Showing posts with label pelatihan. Show all posts
Showing posts with label pelatihan. Show all posts

Saturday, 29 July 2023

Pelatihan Pembuatan Hantaran Pengantin ala FATAYAT NU



Kabar Ngetren/BANYUMAS - Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memberdayakan para anggotanya dengan memberikan pelatihan pembuatan hantaran pengantin. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada para anggota agar bisa membuat berbagai macam hantaran pengantin yang indah, kreatif, inovatif, enak dipandang, menarik, dan memiliki nilai jual.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam pertemuan rutin setiap Jum'at Kliwon (28/07/2023), dengan penambahan agenda pelatihan keterampilan untuk anggota. Tempat pelaksanaannya berada di aula TK Diponegoro 156 Karanglewas Lor dan dihadiri oleh 30 peserta, termasuk anggota Fatayat ranting Karanglewas Lor, perwakilan IPPNU dan Muslimat ranting Karanglewas Lor, serta perwakilan pengurus PAC Fatayat Purwokerto Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Ranting Fatayat NU Karanglewas Lor, Siti Masitoh, menyampaikan bahwa remaja dan ibu-ibu muda perlu terus dibekali dengan ilmu praktis agar lebih mandiri dan mampu mendukung ekonomi keluarga. Pelatihan ini diadakan sebagai upaya untuk mengembangkan SDM anggota Fatayat NU dan para peserta yang hadir.

"Ilmu pembuatan hantaran pengantin memiliki banyak peluang usaha karena masih sedikit orang yang memiliki keterampilan seperti ini. Selain itu, kami telah merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan lainnya pada kesempatan berikutnya," jelasnya.

Salah satu peserta, Nur Khasanah, mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Karanglewas Lor dan juga kepada Umi Purwati yang dengan ikhlas berbagi ilmu dan keterampilannya.

"Semoga ilmu ini bermanfaat, dan pahalanya mengalir sampai di akhirat serta mendapatkan keberkahan dari Allah. Umi Purwati adalah inspirator dan penyemangat bagi anggota Fatayat NU dalam menghidupkan kembali organisasi dan menerapkan nilai-nilai NU melalui Fatayat," ucapnya.

Pelatihan pembuatan hantaran pengantin ini dipandu oleh Umi Purwati, yang juga merupakan senior Fatayat NU Karanglewas Lor. Para peserta sangat antusias dan berharap dapat menjadikan keterampilan ini sebagai peluang usaha di masa depan. Acara pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama, menampilkan hasil karya kreatif dari masing-masing peserta. (Djarmanto-YF2DOI)

Sunday, 28 May 2023

Pelatihan Manajemen Pengurusan Jenazah Digelar di Masjid Al-Ikhlas Cipete

Pelatihan Manajemen Pengurusan Jenazah Digelar di Masjid Al-Ikhlas Cipete

Kabar Ngetren/Jakarta Selatan - Masjid Al-Ikhlas Cipete 3, Jakarta Selatan, kembali menyelenggarakan perkuliahan umum tentang manajemen dalam kepengurusan jenazah. 


Acara ini dilangsungkan di aula masjid mulai pukul 08.00 pagi hingga menjelang waktu Ashar pada Sabtu, 27 Mei 2022. Ini merupakan kali kelima masjid ini mengadakan pelatihan tersebut, yang terbuka untuk masyarakat umum secara gratis.


Pelatihan kepengurusan jenazah ini diselenggarakan sebagai respons atas keprihatinan pengurus masjid ketika melihat ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga namun tidak ada yang mau mengurusinya. 


Hal ini disebabkan oleh persepsi masyarakat yang salah, yang menganggap bahwa orang yang meninggal akan menjadi hantu. Selain itu, banyak yang tidak memiliki pengetahuan tentang cara mengurus jenazah mulai dari memandikan hingga menguburkannya. 


Masyarakat sering mengandalkan Amil, yang terkadang tidak selalu siap siaga, sehingga proses pengurusan jenazah mengalami keterlambatan.


Dalam upaya mengatasi masalah ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Ikhlas Cipete bekerjasama dengan pengurus Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, dalam bidang pemuliaan jenazah yang dipimpin oleh Ustadz Dr. H. Rusmono Hy S.Pd.i. 


