Showing posts with label santri. Show all posts
Showing posts with label santri. Show all posts

Wednesday, 20 August 2025

Santri MTSH Ikuti Tradisi Rebo Wekasan di Balongan Indramayu

Santri MTSH Ikuti Tradisi Rebo Wekasan di Balongan Indramayu

Indramayu – Santri Majlis Ta'lim Syarief Hidayatullah (MTSH) kembali melaksanakan tradisi para ulama dan orang-orang sholeh terdahulu, yakni Rebo Wekasan. Acara ini digelar di Majlis Ta'lim Syarief Hidayatullah, Jl. Tirta Ayu Desa Balongan, Kecamatan Balongan, pada Selasa malam (19/08/2025) selepas shalat Maghrib.


Rebo Wekasan atau yang juga dikenal dengan sebutan Rebo Pungkasan merupakan tradisi yang jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Dalam tradisi ini biasanya dilaksanakan doa bersama, dzikir, hingga sholat sunnah lidaf’il bala yang diyakini sebagai bentuk ikhtiar menolak bala.


Pada pelaksanaan Rebo Wekasan kali ini, para santri MTSH yang dipimpin langsung oleh Guru Mulia Al Habib Syarief Hidayatullah mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khidmat. Dimulai dari sholat Maghrib berjamaah, dzikir bersama, doa bersama, sholat sunnah lidaf’il bala, hingga mandi tolak bala dan memotong sedikit rambut sebagai simbol penyucian diri.


Dalam tausiyahnya, Al Habib Syarief Hidayatullah menyampaikan pesan penuh makna kepada para santri.


"Acara ini sudah sejak lama dilakukan oleh Salafush Shalih, yaitu orang-orang sholeh terdahulu. Kita hanya tinggal mengikuti jejak mereka. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang sholeh tersebut," ujarnya.


Tradisi Rebo Wekasan bukan hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, menjaga silaturahmi antar santri, dan memperkokoh ajaran Islam yang penuh dengan nilai kebersamaan serta doa demi keselamatan dunia dan akhirat. (Thoha).

Saturday, 17 February 2024

Hidayat Nur Wahid: Santri Harus Memperkuat Nilai Etika Sambut Indonesia Emas



Kabar Ngetren/Bogor - Ponpes Terpadu Darul Qur’an Mulia (DQ) menggelar Wonderkind X Festival 2024. Kehadiran para santri di tenda yang berada di lapangan terbuka itu untuk mengikuti acara pembukaan Wonderkind X Festival.

Acara yang digelar secara rutin di pondok pesantren yang berada di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu merupakan kegiatan pentas seni dan budaya serta digelar bazaar yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman dan dihadiri ribuan santri yang memenuhi kursi yang ada dibawah tenda berwarna biru-putih.

Dalam Wonderkind X Festival, suasana pembukaan yang ada bertambah meriah dan khidmat sebab Wakil Ketua MPR Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid LC., MA (HNW) berada di antara ratusan santri.

Kehadiran Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pesantren yang santrinya berasal dari berbagai daerah itu langsung disambut oleh Pembina Yayasan DQ, KH. Abdul Hasib Hasan Lc., Ketua Umum Yayasan DQ, Ustazah Aisyah Abdul Hasib, dan Donatur DQ, Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati dll.

Dalam sambutannya, HNW mengapresiasi Wonderkind X Festival dan ditengah berbagai tantangan kemajuan jaman, santri tetap bisa menyelenggarakan kegiatan yang sangat future dimension. Acara ini disebut suatu bukti santri DQ siap memyambut dan berkontribusi dalam era yang disebut Bonus Demografi atau Indonesia Emas 2045.



“Mudah-mudahan Wonderkind X Festival menjadi trend dan diikuti oleh seluruh pesantren lainnya”. Harap pria yang menjadi Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor itu Wonderkind X Festival amat dipentingkan, didukung dan disemangati. Bogor. Jum'at. 16/2/2024.

Dinamika yang positif dari para santri itulah yang menurut HNW membuat pesantren semakin banyak diminati oleh para orangtua untuk memasukan anaknya ke pesantren. Diungkap jumlah pesantren di tanah air lebih dari 25 ribu Pesantren baik yang tradisional maupun modern. Di berbagai kota dan desa, lembaga pendidikan khas Indonesia itu ada. “Di pesantren saat ini berbagai bidang ilmu diberikan”. Ungkap santri Gontor tahun 1970-an itu.

