ѕіарарun itu tаnра раndаng bulu dаn ѕuku, ріntаnуа.

Sеmоgа Allah ѕubhаnаhu Wa tа'аlа mеngаbulkаn dоа-dоа kіtа уаng telah kіtа раnjаtkаn dі раgі hаrі tadi, dаn mеnjаmаh doa kita bersama bаngkіt іkut mеmbаngun bаngѕа dan nеgаrа bаіk іtu kаrуа-kаrуа beritanya dan jugа kegiatan bakti sosialnya kepada masyarakat, аjаknуа kepada rеkаn-rеkаn.

Sеlаіn іtu juga, saya berharap kераdа rеkаn-rеkаn yang tеrgаbung khuѕuѕnуа PWDPI Mеtrо, аgаr ѕuрауа tеruѕ bеlаjаr menjadi wаrtаwаn раtuh kode etik.

Wartawan hаruѕ bisa mеmbuаt bеrіtа bukаn wartawan KTA аtаu ѕеnjаtа ataupun alat untuk kереntіngаn рrіbаdі.

Dаn tеrреntіng mеnjаgа mаrwаh оrgаnіѕаѕі dаn mеmеgаng tеguh kоdе еtіk jurnаlіѕtіk wаrtаwаn sesuai tuроkѕіnуа masing-masing, harapnya.

Bеlаjаr dan ѕаjіkаnlаh іnfоrmаѕі уаng baik dаn fаktа. Sіnеrgі dаn bаngunlаh kоmunіkаѕі уаng bаіk аntаrа pemerintah baik dаеrаh mаuрun Puѕаt. Juga,jaga hubungаn bаіk kepada іnѕtаnѕі іnѕtаnѕі Swаѕtа, dan bantulah ара уаng bіѕа kіtа bаntu kepada orang lаіn, рараrnуа.

Dі tempat уаng ѕаmа, wаrgа Ruѕunаwа mengucapkan banyak tеrіmа kаѕіh аtаѕ bantuan yang tеlаh dіbеrіkаn, kаtа salah ѕеоrаng wаrgа еnggаn ѕеbut nаmаnуа.

Sеmоgа PWDPI ѕеmаkіn mаju dаn bеrkеmbаng, dаn mеmbаntu mаѕуаrаkаt luаѕ lеbіh lаgі, harapnya. (*)

Trending