Showing posts with label Prabowo-Gibran. Show all posts
Showing posts with label Prabowo-Gibran. Show all posts

Wednesday, 24 April 2024

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Penetapan KPU atas Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024


Kabar Ngetren/Jakarta - Ketua MPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas penetapan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilihan Umum 2024. Dalam rapat pleno terbuka di kantor KPU Pusat, Bamsoet menyatakan dukungan terhadap rencana Prabowo - Gibran untuk membentuk koalisi yang kuat dan efektif, serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas partai untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Rabu, 24/4.

Selain itu, Bamsoet juga mengapresiasi pasangan Anies - Muhaimin dan Ganjar - Mahfud beserta partai politik pendukungnya yang telah menunjukkan semangat kenegarawanan dengan mengucapkan selamat kepada Prabowo - Gibran. Menurutnya, sikap ini merupakan teladan baik bagi para pendukungnya, menegaskan bahwa demokrasi Indonesia tetap berjalan dengan baik dan suhu politik yang kondusif.


Menyikapi tantangan global yang kompleks, Bamsoet menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dan lintas negara untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dia menyoroti berbagai konflik dan ketegangan politik di tingkat global, serta perlunya Indonesia meningkatkan peran politik luar negeri yang bebas aktif. 

Bamsoet juga menyoroti pentingnya membangun ketahanan ekonomi dan kemandirian, terutama dalam konteks persaingan perdagangan dan investasi asing langsung di era globalisasi dan transformasi digital. eFHa. 

Monday, 22 April 2024

Putusan MK Ditolak, Ketua MPR RI Bamsoet Minta Seluruh Elemen Bangsa Hormati Keputusan Final


Kabar Ngetren/Jakarta
- Ketua MPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengajak semua elemen bangsa untuk menghormati dan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan Capres Nomor Urut 01 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan Capres Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo - Mahfud MD terkait sengketa hasil Pilpres 2024. Bamsoet menegaskan bahwa putusan MK tersebut sudah bersifat final dan mengikat. Senin, 22/4.

Menurut Bamsoet, saat ini adalah momentum untuk mendukung penuh pasangan Prabowo-Gibran dalam memimpin bangsa dan melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya. Ia juga menyerukan untuk mengakhiri pertarungan politik serta memulai tahap rekonsiliasi pasca putusan MK.

Bamsoet menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Ia memandang bahwa kompetisi pemilihan presiden telah selesai, dan saatnya bagi semua pihak untuk mengamalkan sila ke-3 Pancasila, yaitu persatuan Indonesia.

Sebagai pendukung penuh Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih, Bamsoet menekankan pentingnya Prabowo merangkul semua partai politik untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan, serupa dengan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pasca Pilpres 2019.

Bamsoet juga menggarisbawahi bahwa filosofi demokrasi di Indonesia tidak mengenal oposisi, dan checks and balances terhadap pemerintahan dapat dilakukan melalui mekanisme sistem hukum ketatanegaraan yang ada tanpa harus melalui oposisi.

Dengan demikian, Bamsoet berharap agar semua pihak dapat bersatu kembali untuk membangun sinergi dan kekuatan demi kemajuan umat, bangsa, dan negara. eFHa. 

Friday, 16 February 2024

Ketum PWDPI Nurullah : Kemenangan Prabowo-Gibran Murni Kemenangan Rakyat, Tanpa Ada Rekayasa


JAKARTA - Ketua Umum (Ketum), Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS Beberapa bulan jelang Pemilihan Presiden cuti agar  fokus ikut serta memenangkan pasangan Prabowo-Gibran bersama relawan lainnya.

Ketum PWDPI yang juga sebagai pengurus DPP Bara JP ini juga mengaku tidak sia-sia perjuangkan  pasangan Prabowo-agibran sehingga pada penghitungan cepat pasangan tersebut menang telak dan Pilpres dipridiksi hannya satu putaran. Sebab pasangan Prabo-Gibran peroleh suara hampir 60 persen.

"Kemenagan Prabowo-Gibran adalah kemenangan rakyat Indonesia tanpa ada rekayasa.Karismatik Prabowo dan Gibran memang sangat luar biasa sehingga masyarakat Indonesia jatuh hati dengan mereka berdua,"ungkap Ketum PWDPI usai mengikuti deklarasi kemenangan Prabowo-Gibran di Istora Senayan Jakarta, pada (14/2/2024) malam.

Ketum PWDPI sepakat apa yang disampaikan oleh Prof Dr Jimly Assiddiqie, jika pencalonan Cawapres Gibran adalah takdir dari sang pencipta.

Pasalnya  masih kata Ketum PWDPi,  Gibran Rakabuming Raka benar-benar terpilih sebagai wakil presiden di Pemilu Rabu Pasangan Prabowo-Gibran menang telak: hampir 60 persen.

"Itulah bagian dari takdir Gibran: usia 36 tahun terpilih sebagai wakil presiden. Orang pun mulai bicara, Gibranlah presiden Indonesia lima tahun mendatang. Lalu lima tahun berikutnya lagi. Saat berhenti sebagai presiden 15 tahun yang akan datang usianya masih 51 tahun,"kata Nurullah.

