Showing posts with label Banjarsari. Show all posts
Showing posts with label Banjarsari. Show all posts

Sunday, 21 April 2024

Tujuh Pemuda Mabuk Sambil Main Gitar Diamankan Tim Sparta di Surakarta


Kabar Ngetren/Surakarta - Pada Minggu dinihari, 21/4, tim Sparta Samapta Polresta Surakarta mengamankan tujuh pemuda yang tengah mabuk di Kampung Nayu, Nusukan, kecamatan Banjarsari, Surakarta. Tindakan pengamanan tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari warga sekitar, yang merasa terganggu dan resah dengan kebisingan dan perilaku para pemuda yang mabuk sambil bermain gitar.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Iwan Saktiadi, SIK.MH.MSi, melalui Kasat Samapta Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo, SIK, menjelaskan bahwa tim Sparta merespons cepat setelah menerima laporan dari warga.


"Informasi dari Call Center Tim Sparta menyebutkan bahwa di Kampung Nayu sedang berlangsung pesta miras dengan nada keras diiringi alat musik gitar," ucap Kompol Arfian.

Tim Sparta langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan tujuh pemuda yang tengah mabuk sambil bernyanyi dan bermain gitar. Barang bukti yang disita termasuk botol-botol air mineral berisi miras ciu.

Kasat Samapta menambahkan bahwa ketujuh pelaku, dengan inisial BY, ADP, WW, TAR, YAKP, DAR, dan NP, merupakan warga sekitar lokasi. "Ketujuh pelaku bersama barang bukti telah dibawa ke markas Polresta Surakarta untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku," tambahnya.

Monday, 29 May 2023

Polisi Gunakan Metode Ilmiah untuk Mengungkap Kasus Mutilasi di Sukoharjo


 

Kabar Ngetren/Semarang – Polda Jateng telah mengumpulkan bukti yang cukup dalam kasus penemuan mayat yang telah terjadi di Solo dan Sukoharjo. Berdasarkan bukti yang telah dikaji dan dikumpulkan.


Polda Jateng sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku mutilasi dengan korban berinisial R, yang merupakan warga Keprabon Wetan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.


"Insya Allah, dalam waktu dekat semua akan terungkap," tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy saat dikonfirmasi, Sabtu (27/5).


Saat ini, Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa 21 orang saksi untuk membantu mengungkap pelaku mutilasi.


"Polri dalam mengungkap kasus ini menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) sehingga kasus ini dapat diungkap berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. 


Termasuk, menyinkronisasikan antara keterangan 21 orang saksi yang telah kami mintai keterangan," ungkap Iqbal.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan media yang telah membantu dalam mengungkap kasus ini.


Seperti yang diketahui, telah ditemukan enam potongan tubuh mayat di sepanjang sungai di wilayah Sukoharjo dan Solo. 


Potongan pertama berupa kaki kiri ditemukan oleh seorang warga pada Minggu (21/5) pukul 11.30 WIB di bantaran Sungai Bengawan Solo, Palur Mojolaban Sukoharjo.


Satu jam kemudian, potongan kedua berupa tubuh manusia ditemukan di Sungai Jenes di bawah Jembatan Kampung Waringin Rejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.


Pada hari yang sama, pukul 17.30 WIB, potongan kepala manusia ditemukan di bantaran Sungai Mojo, Pasar Kliwon, Solo.


Pukul 19.00 WIB, potongan tubuh berupa tangan kiri ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kedua oleh warga dan petugas yang melakukan pencarian.


Keesokan harinya, Senin (22/5) sekitar pukul 06.30 WIB, potongan tangan kanan ditemukan di aliran Sungai Jenes di Kecamatan Serengan, Solo.


Tim gabungan yang terdiri dari Inafis, Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, dan Labfor Polda Jateng telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), proses identifikasi, dan autopsi terhadap potongan tubuh yang dimutilasi.


Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan satu tubuh jenazah laki-laki dengan usia sekitar 40-50 tahun. Korban memiliki tato di lengan kanan atas dan punggung kanan berupa gambar naga.


Terdapat luka bekas kekerasan pada kepala korban yang menyebabkan pendarahan hebat, diduga sebagai penyebab kematian sebelum tubuhnya dimutilasi dan ditenggelamkan.


"Hasil autopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah kekerasan tajam pada bagian atas kepala," ungkap Iqbal.


Identitas korban mulai terkuak saat petugas melakukan pemeriksaan sidik jari tengah menggunakan metode daktiloskopi. 


Hasilnya, sekitar 70 persen sidik jari tersebut teridentifikasi sebagai sidik jari korban dengan inisial R berusia 50 tahun. Petugas juga melakukan tes darah dari keluarga korban untuk memperbarui hasil identifikasi.


"Hasil identifikasi juga diperkuat dengan bukti lain berupa foto gambar naga di lengan kanan yang diperoleh dari penyelidikan anggota operasional.


Berdasarkan hasil CSI, Polri menyimpulkan bahwa korban adalah "R" warga Keprabon Wetan, Banjarsari, Solo," tambahnya. (eFHa)

Trending