Showing posts with label Wisuda. Show all posts
Showing posts with label Wisuda. Show all posts

Sunday, 11 June 2023

Wisuda Kelas VI: Pesona Santri Berprestasi

Wisuda Kelas VI: Pesona Santri Berprestasi

Kabar Ngetrem/Banyumas - Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif NU 01 Pangebatan di Banyumas, Jawa Tengah, menggelar Wisuda Purna Siswa Kelas VI dengan peserta didik sebanyak 48 orang. 

Acara ini berlangsung dengan khidmat di halaman MI Ma'arif NU 01 Desa Pangebatan. Pembukaan acara dilakukan oleh MC Ade Rahma dan Novia Puja, disusul dengan tilawah oleh Naura dan menyanyikan lagu-lagu nasional. 

Prosesi wisuda dilakukan dengan penuh khidmat, termasuk pemberian Surat Keterangan Lulus dan penghargaan kepada siswa berprestasi. 

Kepala Madrasah, Nur Khasanah, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. 

Dalam motivasinya, Nur Khasanah mengingatkan para wisudawan/wisudawati untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dan menjaga nama baik almamater. 

Ketua Komite MI Ma'arif NU 01 Pangebatan juga memberikan sambutan yang membanggakan dan mengajak para wisudawan/wisudawati untuk tetap berhubungan dengan madrasah. 

Ketua BP3MNU, Kiai Nardi, juga memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati dan mengajak semua orang untuk menyekolahkan anak-anak di MI Ma'arif NU 01 Pangebatan.

Acara ditutup dengan penampilan tarian dan nyanyian yang meriah dari siswa-siswi, serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dan doa bersama. (eFHa)

Wednesday, 7 June 2023

Kontroversi Persyaratan Wisuda: Biaya Dandan Menjadi Beban



Kabar Ngetren/Purbalingga, 7 Juni 2023 - Persyaratan dandan wisuda bagi kelulusan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) telah memicu kontroversi di kalangan para ibu. 

Beberapa ibu merasa terbebani secara finansial, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian dari perkembangan zaman.

Beberapa ibu menyatakan bahwa persyaratan dandan wisuda ini memberatkan secara finansial. Mereka yang kurang mampu menghadapi kesulitan karena harus mengeluarkan biaya untuk dandan di salon kecantikan dan membeli kebaya wisuda sebagai pakaian resmi. 

Beberapa bahkan mengungkapkan bahwa anak-anak mereka tidak memahami kebutuhan ini dan menolak untuk membelinya.

Namun, ada juga ibu-ibu yang menerima persyaratan tersebut sebagai bagian dari perkembangan zaman. Mereka berpendapat bahwa hal ini adalah era kekinian, dan para ibu harus tetap sabar dan mengikuti tren.

Di sisi lain, ada ibu-ibu yang berpendapat sebaliknya. Mereka menganggap kelulusan sekolah seharusnya cukup dengan menggunakan seragam sekolah dan mengambil foto bersama dengan OSIS yang sudah didandani. 

Bagi mereka, persyaratan tambahan seperti dandan untuk panggung pentas seni menjadi beban bagi ibu-ibu yang kurang mampu.

Kontroversi ini mengungkapkan perbedaan pandangan dan realitas sosial di tengah masyarakat. Sementara ada ibu-ibu yang bersedia mengikuti perkembangan zaman dan mengeluarkan biaya lebih, ada juga yang berharap ada penyesuaian yang mempertimbangkan keterbatasan finansial mereka.

Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan dapat mempertimbangkan kedua perspektif ini. 

Solusi yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan semua pihak menjadi penting dalam mengatasi kontroversi ini. (eFHa)

Trending