Showing posts with label penambang pasir. Show all posts
Showing posts with label penambang pasir. Show all posts

Saturday, 29 April 2023

Mencengangkan! Lagi, Seorang Perempuan Terjun ke Sungai Klawing di Purbalingga



Kabar Ngetren/Purbalingga – Polres Purbalingga melaporkan peristiwa seorang perempuan yang terjun ke Sungai Klawing di Kelurahan Bancar, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga pada Jumat (28/4/2023) malam. Diduga kuat, peristiwa tersebut merupakan upaya bunuh diri, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.


Kapolsek Purbalingga, AKP Siswanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku adalah seorang perempuan berusia 20 tahun dengan inisial BP, yang berasal dari Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.


"Dugaan sementara, perempuan tersebut hendak bunuh diri dengan menceburkan dirinya ke sungai. Namun kami masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya pada Sabtu (29/4/2023).


Menurut keterangan beberapa saksi, sebelum kejadian perempuan tersebut terlihat berada di atas jembatan bersama seorang laki-laki yang diduga sebagai kekasihnya. Kemudian keduanya terlibat pertengkaran yang berujung pada terjunnya perempuan tersebut ke sungai.


"Warga di sekitar lokasi yang melihat kejadian kemudian berteriak minta tolong. Perempuan tersebut berhasil diselamatkan oleh penambang pasir yang ada di Sungai Klawing," katanya.


Kapolsek menambahkan bahwa setelah berhasil diselamatkan, perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Meski kondisinya sadar, ia masih membutuhkan perawatan dari petugas medis. (eFHa)

Saturday, 11 March 2023

Polda Jateng Siapkan Himbauan agar Masyarakat Aman dari Letusan Gunung Merapi

 


Kabar Ngetren/Semarang –  Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan. Pada Sabtu (11/3/2023), gunung yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengeluarkan guguran awan panas yang meluncur ke arah Bebeng/Krasak, Yogyakarta.


Selain itu, terjadi pula satu kali guyuran lava dengan jarak luncur mencapai 1500 meter ke arah barat daya. BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) menyatakan bahwa terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada tanggal 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB.


Karena aktivitas Gunung Merapi yang semakin meningkat, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengimbau masyarakat, terutama di wilayah Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk berhati-hati. Ia meminta segala aktivitas masyarakat di sekitar Gunung Merapi, terutama dalam radius 7 km, untuk dihentikan.


"Pendakian gunung, wisata, dan penambangan pasir hendaknya dihentikan. Warga juga diimbau untuk segera pindah ke lokasi yang lebih aman," kata Kabidhumas.


Polda Jateng telah berkoordinasi dengan BPBD dan menyiapkan personil yang siap digerakkan sewaktu-waktu jika diperlukan. Untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi, Polda Jateng juga mengeluarkan sejumlah himbauan kepada masyarakat agar tetap aman dan tidak terdampak serius oleh letusan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.


Beberapa himbauan tersebut meliputi:

  1. Siapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengatasi debu vulkanik.
  2. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak pemerintah.
  3. Siapkan logistik perorangan, seperti makanan siap saji, lampu senter dan baterai cadangan, uang tunai yang cukup serta obat-obatan.
  4. Jangan berada di lokasi yang direkomendasikan untuk dikosongkan, termasuk pendaki dan penambang pasir.
  5. Hindari lembah atau daerah aliran sungai karena berpotensi terkena bahaya lahar dingin saat hujan.


Kabidhumas menambahkan, "Kami menghimbau warga untuk mengenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan topi. Jangan mudah termakan berita hoax dan selalu patuhi anjuran yang diberikan oleh pemerintah, petugas TNI dan Polri, serta pihak berkompeten lainnya." (eFHa)

Trending