Showing posts with label waspada. Show all posts
Showing posts with label waspada. Show all posts

Sunday, 23 April 2023

Kapolsek Kutasari Siap Ciptakan Lebaran dan Liburan Sekolah Aman, Ketentraman, dan Kondusif


Kabar Ngetren/Purbalingga – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Kutasari Siap menjamin Keamanan dan Ketentraman di wilayah satuan kerja Kutasari. Dalam pelaksanaannya melakukan pemantauan di tiga titik Objek Wisata sekitar Kutasari. Minggu Siang. Purbalingga. 23/4/2023.


Saat Diwawancara wartawan kami, Kapolsek Kutasari, AKP. Tedi Sudiarsono, mengatakan, kegiatan pemantauan setelah Idul Fitri di sekitar wilayah Polsek Kutasari, kita terfokus pada tiga titik Objek Wisata, yakni Sanggaluri Park, Kolam Renang Tirto Asri, dan Situ Tirtamarta Karangcegak.


"Tujuan pemantauan selama Lebaran dan Liburan Sekolah ini, mulai tertanggal 18 April hingga 1 Mei 2023 ada operasi terpusat dari Mabes Polri yaitu Operasi Ketupat, sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah dengan istilah Operasi Ketupat Candi, salah satunya adalah Objek-objek Wisata di Kutasari". Imbuhnya.


Maksud dan tujuan dalam pemantauan ini yaitu untuk mengamankan para pengunjung objek wisata, sedangkan untuk jalur mudik untuk wilayah satuan kerja Kutasari hampir tidak dilalui oleh pemudik. Tambahnya.


Beliau berharap pada tahun pertama setelah Pandemi ini dinyatakan sudah selesai, harapannya tentu saja masyarakat boleh bebas mudik dan berwisata dengan tetap berpedoman mematuhi protokol kesehatan, jaga keamanan dan jaga kesehatan, serta untuk orang tua yang berwisata membawa anak-anak harus lebih waspada dan ekstra memperhatikan, dan semoga tahun ini khususnya di wilayah Kutasari selalu Aman, Tentram dan Kondusif. Tutupnya. (eFHa)

Sunday, 26 March 2023

Kebakaran Hebat di Kutasari Purbalingga, Diduga Akibat Korsleting Listrik

 


Kabar Ngetren/Pubalingga -  Kebakaran hebat terjadi di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (25/3/2023) malam. Sebuah rumah warga dilaporkan terbakar dan penyebabnya diduga akibat korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kebakaran ini terjadi pada pukul 19.30 WIB, dan menimpa rumah milik seorang warga bernama Ridem (80) di Desa Limbangan RT 20 RW 10. Kapolsek Kutasari, AKP Tedy Subiyarsono mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WIB setelah dua mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi.

Saat kejadian, Ridem sedang menonton televisi di ruang tamu rumahnya. Tiba-tiba televisi yang ditontonnya meledak dan listrik padam. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata api sudah membakar bagian atap rumahnya. Ridem kemudian berteriak minta tolong, dan warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.



Pihak kepolisian dari Polsek Kutasari dan Inafis Polres Purbalingga melakukan pemeriksaan setelah api berhasil dipadamkan. Dari hasil pemeriksaan, diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting pada instalasi listrik di rumah Ridem.

Kapolsek menambahkan bahwa rumah permanen milik Ridem berukuran 8x12 meter terbakar pada bagian dapur dan seluruh atap rumah. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp. 50 juta.

Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala dan menghindari pemakaian kabel listrik yang sudah rusak atau tidak layak pakai. Mari kita selalu waspada dan berhati-hati untuk mencegah kebakaran yang bisa mengancam keselamatan dan harta benda kita. (eFHa)

Perang Sarung Makin Marak di Bulan Puasa, Polda Jateng Siap Ambil Tindakan Tegas


Kabar Ngetren/Semarang -  Fenomena perang sarung kembali memunculkan ketakutan bagi warga di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di bulan Ramadhan. Hanya tiga hari setelah puasa dimulai, perang sarung kembali terjadi di sejumlah wilayah dan menyebabkan keresahan warga.


Polda Jawa Tengah akhirnya menangkap 13 remaja anggota geng yang diduga terlibat dalam perang sarung di Purworejo. Kejadian ini terjadi pada Jumat (24/3/2024) di desa Brenggong Kecamatan Purworejo. Polisi berhasil menyita belasan sarung yang dimodifikasi dengan dibendel dan diisi batu, serta beberapa kendaraan milik para pelaku.


Perang sarung bukanlah suatu tindakan yang bisa dianggap remeh, karena dalam beberapa kejadian, para pelaku juga membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya yang bisa membahayakan keselamatan orang lain. Oleh karena itu, Kabidhumas mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengawasi pergaulan putra-putri mereka.


"Perang sarung saat ini bukan lagi bentuk kenakalan remaja biasa, tapi ada tendensi yang menjurus pada aksi pidana. Untuk itu, akan diambil tindakan tegas dan akan diproses hukum bila terbukti ada pelanggaran pidana di dalamnya," tegas Kabidhumas pada Sabtu (25/3/2023).


Dalam mengisi waktu luang di bulan suci Ramadhan, Kabidhumas juga mengajak remaja untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi akhirat mereka. Selain itu, para tokoh masyarakat dan guru diharapkan dapat memberikan edukasi pada remaja tentang bahaya perang sarung, dan menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat buruk dan berpotensi menimbulkan kasus pidana yang serius.


Polda Jateng dan jajaran akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur atau setelah sholat Subuh. Namun, peran serta masyarakat juga sangat diharapkan dalam memberikan laporan bila ada kejadian mencurigakan, termasuk bila ada kerumunan warga atau remaja yang melakukan aksi perang sarung.


Di sisi lain, kami meminta para tokoh masyarakat dan guru untuk memberikan edukasi pada para remaja bahwa perang sarung adalah aksi berbahaya dan dapat dijerat dengan pasal pidana apabila sampai melukai bahkan menghilangkan nyawa orang lain. Sebagai warga negara yang baik, mari bersama-sama mencegah tindakan yang merugikan masyarakat dan merusak keamanan lingkungan kita.


Dengan kerjasama semua pihak, Kabidhumas Polda Jawa Tengah yakin bahwa perang sarung yang merugikan orang lain dapat dicegah dan dihentikan sejak dini. Maka, marilah kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar kita, terutama pada saat bulan suci Ramadhan. (eFHa)

Trending