Showing posts with label kontroversi. Show all posts
Showing posts with label kontroversi. Show all posts

Wednesday, 7 June 2023

Kontroversi Persyaratan Wisuda: Biaya Dandan Menjadi Beban



Kabar Ngetren/Purbalingga, 7 Juni 2023 - Persyaratan dandan wisuda bagi kelulusan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) telah memicu kontroversi di kalangan para ibu. 

Beberapa ibu merasa terbebani secara finansial, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian dari perkembangan zaman.

Beberapa ibu menyatakan bahwa persyaratan dandan wisuda ini memberatkan secara finansial. Mereka yang kurang mampu menghadapi kesulitan karena harus mengeluarkan biaya untuk dandan di salon kecantikan dan membeli kebaya wisuda sebagai pakaian resmi. 

Beberapa bahkan mengungkapkan bahwa anak-anak mereka tidak memahami kebutuhan ini dan menolak untuk membelinya.

Namun, ada juga ibu-ibu yang menerima persyaratan tersebut sebagai bagian dari perkembangan zaman. Mereka berpendapat bahwa hal ini adalah era kekinian, dan para ibu harus tetap sabar dan mengikuti tren.

Di sisi lain, ada ibu-ibu yang berpendapat sebaliknya. Mereka menganggap kelulusan sekolah seharusnya cukup dengan menggunakan seragam sekolah dan mengambil foto bersama dengan OSIS yang sudah didandani. 

Bagi mereka, persyaratan tambahan seperti dandan untuk panggung pentas seni menjadi beban bagi ibu-ibu yang kurang mampu.

Kontroversi ini mengungkapkan perbedaan pandangan dan realitas sosial di tengah masyarakat. Sementara ada ibu-ibu yang bersedia mengikuti perkembangan zaman dan mengeluarkan biaya lebih, ada juga yang berharap ada penyesuaian yang mempertimbangkan keterbatasan finansial mereka.

Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan dapat mempertimbangkan kedua perspektif ini. 

Solusi yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan semua pihak menjadi penting dalam mengatasi kontroversi ini. (eFHa)

Saturday, 3 June 2023

Kontroversi Wasit di Final UEL, Sevilla Tetap Keluar sebagai Juara


 Kabar Ngetren/Hungaria - Final Liga Europa 2023 antara Sevilla dan AS Roma menjadi sorotan setelah wasit utama, Anthony Taylor, mengalami penyerangan brutal oleh pendukung AS Roma di Bandara Budapest. 


Kejadian ini tak hanya menimpa sang wasit, tetapi juga keluarganya yang turut menjadi sasaran perlakuan tak pantas dari fans Roma setelah kekalahan tim kesayangan mereka 4-1.


Tindakan kekerasan yang terjadi di bandara itu melibatkan sejumlah pendukung AS Roma yang tak terima dengan hasil pertandingan dan melampiaskan kekesalan mereka kepada Taylor dan keluarganya. 


Dalam insiden yang terjadi, terdengar kata-kata kasar yang ditujukan kepada Taylor, istri, dan putrinya. Bahkan, beberapa orang diduga pendukung Roma nekat melemparkan kursi ke arah keluarga Taylor. 


Beruntungnya, sang wasit berhasil diamankan oleh petugas bandara dan selamat dibawa masuk ke ruang tunggu pesawat.


Tak hanya fans AS Roma, pelatih tim tersebut, Jose Mourinho, turut melakukan hal serupa. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat Mourinho menunggu Taylor di area parkir dan mengeluarkan umpatan serta hinaan terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan final tersebut.


Sebelum kejadian tragis ini, publik di Roma dan Sevilla antusias menyambut pertandingan final yang mempertemukan kedua tim. Pertandingan berlangsung dengan seru dan ketat. 


AS Roma berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Paulo Dybala pada menit ke-34, yang tidak mampu dibendung oleh kiper Sevilla, Bono.


Namun, keunggulan AS Roma tidak berlangsung lama. Sevilla mampu menyamakan skor menjadi 1-1, memperpanjang ketegangan hingga babak kedua. 


