Showing posts with label Menteri Komunikasi dan Informatika. Show all posts
Showing posts with label Menteri Komunikasi dan Informatika. Show all posts

Wednesday, 5 July 2023

Pro dan Kontra Terkait Penyinggungan Nama Presiden dalam Kasus Johnny G. Plate

Pro dan Kontra Terkait Penyinggungan Nama Presiden dalam Kasus Johnny G. Plate

Kabar Ngetren/Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika nonaktif, Johnny G. Plate, didakwa menerima uang sebesar Rp17,8 miliar terkait dengan korupsi proyek base transceiver station (BTS).

Dalam eksepsi yang disampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Johnny menyatakan keberatannya terhadap dakwaan jaksa, dengan mengklaim bahwa dakwaan tersebut tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan penyidikan.

Johnny menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk melakukan korupsi. Ia menjelaskan bahwa proyek BTS 4G merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan digitalisasi yang merata di seluruh Indonesia.

Respons masyarakat terhadap penyinggungan nama Presiden Jokowi dalam sidang eksepsi ini memunculkan pro dan kontra di antara warganet.

Beberapa masyarakat menganggap bahwa tindakan yang dilakukan oleh Presiden adalah arahan pembangunan yang harus dijalankan oleh seorang Menteri, sementara yang lain berharap agar pihak yang disebutkan dalam persidangan dapat memberikan penjelasan atau diperiksa, meskipun termasuk seorang Presiden.

Banyak warganet yang mengikuti siaran langsung sidang eksepsi Johnny, dan mereka melihatnya sebagai konsekuensi politik yang sedang memanas antara Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) dan Koalisi Pemerintahan yang mulai terguncang.

Sebagai warga negara Indonesia, harapan terbesar masyarakat adalah agar pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanat yang telah diberikan kepada pejabat tersebut. (MY)

Thursday, 18 May 2023

Menkominfo Johnny G.Plate ditetapkan tersangka





Kabar Ngetren/Jakarta - Hari ini Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka kasus korupsi BTS Kominfo Rp 8 triliun. Dengan ini, jumlah tersangka menjadi enam orang.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi BTS Bakti Kominfo bermula ketika kementerian itu memberikan pelayanan digital di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kominfo membangun infrastruktur 4.200 site BTS.

Oleh sebab itu, dalam proses pengadaannya, terdapat kondisi persaingan yang tidak sehat. Pada akhirnya diduga terdapat kemahalan harga yang harus dibayar oleh negara.

Selain mengusut dugaan korupsinya, Kejagung mengusut kasus dugaan pencucian uang terkait kasus korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika 2020-2022.

Adik Johnny G Plate, Gregorius Alex Plate, diketahui mengembalikan uang Rp 534 juta yang diduga merupakan fasilitas dari Bakti Kominfo. Saat itu, Kejagung pun mengusut soal aliran duit itu.

Penetapan tersangka sendiri, ditetapkan setelah Kejagung memeriksa Plate pada hari ini. Kejagung menemukan cukup bukti mengenai keterlibatan Plate.

Dalam kasus ini, Johnny terancam penjara seumur hidup. "Pasalnya (menjerat Johnny) Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat konpers di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan.

Berikut 6 daftar tersangka, termasuk Johnny G.Plate Menteri Kominfo. Inilah daftarnya :

1. Anang Achmad Latif selaku Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika
2. Galubang Menak selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia
3. Yohan Suryanto selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020
4. Mukti Ali selaku Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment
5. Irwan Hermawan selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy
6. Johnny G Plate selaku Menkominfo

Mengetahui Johnny G.Plate ditetapkan tersangka oleh Kejagung. Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh memberikan duka dan sedihnya saat memberikan pernyataan di Nasdem Tower, Cikini Jakarta Pusat.

"Saya memahami kasus seperti ini bukan yang pertama kali dihadapi partai ini tapi untuk hal yang terjadi kali ini kepada Sekretaris Jenderal Partai NasDem saudara kami, Johnny Plate, saya ucapkan sekali lagi kami berduka untuk ini," kata Paloh di kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2023).

Surya Paloh mengaku berupaya tidak menunjukkan kesedihan. Sebab, seperti yang disampaikan oleh Surya Paloh selaku Ketua Umum bahwa disebabkan suasana kantor NasDem berbeda hari ini. (Maulana Yusuf)

Trending