Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts
Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts

Monday, 26 February 2024

Timnas AMIN Mengomentari Video Anies Bicara di Depan Lukisan Bung Hatta


Kabar Ngetren - Sebuah video kontroversial muncul belakangan ini, menampilkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sedang berbicara di depan lukisan proklamator Indonesia, Bung Hatta. 

Reaksi pun bermunculan dari berbagai pihak, termasuk Timnas AMIN (Aliansi Masyarakat Indonesia Negara), sebuah organisasi masyarakat yang aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam keterangannya, Timnas AMIN mengecam tindakan Anies Baswedan yang dianggap tidak menghargai simbol-simbol sejarah bangsa. 

Mereka menyatakan bahwa bertindak di depan lukisan Bung Hatta dengan cara yang kurang hormat adalah perilaku yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin, terutama dalam konteks kebangsaan dan kehormatan terhadap founding father bangsa.

Lebih lanjut, Timnas AMIN menekankan pentingnya menghormati sejarah dan simbol-simbol nasional sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. 

Mereka juga menyerukan agar para pemimpin dan tokoh masyarakat senantiasa menjaga sikap yang menghargai nilai-nilai kebangsaan demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Reaksi dari Timnas AMIN ini menjadi bagian dari sorotan terhadap perilaku publik figur yang dianggap kurang memperhatikan nilai-nilai kebangsaan dan mengundang pertanyaan tentang kesadaran sejarah dan penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.

(Drm)

Thursday, 25 January 2024

Kampanye Akbar Anies Baswedan di Cilacap, Dibanjiri Puluhan Ribu Massa Pendukung


Cilacap - Kampanye akbar calon presiden (capres)No.1 Anies Baswedan di Lapangan Krida, Cilacap, Jawa Tengah, dibanjiri puluhan ribu masa pendukung Rabu (24/1/2024) sore.

Massa Pendukung yang hadir berasal dari kader dan simpatisan Partai NasDem beserta empat partai koalisi di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Umat. Selain itu, juga massa relawan pendukung Anies Baswedan. 

Pantauan di lapangan, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tampak hadir mengenakan kemeja putih. Dalam kesempatan itu, Anies menyapa masyarakat sembari berkampanye menyuarakan perubahan. 

Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies - Muhaimin Kabupaten Cilacap, Cahyo Sasongko mengatakan, kampanye akbar dihadiri sekitar kurang lebih 30.000 masa pendukung dari berbagai unsur. 

"Dari Partai NasDem, PKB,PKS dan Partai Umat di tambah relawan, simpul relawan serta simpatisan ungkapnya kepada wartawan. 

"Mereka berkumpul disini tentu dalam rangka memberikan dukungan dan mensukseskan pasangan Capres No.1 Anies - Muhaimin (AMIN) agar menang di Pilpres 2024," imbuhnya. 

Sementara itu, terkait target suara, TPD Anies - Muhaimin menargetkan perolehan 25 persen suara syukur syukur bisa lebih dari target tersebut di Kabupaten Cilacap. 

"Hal ini dibuktikan dari antusiasme massa Pendukung dari partai pengusung serta pendukung dari para relawan yang hadir," ujar Cahyo. 

"Intinya kita nggak muluk-muluk ya dari DPP target 25 persen, buktinya nanti pada 14 Februari. Kita akan membuktikan Anies Baswedan diterima di masyarakat, tentunya di Jawa Tengah, khususnya di Cilacap," pungkasnya.

 (Buyung)

Saturday, 10 June 2023

Perpecahan Koalisi, Nasib Anies Terancam?

Perpecahan Koalisi, Nasib Anies Terancam?

Kabar Ngetren - Partai Demokrat dan Nasdem sedang mengalami perpecahan, dan hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai nasib Anies Baswedan, yang awalnya didukung oleh kedua partai sebagai calon presiden potensial dalam pemilihan 2024. 

Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief, membantah tuduhan bahwa partainya memaksa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, untuk menjadi pasangan cawapres Anies Baswedan.

Andi menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak pernah memaksa AHY menjadi cawapres Anies Baswedan, dan ia menyarankan untuk mengajukan pertanyaan tersebut kepada Anies Baswedan sendiri, serta kepada Ketua Umum Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Ia juga menekankan bahwa keputusan mengenai calon cawapres harus dibuat oleh calon presiden sesuai dengan Piagam Koalisi.

Penyangkalan ini dilakukan sebagai respons terhadap pernyataan Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Partai Nasdem, yang mengklaim bahwa Partai Demokrat terus mendorong AHY menjadi pasangan Anies. 