Di babak kedua, staff pelatih AS Roma dan Mourinho mempertanyakan keputusan Taylor yang tidak menggunakan VAR untuk mengecek dugaan handball yang dilakukan pemain Sevilla di kotak penalti. Kritik ini berujung pada kartu kuning bagi staff pelatih AS Roma.


Meskipun hingga akhir babak kedua skor tetap imbang 1-1, pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Di babak ini, Roma tampak kehilangan kepercayaan diri dan mentalitas bertanding, sehingga akhirnya takluk 4-1 atas Sevilla. 


Hasil ini membuat Sevilla berhasil merebut gelar Liga Europa, menjadikan mereka klub tersukses dalam sejarah kompetisi ini dengan total 7 gelar. Mereka dijuluki sebagai "King UEL" atau raja Liga Europa.


Kontroversi yang melingkupi keputusan wasit ini akan menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari mendatang. 


Kepada Taylor dan keluarganya, semoga mereka pulih dari insiden ini dan mendapatkan perlindungan yang tepat. (Maulana Yusuf)

Tuesday, 30 May 2023

Kontroversi Putusan MK tentang Sistem Pemilu, Masyarakat Khawatirkan Kemungkinan Chaos di Indonesia



Kabar Ngetren/Jakarta - Gaduhnya publik dan para pejabat terkait bocornya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Sistem Pemilu yang akan dikembalikan ke Proporsional Tertutup telah menarik perhatian banyak pihak. 


Salah satunya adalah mantan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mengkhawatirkan mundurnya demokrasi dan memprediksi terjadinya kekacauan di dalam negeri jika putusan tersebut benar.


Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan bahwa situasi politik yang tidak kondusif, sebagaimana yang dikhawatirkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY, mungkin saja terjadi jika MK benar-benar mengubah sistem pemilu menjadi proporsional tertutup, di mana pemilih harus mencoblos partai politik pada Pemilu 2024.


Dalam merespons pernyataan Denny Indrayana yang mengklaim mendapat bocoran mengenai keputusan MK, Doli menyampaikan, "Kalau pak SBY kan katanya chaos, ya bisa jadi gitu. Tapi paling tidak, kalaupun tidak terjadi chaos, energi yang selama ini sudah kita habiskan selama 11 bulan ini akan sia-sia."


Doli juga menyoroti bahwa jika MK benar-benar mengambil keputusan seperti itu, menurutnya tahapan Pemilu 2024 akan dimulai dari awal lagi. 


Ia menilai bahwa putusan tersebut tidak hanya berdampak pada partai politik, tetapi juga akan berdampak pada persiapan pemilu dan menimbulkan masalah baru di masa depan.


Indonesia saat ini menganut sistem demokrasi dalam pelaksanaan negaranya. Namun, sistem demokrasi dianggap mengalami penyusutan setelah Presiden Jokowi memimpin dengan partai-partai koalisinya. Bahkan, penurunan indeks demokrasi di Indonesia telah dilaporkan oleh media internasional.


Alasan mendasar dari penurunan tersebut adalah sulitnya memberikan ruang publik untuk berpendapat, bahkan jika aturan tersebut diprotes, aturan tersebut terus berlaku dan disahkan secara diam-diam. Hal ini dianggap sebagai penyebab penurunan indeks demokrasi di Indonesia.


Meskipun demikian, banyak masyarakat berharap agar kondisi di Indonesia tetap baik-baik saja, terlepas dari keputusan yang akan diambil oleh Mahkamah Konstitusi nantinya. 


Karena jika terjadi kekacauan, tak sedikit masyarakat yang khawatir bahwa keadaan di Indonesia akan menjadi seperti negara-negara yang sedang berkonflik. (Maulana Yusuf)

Mendikbudristek Nadiem Makarim Usulkan Marketplace Guru, Kontroversi Muncul


Kabar Ngetren/Jakarta - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim telah mengusulkan pembentukan marketplace guru sebagai solusi bagi permasalahan yang terkait dengan guru honorer. 

