Showing posts with label Empat Pilar Kebangsaan. Show all posts
Showing posts with label Empat Pilar Kebangsaan. Show all posts

Wednesday, 17 December 2025

Bahar Buasan Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Pengamalan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bahar Buasan Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Pengamalan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pangkalpinang – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., menyerukan pentingnya peran masyarakat sebagai pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. Ajakan ini disampaikan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan kesadaran berbangsa di tengah keberagaman Indonesia.


Dalam pemaparannya, Bahar Buasan menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya sebatas dasar negara atau sekadar hafalan normatif. Ia menekankan bahwa nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tindakan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks dan memerlukan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Pengamalan Pancasila harus dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan keluarga, hingga ke masyarakat luas. Jika setiap warga menjadi pelopor nilai-nilai Pancasila, maka persatuan dan keharmonisan bangsa akan tetap terjaga,” ujar Bahar Buasan.


Ia menerangkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keempat pilar tersebut harus dipahami secara menyeluruh agar masyarakat tidak mengalami disorientasi nilai, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.


Bahar Buasan juga menyoroti pentingnya toleransi, gotong royong, serta keadilan sosial sebagai wujud implementasi nyata dari nilai Pancasila. Ia meyakini bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan kekuatan besar jika dikelola dengan bijak dan berlandaskan semangat kebangsaan.


Kegiatan sosialiasi ini berlangsung secara dialogis dan partisipatif. Para peserta diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan harapan dalam upaya menguatkan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pemahaman Empat Pilar Kebangsaan masih relevan dan sangat dibutuhkan.


Di akhir kegiatan, Bahar Buasan berharap pelaksanaan sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada tataran teori. Ia menekankan perlunya aksi nyata agar nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam masyarakat.


“Mari kita jaga Indonesia dengan cara sederhana namun bermakna, yakni mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dari situlah persatuan bangsa akan terus tumbuh dan kokoh,” pungkasnya.



Penulis: Amsori

Editor: Maz Friend

Thursday, 25 April 2024

Ketua MPR RI Bamsoet Bagikan Penemuan Riset tentang Strategi Pilar Kebangsaan untuk Bonus Demografi


Kabar Ngetren/Jakarta - Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, telah mengumumkan hasil riset ilmiahnya tentang strategi empat pilar kebangsaan. Riset tersebut, berjudul Strategi Empat Pilar Kebangsaan Bagi Pembangunan Generasi Muda Dalam Menyongsong Bonus Demografi dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Kepulauan Riau, dipublikasikan dalam Jurnal Ketahanan Nasional, Universitas Gajah Mada. Kamis, (25/4).

Dalam penelitiannya, Bamsoet menyoroti pentingnya penerapan strategi empat pilar kebangsaan dalam membina generasi muda untuk menghadapi bonus demografi dan dampaknya terhadap ketahanan sosial, khususnya di Kepulauan Riau. Dia menekankan bahwa meskipun bonus demografi adalah peluang besar bagi Indonesia, terbatasnya tenaga kerja menjadi ancaman terhadap peluang tersebut.

Bamsoet menggambarkan fase bonus demografi sebagai waktu di mana mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi muda, dengan titik puncak diperkirakan akan terjadi hingga tahun 2030. Namun, permasalahan utama di Kepulauan Riau, seperti penyelundupan pekerja migran ilegal, menimbulkan ancaman terhadap ketahanan sosial.

Untuk mengatasi tantangan ini, Bamsoet menekankan perlunya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui implementasi strategi empat pilar, dengan fokus pada penyadaran masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah, guru, pemuka agama, dan masyarakat.

Selain itu, Bamsoet juga menyoroti peran penting keluarga dan masyarakat dalam membangun kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila. Dia menegaskan bahwa strategi yang diterapkan saat ini masih terbatas pada penyadaran, sehingga dibutuhkan penyesuaian yang lebih baik dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Bamsoet menutup dengan menekankan perlunya model sosialisasi yang berbeda sesuai dengan target audiens, seperti melalui kegiatan keagamaan, seni budaya, dan literasi digital. Dia percaya bahwa penggunaan media dengan cerita inspiratif dapat meningkatkan efektivitas sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.

Hasil riset ilmiah Bamsoet ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif dalam memperkuat ketahanan sosial Indonesia, terutama di Kepulauan Riau, dalam menghadapi bonus demografi dan permasalahan terkaitnya.

Trending