Showing posts with label Polri untuk Masyarakat. Show all posts
Showing posts with label Polri untuk Masyarakat. Show all posts

Tuesday, 30 December 2025

Jembatan Presisi Jlegiwinangun–Korowelang Diresmikan, Akses Warga Kian Aman


Kabar Ngetren/Kebumen — Warga Desa Jlegiwinangun dan Korowelang, Kecamatan Kutowinangun, kini bisa bernapas lega. Jembatan penghubung kedua desa yang sebelumnya rapuh dan rawan kini berdiri lebih kokoh setelah direnovasi. Jembatan tersebut diresmikan penggunaannya oleh Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith, Senin, (29/12/2025).


Jembatan yang diberi nama Jembatan Presisi itu merupakan bagian dari program prioritas Kapolri untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah. Pembangunan infrastruktur ini ditujukan untuk menjamin keselamatan warga sekaligus memperlancar mobilitas harian.


Dalam sambutannya, AKBP Eka Baasith menjelaskan pemilihan lokasi pembangunan didasarkan pada hasil survei teknis dan konsultasi dengan berbagai pihak. Kondisi jembatan lama dinilai tidak lagi layak dan berisiko bagi pengguna. 



“Saat kami survei, jembatan lama sudah goyang dan kondisinya tidak aman. Jika dibiarkan, masyarakat yang paling dirugikan, terutama anak-anak sekolah,” ujarnya.


Kapolres juga mengapresiasi dukungan pihak ketiga yang ikut berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia berpesan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat.


Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang hadir dalam peresmian itu menyampaikan apresiasi kepada Polres Kebumen dan pihak ke tiga atas kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis bagi kehidupan warga. 



“Ini bukan sekadar akses fisik, tetapi urat nadi aktivitas masyarakat. Mobilitas lebih lancar, dan sektor pariwisata seperti Jlegi Fun River diharapkan ikut tumbuh,” kata Lilis.


Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai di sekitar jembatan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Kepala Desa Jlegiwinangun Ruri Saharani mengatakan jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter itu kini jauh lebih kuat karena menggunakan lantai plat besi, menggantikan papan kayu yang selama bertahun-tahun kerap rusak. 


“Selain jembatan, akses jalan menuju lokasi juga sudah diaspal. Ini sangat membantu aktivitas warga dan anak-anak sekolah, sekaligus diharapkan menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya.


Peresmian Jembatan Presisi dihadiri jajaran pejabat utama Polres Kebumen, para kapolsek, Forkopimcam Kutowinangun, Ketua DPRD, tokoh masyarakat, serta pihak yang turut mendukung pembangunan tersebut.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Saturday, 27 December 2025

Salah Jurusan Saat Perjalanan, Lansia Asal Magetan Diantar Polisi Kembali ke Keluarga


Kabar Ngetren/Karanganyar - Kepedulian dan kehadiran Polri yang humanis kembali dirasakan masyarakat. Berkat bantuan masyarakat dan koordinasi lintas wilayah jajaran kepolisian, seorang pria lanjut usia asal Kabupaten Magetan, Mbah Subianto, akhirnya dapat kembali ke pangkuan keluarganya dengan aman setelah mengalami salah jurusan saat perjalanan pulang dari Kalimantan. 


Mbah Subianto diketahui baru saja kembali dari Kalimantan Tengah, tempat ia mengunjungi anak dan cucunya. Pada Rabu, (24/12/2025), ia tiba di Surabaya melalui jalur laut dan melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus. Namun karena keterbatasan informasi dan kondisi usia lanjut, Mbah Subianto tanpa disadari salah menaiki jurusan bus yang seharusnya menuju wilayah Ngawi, hingga akhirnya tiba di Terminal Tirtonadi, Kota Solo.



Dalam kondisi kebingungan, Mbah Subianto kemudian menyewa ojek dan meminta diantarkan ke Desa Junkie. Kesamaan nama wilayah membuat pengemudi ojek mengira tujuan yang dimaksud adalah Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Mbah Subianto pun diantarkan ke lokasi tersebut.


Setibanya di Kelurahan Jungke, warga setempat yang melihat kondisi Mbah Subianto segera menunjukkan kepedulian dengan menanyakan tujuan dan kondisi yang bersangkutan. 


Dari komunikasi tersebut, diketahui bahwa desa yang dimaksud adalah Desa Junkie di Kabupaten Magetan. Tanpa ragu, warga kemudian berinisiatif mengantarkan Mbah Subianto ke Pos Pengamanan Terpadu Alun-Alun Karanganyar untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.



