Showing posts with label Ekonomi Desa. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Desa. Show all posts

Saturday, 10 January 2026

Panen Raya Nila Bioflok, Wabup Dimas: Potensi Penggerak Ekonomi Desa


Kabar Ngetren/Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengapresiasi keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Banyumili Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, dalam melaksanakan panen raya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani di lokasi budidaya ikan, Kamis, (8/1).


“Kami sangat senang dan mengapresiasi masyarakat Desa Dagan melalui Bumdes Banyumili yang mampu membuktikan bahwa budidaya ikan dengan sistem bioflok ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Wabup Dimas.



Menurutnya, budidaya ikan nila dengan sistem bioflok merupakan inovasi yang sangat relevan untuk mendorong percepatan perputaran ekonomi desa, sekaligus menjadi alternatif penguatan ekonomi masyarakat selain sektor pertanian.


“Kolam biofloknya tertata rapi, bersih, dan kualitasnya sangat mumpuni. Dari sisi peralatan, sanitasi, hingga kelistrikannya sudah sangat baik,” tambahnya.


Wabup Dimas menuturkan bahwa keberhasilan Bumdes Banyumili dalam memanfaatkan potensi desa melalui sektor ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Bumdes lain di Kabupaten Purbalingga yang memiliki karakteristik dan potensi serupa.



“Keberhasilan Bumdes Banyumili ini diharapkan dapat menginspirasi Bumdes lainnya untuk mengikuti jejak dalam pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok. Dengan demikian, Bumdes di Kabupaten Purbalingga dapat maju bersama dan saling mendukung, yang pada akhirnya turut mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga berharap pengembangan budidaya ikan nila sistem bioflok ini dapat terus berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada panen perdana, namun berlanjut pada panen-panen berikutnya dengan hasil yang semakin meningkat.


“Saya berharap Bumdes Banyumili bisa terus berkembang ke depannya, tidak hanya pada panen kali ini, tetapi juga pada panen-panen selanjutnya,” kata Wabup.



Sementara itu, Direktur Bumdes Banyumili Yuni Prihatno, menjelaskan program budidaya ikan nila sistem bioflok merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang didanai melalui Dana Desa sebesar Rp198 juta. Saat ini, Bumdes Banyumili mengelola sebanyak 12 kolam bioflok.


“Panen ikan dengan sistem bioflok dilakukan setiap tiga bulan sekali, dimulai dari penebaran benih dengan ukuran yang bervariasi hingga masa panen,” jelasnya.



Ia menambahkan, hasil panen dari setiap kolam bervariasi. Pada panen kali ini, satu kolam menghasilkan sekitar 162 kilogram ikan nila yang memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat desa.


Di tempat yang sama, Camat Bobotsari, Aris Mulyanto, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program-program inovasi desa, khususnya dalam pengembangan budidaya perikanan dan penguatan sentra-sentra ekonomi desa.


“Kami siap mendukung program inovasi desa dan membimbing pemerintah desa dalam memotivasi masyarakat, termasuk memaksimalkan APBDes untuk mendorong ekonomi aktif desa, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan,” ungkap Aris.


Sumber: tha/prokompim.

Tuesday, 2 December 2025

Camat Terisi Boy Billy Prima Tinjau Pembangunan Gerai KDMP Pertama di Kecamatan Terisi

Camat Terisi Boy Billy Prima Tinjau Pembangunan Gerai KDMP Pertama di Kecamatan Terisi

Indramayu — Camat Terisi Boy Billy Prima, S.Sos., Stp. melakukan monitoring langsung pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Plosokerep pada Selasa (02/12/2025). Pembangunan gerai ini menjadi sorotan, karena menjadi gerai KDMP pertama yang berdiri di wilayah Kecamatan Terisi.


Langkah peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari segi kualitas maupun percepatan pelaksanaannya. Camat Boy Billy Prima ingin memastikan fasilitas tersebut dapat segera digunakan masyarakat sebagai pusat ekonomi desa.


Dalam kunjungannya, Camat Terisi menegaskan harapannya agar gerai koperasi ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa serta membuka peluang usaha baru.


“Gerai ini merupakan yang perdana di Kecamatan Terisi. Kami sangat mendukung, karena keberadaannya akan membawa manfaat besar bagi perekonomian masyarakat desa,” ujar Camat Terisi Boy Billy Prima saat ditemui di lokasi pembangunan.