Dia menjelaskan pada saat usia Gibran memasuki 51 tahun maka Saat itu nanti usia Anies Baswedan 70 tahun. Segitu juga usia Ganjar Pranowo. 

"Ini Di luar dugaan. Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar hanya menang di Aceh dan Sumbar. Di Jakarta masih imbang. Demikian juga di Riau. Yang juga mengejutkan adalah hasil pasangan Ganjar-Mahfud MD, hanya sekitar 17 persen. Kalah jauh dari Anies yang sekitar 26 persen,"ujarnya.

Jateng dan Bali pun masih kata, Ketum PWDPI jebol, untuk Pilpres. Tapi perolehan suara PDI-Perjuangan masih tetap jaya di dua basisnya itu. Ini pertanda mereka yang cinta PDI-Perjuangan belum tentu memilih Ganjar-Mahfud. 

Ketum PWDPI Mengungkapkan Yang kelihatan meleset dari perhitungan adalah PSI,  bisa tidak lolos ambang batas parlemen. Jelas sekali penyebabny, saat putra kedua Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi ketua umum PSI, Pemilu sudah di depan mata. PSI sudah menetapkan calon-calon anggota DPR-nya. Caleg-caleg yang kurang punya daya tarik tidak bisa diganti.

"Awalnya, kata Jimly di podcastnya Wahyu Muryadi, Jokowi ingin Prabowo berpasangan dengan Ganjar. Keduanya sering diajak ke sawah. Tapi Megawati tiba-tiba mengumumkan Ganjar sebagai capres. PDI-Perjuangan kan pemenang Pemilu, masak hanya di posisi Cawapres,"imbuhnya. 

Dia mengatakan, setelah Ganjar jadi capres, semua partai anggota koalisi pemerintah mengincar posisi cawapres. Golkar mengajukan Airlangga Hartarto, ketumnya. PAN mengajukan Erick Tohir. Demokrat mengajukan AHY. PKB mengajukan Muhaimin. Koalisi terancam pecah. Sudah pecah kecil, Muhaimin ke Anies.

"Mulailah dicari cawapres alternatif. Yang bisa membuat semua partai bersatu kembali,  disebutlah nama Gibran. Ahirnya Berhasil dan itu Bagian dari nasib baik anak pertama Presiden Jokowi. Pemilu sudah berlalu. Tentu masih akan ada perlawanan hukum dan politik. Tapi selisih perolehan suara yang begitu besar apakah masih perlu dipersoalkan. Bila suara Anies dan Ganjar digabung pun belum menyamai perolehan Prabowo-Gibran,"tegasnya.

Dia menambahkan Indonesia perlu move on. Waktunya Indonesia mulai kerja lagi. Sisi baik dari terpilihnya Prabowo-Gibran adalah, kita tidak perlu melewati masa yang disebut mayat berjalan. Prabowo-Gibran baru akan dilantik lebih enam bulan lagi. 

"Selama penantian itu pemerintah yang sekarang tetap bisa kerja keras. Bayangkan kalau yang terpilih Anies atau Ganjar, maka pemerintah seperti mayat yang berjalan.Prabowo sendiri tampil sejuk tadi malam. Baju kotak-kotak biru mudanya terlihat sederhana. Demikian juga Gibran. Dengan baju yang sama. Tanpa dikancing. Kaus dalam warna hitamnya mencerminkan penampilan mudanya,"imbuhnya. 

Pada Acara deklarasi di Istora Senayan, Jakarta begitu  meriah dipadati oleh para pendukung, Bukan perayaan kemenangan tapi meriah. Prabowo menyebut nama-nama tokoh yang hadir. Termasuk menyebut nama mantan istrinya, Titiek Soeharto serta putra semata wayangnya dan pengawalnya yang sangat familier dikalangan kaum hawa yakni, Mayor Teddy.

"Saat nama Titiek dan Mayor Teddy  disebut, ruang Istora menggema tupuk tangan serta sorakan dan  Teriakan. Mereka memberi semangat agar keduanya rujuk kembali, Tidak henti-hentinya,"ujarnyam 

Prabowo tampak berseri. Titiek tampak berdiri, melambaikan kedua tangan kepada mereka. Bahkan akhirnya kedua tangan itu seperti membentuk doa agar permintaan massa itu dikabulkan Tuhan.

"Prabowo memang tetap menduda. Pun ketika sudah 25 tahun bercerai. Demikian juga Titiek. Tidak kawin lagi. Keduanya memang bercerai bukan karena saling sakit hati.  Itu adalah perceraian politik. Semoga politik juga yang menyatukan mereka kembali. Toh hubungan keduanya tidak pernah jauh. Titiek masih sering terlihat di rumah Prabowo,"katanya.

Ketum PWDPI berharab setelah Pemilu  berlalu, Memang belum ada ucapan selamat dari Anies maupun Ganjar, Setidaknya tidak ada klaim kemenangan dari mereka.(Tim).

Trending