Showing posts with label IKN. Show all posts
Showing posts with label IKN. Show all posts

Sunday, 7 April 2024

Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur: Langkah Menuju Keadilan dan Keabadian


Kabar Ngetren/Jakarta - Pemindahan ibukota negara merupakan keputusan besar yang mengubah arah peradaban suatu bangsa. Sebagai pusat yurisdiksi dan representasi negara, ibukota bukan sekadar simbol, tetapi juga fondasi kedudukan pemerintahan yang sah dan kedaulatan negara yang utuh. Dua prinsip penting yang mengiringi pemindahan ibukota adalah keadilan dan keabadian. Minggu, 7/4.

Keadilan, sebagai pijakan moral dan keutamaan utama, memiliki dua dimensi penting: keadilan universal, yang berkaitan dengan kebaikan umum, dan keadilan partikuler, yang menyangkut kebaikan antar sesama. Menyamakan persepsi tentang keadilan membutuhkan klasifikasi norma dan nilai umum yang berkembang dalam masyarakat. Sementara itu, keabadian menjadi amanat kemerdekaan, yang menyatakan bahwa negara Indonesia akan berdiri hingga seribu tahun dan selama-lamanya, kekal nan abadi.

Sejarah mencatat bahwa pemindahan ibukota negara telah menjadi perbincangan sejak zaman pendiri bangsa. Dalam situasi darurat pada masa orde lama, ibukota pernah dipindahkan dua kali, pertama ke Jogjakarta dan kemudian ke Sumatera Barat, sebelum kembali ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta setelah keadaan negara kembali normal.

Konsepsi pemindahan ibukota juga telah menjadi wacana dari masa pemerintahan Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Pulau Kalimantan dianggap sebagai lokasi yang paling tepat. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain seperti Brazil, India, Amerika Serikat, Nigeria, dan Mesir, yang memiliki alasan kuat dan sumber daya yang memadai untuk melakukan pemindahan.

Penelitian terkait pemindahan ibukota telah banyak dilakukan, menyoroti aspek-aspek seperti kesiapan daerah yang dipilih dan syarat-syarat keberhasilan pemindahan. Pemilihan Kalimantan Timur sebagai ibukota baru menjadi tonggak bersejarah bagi Indonesia, menandai perubahan signifikan dalam sejarah bangsa. Wilayah Penajem di Kalimantan Timur dipilih karena letaknya yang strategis, memudahkan akses ke seluruh wilayah Indonesia dan mendekatkan pemerintah dengan sumber daya alam serta masyarakat lokal.

Dengan judul "Ibukota Negara (Nusantara) Gerbang Keadilan Dan Keabadian Indonesia", artikel ini mencoba menyelaraskan pemilihan ibukota baru dengan tujuan mencapai keadilan dan keabadian bagi Indonesia. Penulis, Budiarto Suselmen, seorang peneliti, konsultan, dan pengusaha, telah mengabdikan dirinya dalam meneliti dan menulis tentang topik ini selama beberapa tahun terakhir.

Pemindahan ibukota negara bukanlah hal baru dalam persoalan ketatanegaraan, baik di Indonesia maupun di dunia. Namun, sebagai langkah menuju masa depan yang lebih adil dan abadi bagi Indonesia, pemilihan Kalimantan Timur sebagai ibukota baru menjadi langkah yang penting.

Kontak Budiarto Suselmen:

Email: artosulawesi@gmail.com

Sunday, 24 March 2024

Menpan RB dan OIKN Bahas Persiapan Pemindahan ASN Menuju Smart City


Kabar Ngetren/Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, menerima audiensi dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta. Pertemuan tersebut difokuskan pada rencana persiapan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Rabu, 20/3.

Menteri Anas menggarisbawahi pentingnya penerapan konsep smart city di IKN sebagai momentum untuk mengakselerasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). IKN diharapkan akan menjadi pusat pemerintahan yang didukung oleh infrastruktur teknologi modern dan gaya hidup baru yang unik.


Dalam konteks ini, Menteri Anas menekankan perlunya peningkatan kemampuan dan kompetensi ASN untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi di IKN. Ia menyatakan bahwa ASN perlu memiliki keterampilan untuk merespons perubahan dan kejadian dengan cepat dan tepat.

Selain itu, Menteri Anas juga menyampaikan rencana penggunaan konsep kantor bersama (shared office) bagi ASN di IKN. Konsep ini memungkinkan beberapa instansi atau individu berbagi satu kantor secara efektif. Hal ini akan meningkatkan konektivitas antar kementerian/lembaga baik secara fisik maupun digital.

Sementara itu, Kepala OIKN, Bambang Susantono, meyakini bahwa dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, digitalisasi yang dipercepat di IKN akan berjalan lancar. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan visi smart city dan pemerintahan yang efisien.