Ide tersebut diungkapkan dalam rapat dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (24/5/2023) dan direncanakan akan diterapkan pada tahun 2024 mendatang.

Menurut Nadiem Makarim, marketplace guru bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun terkait guru honorer. 

Konsep ini telah dijelaskan lebih lanjut melalui akun TikTok @motivasiguru pada Selasa, 30 Mei 2023.

Nadiem menjelaskan bahwa marketplace guru adalah suatu database yang akan didukung oleh teknologi, di mana sekolah-sekolah dapat mencari dan mengundang pendidik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Pertama-tama, marketplace ini akan mencakup guru honorer yang telah lolos seleksi menjadi calon guru ASN. Mereka yang telah lulus seleksi akan masuk ke dalam database ini. 

Selain itu, guru baru yang lulus dari program pendidikan profesi guru (ppg prajabatan) juga akan menjadi bagian dari marketplace ini.

Diharapkan bahwa marketplace guru ini akan memberikan fleksibilitas bagi calon guru dalam mendaftar dan memilih lokasi mengajar. 

Namun, gagasan ini telah menarik perhatian publik, terutama dari kalangan guru. Banyak akun TikTok yang diisi oleh para guru menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kebijakan Mendikbudristek ini, terutama dari kalangan guru honorer.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan ini tidak sejalan dengan harapan para guru honorer. 

Beberapa di antara mereka juga mengungkapkan keprihatinan bahwa marketplace guru ini berpotensi membuka celah bagi kepala sekolah untuk memasukkan saudara atau kerabatnya ke sekolah terkait. 

Selain itu, ada pendapat yang menyebutkan bahwa sistem yang dikembangkan oleh Nadiem Makarim tidak dapat disamakan dengan pengalamannya sebagai CEO dan pendiri Gojek. 

Menurut mereka, profesi guru adalah profesi yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa, dan Mendikbudristek diharapkan untuk turun ke lapangan, termasuk ke pelosok desa, untuk memahami implikasi kebijakannya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses komunikasi dan transportasi.

Meskipun kontroversial, ada juga pihak yang mendukung kebijakan ini. 

Mereka berpendapat bahwa sudah saatnya guru berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman, dan guru harus segera mengikuti perubahan yang dibawa oleh digitalisasi. 

Pendukung kebijakan ini melihat bahwa ide Nadiem Makarim sesuai dengan banyaknya calon guru yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam merespons kontroversi ini, Mendikbudristek Nadiem Makarim diharapkan untuk secara lebih mendalam mempertimbangkan kekhawatiran dan masukan dari para guru serta masyarakat umum. 

Pengembangan marketplace guru yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi pendidikan harus dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek yang relevan dan memastikan bahwa kepentingan guru dan kualitas pendidikan tetap terjaga. (Maulana Yusuf)

Wednesday, 22 March 2023

Kontroversi Piala Dunia U20: Muhammadiyah Tolak Kehadiran Timnas Israel

 

Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan.

Kabar Ngetren/Jakarta – Kontroversi mengenai kehadiran Timnas Israel U20 di Piala Dunia U20 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 terus memanas. 

Meskipun tim nasional sepak bola Israel berhasil lolos sebagai Runner Up Kualifikasi di Piala Dunia U20 setelah dikalahkan 1-3 oleh Timnas Inggris U20, beberapa pihak seperti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MUI, dan Gubernur Bali menolak kehadiran Timnas Israel U20 karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan merujuk pada semangat Anti-Imperialisme dan Anti-Kolonialisme. Kontroversi ini masih menjadi topik hangat dan menjadi perbincangan banyak orang di Tanah Air.


Gubernur Bali baru-baru ini bergabung dalam penolakan kehadiran Timnas Israel U20 di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U20. Ia mengirimkan surat ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menolak tim tersebut tidak bertanding di Bali karena tidak adanya hubungan diplomatik antara kedua negara. 


Kontroversi ini terus memanas menjelang pelaksanaan Piala Dunia U20 yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia mulai dari tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023. (Maulana Yusuf)

Trending