Showing posts with label Wakapolri. Show all posts
Showing posts with label Wakapolri. Show all posts

Saturday, 20 December 2025

Wakapolri Bagikan Sembako ke Ribuan Buruh, Wujud Kepedulian Polri di Sektor Industri Dalam Negeri


Kabar Ngetren/Pemalang - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menghadiri peresmian PT. Akarsa Garment Indonesia, yang kini resmi beroperasi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, (19/12/2025).


Pada momen tersebut, Wakapolri membagikan paket sembako pada ribuan pekerja, sebagai wujud kedekatan dan kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor industri yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.


“Tentu kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, melainkan momentum penting yang menumbuhkan kembali harapan para pekerja, serta membangun kesejahteraan serta menata masa depan yang lebih baik bagi para pekerja dan keluarga,” kata Wakapolri.



Wakapolri mengatakan, sektor tenaga ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional, karena berkontribusi dalam mendorong produktivitas ekonomi dan menjaga stabilitas sosial.


“Sebab dalam beberapa waktu terakhir ini, para pekerja dan pelaku industri dihadapkan dengan tantangan yang semakin kompleks,” kata Wakapolri.


Pada kesempatan itu, Wakapolri juga mengapresiasi pelaku industri dan seluruh elemen masyarakat yang terus menjadi mitra strategis Polri, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.



“Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, berkat sinergi Polri bersama pelaku industri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, lapangan kerja di sejumlah daerah terus bertumbuh,” kata Wakapolri, Jumat, (19/12/2025).


PT. Akarsa Garment Indonesia resmi mengoperasikan kembali fasilitas pabrik di Jalan Lingkar Luar Pemalang, Desa Kabunan, Kecamatan Taman yang sebelumnya tidak berfungsi.


Direktur PT. Akarsa Garment Indonesia, Alfindra Amanda mengatakan, revitalisasi dilakukan setelah akuisisi pabrik seluas kurang lebih 1,5 hektar, dengan fasilitas antara lain mess karyawan dan sekitar 900 unit mesin produksi yang siap dioperasikan.



“Revitalisasi pabrik ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan lapangan kerja yang sempat hilang, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” kata Alfindra.


Ia menambahkan, pengoperasian kembali pabrik juga diarahkan untuk mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tekstil lokal, baik sebagai pemasok kain, aksesoris, maupun jasa pendukung produksi.



Lebih lanjut, Alfrinda mengatakan, pengoperasian kembali pabrik tersebut sebagai harapan baru bagi para pekerja. 


“Ketersediaan lapangan kerja menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat,” kata Alfrinda. 


“Hari ini bukan sekedar kunjungan, hari ini adalah tombol kehidupan dari pabrik yang sempat padam, kita nyalakan lagi menjadi pabrik yang menyala, bukan hanya mesin yang berputar, tetapi hidup ribuan keluarga kembali berjalan” imbuh Alfrinda.


Sumber: Humas Polres Pemalang. 

Friday, 28 November 2025

Wakapolri: Pusat Studi Baru Jadi Langkah Visioner Perkuat Ilmu Kepolisian Indonesia


Kabar Ngetren/Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembentukan pusat-pusat studi baru di lingkungan STIK–Lemdiklat Polri merupakan langkah visioner untuk memperkuat landasan ilmu kepolisian Indonesia di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks. Menurutnya, Polri harus bergerak sejajar dengan negara-negara maju yang mengembangkan kajian akademik sebagai fondasi kebijakan kepolisian berbasis bukti ilmiah atau evidence-based policing. Jakarta, Kamis, (27/11/2025). 


Dalam pemaparannya, Wakapolri menjelaskan bahwa pusat kajian di institusi kepolisian negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, New Zealand, Australia, hingga Cina, telah menjadi laboratorium kebijakan publik yang mumpuni. Karena itu, Polri melihat bahwa peningkatan kualitas kajian ilmiah adalah kebutuhan mendesak.


“Hari ini bukan sekadar acara seremonial biasa, tetapi langkah visioner untuk memperkuat landasan pengetahuan Polri di tengah dinamika keamanan yang makin kompleks,” ujar Komjen Dedi.