Pemerintah Desa Plosokerep juga memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah kecamatan. Mereka berharap pembangunan berjalan lancar sehingga gerai tersebut dapat segera beroperasi sebagai pusat layanan koperasi dan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Kehadiran gerai pertama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih bagi wilayah lain di Kabupaten Indramayu. Selain itu, pembangunan ini juga dinilai sebagai penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa yang berkelanjutan.



Penulis: Thoha

Editor: Maz Friend

Saturday, 8 November 2025

Gebrakan Baru UMKM Nguneng: Sinergi Ekonomi dan Sosial Lewat Cooking Class Tradisional & Modern!

Gebrakan Baru UMKM Nguneng: Sinergi Ekonomi dan Sosial Lewat Cooking Class Tradisional & Modern!

Wonogiri, Jawa Tengah – Desa Nguneng, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, menjadi saksi atas sebuah inisiatif luar biasa yang memadukan semangat kewirausahaan dengan kepedulian sosial. 


Pada hari Sabtu ini, Paguyuban UMKM Desa Nguneng sukses menggelar acara akbar bertajuk “Cooking Class Tradisional dan Modern”. 


Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Komunitas Usaha Sukses (Komus) Wonogiri dan dukungan penuh dari Minyak Goreng Sania.


Paguyuban UMKM Desa Nguneng berdiri sebagai wadah vital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Nguneng. 


Gebrakan Baru UMKM Nguneng: Sinergi Ekonomi dan Sosial Lewat Cooking Class Tradisional & Modern!


Organisasi ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas bisnis anggotanya melalui pertemuan rutin bulanan, tetapi juga aktif menggarap program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.


Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas Paguyuban ini adalah Jumat Berkah. Dalam program sosial ini, Paguyuban bertindak sebagai jembatan kebaikan, menerima dan menyalurkan sedekah berupa sayuran segar dan makanan matang kepada warga yang membutuhkan. 


Selama kurun waktu lima bulan, sejak Juni hingga akhir Oktober 2025, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah). 


Angka ini membuktikan bahwa pelaku UMKM Nguneng tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.


Gebrakan Baru UMKM Nguneng: Sinergi Ekonomi dan Sosial Lewat Cooking Class Tradisional & Modern!


Acara kelas memasak kali ini menjadi gebrakan baru yang menandai langkah Paguyuban untuk mendiversifikasi kegiatan mereka. 


Selain menambah wawasan kuliner bagi anggota, kegiatan ini juga berfungsi sebagai refreshment atau penghilang kejenuhan, terutama bagi anggota yang mayoritas ibu rumah tangga.


Kelas memasak dipandu oleh Pak Eko Pambudi, seorang pengusaha muda yang berhasil menyulut semangat peserta. 


Sekitar 50 peserta hadir dari berbagai kalangan mulai dari pelaku UMKM, anggota PKK, hingga ibu rumah tangga biasa—menunjukkan luasnya daya tarik kegiatan ini.


Dukungan dari pemerintah desa juga tampak nyata dengan kehadiran Kepala Desa Nguneng, Bapak Padi, beserta Ibu Ketua PKK Desa Nguneng. Turut hadir pula Relawan Literasi Wonogiri, Mas Miswanto, yang ikut memeriahkan acara.


Dalam sambutan resminya, Kepala Desa Padi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban UMKM Desa Nguneng.


“Kegiatan hari ini adalah bukti nyata sinergi antara pelaku usaha dan mitra. Saya berharap semangat ini terus membara untuk memajukan Desa Nguneng,” ujar Bapak Kepala Desa.


Peserta menunjukkan antusiasme luar biasa dari awal hingga akhir acara. Dalam sesi utama, tim dari Sania mengajarkan teknik memasak berbagai kuliner berbahan dasar tepung beras, mencakup resep tradisional hingga kreasi modern yang siap bersaing di pasar masa kini. 


Hal ini sejalan dengan visi Paguyuban untuk menciptakan produk UMKM yang adaptif dan inovatif.


Suasana semakin semarak dengan hadirnya Tepuk UMKM, kreasi Bapak Andi Darmawan selaku Pembina Paguyuban. Tepuk ini terinspirasi dari Tepuk Sakinah, dengan tujuan membangkitkan motivasi dan semangat:


“Berjualan... berjualan... berjualan...Untung banyak... untuk banyak... untuk banyak...Saling sokong, saling dorong, saling bina, saling jaga, UMKM! Maju Jaya!”


