Showing posts with label Transformasi Polri. Show all posts
Showing posts with label Transformasi Polri. Show all posts

Friday, 28 November 2025

Wakapolri: Pusat Studi Baru Jadi Langkah Visioner Perkuat Ilmu Kepolisian Indonesia


Kabar Ngetren/Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembentukan pusat-pusat studi baru di lingkungan STIK–Lemdiklat Polri merupakan langkah visioner untuk memperkuat landasan ilmu kepolisian Indonesia di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks. Menurutnya, Polri harus bergerak sejajar dengan negara-negara maju yang mengembangkan kajian akademik sebagai fondasi kebijakan kepolisian berbasis bukti ilmiah atau evidence-based policing. Jakarta, Kamis, (27/11/2025). 


Dalam pemaparannya, Wakapolri menjelaskan bahwa pusat kajian di institusi kepolisian negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, New Zealand, Australia, hingga Cina, telah menjadi laboratorium kebijakan publik yang mumpuni. Karena itu, Polri melihat bahwa peningkatan kualitas kajian ilmiah adalah kebutuhan mendesak.


“Hari ini bukan sekadar acara seremonial biasa, tetapi langkah visioner untuk memperkuat landasan pengetahuan Polri di tengah dinamika keamanan yang makin kompleks,” ujar Komjen Dedi.


Beliau menekankan bahwa lingkungan strategis saat ini berubah sangat cepat. Kejahatan siber semakin canggih, kejahatan lintas negara semakin variatif, radikalisme berkembang dinamis, hingga arus disinformasi yang mengancam stabilitas sosial. Di sisi lain, tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas Polri semakin tinggi.



“Kebijakan strategis Polri harus dibangun dari data yang kuat dan analisis riset yang tajam. Riset itu fondasi dari setiap solusi dan kebijakan,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, Polri terus mendorong penerapan evidence-based policing melalui pembentukan berbagai pusat studi. Pusat-pusat ini diproyeksikan menjadi laboratorium kebijakan publik kepolisian yang menghasilkan kajian strategis, pemetaan ancaman, evaluasi program, dan formulasi kebijakan presisi sesuai arah akselerasi transformasi Polri.


Wakapolri juga memaparkan delapan arah akselerasi transformasi Polri, meliputi transformasi organisasi, pelayanan publik, operasional, pengawasan, serta empat dukungan transformasi di bidang kehumasan, teknologi informasi, pendidikan dan SDM, serta bidang lainnya yang terus diperluas.


Pada kesempatan tersebut, tiga pusat studi resmi diperkenalkan: Pusat Studi Hukum, Pusat Studi Kehumasan, dan Pusat Studi Pasifik–Oseania. Ketiganya memperkuat enam pusat studi lain yang sudah diluncurkan sebelumnya, seperti pusat studi anti korupsi, terorisme, cyber, ilmu kepolisian, pemolisian masyarakat, dan keamanan lintas sektoral.


Wakapolri menekankan pentingnya pusat studi SDM, mengingat Polri kini mengelola sekitar 481 ribu personel, jumlah terbesar kedua di dunia setelah Cina. Menurutnya, kualitas SDM menjadi syarat utama bagi perubahan organisasi apa pun.


“Tidak ada organisasi hebat tanpa sumber daya manusia yang hebat. Itu hukum alam organisasi. Karena itu pusat kajian SDM sangat penting untuk membuka wawasan, membangun kapasitas, dan memperkuat profesionalitas personel Polri,” jelas Komjen Dedi.


Selain itu, Polri juga tengah menyiapkan pusat studi forensik (kedokteran dan digital forensik) serta pusat studi teknologi kepolisian yang mengarah pada pengembangan industri keamanan nasional. Wakapolri menyebut bahwa perkembangan teknologi kepolisian harus terus direspons dengan riset dan inovasi yang berkelanjutan.


