Showing posts with label Mandailing Natal. Show all posts
Showing posts with label Mandailing Natal. Show all posts

Tuesday, 30 April 2024

Calon Haji Madina Siap Berangkat ke Tanah Suci


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Tahun ini, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menetapkan tiga jadwal keberangkatan calon jamaah haji (Calhaj) dari daerah tersebut. Menurut jadwal resmi dari kantor urusan haji Kementerian Agama, Calhaj asal Madina untuk kloter 3 dari embarkasi Kualanamu Medan akan berangkat pada 13 Mei 2024 menuju Asrama Haji Medan.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Madina, Irfansyah Nasution, mengungkapkan bahwa dari total 776 jamaah, Madina mendapat alokasi 3 kloter, yaitu kloter 3, kloter 15, dan kloter 21.

"Kloter 3 berjumlah 360 jamaah dan akan berangkat dari Madina pada tanggal 13 Mei 2024 menuju Asrama Haji Medan. Setelah dikarantina selama 24 jam, Calhaj akan terbang dari Bandara Kualanamu Medan menuju Madinah, Saudi Arabia, pada tanggal 15 Mei 2024," jelas Irfansyah pada Selasa, 30 April 2023.

Irfansyah juga menambahkan bahwa kloter 15, dengan jumlah jamaah 360 orang, akan diberangkatkan dari Madina pada tanggal 27 Mei 2024. Sedangkan kloter terakhir, yaitu kloter 21 dengan jumlah jamaah 56 orang, akan berangkat dari Madina pada tanggal 3 Juni 2024 menuju Asrama Haji Medan dan terbang tanggal 5 Juni 2024 dari Embarkasi Haji Kualanamu Medan.

Terkait fasilitas Calhaj asal Madina, Irfansyah menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah akan menyediakan biaya perjalanan, bus, konsumsi, dan fasilitas lainnya. Setibanya di Asrama Haji Medan, fasilitas selanjutnya akan diorganisir oleh Panitia Asrama Haji Medan.

Sementara itu, fasilitas selama di Arab Saudi seperti layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi yang layak selama di dua kota suci, Mekkah dan Madinah, akan diatur oleh tim terkait. Total durasi perjalanan yang akan dilalui Calhaj adalah 42 hari, termasuk perjalanan.

Sumber: Magrifatulloh, editor: eFHa. 

Monday, 29 April 2024

Kepala Desa Hendri Berpartisipasi dalam Donor Darah di Siabu Mandailing Natal


Kabar Ngetren Mandailing Natal - Pada Senin, (29/4), Hendri, seorang kepala desa di Sinonoan, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, turut serta dalam kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung KB Siabu.

Dalam pidatonya saat apel gabungan, Lismulyadi Nasution, Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, menekankan pentingnya kegiatan rutin seperti ini dilakukan oleh pemerintah kecamatan dan aparatur sipil negara (ASN). 


Nasution juga meminta agar Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Siabu, terutama para perwakilan dari puskesmas, kepala sekolah, kepala desa, KB, dan pertanian, membuat catatan kegiatan rutin untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah Mandailing Natal melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina.

Camat Siabu juga mengimbau para kepala desa dan ASN untuk berpartisipasi dalam donor darah demi membantu sesama yang membutuhkan. Hendri sendiri mengungkapkan harapannya bahwa setetes darah yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi penerima. 

Dengan semangat yang tinggi, mereka berharap kegiatan donor darah tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sementara pegawai dari Palang Merah Indonesia (PMI) sudah siap menunggu di Gedung KB.

Sumber: Magrifatulloh, editor: eFHa. 

Apel Gabungan Madina: Kepala Daerah Ajak ASN dan Kepala Desa Berikan Pelayanan Terbaik


Kabar Ngetren/Mandailin Natal - Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Lismulyadi Nasution MM, bersama Camat Kecamatan Siabu, Sudrajat Putra Batubara SH, MH, memimpin apel gabungan di halaman Kantor Camat Siabu pada Senin, 29 April 2024.