Acara cooking class ditutup dengan Bazar Produk UMKM Desa Nguneng, yang menampilkan hasil karya kuliner lokal terbaik. 


Produk-produk yang dipamerkan antara lain Kopi Blego khas Nguneng, minuman rempah dari SEGER WARAS, hingga aneka jajanan lezat dari NYICIP dan berbagai produk UMKM unggulan lainnya.


Melalui kegiatan terpadu ini, Paguyuban UMKM Desa Nguneng membuktikan diri bukan hanya sekadar perkumpulan, melainkan motor penggerak ekonomi berbasis ilmu, inovasi, dan kepedulian sosial. Keberhasilan acara ini menjadi modal berharga bagi UMKM Nguneng untuk terus Maju dan Jaya.


Editor: D-Nss 

Penulis: Andi Darmawan

Friday, 31 October 2025

Mendagri Bentuk Satgas Khusus Percepat Lahan dan Bangunan Kopdeskel Merah Putih

Mendagri Bentuk Satgas Khusus Percepat Lahan dan Bangunan Kopdeskel Merah Putih

Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Program strategis nasional ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan koperasi di seluruh wilayah Indonesia.


Dalam Rapat Internal Percepatan Penyiapan Lahan dan Bangunan Kopdeskel Merah Putih yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada Kamis (30 Oktober 2025), Mendagri menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah (Pemda) terhadap program tersebut.


“Bahwa ini (Kopdeskel Merah Putih) adalah perintah Bapak Presiden, Program Strategis Nasional yang harus didukung oleh Pemda,” ujar Tito Karnavian dalam rapat tersebut.


Pembentukan Satgas Khusus Kopdeskel Merah Putih


Untuk memastikan percepatan pembangunan, Mendagri mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Khusus. Tim ini akan fokus mengawasi dan mempercepat penyiapan lahan serta pembangunan fisik Kopdeskel di seluruh daerah.


Satgas tersebut akan dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Wamendagri Akhmad Wiyagus, serta didukung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.


“Satgas ini akan memastikan seluruh proses berjalan cepat, mulai dari kesiapan lahan, bangunan, hingga operasionalisasi di lapangan,” jelas Tito.


Langkah Teknis dan Pemantauan di Daerah


Sebagai tindak lanjut, Mendagri juga menjadwalkan rapat teknis bersama Pemda untuk mengevaluasi kemajuan tiap wilayah. Ia menegaskan, Satgas wajib melaporkan perkembangan secara rutin agar setiap kendala di lapangan bisa segera diatasi.


“Kita akan lihat progresnya. Kalau ada kabupaten atau kota yang progresnya lambat, Satgas akan langsung turun meninjau dan membantu penyelesaiannya,” tegasnya.


Dengan adanya Satgas ini, pemerintah berharap seluruh data terkait capaian, hambatan, dan tantangan di lapangan dapat terpantau dengan akurat dan menyeluruh. Hasil pemantauan itu akan menjadi dasar strategi percepatan operasional Kopdeskel Merah Putih, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.


Dukungan Pemda Diharapkan Optimal


Mendagri juga mengingatkan seluruh Pemda agar terus berkomitmen mendukung program Kopdeskel Merah Putih. Program ini diyakini akan memperkuat perekonomian masyarakat desa dan kelurahan melalui koperasi yang mandiri, produktif, serta berdaya saing tinggi.


“Pemda harus bergerak cepat. Dukungan di lapangan akan menentukan keberhasilan program strategis nasional ini,” ujar Tito menegaskan.


Rapat tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kemendagri, termasuk Wamendagri, Sekjen, dan para direktur terkait yang akan berperan langsung dalam pelaksanaan kebijakan di daerah.


Editor: D-Nss

Sumber: Puspen Kemendagri

Saturday, 18 October 2025

80 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun Serentak, 7 di Purbalingga Jadi Percontohan

80 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun Serentak, 7 di Purbalingga Jadi Percontohan

Purbalingga – Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dimulai dengan gebrakan besar. Sebanyak 80.000 gerai, pergudangan, dan fasilitas pendukung koperasi dibangun secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Momentum ini menandai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa berbasis gotong royong dan kemandirian masyarakat.