Dalam pelatihan ini, Ustadz Rusmono menjelaskan dan memberikan motivasi kepada para peserta untuk mengubah persepsi masyarakat yang takut mengurus jenazah menjadi berani. 


Motivasi tersebut didasarkan pada pahala yang besar serta pengetahuan yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman dalam pelaksanaannya.


Ustadz Rusmono menjelaskan bahwa proses pengurusan jenazah dimulai ketika seseorang berada dalam kondisi sakaratul maut. Keluarga diminta untuk membimbing orang yang sedang sakaratul maut agar membacakan talqin dengan kalimat "Lailahaillallah". 


Selanjutnya, dijelaskan secara detail tentang proses pengurusan jenazah yang meliputi pemandian, pengkafanan, penyolatan, hingga pemakaman. 


Dengan penjelasan yang rinci ini, peserta pelatihan merasa lebih siap untuk menghadapi situasi tersebut, terutama ketika keluarganya sendiri meninggal dunia.


Pelatihan manajemen pengurusan jenazah juga rutin diadakan oleh Ustadz Rusmono di berbagai masjid di wilayah Jabodetabek. 


Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari Ahad akhir bulan di Masjid Raya Pondok Indah tanpa dipungut biaya. 


Pengurus Masjid Raya Pondok Indah berharap melalui kegiatan ini pemahaman tentang kepengurusan jenazah semakin meluas di tengah masyarakat, dengan penjelasan yang mudah dipahami dan dapat dipraktekkan. (Aris Mushofa)


Monday, 27 March 2023

Asyiqul Masjid, Komunitas Anak Muda Jakarta yang Berbakti pada Lingkungan dengan Membersihkan Masjid-Masjid Kurang Terawat

 


Kabar Ngetren/Jakarta - Asyiqul Masjid adalah sebuah komunitas yang terdiri dari anak-anak muda di daerah Jakarta. Mereka menyadari bahwa kebersihan sangat penting dalam lingkungan tempat tinggal kita. Oleh karena itu, pada tahun 2019, mereka membentuk komunitas ini dengan tujuan untuk memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar mereka.

Pada awalnya, para anggota komunitas ini hanya berkumpul pada hari libur untuk bermain-main saja. Namun, mereka kemudian merasa perlu untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar mereka. Mereka memutuskan untuk membersihkan masjid-masjid dan Mushola yang memang kurang terawat. Komunitas ini diberi nama Asyiqul Masjid.

Mereka membagi tugas dan tanggung jawab antara satu sama lain. Ada yang mencari lokasi yang akan menjadi target untuk dibersihkan. Kemudian, mereka meminta izin kepada pengurus untuk melaksanakan program bersih-bersih. 

Ada juga yang membuka donasi untuk membeli keperluan alat kebersihan, karena semua alat kebersihan ditanggung oleh komunitas tersebut. Bahkan, ketika dana yang terkumpul lebih dari yang dibutuhkan, mereka menggunakan sisa dana tersebut untuk wakaf kebutuhan masjid, seperti Al-Qur'an, wewangian ruangan, mukena, dan lain-lain.

Tidak hanya fokus pada kegiatan bersih-bersih masjid, Asyiqul Masjid juga melakukan kegiatan sosial lainnya. Mereka memberikan santunan kepada anak yatim, membuka pelatihan training public speaking, digital marketing, editing, dan juga memijat masyarakat di lingkungan sekitar. Kebanyakan dari anggota komunitas ini adalah mahasiswa, sehingga kegiatan-kegiatan sosial ini merupakan peluang bagi mereka untuk membantu masyarakat sekitar.

Asyiqul Masjid tidak mengharapkan timbal balik dari apa yang mereka lakukan. Mereka hanya berusaha untuk meraih ridha Allah. Mereka yakin bahwa soal rezeki sudah ada jalannya masing-masing dan tidak mengukur segala sesuatu itu dengan hitungan uang.

Dalam era yang semakin modern, seringkali kita lupa akan pentingnya kebersihan lingkungan. Asyiqul Masjid adalah contoh yang baik bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan dan memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar. Semoga komunitas seperti ini terus berkembang dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat. (Aris Mushofa)

Trending