Dalam pidatonya, Lismulyadi Nasution menekankan pentingnya kegiatan rutin seperti apel gabungan ini sebagai contoh pelayanan yang baik bagi masyarakat. 

Dia juga mengingatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Siabu, termasuk para Puskesmas, Kepala Sekolah, KB, dan Pertanian, untuk membuat absensi rutin.

Camat Siabu juga mengajak para Kepala Desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi dalam donor darah, menekankan pentingnya sumbangan darah bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Sumber: Magrifatulloh, editor: eFHa. 

Saturday, 27 April 2024

Kepedulian Kades Pintu Padang Jae Terhadap Warganya yang Sakit


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Kepala Desa Pintu Padang Jae, Monang Pulungan, menunjukkan tindakan kepemimpinan yang luar biasa dengan mengunjungi salah satu warganya yang sedang dirawat di RSUD Panyabungan. Dalam kunjungannya, Monang Pulungan tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membawa bantuan berupa makanan untuk memastikan kenyamanan warganya yang sedang berjuang melawan penyakit. Jum'at Siang, (26/4). 

Pada kesempatan itu, wartawan setempat, Harmein Harahap, yang juga sedang dirawat di ruangan yang sama dengan warganya, bertemu dengan Monang Pulungan. Saat ditanya mengapa ia memutuskan untuk menjenguk warganya yang sedang sakit, Kades dengan tulus menjelaskan bahwa sebagai kepala desa, ia merasa bertanggung jawab untuk peduli terhadap kesejahteraan warganya. Bahkan, istri Kades sendiri juga sedang dirawat di rumah sakit yang sama, sehingga ia dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang warganya yang sakit.

Pertemuan tersebut juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam dari istri salah satu warga yang sedang dirawat, As Rangkuti. Meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, kehadiran dan perhatian Kades Pintu Padang Jae memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Tindakan Kades Monang Pulungan ini menegaskan pentingnya peran pemimpin dalam memberikan dukungan dan perhatian kepada masyarakatnya, terutama dalam situasi-situasi sulit seperti ini. Semoga tindakan kebaikan ini menjadi contoh bagi pemimpin lainnya untuk peduli dan membantu masyarakatnya dengan tulus dan tanpa pandang bulu.

Sumber: Magrifatulloh, editor: eFHa. 

Wednesday, 24 April 2024

DPC PPP Madina Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati 2024


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Mandailing Natal telah mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati untuk kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024 mendatang.

Ketua DPC PPP Madina, M. Irwansyah Lubis, SH bersama dengan Ketua Panitia Pendaftaran/Desk Pilkada PPP Madina, M. Rizky Agustianhar Pulungan SPd. dan Sekretaris Panitia, Andi Musohur Batubara, S.Sos, pada Rabu, 24/4, mengumumkan bahwa pendaftaran dan pengambilan formulir akan berlangsung mulai tanggal 25 April hingga 15 Mei 2024. Formulir pendaftaran dapat diambil di kantor DPC PPP Madina.

M. Rizky Agustianhar Pulungan, SPd menjelaskan bahwa penjaringan ini terbuka untuk umum, baik untuk kader internal partai maupun non-kader, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Madina yang ingin maju di Pilkada Mandailing Natal 2024. Ia menegaskan bahwa pendaftaran dan pengambilan formulir gratis, tidak dipungut biaya, dan siapa saja diperbolehkan mendaftar.

Proses seleksi setelah pendaftaran akan melibatkan seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Semua berkas pendukung bakal calon akan diteliti di DPC PPP Madina, kemudian merekomendasikan nama-nama bakal calon yang berkas administrasinya sudah lengkap ke DPW PPP Sumut dan DPP PPP untuk dilakukan survey dan seleksi kompetensi terkait integritas, kapabilitas, aksebtabilitas, elektabilitas, visi, dan misi bakal calon.

Dengan demikian, proses pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Pilkada Mandailing Natal 2024 telah resmi dimulai, memberikan kesempatan bagi semua yang berminat dan memenuhi persyaratan untuk ikut serta dalam proses demokrasi tersebut.