Pertemuan antara Menteri PANRB dan Kepala OIKN ini menegaskan komitmen untuk mempersiapkan pemindahan ASN ke IKN dengan memanfaatkan teknologi dan konsep modern untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. eFHa. 

Friday, 1 March 2024

Jokowi dan Sejumlah Menteri Nginep di IKN, AHY Juga Ikut Bergabung


Jakarta - Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, menghabiskan malam di Istana Kepresidenan Negara (IKN) bersama sejumlah menteri pada Kamis (29/2/2024),. 

Kehadiran mereka bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota kabinet serta membahas agenda penting untuk kemajuan negara.

Kehadiran yang menarik perhatian adalah partisipasi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga turut bergabung dalam acara tersebut. 

Ini merupakan momen langka di mana tokoh-tokoh politik dari berbagai kubu bersatu dalam sebuah kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi dan para menteri disebut mengadakan diskusi-diskusi strategis terkait pembangunan dan tantangan yang dihadapi oleh negara. 

Kegiatan ini menunjukkan semangat kolaborasi antarpartai politik dalam rangka memperkuat fondasi demokrasi dan pembangunan Indonesia.

Meskipun hanya satu malam, kebersamaan ini menjadi momentum penting dalam merajut persatuan di tengah keberagaman politik yang ada. 

Hal ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemimpin dan politisi lainnya untuk meninggalkan perbedaan pandangan demi kepentingan bersama.

(Drm)

Tuesday, 27 February 2024

Kabar Gembira! Rekrutmen ASN untuk Penempatan di IKN, Kuota Lebih dari 200.000 Orang


Kabar Ngetren - Pemerintah tengah menggelar rekrutmen besar-besaran untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditempatkan di kawasan Indonesia Timur. Inovasi Kebijakan Nusantara (IKN) menjadi fokus utama dalam penempatan ASN ini. Dengan kuota lebih dari 200.000, rekrutmen ini menjadi yang terbesar dalam sejarah administrasi pemerintahan Indonesia.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), proses rekrutmen ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. "IKN menjadi motor penggerak untuk memastikan distribusi ASN yang merata dan mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah terdepan dan terluar," ujar Menteri PANRB.

Proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan seleksi yang ketat untuk memastikan kualitas ASN yang akan ditempatkan. Selain itu, ada upaya khusus untuk melibatkan masyarakat setempat dalam proses seleksi, sehingga diharapkan ASN yang terpilih benar-benar memiliki kedekatan dan pemahaman yang baik terhadap kondisi lokal.

Rekrutmen ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memperkuat pelayanan publik di kawasan IKN. Dengan penempatan ASN yang kompeten dan berkualitas, diharapkan berbagai program dan layanan publik dapat terselenggara dengan baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

Proses seleksi dan penempatan ASN ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal. Pemerintah akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada ASN yang terpilih, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam memajukan pembangunan di wilayah tempat mereka bertugas.

Dengan adanya rekrutmen ASN dalam skala besar untuk penempatan di IKN, diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh nusantara.

(Drm)

Monday, 29 January 2024

Menteri PANRB Minta Seleksi Ketat ASN yang Dipindahkan ke IKN


JAKARTA – Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya memindahkan SDM semata, namun lebih pada mendorong terciptanya budaya birokrasi baru yang berbasis digital. 

Oleh karena itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas meminta ASN yang dipindahkan maupun yang diisi dari jalur rekrutmen CASN Tahun 2024 harus benar-benar diseleksi.

Anas mengatakan IKN nantinya menjadi sebuah ‘mimpi’ bersama mewujudkan birokrasi terbaik. 

Melalui penguatan SDM yang unggul dan BerAKHLAK (sesuai core values ASN) tersebut diharapkan IKN dapat mencapai gambaran birokrasi terbaik dalam penilaian RB, baik pada aspek efektivitas proses bisnis dan kelembagaan, penerapan SPBE, akuntabilitas kinerja dan implementasi pelayanan publik.

“Untuk itu kita di IKN tidak hanya memindahkan ASN saja, namun bagaimana kita menciptakan budaya birokrasi baru yang berbasis digital disana. Sehingga diperlukan ASN yang tidak hanya bagus secara nilai akademik saja namun juga memiliki skill dan bisa multitasking,” ujar Menteri Anas saat Rapat Pimpinan Kementerian PANRB di Jakarta, Senin (29/01).

Sementara itu Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini menjelaskan selain penguasaan skill dan multitasking, persyaratan kompetensi ASN yang dipindahkan juga harus menguasai literasi digital berdasarkan hasil asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

“Persyaratan kompetensi yang lain tentunya mereka harus menguasai penerapan nilai-nilai BerAKHLAK,” jelas Rini.

