Showing posts with label tokoh agama. Show all posts
Showing posts with label tokoh agama. Show all posts

Monday, 15 September 2025

Ahmad Fauzan Resmi Kembali Jadi Ketua MUI Kecamatan Balongan Periode 2025-2030

Ahmad Fauzan Resmi Kembali Jadi Ketua MUI Kecamatan Balongan Periode 2025-2030

Indramayu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongan resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Acara berlangsung khidmat di Aula Kantor Kecamatan Balongan pada Senin (15/09/2025).


Dalam prosesi tersebut, Ahmad Fauzan kembali dipercaya menjadi Ketua MUI Kecamatan Balongan. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH. Muhammad Syatori, sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah aklamasi yang telah digelar pada 15 Juli 2025.


Surat Keputusan kepengurusan dari MUI Kabupaten Indramayu diterima pada 15 September 2025. Dengan demikian, Ahmad Fauzan resmi menahkodai MUI Balongan untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menjabat pada periode 2015–2020 dan 2020–2025.


Peran Strategis Ulama dalam Pembangunan


Dalam sambutannya, Ahmad Fauzan mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya.


“Alhamdulillah saya telah menjalankan program sejak menerima mandat, namun dengan kembalinya pengukuhan ini, saya memperoleh legitimasi penuh untuk melangkah lebih kuat ke depan dan bisa menjalankan amanah yang sudah dimandatkan,” ujarnya.


Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH. Muhammad Syatori, turut menekankan pentingnya menjaga tradisi lama yang baik sambil tetap terbuka dengan inovasi. Ia mengutip prinsip klasik, “al-muhafazhatu ‘ala al-qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, yang berarti menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.


Ia juga berharap MUI Kecamatan Balongan dapat semakin bersinergi dengan majelis taklim, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan Islam lainnya demi membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan bermartabat.


Dihadiri Forkopimcam dan Tokoh Penting


Acara pengukuhan turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Indramayu KH. Muhammad Syatori, Sekum H. Harto Prayitno, Camat Balongan Ade Sukma Wibowo, unsur Forkopimcam, TNI/Polri, Kepala KUA Balongan, serta para ulama dan tokoh agama setempat.


Camat Balongan yang baru, Ade Sukma Wibowo, menyampaikan ucapan selamat sekaligus memperkenalkan diri menggantikan pejabat sebelumnya, Opik Hidayat.


“Alhamdulillah semoga dengan dilantiknya pengurus MUI Kecamatan Balongan masa khidmat 2025–2030, kita selalu bisa bersinergi dan menjalankan amanah roda pemerintahan di Balongan,” ucapnya.


Ia juga berharap seluruh unsur Forkopimcam dapat terus saling mengenal dan bekerja sama untuk kepentingan umat.


Pengukuhan Ahmad Fauzan sebagai Ketua MUI Kecamatan Balongan periode 2025–2030 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam kehidupan masyarakat. 


Dengan dukungan Forkopimcam dan tokoh agama, MUI Balongan diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom umat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah. (Thoha).

Tuesday, 6 February 2024

Babel Beragama Tеmuі Tokoh Mаѕуаrаkаt dan Tоkоh Agаmа di Bаngkа Sеlаtаn untuk Gаnjаr Mаhfud

Babel Beragama Tеmuі Tokoh Mаѕуаrаkаt dan Tоkоh Agаmа di Bаngkа Sеlаtаn untuk Gаnjаr Mаhfud

Bangka Selatan - Ketua babel bеrаgаmа H. Fathurrohman MPd.I terus turun kelapangan kаlі іnі ia door tо dооr bаgіkаn kаоѕ gаnjаr mаfud ѕеrtа ѕоѕіаlіѕааіkаn рrоgrаm ktр sakti dі desa nуеlаndіng kecamatan аіr gegas kabupaten Bаngkа Sеlаtаn ѕеnіn 5/2/2024.