Pria alumni Universitas Madinah, Arab Saudi, itu mengungkapkan, sistem pendidikan pesantren memiliki kekhasan. Nilai-nilai etika dan moral ditekankan. Etika amat sangat dipentingkan di pendidikan pesantren”, paparnya. Bahkan di kalangan pesantren diajarkan bahwa ethika merupakan azas daripada keberadaan bangsa dan negara. Ada ungkapan yang popular di sana, kalau masih ada etika maka bangsa dan negara masih ada namun kalau etika hilang maka bangsa dan negara ini akan hilang pula.

Lebih lanjut dikatakannya, etika yang diajarkan di pesantren tidak hanya bagaimana diamalkan dalam keseharian oleh para santri namun santri juga harus memberikan contoh sekaligus mengajarkan nilai dan amalan etika kepada masyarakat terutama generasi muda, generasi millenial. “Bila santri dan generasi millenial menjalankan nilai-nilai etika maka generasi muda akan berkontribusi positif menyelamatkan bonus demografi, menyongsong Indonesia Emas 2045. Tuturya.

Dalam kesempatan tersebut, HNW menegaskan bahwa, pentingnya pengulangan peran generasi muda. Diungkap di tahun 1924, kali pertama kata Indonesia muncul. Kata Indonesia dimunculkan oleh para pemuda pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Belanda. Pada masa itu para pelajar Indonesia yang kuliah di Belanda dan negara-negara di Timur Tengah memiliki visi dan etika yang sangat bagus. Baik etika pribadi maupun etika dalam pergaulan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bukti dari baiknya etika adalah mereka tidak terbawa oleh kehidupan yang bernuansa Barat yang melakukan penjajahan terhadap negara mereka Indonesia. Dengan etika yang dimiliki, mereka justru memberikan pencerahan pada paham kebangsaan dan keumatan, dengan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tuturnya.

Disaat ini, HNW berharap agar santri lebih maju lagi, agar kekhawatiran ketidakmampuan generasi muda dalam menyambut bonus demografis bisa ditepis. “Bila generasi muda sekarang memiliki etika buruk, maka kedepan kita akan memanen sesuatu hal yang juga buruk, juga sebaliknya.

Dirinya prihatin bangsa ini dilanda krisis etika. Bahkan Wakil Presiden Makruf Amin pernah menyebut bahwa Indonesia darurat akhlak. Apalagi belakangan Ketua KPK-nya ada yang bermasalah dengan etika, demikian juga Ketua MK, dan Ketua KPU bermasalah dengan etika. “Pemilu pun juga terindikasi bermasalah dengan etika”tuturnya. Hal demikian menurutnya perlu segera dikoreksi. “Bila dibiarkan saja oleh Pesantren dan kaum muda santri dari generasi milenial/Z, bagaimana kita bisa memanen bonus demografi dengan hasil yang baik, dan secara positif membayangkan tetap bisa hadirnya generasi emas tahun 2045. Semoga Wonderkind di Pesantren ini bisa jadi inspirasi dan penyelamat”. Tutupnya. eFHa.

Saturday, 29 July 2023

Bupati Tiwi Lepas Santri Robo Keren Wakili Indonesia!



Kabar Ngetren/Purbalingga - Pada tanggal 28 Juli 2023, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), dengan bangga melepas dua santri Pondok Pesantren Minhajut Tholabah untuk berkompetisi dalam ajang International Youth Robot Competition Korea 2023. Kedua santri tersebut, Erwandi Astra Dinata dan Alfanza Ihsan Ammarulah, yang saat ini berada di kelas 3 MA Minhajut Tholabah, akan mewakili Indonesia dan khususnya Jawa Tengah dalam kompetisi bergengsi tersebut. Kompetisi robotik ini akan berlangsung pada tanggal 3 hingga 6 Agustus 2023.

Menurut Bupati Tiwi, Pondok Pesantren Minhajut Tholabah tidak hanya memberikan ilmu agama kepada santri, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah bidang robotik yang telah berhasil meraih beberapa prestasi gemilang, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

"Alfanza juga merupakan salah satu penerima medali emas dalam ajang International Robotic di Malaysia," ungkapnya dengan bangga.

