Showing posts with label Kemenkumham. Show all posts
Showing posts with label Kemenkumham. Show all posts

Saturday, 3 February 2024

Kemenkumham Genjot Indeks Reformasi Birokrasi 2024


Bandung – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terus menggenjot Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2024. 

Hal ini disebabkan penurunan nilai Indeks RB Kemenkumham terus mengalami penurunan. Pada tahun 2021, indeks RB Kemenkumham sebesar 80.18, sedangkan pada tahun 2022 menjadi 79.55.

Meskipun pada saat yang sama rata-rata nasional seluruh kementerian dan lembaga (K/L) juga mengalami penurunan menjadi 72.29, sehingga akhirnya juga mempengaruhi indeks RB Kemenkumham, namun Kemenkumham tidak mau mencari-cari alasan, dan fokus untuk meningkatkan indeks RB di masa yang akan datang.

Untuk itu Kemenkumham menyelenggarakan kegiatan Analisa Dokumen Data Dukung Satuan Kinerja Usulan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2024 di Hotel Arya Duta, Bandung, Jawa Barat, Kamis (01/02/2024).

Menurut Kepala BSK, reformasi birokrasi searah dengan tiga arahan Presiden Republik indonesia, Joko Widodo. 

Yang pertama adalah birokrasi yang berdampak di rasakan langsung masyarakat, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas, dan birokrasi lincah dan cepat.

“Tujuan akhir dari reformasi birokrasi, pembangunan zona integritas dan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) WBBM adalah ditujukan untuk mewujudkan brokrasi yang bersih dari Korupsi, kolusi, nepotisme (KKN),” ucap Kepala Badan Strategis Kebijakan (BSK) Kemenkumham, Y. Ambeg Paramarta, saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan dimaksud.

Lebih lanjut Kepala BSK mengatakan, pembangunan zona integritas yang telah dilakukan Kemenkumham belum terlihat dampak nyatanya oleh masyarakat, khususnya yang menerima layanan Kemenkumham. 

Kemudian terkait manajemen kinerja, masih banyak pegawai yang belum bisa mengaitkan sasaran strategis sampai dengan sasaran kerja individu yang tedapat pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

“Selanjutnya Manajemen Risiko, kita masih belum mampu mengidentifikasi, menganalisis, evaluasi dan mengendalikan resiko,” kata Ambeg.

Untuk itu, lanjut pria yang hobi bersepeda ini menambahkan, kita semua harus segera berbenah dan merubah mindset agar apa yang telah kita lakukan di Kemenkumham dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggunakan pelayanan yang ada di Kemenkumham.

"Apa yang bapak/ibu lakukan merupakan bagian dari manajemen perubahan, manajemen perubahan itu tujuannya merubah mindset serta menciptakan budaya kerja baru. Sehingga unit kerja yang menjalankan pembangunan zona integritas itu menjadi berorientasi yang bersih, bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), dan meningkatkan kualitas layanan publik dengan didukung akuntabilitas kinerja masing–masing,” tandas Ambeg.

Saturday, 27 May 2023

Imigrasi Cilacap Ikuti Penutupan Pra-Evaluasi Pembangunan ZI


Imigrasi Cilacap Ikuti Penutupan Pra-Evaluasi Pembangunan ZI

JAKARTA – Kantor Imigrasi Cilacap mengikuti penutupan kegiatan Pra-Evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada hari Jumat (26/05). Kegiatan pra-evaluasi dilaksanakan selama 3 hari ini di gelar di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarata.

Pada kegiatan ini Imigrasi Cilcap dihadiri oleh Yoga Ananto Putra selaku Kepala Kantor, dan Dinnu Insan Wardiansyah selaku Ketua ZI Imigrasi Cilacap yang mengikuti kegiatan ini secara langsung bersama dengan perwakilan satuan kerja yang menuju WBBM.

Penutupan kegiatan yang berkesempatan dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi Kemenkumham RI, Asep Kurnia, ini bertujuan untuk memberikan hasil dan kesimpulan setelah dilaksanakannya kegiatan Pra Evaluasi Zona Integritas di Lingkungan Kemenkumham RI.

Dalam sambutanya beliau menyampaikan terkait pelaksaan Pra-Evaluasi yang telah dilaksanakan, selalu meningkatkan kehumasan, serta inovasi-inovasi yang telah di ciptakan dapat bermanfaat bagi masyarakat. 

Selain itu, Asep mengingatkan bahwa survei-survei yang di berikan kepada masyarakat agar dilaksanakan dan barcode survei dapat di tempatkan di tempat yang efektif sehingga masyarakat mudah untuk mengaksesnya.

“Hari ini kegiatan Pra-evaluasi telah dilaksanakan, kepada setiap satker yang diusulkan untuk memperoleh predikat WBK maupun WBBM agar selalu meningkatkan kehumasan, serta inovasi-inovasi yang telah di ciptakan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, survei-survei yang di berikan kepada masyarakat agar dilaksanakan dan barcode survei dapat di tempatkan di tempat yang efektif sehingga masyarakat mudah untuk mengaksesnya”, ujar Asep.

Hal-hal teknis seputar pemenuhan Dokumen dalam kontestasi Pembanguan Zona Integritas menjadi sorotan dalam hail Pra Evaluasi kepada Satuan Kerja di Kemenkumham RI yang akan diajukan memperoleh Predikat WBBM ini, diantaranya dokumen seperti TLHP, LHKPN/ LHKASN, SPTJM, dan Ikhtisar Pembangunan ZI.

Menjadi fokus selanjutnya adalah kemampuan satker dalam menjelaskan pembangunan ZI melalui Paparan sangat dibutuhkan sehingga perlunya keleluasaan satker dalam membuat paparan harus diberikan, serta setiap inovasi yang diajukan harus berdasarkan kepada pemetaan Manajemen Resiko. (eFHa)

Trending