Sumber: Magrifatulloh, editor: eFHa. 

Tuesday, 23 April 2024

Wanita Paruh Baya Berjuang di Kota Nopan: Kisah Inspiratif Dibalik Kehidupan Sulit


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Dua wanita paruh baya dari Muara Soma, Kecamatan Batang Natal, telah membuat keputusan berani untuk mencari nafkah di Kota Nopan, meskipun itu berarti meninggalkan anak-anak mereka. Dalam situasi ekonomi yang sangat sulit, kedua wanita ini memilih untuk berjuang demi keluarga mereka dengan bekerja di lokasi tambang desa pasar Kotanopan Jambur Tarutung.

Pada Senin, 22/4, tepat pukul 17:00 WIB, mereka memulai perjalanan baru mereka dengan semangat yang tinggi. Dalam wawancara, salah satu dari mereka mengungkapkan keinginannya agar pemerintah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, alih-alih membuat keputusan kontroversial seperti rencana penutupan tambang.


Dalam momen yang penuh emosi, salah satu wanita ini mengungkapkan keyakinannya kepada Tuhan yang maha esa, percaya bahwa dibalik kesusahan pasti ada keberkahan. Dengan air mata yang mengalir, mereka menyatakan tekad mereka untuk bertahan dan mencari keberkahan di tengah tantangan yang mereka hadapi.

Meskipun dalam situasi yang sulit, mereka tetap bersyukur atas kesehatan yang masih mereka miliki, memungkinkan mereka untuk mencari rezeki dengan istilah setempat cettek di kampung orang lain.

Tidak hanya itu, mereka juga menegaskan bahwa tuduhan terhadap para toke dan mafia sebagai orang jahat adalah fitnah semata. Mereka bahkan menyatakan rasa terima kasih kepada para toke yang memberikan kesempatan untuk mengambil bagian dari Karangen (Krikil Emas) meskipun dalam kondisi sulit, sambil mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi mereka.

Kisah perjuangan dan keteguhan hati kedua wanita ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, masih ada harapan dan keberkahan yang dapat dijangkau dengan tekad dan semangat yang tinggi. Magrifatulloh. 

Sunday, 14 April 2024

Hari Raya Idul Fitri: Panggilan Evaluasi dan Kebangkitan Mandailing Natal


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri, Farhan Donganta, kader IMA Madina dari STAIN Mandailing Natal, mengajak warga Madina untuk tidak melupakan berbagai masalah yang masih menghantui daerah mereka. Farhan menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kesenangan, tetapi juga merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi masalah-masalah yang ada, termasuk ekonomi rakyat, tambang ilegal, dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan seperti PT SMGP.

"Kita harus menuangkan semangat kemenangan Idul Fitri untuk membangkitkan Mandailing Natal menjadi kota yang Madani," kata Farhan. Sabtu, 13/4.

Ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga dan merawat tanah kelahiran, mengutip perjuangan para leluhur seperti Willem Iskander dalam membangkitkan Mandailing Natal dari keterpurukan pada masa lalu.

Mengingat akan adanya pemilihan kepala daerah di Mandailing Natal pada tahun 2024, Farhan menyoroti bahaya politik uang yang dapat menyebabkan masalah-masalah kompleks. Ia menekankan perlunya menghadapi politik uang dengan akal dan moral sebagai senjata utama.

Farhan berharap bahwa generasi muda, khususnya Gen-Z, dapat menjadi penggerak utama dalam memperjuangkan kebangkitan Madina, dimulai dari diri mereka sendiri. Magrifatulloh

Friday, 5 April 2024

Mancetek: Potret Kehidupan Pekerja Tambang Informal di Kotanopan


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Di tengah hiruk-pikuk Kota Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, sebuah kalimat sederhana namun sarat makna menggema: Keta mancetek. Kata-kata tersebut menjadi panggilan bagi para pekerja tambang informal yang hidup di sekitar wilayah tersebut. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mancetek. Kamis malam, 4/4.