Bupati Tiwi memberikan apresiasi tinggi kepada kedua santri tersebut dan menyatakan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan luar biasa untuk berkompetisi di tingkat internasional. Oleh karena itu, ia mendorong kedua santri untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, selalu menjunjung tinggi citra positif, dan berkompetisi dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tiwi secara penuh mendukung kegiatan para santri, tidak hanya dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik, seperti robotik.

"Kami pemerintah mendukung penuh Mas Alfanza dan Mas Erwandi. Semoga perjalanan mereka lancar, ajang kompetisi berjalan dengan kemudahan, dan keduanya dapat membawa pulang prestasi yang membanggakan," ucap Bupati.

Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, KH Ma’ruf Salim atau Gus Salim, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Purbalingga beserta jajarannya atas dukungan yang telah diberikan kepada para santri untuk terus berprestasi. Dukungan tersebut menjadi semangat dan motivasi bagi para santri untuk tampil yang terbaik.

"Kami selaku Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Tholabah juga senantiasa mendukung anak-anak untuk melakukan kegiatan positif agar nantinya dapat meraih prestasi yang gemilang," ungkap Gus Salim.

Sementara itu, Alfanza Ihsan Ammarulah menyampaikan rasa syukurnya dapat bertemu langsung dengan Bupati Purbalingga. Motivasi yang diberikan oleh Bupati Tiwi telah menambah semangatnya untuk terus berprestasi.

"Terima kasih Ibu Bupati atas dukungan dan motivasi yang diberikan. Semangat kami semakin bertambah," ungkap Alfanza. (Lil/Prokompim)

Monday, 17 April 2023

Dampak Viralnya Video Hotman Paris terhadap Proses Penyidikan Kasus Penganiayaan di Pesantren Masaran


Kabar Ngetren/Semarang - Sebuah video viral yang diunggah oleh pengacara Hotman Paris Hutapea tentang seorang ibu yang mengadukan kematian anaknya akibat dugaan penganiayaan di sebuah pesantren di Masaran, Kabupaten Sragen, telah menarik perhatian Polda Jawa Tengah.


Dalam video tersebut, Hotman Paris mengungkap bahwa ibu tersebut datang ke kafe Joni dan mengeluhkan tentang tersangka penganiayaan anaknya yang tidak ditahan.


Bahkan, di depan Hotman Paris, wanita tersebut menyebut adanya dua provokator dalam aksi penganiayaan anaknya yang juga tidak ditahan oleh polisi.


Terkait perkara ini, Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, merespon bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Polres Sragen dan memperoleh sejumlah fakta. Iqbal mengatakan bahwa perkara tersebut sudah ditangani secara profesional dan prosedural.


"Ilmu hukum yang sebenarnya perlu disampaikan, sehingga masyarakat tidak menjadi bingung atau mendapat berita yang kurang benar," kata Kabidhumas pada Minggu malam (16/4/2023).


Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, merespons viralnya video yang diunggah oleh pengacara Hotman Paris Hutapea terkait kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian seorang santri di sebuah pesantren di Masaran, Kabupaten Sragen. Menurut Kabidhumas, Polres Sragen telah menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai prosedur.


Kronologis kejadian yang dimaksud adalah pada malam tanggal 22 November 2022, seorang santri berusia 15 tahun bernama D mengalami penganiayaan dari seorang santri lain berusia 16 tahun 8 bulan bernama MH. MH memukul dan menendang D karena ada pelanggaran yang dilakukan oleh D. Kepala D sempat membentur lemari dan D akhirnya meninggal dunia setelah mengalami kejang dan dibawa ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Sragen.


Polres Sragen langsung melakukan penyidikan dan menetapkan MH sebagai tersangka. MH disangkakan melakukan tindak pidana dan diancam hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku. Namun, MH tidak ditahan karena masih berusia di bawah 18 tahun pada saat kejadian dan pasal-pasal yang berlaku menegaskan bahwa penahanan anak hanya dilakukan sebagai upaya terakhir apabila memperoleh jaminan dari orang tua atau walinya.


Menurut Kabidhumas, proses penyidikan perkara dilakukan sesuai dengan prosedur dan berjalan hingga tahap persidangan. Penyidik tetap menunggu perkembangan fakta-fakta persidangan. Jika ada pihak lain yang terbukti turut serta dalam kasus ini dan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, maka akan segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (eFHa)



 

Trending