Showing posts with label Kemenag RI. Show all posts
Showing posts with label Kemenag RI. Show all posts

Saturday, 20 April 2024

Kemenag RI Buka Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam TA 2024


Kabar Ngetren/Jakarta - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengumumkan pembukaan program bantuan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam untuk tahun anggaran 2024.

Pendaftaran untuk program ini telah dibuka sejak tanggal 18 April dan akan berlangsung hingga 18 Mei 2024. Terdapat 10 pilihan program bantuan yang dapat diakses melalui aplikasi Pusaka dan/atau Simba. Petunjuk teknis dapat diakses melalui tautan https://simba.kemenag.go.id/#juknis.

Kementerian Agama menegaskan bahwa program bantuan ini tidak dipungut biaya. Masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Agama. Jum'at, 19/4.

Daftar lengkap Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2024 meliputi:

1. Bantuan Peningkatan Digitalisasi Pesantren

2. Bantuan Pembangunan Asrama Pesantren

3. Bantuan Rehab Asrama Pesantren

4. Bantuan Halaqah Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

5. Bantuan Kemitraan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

6. Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

7. Bantuan Oprasional Pendidikan MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah)

8. Bantuan Oprasional Pendidikan LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an)

9. Bantuan Oprasional Pendidikan PDF (Pendidikan Diniyah Formal)

10. Bantuan Oprasional Pendidikan SPM (Satuan Pendidikan Muamalah)

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui tata persuratan resmi dan akun SIMBA masing-masing. eFHa. 

Tuesday, 9 April 2024

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal jatuh pada 10 April 2024


Kabar Ngetren/Jakarta — Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1445 H akan jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan ini diambil setelah Sidang Isbat dipimpin oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Selasa, 9/4.

Menurut Menteri Agama, keputusan tersebut didasarkan pada dua faktor utama. Pertama, hasil paparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama yang menunjukkan tinggi hilal dan sudut elongasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan MABIMS. Kedua, kesaksian dari para perukyah yang melakukan pengamatan di 127 titik di seluruh Indonesia, di mana 20 perukyah menyatakan telah melihat hilal.

Menteri Agama juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode, yaitu hisab dan rukyat, dalam menentukan awal bulan Qomariah. Kedua metode tersebut telah menghasilkan kesimpulan yang sama dalam Sidang Isbat kali ini.

Dengan demikian, Sidang Isbat secara resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1445 H akan jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Menteri Agama juga mengucapkan Selamat Idulfitri atas nama pemerintah, dengan harapan keberkahan bagi seluruh umat Islam. eFHa. 

Sunday, 24 March 2024

Stafus Kemenag Rekrut Jurnalis Media untuk Layanan Informasi Haji 1445 H


Kabar Ngetren/Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia kembali menghadirkan jurnalis media dalam rangka Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M. Kolaborasi ini, yang melibatkan jurnalis dan pelaksana humas Kemenag, dilakukan melalui Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, sebagaimana tahun sebelumnya.

Wibowo Prasetyo, Staf Khusus Menteri Agama, menegaskan bahwa keterlibatan para jurnalis dalam PPIH Arab Saudi merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk menyediakan informasi yang komprehensif terkait penyelenggaraan ibadah haji. Dia menyampaikan hal ini dalam acara Bimtek PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

"Melalui kerja sama antara Kementerian Agama dan media, kami akan menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan haji tahun ini. Tidak hanya itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada jemaah dan keluarga mereka di Tanah Air," ujar Wibowo. Jum'at, 22/3.

Menurutnya, keberadaan MCH diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai progres pelaksanaan penyelenggaraan haji kepada masyarakat. Wibowo juga menekankan pentingnya para petugas haji sebagai sumber informasi bagi para jemaah, dengan harapan akan terjadi penyebaran informasi positif mengenai pelaksanaan ibadah haji.

Gus Bowo, sapaan akrab Wibowo Prasetyo, menambahkan bahwa para petugas haji sebenarnya adalah duta bangsa yang akan membawa nama baik Indonesia di mata dunia. "Para petugas haji akan bertemu dengan berbagai petugas dan jemaah haji dari negara lain, sehingga mereka harus menjadi representasi yang baik bagi bangsa Indonesia," tutupnya. eFHa. 

Trending