Awaluddin, seorang warga Tambangan yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak pekerja tambang informal yang berjuang untuk mencari rezeki. Menyadari kebutuhan mendekati hari lebaran, Awaluddin nekat meninggalkan rumahnya untuk mencari penghasilan tambahan di Kota Kotanopan.


"Saya datang ke lokasi tambang, saya diberi karpet, saya diberi krikil, bahkan sering kali diundang untuk sahur bersama oleh tim penambang emas," ujar Awaluddin dengan tegas. Dia pun mempertanyakan stigma negatif yang kerap disematkan kepada para pekerja tambang, yang sering disebut sebagai mafia.

Tak hanya laki-laki, perempuan juga turut serta dalam pekerjaan mancetek ini. Awalnya didominasi oleh laki-laki, namun dalam beberapa tahun terakhir, perempuan, terutama ibu-ibu, juga turut serta dalam proses mancetek.

Partisipasi perempuan dalam mancetek semakin meningkat sejak tiga tahun lalu di Kotanopan. Pada waktu itu, alat berat yang sedang melakukan pencarian material galian C di Sungai Batang Gadis wilayah Desa Tombang Bustak menjadi peluang bagi puluhan ibu dan anak-anak untuk mendapatkan material tersebut. Operator alat berat pun memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendulang material tersebut, yang ternyata mengandung emas.

Dalam setahun terakhir, mancetek semakin populer di Kotanopan seiring dengan beroperasinya alat berat dalam pencarian emas. Ratusan warga setempat ikut serta dalam proses mancetek di antara kesibukan alat berat dalam mengumpulkan material pasir dan batu.

Para tukang cetek ini, yang mayoritas adalah ibu-ibu pada siang hari dan laki-laki pada malam hari, menggunakan hasil mancetek untuk menambah penghasilan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Ditambah dengan harga komoditas alam yang semakin merosot dan seringnya munculnya hewan buas seperti harimau di area pertanian warga, mancetek menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang menarik bagi mereka.

Mereka membawa terpal dan dulang untuk menampung dan membersihkan material pasir, serta mencari emas dari hasil mancetek mereka. Meskipun terbilang sebagai pekerjaan informal, mancetek menjadi penopang ekonomi bagi banyak keluarga di Kotanopan.

Dengan adanya stigma negatif yang melekat, para pekerja tambang informal seperti tukang cetek perlu diperhatikan dan diakui kontribusinya dalam perekonomian lokal. Hanya dengan pengakuan dan perlindungan yang memadai, mereka dapat terhindar dari eksploitasi dan meningkatkan taraf hidup mereka serta keluarga. Magrifatulloh. 

Sunday, 31 March 2024

Kisruh BLT di Desa Sirambas: Tanggapan Ketua BPD dan Musyawarah Masyarakat


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Desa Sirambas kembali menjadi sorotan publik akibat kisruh terkait penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai). Ketua BPD Desa, ABD Wahab, memberikan tanggapannya terkait tuntutan beberapa masyarakat yang menginginkan pembagian BLT secara merata, meskipun sebagian dari mereka telah menerima bantuan beras dan bantuan ketahanan pangan. Minggu, 31/3.

Menurut ABD Wahab, peraturan yang berlaku menyatakan bahwa penerima BLT tidak boleh menerima bantuan sosial lainnya. Oleh karena itu, tuntutan tersebut dianggap bertentangan dengan peraturan. Dia menepis tuduhan bahwa Kepala Desa mencoret daftar penerima BLT dan menggantinya dengan orang-orang yang mendukungnya pada Pilkades sebelumnya.

ABD Wahab menegaskan bahwa penetapan KPM BLT telah sesuai prosedur, dengan 53 KPM yang telah ditetapkan melalui musyawarah sebelumnya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, BPD akan menggelar musyawarah dengan seluruh masyarakat Desa Sirambas, seperti yang dilakukan pada malam ini.

Terkait lokasi musyawarah yang diadakan di Gedung SD Sirambas, bukan di kantor BPD, ABD Wahab menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh keterbatasan ruang dan fasilitas di kantor BPD. Musyawarah di Gedung SD dipilih agar dapat menampung seluruh masyarakat desa yang diundang melalui pengeras suara.