Beliau menekankan bahwa lingkungan strategis saat ini berubah sangat cepat. Kejahatan siber semakin canggih, kejahatan lintas negara semakin variatif, radikalisme berkembang dinamis, hingga arus disinformasi yang mengancam stabilitas sosial. Di sisi lain, tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas Polri semakin tinggi.



“Kebijakan strategis Polri harus dibangun dari data yang kuat dan analisis riset yang tajam. Riset itu fondasi dari setiap solusi dan kebijakan,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, Polri terus mendorong penerapan evidence-based policing melalui pembentukan berbagai pusat studi. Pusat-pusat ini diproyeksikan menjadi laboratorium kebijakan publik kepolisian yang menghasilkan kajian strategis, pemetaan ancaman, evaluasi program, dan formulasi kebijakan presisi sesuai arah akselerasi transformasi Polri.


Wakapolri juga memaparkan delapan arah akselerasi transformasi Polri, meliputi transformasi organisasi, pelayanan publik, operasional, pengawasan, serta empat dukungan transformasi di bidang kehumasan, teknologi informasi, pendidikan dan SDM, serta bidang lainnya yang terus diperluas.


Pada kesempatan tersebut, tiga pusat studi resmi diperkenalkan: Pusat Studi Hukum, Pusat Studi Kehumasan, dan Pusat Studi Pasifik–Oseania. Ketiganya memperkuat enam pusat studi lain yang sudah diluncurkan sebelumnya, seperti pusat studi anti korupsi, terorisme, cyber, ilmu kepolisian, pemolisian masyarakat, dan keamanan lintas sektoral.


Wakapolri menekankan pentingnya pusat studi SDM, mengingat Polri kini mengelola sekitar 481 ribu personel, jumlah terbesar kedua di dunia setelah Cina. Menurutnya, kualitas SDM menjadi syarat utama bagi perubahan organisasi apa pun.


“Tidak ada organisasi hebat tanpa sumber daya manusia yang hebat. Itu hukum alam organisasi. Karena itu pusat kajian SDM sangat penting untuk membuka wawasan, membangun kapasitas, dan memperkuat profesionalitas personel Polri,” jelas Komjen Dedi.


Selain itu, Polri juga tengah menyiapkan pusat studi forensik (kedokteran dan digital forensik) serta pusat studi teknologi kepolisian yang mengarah pada pengembangan industri keamanan nasional. Wakapolri menyebut bahwa perkembangan teknologi kepolisian harus terus direspons dengan riset dan inovasi yang berkelanjutan.


Wakapolri juga menegaskan pentingnya kerja sama internasional. Saat ini Polri telah bekerja sama dengan 43 universitas dalam negeri serta beberapa institusi pendidikan kepolisian di luar negeri, seperti New Zealand Police College, termasuk mengirim personel belajar melalui program LPDP di Glasgow dan sejumlah universitas terbaik dunia.


Seluruh pembangunan pusat studi ini, kata Wakapolri, merupakan bagian dari langkah besar untuk mengembangkan STIK–PTIK menjadi universitas kepolisian modern yang terbuka, adaptif, dan berstandar global.


“Kita tidak bisa membiarkan STIK–PTIK stagnan. Dengan akselerasi yang tepat, STIK–PTIK dapat berkembang menjadi universitas kepolisian yang melahirkan kajian ilmiah hebat dan SDM Polri yang unggul. Ini modal kita untuk masa depan Polri dan masa depan Indonesia,” pungkas Wakapolri.


Sumber: ***

Tuesday, 30 January 2024

Diresmikan Wakapolri, RS Bhayangkara Blora Resmi Beroperasi

Diresmikan Wakapolri, RS Bhayangkara Blora Siap Layani Seluruh Lapisan Masyarakat 

BLORA - Polda Jateng|Rumah Sakit Bhayangkara Blora dibangun di atas lahan seluas 22.629 M² yang berlokasi di Jalan Raya Blora-Purwodadi tepatnya di desa jagong kecamatan kunduran kabupaten Blora. 20 km dari pusat Kota Blora dan 42 km dari pusat Kota Grobogan.