Wakapolri juga menegaskan pentingnya kerja sama internasional. Saat ini Polri telah bekerja sama dengan 43 universitas dalam negeri serta beberapa institusi pendidikan kepolisian di luar negeri, seperti New Zealand Police College, termasuk mengirim personel belajar melalui program LPDP di Glasgow dan sejumlah universitas terbaik dunia.


Seluruh pembangunan pusat studi ini, kata Wakapolri, merupakan bagian dari langkah besar untuk mengembangkan STIK–PTIK menjadi universitas kepolisian modern yang terbuka, adaptif, dan berstandar global.


“Kita tidak bisa membiarkan STIK–PTIK stagnan. Dengan akselerasi yang tepat, STIK–PTIK dapat berkembang menjadi universitas kepolisian yang melahirkan kajian ilmiah hebat dan SDM Polri yang unggul. Ini modal kita untuk masa depan Polri dan masa depan Indonesia,” pungkas Wakapolri.


Sumber: ***

Tuesday, 25 November 2025

Kadiv Humas Ajak Kapolda dan Kapolres Perkuat Komunikasi Publik demi Polri yang Lebih Transparan


Kabar Ngetren/Bogor — Kadiv Humas Polri mengajak seluruh Kapolda dan Kapolres di Indonesia untuk memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan layanan informasi agar kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat. Pesan ini disampaikan saat menjadi narasumber pada hari kedua Apel Kasatwil 2025, Selasa, (25/11/2025), di Mako Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor.


Apel yang mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat” tersebut berlangsung selama 24–26 November 2025, dan diikuti oleh 36 Kapolda, 36 Karoops Polda, serta 508 Kapolres dari seluruh Indonesia.



Dalam paparannya, Kadiv Humas menekankan bahwa komunikasi publik yang baik adalah fondasi penting bagi Polri yang modern dan dipercaya masyarakat.


“Kebaikan polisi jangan ditutup-tutupi. Apa yang sudah dikerjakan anggota kita setiap hari harus sampai ke publik, karena itulah bukti bahwa Polri hadir dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa kinerja kepolisian di seluruh Indonesia kini telah terdokumentasi melalui kanal resmi seperti SPIT Media Hub dan Policetube, sehingga menjadi sarana transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan media mengakses informasi.



Selain memperkuat kanal informasi, Kadiv Humas juga mengajak seluruh satuan kewilayahan untuk membangun layanan informasi publik yang profesional melalui penguatan PPID.


“Sudah saatnya setiap Polda dan Polres memberikan layanan informasi publik yang terbuka dan tertib. Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi wujud penghormatan kita kepada hak masyarakat untuk tahu,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya respon cepat terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital, serta perlunya komunikasi publik yang disiapkan sejak pra-aksi, saat aksi, hingga pasca aksi agar narasi tidak dikuasai rumor.



“Di era digital, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci. Kalau kita tidak hadir, ruang publik akan diisi oleh framing sepihak,” tambahnya.


Kadiv Humas menutup paparannya dengan mengajak seluruh Kapolda dan Kapolres menjadi penggerak utama transformasi komunikasi Polri.


“Kita semua pengemban fungsi kehumasan. Dimanapun kita bertugas, kewajiban kita adalah memuliakan profesi kepolisian melalui kerja yang baik dan komunikasi yang benar,” tutupnya.


Sumber: ***

Monday, 24 November 2025

Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat


Kabar Ngetren/Bogor - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam acara Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengarahannya, Sigit menyinggung soal semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan prima untuk seluruh masyarakat. 


Menurut Sigit, Apel Kasatwil ini sendiri juga membahas untuk melakukan penguatan internal Kepolisian. Kegiatan ini juga mengingat kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. 


"Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat," kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, (24/11/2025).



Apel Kasatwil bertajuk 'Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat' ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan. 


"Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri," ujar Sigit. 


Menurut Sigit, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada. Di antaranya merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri. 



"Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan," ucap Sigit. 


Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia. 


Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat. 



"Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak  kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil," ucap Sigit. 


Lebih dalam, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta. Hal ini merupakan simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110. 


"Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan," tutup Sigit.


Sumber: ***

Trending