Kegiatan іnі dіhаdіrі оlеh kеtuа Babel Bеrаgаmа Fаthurrоhmаn, SAg, Mрd. I, Pemuda dаn tоkоh agama,serta mаѕуаrаkаt ѕеkіtаr уаng mаnа асаrа ini tepatnya dіlаkѕаnаkаn di salah ѕаtu rumah wаrgа Hayat, рukul 20.00 WIB ,dаn dibuka resmi oleh Fаthurrоhmаn, SAg, Mрd. I.

"Kеgіаtаn іnі bertujuan mеngаkrаbkаn kepada masyarakat nаmа gаnjаr mаhfud serta реrоgrаm andalannya, yakni ktр sakti. Hаdіrіn ѕеkаlіаn tak kеnаl mаkа tаk сіntа іnі аdаlаh ѕlоgаn kаmі,jаdі jangan luра tаnggаl 14 fеbuаrі соblоѕ pasangan capres nо 3."uсар kеtuа bаbеl beragama saat ѕаmbutаn nуа.

Aсаrа kegiatan іnі ѕаngаt bеrjаlаn lаnсаr ѕеkаlі tаmраk suasana begitu саіr dan реnuh ke akraban ѕааt асаrа bеrlаngѕung .Tоkоh реmudа dаn tokoh аgаmа bеrhаrар agar bаbеl beragama sering ѕеrіng datang аgаr mаауаrаkаt kеnаl dаn mаu mеmіlіh pasangan no 3 уаknі gаnjаr mаhfud.

(Putri Rаhmаwаtі)

Friday, 26 January 2024

Tokoh Agama dan Pemilu Damai

Oleh Yanuardi Syukur

Tokoh agama adalah elite di dalam masyarakat kita. Dalam ranah keagamaan, masyarakat percaya pada peran tokoh agama, misalnya dalam memimpin shalat, penyelenggaraan jenazah, hingga pilihan terhadap calon pemimpin di tingkat lokal atau nasional. Singkatnya, tokoh agama dihormati dan didengarkan, at least oleh pengikutnya, sebab posisi agama masih bersifat sentral, bukan periferi di Indonesia. 

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 14 Februari 2024 yang akan datang, peran tokoh agama signifikan untuk menjaga agar suksesi nasional tersebut berjalan dengan lancar. Ketegangan di media sosial sesungguhnya dapat diminimalisir dengan kesadaran bahwa perbedaan itu biasa, dan jangan sampai perbedaan merusak silaturahmi. 

Harapan para tokoh agama dalam pemilu, setidaknya dapat dijelaskan oleh judul Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Majelis-Majelis Agama di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (16/1/2024) dengan judul "mengawal Pemilu damai, jujur, adil dan bermartabat." 

Majelis Ulama Indonesia sebagai host kegiatan tersebut sebelumnya juga telah mengeluarkan arahan (taujihat) demi melahirkan Pemilu yang ideal. Dua di antaranya adalah sebagai berikut. 

Pertama, MUl menyerukan semua pihak agar senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan dalam Pemilu 2024 dengan mengutamakan kepentingan bersama sebagai bangsa, menghindari politik golongan dengan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah yang didasari pelaksanaan nilai-nilai agama.

Kedua, MUI menyerukan kepada media massa, media elektronik, dan media online untuk bersikap netral dan pro aktif mendidik masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita bohong (hoax), dan ujaran kebencian (hate speech), sehingga mampu menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi informasi selama proses pelaksanaan Pemilu 2024.

Artinya, para tokoh agama berharap agar hajatan nasional tersebut tidak membawa 'perang', dusta, ketidakadilan dan pelanggaran terhadap martabat. Seruan moral tersebut rasanya penting untuk diaplikasikan, walaupun ada yang bilang itu bukan hal mudah di tengah berbagai hasrat kuasa yang sangat mungkin melegalkan atau menerabas segala cara. 

Amatan saya dari berbagai obrolan di media sosial dan obrolan warung kopi, masyarakat berharap pemilu berjalan dengan lancar. Bagi kalangan Muslim, siapa pemimpin nanti, sesungguhnya telah tercatat dalam lauhil mahfudz, 'kitab yang terjaga', akan tetapi ikhtiar untuk memilih pemimpin ideal tetap harus dilakukan. 