Rumah sakit Tingkat IV yang dibangun guna menjadi rumah sakit rujukan anggota Polri dan masyarakat umum ini resmi beroperasi, usai diresmikan WakapolrI, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, pada Selasa (30/1/2024)

Selain itu, Wakapolri juga membuka gelaran bakti sosial dan bakti kesehatan di sekitar lokasi rumah sakit. 

Kegiatan bakti kesehatan yang dilaksanakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pemeriksaan gigi dan mata, serta pab smear. 

Sedangkan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan meliputi khitanan massal serta pembagian paket sembako sebanyak 5.000 paket untuk warga kurang mampu 

Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri dan Polda Jateng ini, turut hadir Forkopimda Jateng Dan Forkopimda Kabupaten Blora, serta beberapa undangan lainnya. 


Dalam konferensi pers di depan media, Wakapolri Komjen Agus Andrianto mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Blora. 

Dirinya berharap keberadaan rumah sakit ini bermanfaat serta bisa meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Blora.

"Terima kasih pemerintah Kabupaten Blora telah menghibahkan tanahnya, semoga pembangunan bisa dilanjutkan," kata Wakapolri yang juga putra kelahiran Blora itu 

Komjen Agus selanjutnya menjelaskan tentang fungsi sosial rumah sakit yang harus diutamakan dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses kesehatan dan masyarakat kurang mampu

"Semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Untuk fungsi sosial ini agar dikoordinasikan dengan BPJS dan instansi terkait," ungkapnya.

 Wakapolri berharap agar RS Bhayangkara Blora terus dikembangkan sehingga meningkat dari rumah sakit tingkat 4 menjadi 3, atau bahkan tingkat yang lebih tinggi. 

Dirinya juga memberikan masukan agar perekrutan tenaga medis dan tenaga kesehatan memberikan prioritas kepada warga lokal dan sekitarnya sehingga turut mendorong penyediaan lapangan kerja bagi putra-putra daerah setempat 

"Polri akan terus berupaya untuk mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan baik dari segi sarana dan prasarana, sumber daya manusia pelayanan dan lain-lain, termasuk di rumah sakit ini. Sehingga ke depan kualifikasi rumah sakit ini dapat terus ditingkatkan," pungkas Wakapolri

Thursday, 27 July 2023

Wakapolri Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Blora

Wakapolri Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Blora

Kabar Ngetren/Blora - Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Blora dalam rangka meninjau pembangunan RS Bhayangkara serta menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan bagi warga setempat. Kegiatan ini diadakan sebagai sarana cooling system menyambut tahun politik 2024.

Dalam kunjungannya, Komjen Agus menjelaskan bahwa kontestasi politik yang sedang berlangsung berpotensi meningkatkan suhu kamtibmas. Oleh karena itu, Polri mengambil langkah menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan untuk masyarakat sebagai upaya mendinginkan situasi.

"Kabupaten Blora memiliki potensi warganya yang mampu berkiprah di lembaga pemerintahan, termasuk TNI dan Polri. Saya mengajak warga lebih giat belajar dan berani tampil di level yang lebih tinggi," ungkap Komjen Agus, jenderal bintang tiga yang merupakan kelahiran Blora.

Kegiatan bakti sosial mengalami respon positif dari masyarakat, dengan ribuan paket sembako, kursi roda, dan santunan disalurkan kepada yang membutuhkan. Sementara itu, kegiatan bakti kesehatan memberikan layanan kesehatan kepada ribuan masyarakat, termasuk pengobatan gratis, khitanan massal, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Selain itu, Komjen Agus juga mengajak pemerintah, termasuk Polri, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari ancaman inflasi. Para pejabat, khususnya kepolisian, diminta untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan dan taraf ekonomi masyarakat.

"Kami akan bertindak tegas terhadap bentuk penyimpangan yang merugikan masyarakat. Jaga kepercayaan publik, agar kita dapat mengawal setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Komjen Agus.

Kunjungan dan kegiatan bakti sosial serta bakti kesehatan ini disambut dengan antusiasme besar oleh masyarakat Blora, menandakan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi tahun politik yang akan datang. (red)

Trending