Showing posts with label pelatihan SAR. Show all posts
Showing posts with label pelatihan SAR. Show all posts

Thursday, 6 November 2025

Anggota DPR RI H. Daniel MS Dorong Basarnas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Musim Hujan

Anggota DPR RI H. Daniel MS Dorong Basarnas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Musim Hujan

Indramayu – Anggota DPR RI Komisi V, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin (H. Daniel MS), memberikan pencerahan kepada para peserta pelatihan pencarian dan pertolongan (SAR) di Indramayu. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim penghujan.


Menurut Daniel, curah hujan yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia dapat memicu bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang matang dari seluruh instansi terkait.


“Peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan semua pihak menjadi hal utama,” ujar Daniel saat menghadiri kegiatan pelatihan SAR di Aula Kopsuka, Jalan Letjen Haryono, Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (05/11/2025).


Dukungan DPR untuk Penguatan Basarnas


Dalam sambutannya, Daniel menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendukung Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam menjalankan tugas kemanusiaan.


“Selama ini Basarnas sudah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, namun tetap perlu dukungan tambahan, terutama dalam hal perlengkapan dan sarana pendukung di lapangan,” tutur Daniel.


Sebagai mitra kerja Basarnas di Komisi V DPR RI, ia menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat dari sisi penganggaran dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar Basarnas semakin profesional dan tangguh dalam menghadapi situasi darurat.


“Dari sisi legislatif, kami berkomitmen memberikan dukungan melalui penganggaran. Dalam rencana anggaran tahun 2026, kami telah mengusulkan penambahan dana untuk Basarnas,” ungkapnya.


Pelatihan SAR Dorong Kesadaran Masyarakat


Daniel juga mengapresiasi langkah Basarnas yang menyelenggarakan pelatihan SAR untuk masyarakat Indramayu. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting dalam membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat menghadapi bencana.


“Bencana tidak bisa diprediksi kapan dan di mana akan terjadi. Dengan pelatihan ini, masyarakat menjadi lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang,” tambahnya.


Ajak Warga Jaga Lingkungan


Di akhir kegiatan, Daniel mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan bencana melalui upaya menjaga kelestarian alam.


“Banyak bencana yang terjadi karena ulah manusia, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak alam. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan untuk meminimalisir dampak bencana,” pesannya.


Pelatihan SAR tersebut dihadiri oleh perwakilan Basarnas Indramayu, aparat pemerintah daerah, serta puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan berjalan interaktif dan mendapatkan respon positif dari peserta yang berharap pelatihan serupa rutin digelar di berbagai wilayah.



Editor: D-Nss

Penulis: Thoha

Basarnas Jabar Latih 160 Warga Indramayu Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Basarnas Jabar Latih 160 Warga Indramayu Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Indramayu, Jawa Barat — Sebanyak 160 peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti pelatihan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jawa Barat di Aula Kopsuka, Jalan Letjen Haryono, Sindang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (5 November 2025).


Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus meminimalkan risiko bencana di wilayah masing-masing. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas relawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Antusiasme Peserta Pelatihan SAR


Salah satu peserta, Slamet Hidayat, warga Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.


“Saya senang ikut kegiatan sosial, biasanya ikut relawan Jabar Bergerak. Tapi pelatihan SAR ini jadi pengalaman baru. Selain menambah ilmu, saya juga ingin bisa menolong diri sendiri, keluarga, dan warga sekitar saat banjir,” ujar Slamet.


Ia menambahkan bahwa wilayah tempat tinggalnya sering dilanda banjir hingga setinggi lutut, sehingga pelatihan ini menjadi bekal penting baginya dalam menghadapi bencana di masa mendatang.


“Ini lebih ke panggilan jiwa, supaya bisa berguna untuk orang lain,” tambah Slamet dengan semangat.


Indramayu Termasuk Daerah Rawan Bencana


Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa Indramayu termasuk daerah dengan tingkat potensi bencana tinggi, khususnya di wilayah perairan. Banyak kejadian darurat yang melibatkan korban tenggelam di laut maupun sungai.


“Indramayu memiliki karakter wilayah perairan yang luas. Banyak kasus nelayan tenggelam atau anak-anak yang hanyut di sungai. Karena itu, pelatihan ini penting agar masyarakat tahu langkah awal penyelamatan,” jelas Ade.


Ade juga menyebutkan bahwa materi pelatihan mencakup teknik dasar pencarian dan pertolongan, keselamatan diri, pertolongan pertama, serta koordinasi dalam operasi SAR.


Harapan Basarnas untuk Masyarakat


Ade berharap, para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan awal saat bencana atau kecelakaan terjadi di lingkungan masing-masing.


“Masyarakat adalah pihak pertama yang ada di lokasi bencana. Karena itu, pengetahuan dasar seperti ini sangat penting agar pertolongan pertama bisa dilakukan sebelum tim profesional datang,” pungkasnya.


Kegiatan pelatihan berlangsung selama satu hari dan mendapat sambutan positif dari warga. Basarnas berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia.


Editor: D-Nss 

Penulis: Thoha 


Trending