Sahroni menyebut bahwa Partai Demokrat bersikeras agar AHY menjadi kandidat, tanpa mempertimbangkan opsi lain.

Perbedaan pendapat antara kedua partai ini telah menyebabkan kebingungan di kalangan publik. Publik telah melihat adanya pertukaran argumen dan kritik halus antara Nasdem dan Partai Demokrat di media. 

Akibatnya, banyak yang menjadi skeptis apakah Partai Demokrat akan terus mendukung Anies sebagai calon presiden jika pilihan mereka untuk cawapres, yaitu AHY, tidak dipilih.

Selain itu, kekhawatiran juga timbul dari relawan Anies Baswedan, yang mengungkapkan kekhawatiran di media sosial. 

Mereka khawatir tentang kemampuan Anies untuk tetap menjadi calon yang layak hingga proses pendaftaran pada Oktober 2024. Relawan khawatir bahwa jika Partai Demokrat menarik dukungannya, baik PKS maupun Nasdem mungkin kesulitan mencapai ambang batas electoral 20% yang diperlukan. 

Hal ini bisa memaksa mereka untuk membentuk koalisi baru atau mencari dukungan dari partai lain untuk bergabung dalam Koalisi Perubahan.

Dinamika politik seputar Anies Baswedan sebagai calon yang didukung telah menjadi topik yang menarik perhatian publik.

Masih ada harapan di kalangan netral bahwa Anies akan tetap menjadi calon presiden, karena hal ini akan memungkinkan adanya tiga atau bahkan empat calon yang beragam dalam pemilihan 2024 mendatang. (my)

Saturday, 3 June 2023

Pemilu 2024 dan Calon Presiden Indonesia Menarik Perhatian Media Asing

Pemilu 2024 dan Calon Presiden Indonesia Menarik Perhatian Media Asing

Kabar Ngetren/Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres) di Indonesia pada tahun 2024 telah menarik perhatian media asing. 

Dalam liputan mereka, tiga calon kuat yang muncul, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menjadi sorotan utama. 

Meskipun pemilihan presiden baru akan dilaksanakan pada Februari 2024, media asing telah memperhatikan perkembangan politik di Indonesia.

Sebuah artikel berjudul 'In Jakarta, Political Kingmaking Starts Now' yang diterbitkan oleh Foreign Policy, mengulas tentang ketiga calon tersebut. 

Meskipun masih terlalu dini untuk memprediksi hasil Pilpres 2024, artikel tersebut menyebut bahwa pola yang sama dengan pemilihan sebelumnya kemungkinan akan terjadi.

Menurut laporan tersebut, Ganjar Pranowo dianggap sebagai calon yang akan sulit menang dalam pemilihan tersebut. 

Meskipun baru-baru ini ia memimpin dalam jajak pendapat, Ganjar dianggap memiliki asal-usul yang relatif sederhana dan sering dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo.

Prabowo Subianto disebut sebagai lawan kuat Ganjar. Ia dianggap mewakili generasi politik Indonesia yang lebih tua. 

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Prabowo merupakan mantan letnan jenderal dan menantu dari mantan Presiden Suharto. 

Meskipun memiliki kontroversi terkait pendudukan Indonesia di Timor Timur dan keterlibatannya dalam aktivitas militer, Prabowo tetap menjadi kandidat dalam pemilihan presiden sebelumnya dan saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Anies Baswedan dikaitkan dengan hubungannya dengan gerakan Islam radikal di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan minoritas. 

Artikel tersebut menyoroti perubahan sikap Anies dari seorang sarjana Fulbright yang moderat menjadi bersekutu dengan kelompok garis keras yang menuduh gubernur petahanan melakukan penistaan agama. 

Kemenangan Anies dalam Pilpres 2024 dapat memperkuat kekuatan sosial konservatif di Indonesia.

Sebuah analisis oleh seorang pengamat juga dikutip dalam artikel tersebut. 

Namun, ada kritik terhadap proses pemilihan di Indonesia yang dianggap lebih berkaitan dengan kelompok oligarki dan dukungan partai politik daripada kebijakan yang substansial. 

Pengamat menyebut bahwa pemilihan presiden sering menjadi kontes popularitas yang panjang.

