Showing posts with label Majelis Ulama Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Majelis Ulama Indonesia. Show all posts

Friday, 26 January 2024

Komisi HLNKI Majelis Ulama Indonesia Menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024


Jakarta - Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia menggelar "Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024" dengan pembicara Sekjen MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan, Ketua Bidang HLNKI MUI Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, dan Ketua Komisi HLNKI MUI Dubes Bunyan Saptomo yang dimoderatori Wakil Ketua Komisi HLNKI MUI Dr. Amirah Nahrawi. Acara berlangsung di Aula Buya Hamka MUI, Jakarta (10/1/2024).

Kegiatan dibuka oleh Sekjen MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan yang membahas tiga hal, yakni pentingnya muhasabah diri terhadap tahun 2023, situasi geopolitik dunia Islam, dan peran strategis MUI dalam mengatasi problem global. 

"Muhasabah dimulai dari diri sendiri, selanjutnya dilakukan oleh setiap umat dan bangsa agar kita berubah menjadi yang lebih baik setiap harinya," kata beliau. 

Selanjutnya, Buya Amirsyah menyebut fakta berlanjutnya penindasan teroris zionis Israel terhadap Palestina. Selain itu, lanjut beliau, juga berlarutnya konflik di Afghanistan, Sudan, Surian, Yaman, Libya, Somalia, Rohingya, serta penindasan terhadap minoritas muslim di sejumlah negara. 

Problem islamophobia, juga menurut Buya Amirsyah masih tinggi di berbagai negara di dunia. 

Buya Amirsyah mengakhiri paparannya dengan menjelaskan peran strategis Majelis Ulama Indonesia mengatasi problematika global. Beliau menyebut bahwa dalam berbagai programnya, MUI berpijak pada konsep Islam Wasathiyah, termasuk dalam hubungan luar negeri. 

Buya Amirsyah juga menyampaikan rekomendasikan hasil Mukernas III MUI tahun 2023 lalu, yang diantaranya adalah menyerukan dan mendesak kepada masyarakat atau lembaga internasional dan PBB agar secepatnya menghentikan pembantian dan genosida yang dilakukan rezim teroris Israel terhadap rakyat Palestina dan menyeret para pemimpin mereka ke Pengadilan Internasional. 

Selain itu, MUI juga meminta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar bersikap lebih tegas dan konkret memperjuangkan bangsa dan kemerdekaan Palestin dan nasib minoritas Muslim di berbagai negara serta menggalang dukungan masyarakat dunia. 

Selain itu, MUI juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap pemerintah Indonesia yang tegas dalam membela Palestina. 

Kemudian, MUI juga mendesak PBB dan negara-negara ASEAN untuk membahas memberikan solusi terhadap persoalan pengungsi bangsa Rohingya, Afghanistan, Somalia, Syiria, Yaman, dan lainnya. 

(Yanuardi Syukur)

Friday, 10 March 2023

Menolak Penjajahan Palestina: MUI Dukung Boikot Kurma Israel

 


Kabar Ngetren/Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadan, kurma menjadi makanan favorit umat Muslim di Indonesia. Namun, apa jadinya jika kurma yang kita konsumsi ternyata hasil penjualannya digunakan untuk mendukung penjajahan Israel di Palestina? Sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia sebagaimana amanat undang-undang 1945 tidak setuju dengan penjajahan dan berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan di seluruh dunia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung seruan boikot terhadap produk kurma Israel.


Seruan boikot ini bermula dari Friends of Al Aqsa (FOA), sebuah komunitas yang peduli dengan Masjid Al Aqsa di Palestina. Mereka meminta masyarakat Muslim untuk tidak membeli kurma "rasa apartheid" yang diproduksi oleh merek-merek Israel seperti King Solomon Dates, Urban Platter, SN (Sincerely Nuts), Hadiklaim, Stardates, Jordan River, Delilah, Anasarah, Carmel, Mehadrin, Food to Life, dan Nawa Fresh.


Sebagai makanan yang disunahkan oleh Rasulullah, kurma memiliki makna dan nilai yang tinggi bagi umat Muslim. Oleh karena itu, sebagai ganti produk kurma Israel, masyarakat dapat memilih produk kurma dari negara lain yang tidak terkait dengan penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Dalam menjalankan ibadah puasa, kita perlu memperhatikan aspek moral dan etika dalam memilih makanan yang dikonsumsi.


Boikot produk kurma Israel tidak hanya menjadi dukungan moral bagi Palestina, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperjuangkan keadilan dan perdamaian di dunia. Mari dukung kampanye boikot produk kurma Israel dan tunjukkan kepedulian kita terhadap hak asasi manusia dan perdamaian dunia.


Jangan lupa untuk memilih produk kurma yang halal dan bermanfaat bagi tubuh kita. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih produk yang sesuai dengan nilai-nilai kita sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia.  (Aris Mushofa)

Trending