Lebih lanjut Rini menyampaikan terdapat beberapa prinsip pemindahan ASN ke IKN. Prinsip tersebut yaitu semua ASN K/L yang bekerja di Satuan Kerja (Satker) Pusat akan dipindahkan. 

Skema pemindahan akan dilakukan secara bertahap sesuai penapisan (filter) kelembagaan dan ketersediaan hunian dimana satu ASN mendapatkan satu unit hunian baik single maupun sudah berkeluarga.

“Prinsip lainnya yaitu ASN yang dipindahkan pada tahap pertama perlu diberikan tunjangan khusus (tunjangan sebagai pionir) dan formasi CPNS Tahun 2024 dipersiapkan untuk menjadi prioritas pindah ke IKN,” kata Rini.

Tahapan pemindahan IKN berdasarkan UU IKN dibagi dalam lima fase, dimana pada fase pertama (2020-2024) adalah pembangunan miniatur penyelenggara pemerintahan. 

Pada tahap ini efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di IKN melalui pola kerja digital. Fase kedua (2025-2029) adalah pengembangan shared office di IKN, yaitu mewujudkan “smart government” serta penerapan shared offices.

Kemudian fase ketiga (2030-2039) adalah pengembangan agile government, yaitu kota cerdas dan pusat digital untuk berbagai sektor pemerintahan (Digital Government). 

Selanjutnya fase keempat (2035-2039) pembangunan kota cerdas industri 4.0, adanya penambahan amenitas digital dan perkotaan untuk penerapan digital government, dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial (Industry 4.0). 

Terakhir fase kelima (2040-2045) pembangunan kota cerdas dengan artificial intelligence (AI), yakni pengembangan konsep perluasan kota cerdas menuju society 5.0, pemerintahan bersifat citizen centric.

Sunday, 11 June 2023

ASN dan TNI/Polri Menuju IKN

ASN dan TNI/Polri Menuju IKN

Kabar Ngetren/Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas, mengumumkan bahwa sebanyak 11.274 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5.716 personel TNI/Polri siap dipindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. 

Pemindahan ini merupakan tugas dari Presiden Joko Widodo dan pemerintah telah menyusun skema pemindahan dengan baik.

Pada tahap pertama pada tahun 2024, total 16.990 orang akan dipindahkan, termasuk ASN dari 40 Kementerian/Lembaga dan personel TNI/Polri. 

Menurut Azwar Anas, banyak ASN yang berusia muda yang ingin ikut pindah ke IKN karena melihat kecanggihan dan kemajuan tempat tersebut.

IKN Nusantara akan menjadi tempat yang modern dan maju, dengan fasilitas olahraga, lahan hijau, apartemen, danau, serta dukungan untuk sekolah dan fasilitas rumah sakit yang baik. 

Tujuannya adalah agar semua orang, termasuk ASN, dapat bekerja dengan nyaman dan optimal di IKN.

Banyak anak muda juga mengharapkan dapat dimasukkan ke dalam skenario perpindahan ke IKN. (my)

Wednesday, 7 June 2023

Anggaran Pembangunan IKN Rp 24,16 Triliun

Anggaran Pembangunan IKN Rp 24,16 Triliun

Kabar Ngetren - Proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menggunakan anggaran sebesar Rp 24,16 triliun selama tiga tahun sejak 2020 hingga Maret 2023. Total anggaran yang dialokasikan untuk periode 2020-2023 mencapai Rp 36,72 triliun. Baca berita tanpa iklan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa "39 paket pekerjaan ini menghabiskan total anggaran sebesar Rp 24,16 triliun, dengan progres 29,87 persen" dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta pada Rabu (7/6/2023).

Beberapa infrastruktur IKN yang dibangun pada tahun 2023 termasuk alokasi anggaran Ditjen Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 1,14 triliun, Ditjen Bina Marga sebesar Rp 9,72 triliun, Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 11,58 triliun, Ditjen Perumahan sebesar Rp 4,2 triliun, dan Ditjen Bina Konstruksi sebesar Rp 0,03 triliun. 

Untuk proyek infrastruktur IKN setelah Maret 2023 hingga 2024 yang telah dikontrak, terdapat 37 paket senilai Rp 21,41 triliun.

Basuki menambahkan, "Perkiraan total anggaran untuk IKN 2020-2024 adalah Rp 62,27 triliun dengan total 76 paket pekerjaan."

Sebagai informasi, rencananya IKN akan diisi secara bertahap mulai tahun 2024. Kabarnya, yang akan menjadi pendatang pertama adalah sistem Pertahanan dan Keamanan Negara, termasuk TNI dan Polri.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga akan pindah pertama kali. (my)

Trending