Petugas Pos PAM Terpadu dengan sigap memberikan pendampingan dan melakukan koordinasi lintas wilayah. Mbah Subianto selanjutnya diantar ke Polsek Karangpandan, kemudian dilanjutkan ke Polsek Tawangmangu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan. 


Dari titik perbatasan tersebut, Mbah Subianto diserahkan kepada Polsek Plaosan, Polres Magetan, hingga akhirnya dapat dipulangkan dan kembali bertemu keluarganya dalam keadaan aman dan sehat.



Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk kelompok lanjut usia.


Ia menambahkan, Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Untuk Masyarakat.


“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Melalui koordinasi lintas wilayah serta dukungan dan kepedulian masyarakat, alhamdulillah Mbah Subianto dapat kembali ke keluarganya dengan aman dan selamat,” tandasnya.


Sumber: ***

Monday, 30 June 2025

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Jateng Gelar Doa Bersama Lintas Agama Bersama Forkopimda dan FKUB se-Jawa Tengah


Kabar Ngetren/Semarang - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Jateng menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada hari Senin, (30/6/2025) pagi di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus simbol harmoni antarumat beragama dalam mendukung peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Acara ini dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo beserta jajaran Pejabat Utama Polda, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Ketua MUI Jateng, serta tamu undangan dari FKUB Provinsi dan FKUB Kota Semarang. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari tamu undangan VIP, anggota Mapolda Jateng, dan panitia.


Dalam sambutannya, Kapolda Jateng mengungkap bahwa peringatan Hari Bhayangkara di Polda Jateng tahun ini tidak diisi dengan kegiatan meriah dan suasana gegap gempita. Namun menggelar kegiatan yang bersifat internal dan berbagai kegiatan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


"Kami menggelar upacara dan beberapa kegiatan yang bersifat kemasyarakatan seperti bakti sosial dan lainnya. Kegiatan ini lebih bermanfaat bagi masyarakat sesuai tema kita Polri Untuk Masyarakat," ujar Kapolda.



Irjen Pol Ribut Hari Wibowo turut memohon doa restu dari seluruh tokoh agama dan masyarakat Jawa Tengah agar Polri dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.


"Kami mohon doa agar ke depan Polri bisa menjadi institusi yang betul betul bisa memenuhi harapan masyarakat. Doa ini bagi kami menjadi tambahan spirit untuk lebih berbakti melayani masyarakat, bangsa dan negara," tuturnya.


Dalam kegiatan ini, enam tokoh lintas agama tampil secara bergantian untuk memanjatkan doa yang mewakili semangat toleransi dan persatuan bangsa. Mereka adalah Prof. Dr. K.H. Imam Yahya, M.Ag (Islam – Ketua FKUB Provinsi Jateng), Ws. Andi Gunawan, ST (Kong Hu Chu), Tanto Soegito Harsono (Budha), Drs. I Dewa Made Artasya, M.Pd.H (Hindu), Pdt. Yosua Wardaya, S.Th (Kristen Protestan), dan Sr. Yulia Silalahi, SDP (Katholik).


Pembacaan doa dari keenam tokoh ini menjadi simbol bahwa dalam keberagaman, masyarakat Indonesia dapat bersatu demi cita-cita bersama kehidupan yang damai, aman, dan saling menghormati satu sama lain.



Usai pembacaan doa lintas agama, selanjutnya digelar tausiah yang disampaikan oleh KH Supandi, ulama karismatik asal Kota Semarang yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang hangat dan humoris dengan logat Jawa yang khas. Dalam tausiahnya, KH Supandi mengajak jajaran Polri untuk menjadikan Hari Bhayangkara ke-79 sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas pelayanan.


"Polri harus terus mendewasakan diri, menjadi contoh dan panutan yang baik di tengah masyarakat. Kalau ingin dicintai rakyat, ya harus melayani dengan hati," pesan KH Supandi di akhir ceramahnya.


Menanggapi kegiatan ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang mencerminkan wajah humanis Polri di tengah keberagaman bangsa.


"Doa lintas agama ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk komitmen kami untuk terus merawat kebhinekaan dan menjalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Semangat Bhayangkara adalah semangat untuk melayani tanpa memandang latar belakang," ujarnya.


Di akhir, Kombes Pol Artanto juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan mendukung peran Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.


"Mari kita jadikan momen Hari Bhayangkara ke-79 ini sebagai refleksi bersama, bahwa Indonesia yang damai dan kuat hanya bisa terwujud jika kita terus bersatu dalam perbedaan. Polri hadir untuk masyarakat, dan masyarakat adalah mitra utama kami," pungkasnya.


Sumber: Bid Humas Polda Jateng.

Trending