Showing posts with label Kepenak Ngodene. Show all posts
Showing posts with label Kepenak Ngodene. Show all posts

Thursday, 27 November 2025

Lapor Masbup hingga Kepenak Ngodene, Purbalingga Pamerkan Transformasi Digital


Kabar Ngetren/Semarang - Komitmen Kabupaten Purbalingga dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik kembali mendapat sorotan positif. Hal itu tampak dari apresiasi panelis saat Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif hadir langsung pada kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik 2025 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Selasa, (25/11/2025).


Kehadiran Bupati Fahmi dinilai sebagai bentuk keseriusan pimpinan daerah dalam memperkuat transparansi layanan informasi publik. Dalam penyampaiannya, Bupati Fahmi mengungkapkan bahwa seluruh OPD di lingkungan Pemkab Purbalingga telah menerapkan layanan digital yang terintegrasi. Sementara itu, layanan digitalisasi di tingkat desa saat ini sudah mencapai 60 persen.


“Target kami 2026, seluruh desa sudah menerapkan layanan online yang terintegrasi,” tegasnya.



Di depan panelis, Bupati Fahmi memaparkan dua inovasi digital andalan Pemkab Purbalingga. Pertama, Lapor Masbup, aplikasi pengaduan masyarakat yang terhubung dengan Lapor PakGub. Kanal ini dapat diakses melalui WhatsApp, media sosial, dan website resmi pemerintah daerah.


“Setiap aduan langsung kami tindak lanjuti, dan hasil tindak lanjutnya kami sampaikan kembali kepada publik melalui media sosial sebagai bukti transparansi,” jelasnya.


Inovasi kedua adalah platform Kepenak Ngodene, yang hadir sebagai solusi atas meningkatnya angka pengangguran akibat gelombang PHK. Platform ini menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung.



“Perusahaan bisa memposting lowongan, sementara pencari kerja dapat melihat peluang pekerjaan dan mengunggah CV mereka,” ujar Fahmi.



Mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr Ir Sri Puryono KS MP, yang menjadi salah satu panelis, secara khusus mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, platform Kepenak Ngodene sangat relevan dan fungsional.


“Dengan platform ini, bahkan tidak perlu lagi menggelar job fair. Sudah sangat memadai,” tuturnya.



Kepala Dinkominfo Purbalingga, R Budi Setiawan menyampaikan optimismenya bahwa Purbalingga dapat kembali mempertahankan predikat Kabupaten Informatif untuk ketiga kalinya, sekaligus meningkatkan peringkat di tingkat provinsi..


“Respon dari ketiga panelis sangat positif. InsyaAllah ini bisa mendongkrak nilai kita yang sebelumnya 94,05 pada peringkat 7, mudah-mudahan bisa naik lebih tinggi,” ujarnya.


Meski demikian, Budi mengakui masih ada pekerjaan besar di tingkat desa, yakni mewujudkan 100 persen layanan digital. Saat ini dari 224 desa, baru sekitar 147 desa yang memiliki website resmi.



“Kita kejar sampai 2026. Kita akan membangun website terintegrasi dari desa hingga kabupaten,” tegasnya.


Uji publik yang diselenggarakan Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah ini diikuti 102 badan publik, meliputi 33 SKPD Pemprov Jateng, 33 pemerintah kabupaten/kota, 23 RSUD, 7 RSUP, 5 badan vertikal, dan 2 BUMD.


Kegiatan berlangsung pada 25–26 November 2025 di Gedung Sasana Widya Praja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Agenda ini menjadi instrumen penting untuk mengukur kepatuhan badan publik terhadap keterbukaan informasi sesuai regulasi yang berlaku.


Sumber: tha/prokopim.

Wednesday, 19 November 2025

Diserbu Pencari Kerja, Job Fair Purbalingga 2025 Tawarkan Hampir 9 Ribu Lowongan


Kabar Ngetren/Purbalingga – Ribuan pencari kerja memadati GOR Indoor Sasana Krida Perwira pada gelaran Purbalingga Job Fair 2025, Rabu, (19/11/2025). Antusiasme ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.


Tercatat ada 8.947 lowongan kerja yang disediakan oleh 52 perusahaan baik lokal dan luar Purbalingga. Dimana sebanyak 43 perusahaan hadir langsung di GOR dan 9 perusahaan mengikuti secara daring.


“Pemerintah memastikan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki ruang yang setara untuk berkompetisi. Setidaknya 7 perusahaan secara khusus membuka 51 lowongan bagi pencari kerja disabilitas,” ungkap Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif didampingi Wabup Purbalingga Dimas Prasetyahani usai membuka Purbalingga Job Fair 2025.



Bupati Fahmi menegaskan bahwa job fair merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja serta mengurangi angka pengangguran akibat kondisi ekonomi dunia yang belum stabil.


“Dari target tersedianya 10 ribu lapangan kerja baru, saat ini tersedia 8.947 lowongan, artinya sudah 80 persen dari target terpenuhi. Lowongan yang ditawarkan tidak hanya untuk penempatan di Purbalingga, tapi juga luar daerah dan luar negeri,” ujar Bupati.


Pada kesempatan yang sama juga di-launching aplikasi “Kepenak Ngodene”. Dengan aplikasi ini, para pencaker termasuk disabilitas dapat mengunggah data dan melamar pekerjaan secara mandiri tanpa harus berpindah lokasi. Perusahaan pun bisa memasukkan kebutuhan lowongan secara lebih cepat dan akurat.



“Aplikasi ini nantinya akan mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sehingga prosesnya jadi lebih mudah dan efisien,” ujarnya.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Purbalingga Mukodam menjelaskan bahwa job fair berlangsung dua hari, 19–20 November 2025, mulai pukul 08.00–16.00 WIB.


“Perusahaan yang meramaikan Job Fair ada dari sektor manufaktur, perbankan, restoran, perhotelan, jasa keuangan, digital marketing dan lain sebagainya,” jelasnya.



Dua pencari kerja disabilitas, Desti Rinata (24) dari Jatisaba dan Maemunah (23) dari Kaligondang, mengaku sangat terbantu dengan gelaran job fair tahun ini. Mereka mengatakan jarang ada kegiatan rekrutmen di daerah yang benar-benar menyediakan lowongan khusus disabilitas.


Bahkan keduanya sempat mendapat arahan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati untuk melamar pekerjaan di PT Mitra Karya Tri Utama yang berada di Karangjambe, salah satu perusahaan yang membuka peluang bagi penyandang disabilitas.


“Senang sekali karena pemerintah memberi kesempatan untuk kami. Biasanya sulit sekali mencari lowongan yang mau menerima disabilitas, tapi di job fair ini kami dipermudah,” ujar Desti.


Sumber: tha/prokopim.

Trending