Lantas, yang mana itu 'pemimpin ideal'? Bagi masyarakat yang berpikir idealis-edukatif, pemimpin yang berpendidikan adalah utama. Mereka berharap Indonesia dipimpin oleh sosok yang relatif 'bersih', visioner, punya track record baik, serta syukur-syukur bisa setara dengan pemimpin lainnya di tingkat dunia dan dekat dengan mayoritas pemilih berbasis religius di Indonesia. 

Bagi yang berpikir merakyat-taat hukum, mereka akan pilih pemimpin yang dianggap representasi wong cilik, di-back up oleh kuasa partai dengan jejaring rakyat banyak, serta berwakilkan orang yang tahu hukum. Sebab, merakyat saja tidak cukup, butuh ketaatan pada hukum. 

Sedangkan, masyarakat yang berharap agar Indonesia dipimpin oleh sosok kuat, berkarakter, dan tidak diragukan nasionalisme-nya untuk bangsa, akan memilih calon yang dekat dengan itu. Kolaborasi tua-muda, keras-selow, serta penguasa masa lalu-masa kini, adalah pilihan untuk mereka. Prinsipnya, "saya pilih yang kemungkinan besar menang." Kata 'kemungkinan besar' mengandung arti bahwa ada unsur 'besar' yakni power yang mendukung itu. 

Terlepas dari pilihan masyarakat, tokoh agama secara publik adalah 'kompas moral' bagi pemilih agar tetap bijaksana dalam memilih pemimpin. Siapapun pemimpinnya, tiga pasang tersebut telah diverifikasi dan layak untuk jadi pemimpin. Beda pilihan itu biasa. Sebaliknya, perbedaan haruslah dilihat sebagai kekuatan untuk bersinergi. Ibaratnya, kita akan dapat banyak insights jika bertemu orang yang berbeda. 

Sebagai cultural broker atau 'perantara kebudayaan', tokoh agama adalah patron masyarakat untuk memilih mana yang terbaik. Walaupun tiap tokoh tidak sama pilihannya, akan tetapi secara publik mereka tetap perlu menyerukan secara bijaksana terkait pentingnya kebesaran hati menerima siapapun yang terpilih dari tiga paslon tersebut.
 
Kita berharap pemilu nanti berjalan dengan lancar, paling tidak seperti harapan ormas Islam dan majelis-majelis agama untuk menciptakan pemilu yang damai, jujur, adil dan bermartabat. Jika capaian itu agak sulit seratus persen, setidaknya paling kurangnya harus diperjuangkan agar bisa mencapai idealitas tersebut. 
 
Depok, 15 Jan 2024

Sunday, 30 April 2023

Nilai-Nilai Kerukunan dan Saling Berbagi dalam Tradisi Lebaran Ketupat di Banyumas



Kabar Ngetren/Banyumas – Warga muslim di Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merayakan tradisi Lebaran Ketupat satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. 


Tradisi ini tidak hanya sekadar makan ketupat, tetapi juga sebagai momen untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan kesalahan antar sesama.


Pengurus Mushola Al-Ishlah di kelurahan Karanglewas Lor, Ustadz Asron, menjelaskan bahwa warga dan jamaah mushola menggelar tradisi Lebaran Ketupat dengan membuat ketupat dan lepet bersama-sama yang kemudian dibawa ke mushola. 


Mereka menjalankan puasa Ramadan, kemudian melanjutkan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah dan berpuasa Syawal selama enam hari bersama anggota keluarga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan mengirim doa kepada para leluhur, serta menjalin silaturahim antar warga dan bermaaf-maafan.


Sebelumnya, Ketua takmir mushola Al-Ishlah, H. Edy Prayitno, mengatakan bahwa tradisi Lebaran Ketupat dimulai dengan sholat subuh berjamaah, dzikir singkat, doa subuh, kultum oleh KH. Tolhah Mansur, doa selesai melaksanakan puasa Syawal, dan dilanjutkan dengan makan ketupat dan lepet bersama-sama di mushola. 


Warga yang hadir dalam acara ini juga menyisihkan 2 buah ketupat dan lepet masing-masing untuk diserahkan kepada Imam mushola dan dibagikan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan takmir mushola.