Seorang warga, yang identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa kisruh di Desa Sirambas tidak hanya berkaitan dengan BLT, tetapi juga melibatkan oknum yang ingin memperkeruh suasana dengan tujuan tertentu.

Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat dalam permasalahan ini di Desa Sirambas. Magrifatulloh. 

Saturday, 23 March 2024

Stabilitas Ekonomi Turun, Daya Beli Masyarakat di Mandailing Natal Melorot di Pertengahan Ramadan


Kabar Ngetren/Mandailing Natal - Seiring berjalannya bulan suci Ramadhan menuju pertengahan, stabilitas perekonomian di Madina masih terus merosot. Penurunan ini tercermin dari menurunnya minat dan daya beli masyarakat di pasar-pasar kota tersebut.

Iskandar Muda, seorang pedagang pakaian di Pasar Baru Panyabungan, menyatakan kekhawatirannya, "Daya beli masih sangat menurun. Sulitnya ekonomi saat ini mungkin menjadi penyebabnya. Sudah 11 hari berpuasa, biasanya kami pedagang sudah sibuk menyiapkan stok barang atau mengisi kekosongan, namun sampai sekarang barang masih menumpuk karena tidak ada pembeli."

Hasna, seorang penjual takjil dan makanan bukaan di Pasar Kotanopan, juga mengungkapkan kegelisahannya atas sepi pengunjung. "Pasar Kotanopan yang biasanya ramai di bulan Ramadhan kini sangat sepi. Saya seringkali harus merugi karena barang tidak laku terjual. Apakah ini imbas dari sulitnya kondisi ekonomi?" ujarnya. Sabtu, 23/3.

Ardi Farizki, seorang pemerhati sosial, menyoroti perlunya tindakan dari pemerintah daerah. "Pemerintah daerah seharusnya mencari solusi untuk menghidupkan kembali roda perekonomian dan membantu masyarakat keluar dari situasi sulit saat ini," katanya.

Situasi ini menunjukkan perlunya langkah konkret untuk mendukung para pedagang dan memulihkan kepercayaan serta daya beli masyarakat di Madina, terutama di tengah bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momen meningkatnya aktivitas ekonomi. eFHa. 

Thursday, 25 January 2024

Dugaan Kasus Pungli Pendamping PKH Di Panyabungan Barat Masih dalam Proses


Mandailing Natal - Ketua kelompok pendamping keluarga harapan (PKH)  dan Pendamping PKH desa Huta Tonga Kecamatan Panyabungan Barat di Laporkan ke polres Mandailing Natal.

Pelaporan tersebut terkait Penyaluran dan pencairan bantuan sosial (Bansos) yatim piatu (YAPI) tahap akhir Bulan Desember 2023 telah selesai di salurkan melalui kantor pos Panyabungan.

As Keluarga penerima Manfaat Bansos Yapi merupakan korban dari ketamakan ketua kelompok dan Pendamping PKH (FH dan MNS) atas perbuatan tersebut berujung di kantor polisi Polres Mandailing Natal (Madina).

As mengatakan kepada wartawan saya telah menghadiri panggilan dari pihak kepolisian untuk memberikan keterangan bagaimana kronoligi kejadian tersebut. Kamis, (25/01/2024).

Camat Panyabungan Barat Martua Efendi Matondang S.Sos. Mengatakan masih menunggu proses penyelidikan polres Madina.