Meskipun begitu, harapan rakyat Indonesia pada pemilihan presiden mendatang tetaplah sosok yang adil, bijaksana, dan mampu menerima kritik dari masyarakat terkait kebijakan yang diambil. (Maulana Yusuf)

Sunday, 21 May 2023

Ikrar Relawan Anies Baswedan: Menangkan Anies sebagai Presiden RI 2024 dan Jaga Kehormatan dalam Pemilu



Kabar Ngetren/Jakarta - Jakarta Pusat, 21 Mei 2023, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan Anies Baswedan hadir dalam acara Relawan di lapangan tenis indoor Gelora Bung Karno (GBK). 

Acara ini didukung sepenuhnya oleh para relawan yang ingin menyatukan persatuan untuk Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Rasyid Baswedan.

Sebelum hadir di lokasi, Anies terlihat menyapa dan berfoto dengan masyarakat Jakarta melalui akun Instagramnya. Moment tersebut dibagikan melalui instastory.

Pukul 13.43 WIB, Anies Baswedan tiba di acara dan disambut dengan antusias oleh para relawan. Mengenakan baju putih, Anies melambaikan tangan kepada relawan di seluruh sudut tribun. Wajahnya terlihat penuh senyum dan semangat.

Kehadiran Anies disambut dengan berdirinya para relawan yang menyuarakan dukungan dengan teriakan "Anies Presiden" dan lagu Indonesia Raya yang bergema di ruangan.

Sebelumnya, para relawan sudah bersuara meminta Anies Baswedan menjadi presiden tahun 2024. "Siapa presidennya? Anies Baswedan. 2024 Anies presiden," teriak para relawan.

Tribun acara dipadati oleh relawan dengan dresscode berbeda. Banyak yang mengenakan baju merah putih dengan gambar Anies Baswedan di bagian dada sebelah kiri.

Selama acara, para relawan menyampaikan ikrar sambil berdiri. Berikut adalah ikrar tersebut:

Kami relawan Anies Baswedan, dengan ini kami berikrar:

Bertekad untuk memenangkan Anies Baswedan sebagai Presiden RI 2024.
Bersikap santun, cerdas, amanah, dan tidak menyebarkan berita bohong.

Mendukung semua partai pengusung dan partai pendukung Anies Baswedan.
Mengawal proses pemilu agar berlangsung jujur, aman, adil, bebas, dan rahasia.

Selama ini, Bacapres Anies Baswedan dikenal dengan manuver politik yang berani. Terlebih Anies pernah diserang oleh para menteri Kabinet Jokowi terkait subsidi mobil listrik. Anies juga diminta bertemu dengan LBP terkait subsidi mobil listrik.

Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), dan Partai Demokrat juga belum mengumumkan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Rasyid Baswedan. (Maulana Yusuf)

Sunday, 7 May 2023

WHO Cabut Status Darurat COVID-19: Masyarakat Kembali Hidup Normal


 

Kabar Ngetren – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mencabut status darurat COVID-19 pada Jumat (5/5/2023) menyusul menurunnya kasus dan kematian akibat virus tersebut. Dalam siaran persnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa COVID-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global.


Dalam pertemuan Komite Darurat Badan Kesehatan Global pada Kamis (4/5/2023), direkomendasikan untuk mendeklarasikan berakhirnya krisis virus Corona sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional". Sejak 30 Januari 2020, tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap COVID-19 telah diberlakukan.


Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk COVID-19, mengingatkan bahwa kita tidak boleh melupakan tumpukan api dan kuburan yang telah digali akibat pandemi COVID-19.


Masyarakat Indonesia juga terkena dampak pandemi COVID-19, dengan banyak kegiatan ekonomi dan pariwisata yang harus tutup atau beralih ke sistem kerja dari rumah. Banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat COVID-19.


Pandemi COVID-19 di Indonesia mengalami pro dan kontra, termasuk dalam pengumuman awal kasus COVID-19 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang dinilai banyak pihak sebagai berita hoaks. Namun, pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengkonfirmasi bahwa ada 2 pasien COVID-19 berasal dari kota Depok yang memiliki KTP DKI Jakarta.


Dari kasus pertama tersebut, pemerintah memberlakukan aturan bertahap untuk menghindari merebaknya penyebaran virus tersebut, termasuk work from home bagi seluruh pegawai di instansi swasta atau lembaga negara dan membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah.


Dengan dicabutnya status darurat COVID-19 oleh WHO, masyarakat di seluruh dunia kini dapat bernafas lega dan kembali hidup normal. Tidak lupa, terima kasih disampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan relawan COVID-19 yang telah berjuang dalam menangani pandemi ini. (Maulana Yusuf)

Trending