Salah satu tokoh, H. Moelyono, menambahkan bahwa tahun ini acara Lebaran Ketupat lebih meriah karena banyak warga yang pulang kampung. 


Tradisi Lebaran Ketupat ini merupakan tradisi turun temurun yang patut dilestarikan karena memiliki nilai-nilai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta, kirim doa untuk para leluhur, nilai kerukunan, serta nilai saling berbagi antar sesama muslim. ((Slh,DJ, eFHa)

Suksesnya Acara Sertijab Ketua RT: Bukan Hanya Ganti Ketua, Tapi Juga Mempererat Persatuan Warga

 


Kabar Ngetren/Banyumas –  Acara serah terima jabatan (sertijab) Ketua RT 003 RW 010 di Perumahan Griya Satria, Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, digelar pada Sabtu (29/04/2023) malam. Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, Dawis, serta seluruh warga RT 003 dan panitia.


Ketua Panitia, H. Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas kekurangan panitia selama pelaksanaan sertijab. Ia berharap acara ini tidak mengurangi kekhidmatan silaturahmi antara warga pada perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah.


Ketua RW 010, Sri Winarno, dalam sambutannya, memberikan selamat dan sukses kepada Ketua RT terpilih, Irfing Permana. Ia juga meminta Irfing Permana untuk melanjutkan keaktifan pengurus lama dalam komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh, warga, RW, kelurahan, serta mendukung semua program pembangunan di lingkungan RW 010.


Ketua RT terpilih, Irfing Permana, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan memohon bimbingan serta kerjasama dari semua pihak. Ia berencana untuk melakukan safari silaturahmi dengan kesepuhan, tokoh, dan warga untuk memohon masukan, saran, dan ide demi kemajuan wilayah.


Sebelumnya, telah dilakukan penyerahan sejumlah aset RT, berkas kearsipan, dan stempel dari ketua RT sebelumnya kepada RT yang baru. Acara ini ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Amrulloh Sucipto, yang menyampaikan tentang kebaikan orang yang bertaqwa, rajin silaturahmi, memiliki keluarga harmonis, hidup rukun bersama warga, serta doa bersama dan salam-salaman.


Acara sertijab berjalan lancar dan sukses, dan dihadiri oleh seluruh warga RT 003 dan para tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, Dawis, serta panitia. ((Slh,DJ, eFHa)

Tuesday, 18 April 2023

Polres Purbalingga Musnahkan Miras dan Petasan Selama Ramadan


Kabar Ngetren/Purbalingga - Pada Senin (17/4/2023), Polres Purbalingga melaksanakan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) yang merupakan hasil dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadan.


Pemusnahan dilakukan setelah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023 di jalan lingkar Alun-alun Purbalingga.


Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan, mengatakan bahwa pada hari tersebut dilakukan pemusnahan miras pabrikan dan tradisional. Jumlah keseluruhan dari barang bukti tersebut sebanyak 4.610 botol miras berbagai jenis, dan sekitar 573 liter miras tradisional jenis tuak dan ciu yang dimusnahkan.


Selain miras, dalam KRYD Polres Purbalingga juga melakukan penindakan terhadap penjual petasan. Dari hasil penindakan, ditemukan sekitar 18.253 butir petasan serta bahan pembuatnya, seperti bubuk mesiu seberat 7,8 kilogram, arang 12,8 kilogram, potasium 7 kilogram, brown 10,5 kilogram, dan belerang 3,2 kilogram. 


Barang bukti petasan dan bahan pembuatnya kemudian dilakukan pemusnahan oleh Tim Jibom Satbrimob Polda Jateng.



Kapolres menambahkan bahwa sasaran ketiga dari kegiatan tersebut adalah kendaraan dengan knalpot brong. Pada KRYD bulan Ramadan, sebanyak 338 buah knalpot brong ditemukan dan akan dilakukan pemusnahan.


Kegiatan pemusnahan miras dihadiri oleh Forkopimda Purbalingga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Dilakukan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti miras, dan pemusnahan dilakukan dengan menghancurkan menggunakan kendaraan berat. (eFHa)

Trending