"Mari kita tunggu proses dari pihak yang berwenang untuk menyelesaikan perkara masyarakat panyabungan barat, Saya yakin dan percaya pihak yang berwenang dalam hal ini Aparat Penegak Hukum tentunya akan bekerja secara profesional, arif dan  Bijaksana" tukasnya

Media ini sudah Surati polres Madina terkait proses penyelidikan dugaan kasus ini dan belum ada jawaban.
Penulis : Magrifatulloh

Tuesday, 23 January 2024

LMP Madina Desak APH Tindak Tambang Ilegal Sungai Batang Gadis Kotanopan


Mandailing Natal - Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih ( LMP ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Andrez Nasution, meminta kepada Aparat Penegak Hukum( APH) untuk menindak tegas Penambangan ilegal yang beroperasi dibibir Sungai Batang Gadis Kotanopan, Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Sebagaimana kita ketahui kegiatan penambangan ilegal (PETI) menjadi salah satu kejahatan yang masif dan wajib diperhatikan oleh aparat penegak hukum karena merugikan banyak pihak dan dinilai dapat merusak lingkungan dan fasilitas umum di sekitarnya, sehingga merugikan masyarakat.

"Tentu dengan adanya PETI ini Bupati dan wakil Bupati Madina hendaknya jangan terlepas dari penindakan tersebut.
Apakah ini dibiarkan….???
Jika hal ini dibiarkan Andrez sangat menyayangkan Wakil Bupati Madina yang terlahir di Kotanopan merupakan kampung halaman harus bertindak tegas apalagi Lokasi PETI tersebut tidak jauh dari kediaman beliau Wakil Bupati Kab. Madina” ucap Andrez.

Selain itu juga, Andrez mengatakan Anggota DPRD Madina diwilayah Dapil ini terkesan seperti Macan Ompong alias tidak punya nyali dalam mengambil tindakan tegas dan seolah olah melakukan pembiaran.

Menurutnya, aktivitas PETI (Penambangan Ilegal) di Kotanopan , Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal diduga tanpa mengantongi izin dan begitu juga dengan excavator tanpa memiliki dokumen (Sertifikat) untuk beroperasi dan ini adalah perusak lingkungan yang merupakan kejahatan MASIF.

“Ini kita kenal dengan istilah Pelakor (penambang lahan koridor)” ungkap Andrez kepada awak media Selasa 23/1/2024.

Lebih lanjut Andrez memandang seharusnya pihak pemerintah dan Aparat kepolisian maupun TNI melakukan penangkapan terhadap pemilik Escavator yang beroperasi diwilayah ini sebagai pemegang kebijakan berbuat lebih dan jangan ada pembiaran terhadap kejahatan lingkungan ini.

Jangan nanti ada laporan masyarakat baru lagi bergerak. Harusnya pihak Aparat Penegak Hukum (Kepolisian) atau semua pihak memantau aktivitas pertambangan di wilayah Kotanopan” beber Andrez.

Ia juga menilai secara kasat mata, memang mafia tambang di Kotanopan ini sudah cukup masif dan terstruktur, sehingga dengan itu LMP Madina meminta agar ada pengusutan tuntas terhadap permasalahan ini, hingga ke tahap proses hukum.

Andrez mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) membongkar semua dalang dan cukong praktek pertambangan ilegal di pinggiran sungai di Kotanopan ini dan jangan kesannya di Nina Bobo kan atau Pilah-memilah. 

Semua pelaku siapa pun yang terlibat harus dibuka ke publik dan jangan lagi ditutupi, jika hal ini masih terus dibiarkan kami dari Markas Cabang LMP Madina dan Markas Daerah LMP Sumut akan melakukan Aksi unjuk rasa di Polda Sumut agar para pelaku segera tangkap “cetus Andres.

Friday, 1 December 2023

Warga Berharap tambang Emas jangan di tutup


Kabar Ngetren /Mandailing Natal - Negara Indonesia memiliki sumber daya Alam yang melimpah,termasuk sumber daya alam mineral dan energi berupa emas.

Salah satu pertambangan emas yang ada di indonesia terletak di provinsi sumatera Utara yakni berada di kabupaten Mandailing Natal.

Kabupaten Mandailing Natal(Madina) ini termasuk penghasil tambang yang cukup besar dan banyaknya daerah daerah di kabupaten Madina yang melakukan penambangan seperti penambangan emas di kecamatan muara sipongi,kecamatan Batang Natal,kecamatan Batahan,kecamatan Kota Nopan,kecamatan Huta Bargot dan kecamatan Naga juang.

