Showing posts with label saluran irigasi. Show all posts
Showing posts with label saluran irigasi. Show all posts

Tuesday, 7 May 2024

Gotong Royong Babinsa dan Warga Sumberjo Bersihkan Saluran Irigasi untuk Sanitasi dan Produktivitas Pertanian


Kabar Ngetren/Blitar - Pagi ini, Sertu Yoyok Setiawan, seorang Babinsa dari Koramil 0808/04 Sanankulon, memimpin aksi gotong-royong bersama warga Desa Sumberjo. Mereka membersihkan saluran irigasi di lahan persawahan Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon, Blitar, pada Selasa (7/5).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga sanitasi yang sehat dan mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut dengan memperbaiki dan menjaga saluran irigasi agar lancar dan berfungsi optimal.

Sertu Yoyok Setiawan dan warga Desa Sumberjo bekerja sama dalam membersihkan saluran irigasi untuk memastikan pasokan air yang cukup dan lancar untuk pertanian.


Peltu Thohir, Bati Tuud Koramil 0808/04 Sanankulon, menyatakan harapannya bahwa kolaborasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat dapat menjadi contoh bagaimana kerjasama yang harmonis dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan di lingkungan sekitar.

Dukungan dari Sertu Yoyok Setiawan dalam kegiatan ini menunjukkan peran Babinsa dalam mendukung pembangunan pertanian, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan.

Harapannya, kerjasama yang terjalin dalam kegiatan ini dapat memberikan hasil positif dan berkelanjutan bagi kesehatan, kemajuan pertanian, dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Desa Sumberjo.

Sumber: Pendim 0808/Blitar, editor: eFHa. 

Tuesday, 23 April 2024

Koramil 0808/12 Wlingi Berperan Aktif Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi


Kabar Ngetren/Blitar - Pagi ini, Selasa, 23/4, kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi di Desa Mronjo Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar menjadi sorotan. Anggota Pos Selopuro Koramil 0808/12 Wlingi turut serta dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di wilayah binaannya. 

Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan saluran irigasi, namun juga mencegah banjir serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar area tersebut. Danpos Selopuro Koramil 0808/12 Wlingi, Peltu Budianto, menegaskan pentingnya peran aktif anggota Pos Selopuro dalam kegiatan tersebut.


"Dengan semangat gotong royong, anggota Pos Selopuro terlibat dalam kegiatan pembersihan saluran irigasi yang vital bagi pertanian dan keberlangsungan hidup masyarakat di Desa Mronjo," ujarnya.

Keterlibatan aktif warga setempat juga menjadi kunci dalam keberhasilan upaya pelestarian lingkungan ini. Melalui partisipasi mereka, diharapkan tercipta kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dan saling mendukung dalam pelestarian alam.

Dengan harapan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Upaya ini juga merupakan wujud nyata dari peran positif anggota Pos Selopuro Koramil 0808/12 Wlingi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan bersama masyarakat. eFHa. 

Monday, 27 March 2023

Terungkap! Ibu Kandung Pembuang Bayi di Purbalingga Ditangkap Polisi

 


Kabar Ngetren/Pubalingga - Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di saluran irigasi Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Kasus tersebut diungkap setelah jenazah bayi ditemukan di saluran irigasi pada Rabu (22/3/2023) pagi. Tersangka berinisial YU (32) yang merupakan ibu kandung bayi diamankan bersama barang bukti.


Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Senin (27/3/2023) mengatakan bahwa Polres Purbalingga menurunkan tim yang terdiri dari Satreskrim, Satintelkam dan Unit K9 untuk melakukan pelacakan pelakunya. Hasil pelacakan K9 mengarah pada dua rumah yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Kemudian, anggota bersama kepala desa menuju rumah yang dikunci dari dalam dan diduga ada pelaku di situ.


"Di salah satu rumah kami menemukan tersangka berikut sejumlah barang bukti berupa kasur dan sprei yang ada bercak darah yang indikasinya bekas melahirkan," ucapnya.




Setelah dilakukan pendalaman, tersangka mengakui perbuatannya. Diketahui tersangka melakukan persalinan bayi di jamban dekat rumahnya. Kemudian bayi tersebut dibekap mulutnya dan dibuang di saluran irigasi.


Kapolres menambahkan tersangka merupakan warga Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Namun tersangka sudah pisah rumah dengan suaminya dan kembali ke kampungnya di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.


"Berdasarkan keterangan tersangka, ia mengaku malu membesarkan bayi hasil hubungan dengan pihak lain," katanya.


Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 Tahun, dan atau denda paling banyak Rp. 3 milyar.


Pelaku pembuangan bayi di Purbalingga akhirnya berhasil ditangkap oleh Polres setelah melakukan penyelidikan dan pelacakan yang intensif. Keberhasilan ini merupakan bentuk upaya dari Polres Purbalingga dalam memberantas tindak kejahatan pembuangan bayi yang sangat meresahkan masyarakat.


Diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pembuangan bayi yang tidak hanya merugikan bayi tersebut, tetapi juga merugikan diri sendiri. Semua anak memiliki hak yang sama untuk hidup dan mendapatkan perlindungan dari negara serta masyarakat sekitar. (eFHa)

Sunday, 26 March 2023

Nenek di Bukateja Purbalingga Meninggal di Saluran Irigasi



 Kabar Ngetren/Pubalingga -  Kabar duka datang dari Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Seorang nenek di wilayah tersebut ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi pada Sabtu (25/3/2023) malam.

Korban yang diketahui bernama Sinah (82) dikabarkan pergi ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengurus ladangnya. Namun, hingga sore hari saat hujan deras mengguyur, nenek Sinah belum juga pulang ke rumah.


Pihak keamanan bersama warga desa pun melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan nenek Sinah tercebur ke saluran irigasi sekitar pukul 19.00 WIB dengan posisi tertelungkup dan kepala berada di dalam air.


Menurut Kapolsek Bukateja Iptu Rohmat Setyadi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga, korban terpeleset saat melewati saluran irigasi dan tidak mampu bangkit lagi.


"Hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh korban. Kami menduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran irigasi hingga meninggal dunia," jelas Kapolsek Bukateja.


Keluarga korban yang telah menerima kabar duka tersebut langsung mengambil jenazah nenek Sinah untuk dimakamkan. Berita ini pun menjadi viral di kalangan masyarakat Bukateja.


Semoga nenek Sinah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. (eFHa)

Trending