Showing posts with label MUI. Show all posts
Showing posts with label MUI. Show all posts

Friday, 26 January 2024

Dubes Bunyan Saptomo: Tahun 2023 Kembalinya Era Ingin Menang Sendiri dan Mengalahkan Orang Lain


Jakarta - Tahun 2023 lalu adalah tahun kembalinya era kekuatan yakni era ingin menang sendiri dan mengalahkan orang lain, demikian kata Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Dubes Bunyan Saptomo pada "Refleksi Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024" di Aula Buya Hamka MUI, Jakarta (10/1/2024).

MUI dan ormas Islam di negara Muslim terbesar di dunia harus memperhatikan dunia Islam, lanjut Bunyan. 

Dunia Islam menurut beliau terbagi dalam tiga kategori yakni kelompok negara yang mayoritas penduduknya Muslim (52 negara), negara-negara OKI: 57 negara (termasuk minoritas Muslim seperti Suriname 15%, Guyana 6% dan Uganda 11%) dan masyarakat Islam (Muslim Ummah) yang terbesar di seluruh dunia. 

OKI sesungguhnya telah berhasil menggolkan resolusi agar PBB menetapkan PBB international day dalam combating islamophobia. 

"Ini keberhasilan OKI yang fenomenal dan luar biasa," kata Bunyan. Olehnya itu, kata beliau, tiap tahun pada bulan Maret kita terus peringati, sosialisasi dan dukung resolusi tersebut. 

Pada tahun 2023, MUI terus menyerukan resolusi terkait islamophobia dan pembelaan terhadap Palestina. 

"MUI telah berhasil mengumpulkan lebih 1 juta umat dengan dana dalam kegiatan di Monas yang dananya disalurkan ke Palestina," lanjutnya. 

MUI juga telah berinisiatif untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, namun karena ketidaksiapan maka dana tersebut diarahkan pada masyarakat Gaza. 

Hal menggembirakan pada 2023 lalu adalah adanya kesepakatan antara Saudi Arabia dan Iran. 

"Satu sebagai tokoh sunni dan satu oleh syiah dengan mediator China. Walaupu mediatornya bukan Muslim tapi kita harus berterima kasih untuk itu," kata beliau. 

Iran dan Saudi juga telah diterima bergabung dalam BRICS, yakni beberapa negara yang tergabung dalam organisasi untuk mengimbangi dominasi Barat. Brasil, Rusia, India, China, dan South Afrika. 

"Hal ini menunjukkan adanya peran China, dan berkurangnya ketergantungan Saudi ke Amerika, dan semakin kendornya kepungan Amerika terhadap Iran," kata beliau. Selama ini, ada banyak military base di sekitar Iran, dan saat ini telah berkurang. 

OKI dan BRICS memiliki kepentingan bersama untuk melawan global injustice. 

MUI selain melakukan program melawan islamophobia, mendukung Palestina, juga membuat Konferensi Internasional, Pelatihan Diplomasi dan Misi Muhibah ke Palestina, dan Uzbekistan. 

"Uzbekistan sangat senang dikunjungi oleh Indonesia sebab mereka beberapa tahu baru lepas dari Atheisme ke Islam," lanjutnya. Di masa lampau, Uzbekistan adalah pusat dari tokoh-tokoh Islam. 

Terkait tahun 2024, kita melihat dunia Islam masih akan mengalami isu islamophobia, masalah Palestina dan Rohingya, konflik-konflik dan pengungsi. 

Dunia Islam juga harus waspada, yakni kemungkinan peningkatan persaingan antara Barat (AS dan UE) dan Timur (China dan Rusia) yang kemungkinan akan menggunakan dunia Islam sebagai proksi. 

Untuk mengantisipasi itu, Komisi HLNKI akan melanjutkan berbagai program melawan islamophobia, promosi Islam Wasathiyah, pelatihan diplomasi, FGD pembentukan perwakilan MUI di luar negeri, misi muhibah ke luar negeri (Maroko, Saudi Arabia, Mesir, Malaysia, Brunei, dan Kamboja).

"Jika kecenderungan dunia sekarang lebih radikal, di Indonesia lebih moderat," kata Bunyan. 

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita Islam yang moderat dan dapat bekerjasama dengan berbagai negara di dunia," lanjutnya. 

Kata Dubes Bunyan, PBB telah menetapkan 0,7 % tiap negara dari Gross National Income. "Indonesia telah alokasikan 8 T tahun lalu. Masih kecil dibanding dengan Turki," lanjutnya. 

"Kita sangat senang jika civil society dapat bekerjasama dengan MUI dalam berbagai program untuk menciptakan perdamaian di dunia," tutup Dubes Bunyan Saptomo. 

(Yanuardi Syukur)

Wednesday, 22 March 2023

Kontroversi Piala Dunia U20: Muhammadiyah Tolak Kehadiran Timnas Israel

 

Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan.

Kabar Ngetren/Jakarta – Kontroversi mengenai kehadiran Timnas Israel U20 di Piala Dunia U20 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 terus memanas. 

Meskipun tim nasional sepak bola Israel berhasil lolos sebagai Runner Up Kualifikasi di Piala Dunia U20 setelah dikalahkan 1-3 oleh Timnas Inggris U20, beberapa pihak seperti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MUI, dan Gubernur Bali menolak kehadiran Timnas Israel U20 karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan merujuk pada semangat Anti-Imperialisme dan Anti-Kolonialisme. Kontroversi ini masih menjadi topik hangat dan menjadi perbincangan banyak orang di Tanah Air.


Gubernur Bali baru-baru ini bergabung dalam penolakan kehadiran Timnas Israel U20 di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U20. Ia mengirimkan surat ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menolak tim tersebut tidak bertanding di Bali karena tidak adanya hubungan diplomatik antara kedua negara. 


Kontroversi ini terus memanas menjelang pelaksanaan Piala Dunia U20 yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia mulai dari tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023. (Maulana Yusuf)

Trending