Banyak masyarakat di kecamatan tersebut menggantungkan hidupnya dari pertambangan.

Namun belakangan ini sebahagian masyarakat tersebut hari ini hatinya sedang gundah. Pasalnya masyarakat mendengar dari media yang beredar akan di tutup.

Masyarakat kini tidak tau dan akan berbuat apa di tengah kebutuhan hidup yang meningkat seandainya penambangan Rakyat atau yang santer terdengar hari ini di bilang "PETI".

Salah seorang ibu warga Kota nopan misalnya,ibu bernama maymunah ini bercerita kepada awak media berharap tambang emas yang ada di kota nopan tidak di tutup.

"Saya berharap kepada pemerintah janganlah di tutup,karena ini sangat membantu kepada kami.

Lihatlah dibelakang ini,menggantungkan hidup di sini."ungkapnya Kamis(30/11/2023).

Lanjut maymunah,lebih dari 50 keluarga menggantungkan hidup di sini.

"Apa lagi keadaan sekarang ini sedang susah susahnya,semua serba mahal."ujarnya.

Ketika di tanya wartawan berapa pendapatannya perhari dari hasil mendulang emas 

Ibu maymunah menjawab "Rp.200.000(dua ratus ribu rupiah)",tentunya ini lebih dari cukup untuk menutupi kebutuhan sehari hari." pungkasnya.

Sama halnya dengan ibu Maymunah ,Nasution salah seorang warga yang masih di bangku sekolah kepada wartawan juga berujar,dari hasil mendulang saya tidak pernah meminta uang jajan lagi kepada orang tua.

"Untuk uang jajan di sekolahpun saya tidak lagi meminta ke orang tua."tuturnya.

Sambung Nasution,sehabis pulang sekolah saya langsung pergi ke lokasi tambang untuk mendulang.

"Selepas pulang sekolah saya baru pergi langsung ke lokasi tambang untuk mendulang."ucap Pelajar SMA ini

Magrifatulloh

Wednesday, 15 November 2023

Diterjang Banjir Bandang, MCK Desa Aek Baru Jae Porak Poranda


KabarNgetren/Mandailing Natal - Musim Penghujan Tiba, 2 Desa di kecamatan Batang Natal terkena dampak Banjir Bandang. Kedua desa tersebut yakni desa Aek Baru Julu dan desa Aek Baru Jae. Madina.

Berdasarkan Informasi yang dapat dihimpun dari wartawan kami di lapangan, banjir bandang yang terjadi di desa Aek Baru Julu pada Selasa. 14/11/2023. ternyata desa Aek Baru Jae juga terkena dampak tendangan banjir tersebut menghantam bangunan MCK yang ada di desa tersebut.

Dari keterangan yang dapat di himpun dari masyarakat Aek baru jae, menerangkan, banjir bandang yang terjadi pada Senin sore mengakibatkan hancurnya bangunan MCK tahun 2021 yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut di akibatkan tendangan potongan kayu yang hanyut terbawa arus sungai tersebut.

Selain dari air sungai ada juga aliran air paret yang melimpah karena tidak dapat menampung besarnya air dan mengakibatkan ada rumah warga yang hampir mendapat tendangan air paret tersebut.


Namun menurut keterangan sumber, terjadinya banjir bandang pada Senin sore diduga akibat adanya longsoran yang menutup aliran sungai di hulu tertimbun sehingga dengan deras nya curah hujan pada hari Senin sore yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang menimpa 2 desa di kecamatan Batang Natal.

Dengan adanya kejadian ini masyarakat desa Aek Baru Jae meminta kepada pihak pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk menganggarkan dan melakukan pengorekan sungai Aek Baru Jae tersebut karena sudah terjadinya pendangkalan pada sungai tersebut.

Disisi lain informasi yang dapat dihimpun pihak BPBD Kabupaten Mandailing Natal melakukan cepat tanggap kejadian banjir bandang tersebut di desa Aek Baru Julu hari ini Rabu. 15/11/2023. dan dalam kejadian ini di ketahui tidak ada korban jiwa. red.

Trending