Di wilayah Korem 071/Wijayakusuma, terdapat 65 titik pembangunan yang melaksanakan peletakan batu pertama secara bersamaan. Dari jumlah tersebut, 7 titik berada di Kabupaten Purbalingga, yang kini menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program nasional ini.

Adapun 7 lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Purbalingga meliputi:

Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar

Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja

Desa Timbang, Kecamatan Kejobong

Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari

Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja

Desa Kalimanah, Kecamatan Kalimanah

Desa Karangduren, Kecamatan Mrebet
 

Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat


Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., didampingi Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi, S.Sos., M.Hum., M.Han. serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, menghadiri kegiatan ground breaking di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja.

Dalam sambutannya, Kolonel Lukman Hakim menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden Prabowo yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Ini merupakan program dari pemerintah Presiden Prabowo dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama. Program ini berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja, dan penyediaan pelayanan ekonomi yang sistematis,” jelas Kolonel Lukman Hakim.
 

Dukungan Pemerintah Daerah


Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program nasional tersebut.

“Terima kasih kepada Danrem 071/Wijayakusuma dan Dandim 0702/Purbalingga. Dengan adanya kegiatan ini, mari kita awasi dan bimbing bersama agar tujuan program Koperasi Merah Putih dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Dimas juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini menggandeng TNI sebagai bagian dari OMSP untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
 

Harapan dari Masyarakat Desa


Sementara itu, Lasmono, Kepala Desa Kembangan Kecamatan Bukateja, mengungkapkan harapannya agar keberadaan Koperasi Merah Putih mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan berdirinya Koperasi Merah Putih ini, ekonomi Desa Kembangan bisa meningkat pesat. Potensi hasil pertanian dan UMKM dapat terserap serta dikelola secara profesional. Kami ingin Kembangan menjadi suplayer bagi kebutuhan wilayah sekitar,” tutur Lasmono penuh optimisme.

Dengan berdirinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah, termasuk di Purbalingga, diharapkan perekonomian masyarakat dapat tumbuh berkelanjutan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antarwarga. Program ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan karakter dan kemandirian ekonomi rakyat Indonesia.

Thursday, 7 August 2025

Bulog Indramayu Dukung Launching Koperasi Merah Putih Pertama di Desa Bondan

Bulog Indramayu Dukung Launching Koperasi Merah Putih Pertama di Desa Bondan


Indramayu – Badan Urusan Logistik (Bulog) Indramayu memberikan dukungan penuh terhadap launching Koperasi Merah Putih (KMP) pertama yang dilaksanakan di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, pada Rabu, 6 Agustus 2025. 


Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui sinergi antara Bulog dan KMP.


Launching KMP diadakan di Balai Desa Bondan dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kapolsek Sukagumiwang, Camat Sukagumiwang, Kuwu Desa Bondan, Pimpinan Bulog Indramayu Sri Wahyuni beserta jajaran, serta seluruh pamong desa.


Dalam keterangannya kepada media, Pimpinan Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa Bulog hadir untuk mendukung kegiatan koperasi desa melalui penyediaan produk sembako berkualitas dengan harga terjangkau. Beberapa produk yang disediakan antara lain:


Beras SPHP: Rp12.000/kg


Tepung: Rp10.500/kg


Gula Pasir Rose Brand: Rp16.000/kg


Minyak Goreng: Rp15.500/liter


Beras Premium: Rp14.500/kg


"Kami ingin masyarakat mendapatkan akses bahan pokok yang berkualitas dan terjangkau. Ini adalah bentuk dukungan nyata Bulog untuk memperkuat perekonomian desa," ujar Sri Wahyuni.


Bupati Indramayu Lucky Hakim turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Desa Bondan.


“Kami sangat mengapresiasi langkah Desa Bondan yang telah menjadi desa pertama di Kabupaten Indramayu meluncurkan Koperasi Merah Putih. Semoga koperasi ini menjadi contoh pengelolaan ekonomi desa yang transparan dan bermanfaat.” katanya.


Dengan kehadiran Koperasi Merah Putih, Desa Bondan diharapkan mampu menjadi model percontohan pengembangan koperasi di tingkat desa yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di Kabupaten Indramayu. (Thoha).

Trending