Showing posts with label Babinsa Koramil 17/Wonosegoro. Show all posts
Showing posts with label Babinsa Koramil 17/Wonosegoro. Show all posts

Monday, 22 April 2024

Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan Melalui Penyerahan Kambing


Kabar Ngetren/Boyolali
- Serka M Thorik, seorang Babinsa di Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, memimpin kegiatan pendampingan sosialisasi peternakan dan penyerahan kambing kepada masyarakat di Balai Desa Gilirejo, Kecamatan Wonosamudro, Boyolali. Senin, 22/4.

Sebanyak 50 kambing diserahkan kepada Pokmas (Pokok Masalah) dalam upaya meningkatkan produksi pangan lokal dan memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, Babinsa, dan warga Gilirejo.


Babinsa Serka M Thorik menyatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut adalah untuk mempererat sinergi antara TNI AD dan masyarakat. Ia memberikan pendampingan dan petunjuk teknis kepada masyarakat terkait pemeliharaan dan manajemen hewan ternak yang diberikan.

Program penyerahan hewan ternak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal, dengan harapan dapat mewujudkan kemandirian pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Wonosamudro. Agus Kemplu. 

Sunday, 7 April 2024

Babinsa Koramil Wonosegoro Dampingi Kegiatan Fogging Guna Cegah Penyakit DBD di Boyolali


Kabar Ngetren/Boyolali - Pelda Mustakim, seorang Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, melaksanakan pendampingan kegiatan fogging yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilakukan di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali. Minggu, 7/4.

Pelda Mustakim menjelaskan bahwa fogging tersebut bertujuan untuk membasmi sarang nyamuk dan mencegah ancaman penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk.


Selain mendampingi penyemprotan fogging, Babinsa juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap peduli terhadap lingkungan. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar menggunakan langkah 3M, yaitu menguras, menutup, dan menimbun barang-barang yang dapat menjadi sarang atau tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pelda Mustakim juga menegaskan bahwa sebagai seorang Babinsa, mereka dituntut untuk mengetahui setiap perkembangan di wilayah binaan. Pendampingan kegiatan fogging ini merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.

Di tempat lain, Kapten Inf Kamami selaku Danramil 17/Wonosegoro menyatakan bahwa para Babinsa terus melakukan monitoring wilayah dan mencatat setiap perkembangan situasi. Hal ini dilakukan untuk melakukan evaluasi serta deteksi dini dan pencegahan dini terhadap berbagai potensi masalah.

Kamami juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antara aparat pemerintah dalam pelaksanaan fogging. Hal ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Dengan adanya pendampingan kegiatan fogging oleh Babinsa serta upaya sinergi antaraparat pemerintah, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit DBD dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Boyolali. Agus Kemplu. 

Trending