Showing posts with label pekerja bangunan. Show all posts
Showing posts with label pekerja bangunan. Show all posts

Friday, 22 August 2025

Perjuangan Kemo! Mantan Kenek Kini Coba Plester Tembok Villa Mewah di Airis Uluwatu Bali

Perjuangan Kemo! Mantan Kenek Kini Coba Plester Tembok Villa Mewah di Airis Uluwatu Bali

Bali - Di balik megahnya villa-villa mewah yang berdiri di kawasan Airis Uluwatu Bali, ada kisah perjuangan yang jarang terlihat oleh mata publik. 


Salah satunya datang dari Sunandar, yang akrab dipanggil Kemo, seorang pekerja bangunan yang tengah belajar memplester tembok untuk pertama kalinya. 


Sebelumnya, Kemo hanya berprofesi sebagai kenek yang membantu para tukang dengan tugas-tugas ringan seperti mengangkat material dan menyiapkan adonan semen.


Kini, Kemo mendapatkan kepercayaan lebih besar. Dengan mengenakan hoodie merah khasnya, celana pendek, dan hanya beralaskan sandal jepit, ia tampak fokus memplester dinding bata ringan di salah satu villa yang tengah dibangun. Pekerjaan ini tentu bukan perkara mudah. 


Selain membutuhkan tenaga ekstra, plester tembok juga menuntut ketelitian tinggi agar hasilnya rapi, halus, dan siap untuk proses finishing selanjutnya.


Kemo mengaku sedikit gugup ketika pertama kali memegang alat plester. 


“Dulu saya cuma bantu-bantu, sekarang belajar jadi tukang beneran. Awalnya susah, tapi lama-lama mulai bisa,” ungkapnya saat di temui tim Kabar Ngetren di proyek tempatnya bekerja Jum'at, 22/08/2025.


Dengan bimbingan rekan-rekan kerjanya, ia perlahan menemukan teknik yang tepat untuk meratakan adonan semen ke permukaan dinding.


Villa yang sedang dibangun di kawasan Airis Uluwatu ini memang terkenal memiliki standar tinggi, karena wilayah ini menjadi salah satu primadona wisatawan mancanegara yang mencari penginapan mewah dengan pemandangan laut yang spektakuler. 


Setiap detail pengerjaan, termasuk plester dinding, harus sempurna untuk mendukung keindahan arsitektur yang direncanakan.


Perjalanan Kemo menjadi kisah inspiratif bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang jika berani mencoba hal baru. 


Dari seorang kenek yang hanya mengangkut bahan bangunan, kini ia memulai langkah baru menjadi tukang dengan keterampilan yang semakin bertambah. 


Meski tangannya kotor, pakaiannya penuh cipratan semen, dan panas matahari tak kenal ampun, rasa bangga itu jelas terlihat di wajahnya setiap kali melihat dinding yang berhasil ia plester dengan rapi.


Bagi Kemo, pekerjaan ini bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang mengasah kemampuan dan membangun masa depan yang lebih cerah. 


Ia berharap pengalaman ini menjadi langkah awal untuk dipercaya mengerjakan proyek-proyek besar lainnya di masa depan.


Kisah seperti ini sering kali luput dari perhatian banyak orang. Kita hanya menikmati hasil akhir berupa villa mewah dengan fasilitas premium tanpa tahu perjuangan para pekerja yang ada di baliknya. 


Melalui kerja keras Kemo dan rekan-rekannya, pembangunan di Bali terus berkembang pesat dan mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan Pulau Dewata. (Nss).

Wednesday, 20 August 2025

Potret Semangat Tukang Bangunan, Pahlawan di Balik Kokohnya Rumah

Potret Semangat Tukang Bangunan, Pahlawan di Balik Kokohnya Rumah

Bali – Di balik kokohnya sebuah bangunan, selalu ada sosok pekerja keras yang jarang terlihat oleh banyak orang. Salah satunya seperti bapak pada foto ini, mengenakan kaos biru bertuliskan Candi Prambanan, tampak fokus memperhatikan rangka bambu di proyek bangunan.


Dengan ikat kepala sederhana dan tatapan penuh konsentrasi, ia memastikan setiap detail konstruksi berdiri dengan kuat. Meski terpapar panas matahari, semangatnya tetap membara. Pekerjaan sebagai tukang bangunan memang membutuhkan keahlian, kesabaran, sekaligus ketelitian.


Para tukang bangunan sering kali dipandang sebelah mata, padahal jasa mereka sangat besar. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa menikmati rumah yang nyaman, gedung yang megah, hingga fasilitas umum yang aman digunakan.


Keringat yang menetes adalah bukti kerja keras yang penuh tanggung jawab. Dari pondasi, dinding, hingga atap, semua melalui tangan-tangan terampil yang berdedikasi tinggi.


Menghargai kerja keras para pekerja bangunan bukan hanya dengan upah yang layak, tapi juga lewat apresiasi sederhana. Ucapan terima kasih, senyuman, atau bahkan doa tulus sudah menjadi penghargaan tersendiri bagi mereka.


Bangunan yang kokoh bukan hanya berdiri dari material, tetapi juga dari semangat dan kerja keras para tukang di baliknya. (Nss/Dr).

Trending