Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Monday, 1 September 2025

Perjuangan Seorang Suami: Dari Fajar ke Senja Demi Kebahagiaan Keluarga

Perjuangan Seorang Suami: Dari Fajar ke Senja Demi Kebahagiaan Keluarga
Sumber Gambar: Facebook @Mas Gundol

KN - Menjadi seorang suami itu nggak mudah, Bro! Ada tanggung jawab besar yang harus dipikul setiap hari, mulai dari matahari terbit sampai terbenam. Semua pikiran dan tenaga dikerahkan hanya untuk satu tujuan: membahagiakan keluarga tercinta. Seperti yang dikutip dari akun Facebook @Mas Gundol, curhatan seorang suami ini bikin kita semua sadar betapa beratnya tugas mereka.


Setiap pagi, sebelum ayam berkokok pun kadang sudah siap berangkat. Dari mulai fajar hingga senja, yang ada di pikiran cuma satu: gimana caranya anak dan istri bisa hidup layak dan senyum bahagia. Meski raga sering kali kelelahan, hati mereka tetap berjuang tanpa kenal lelah.


Bahkan, sering banget para suami rela nahan lapar asal keluarganya bisa kenyang. Kadang mereka juga nggak gengsi kalau kerja apa saja, walau orang lain mungkin meremehkan. "Tak peduli dibilang orang itu kerjaan sampah, yang penting berkah buat jajan anak sekolah," begitu kira-kira ungkapan yang sering terucap dari hati mereka.


Ini bukan sekadar kerja cari uang, tapi pengorbanan yang sering nggak kelihatan. Banyak suami yang diam-diam nangis sendirian, cuma biar keluarganya bisa tetap tertawa. Ada yang rela pulang malam dengan badan pegal-pegal, tapi senyum tetap dipasang waktu sampai rumah, supaya suasana tetap hangat.


Salut banget buat semua suami di luar sana yang terus berjuang meski dalam kelelahan. Nggak peduli panas, hujan, bahkan cemoohan orang lain, selama keluarga bisa bahagia, semua itu jadi hal yang sepadan. Buat para istri dan anak-anak, jangan lupa kasih apresiasi ya! Kadang cukup dengan ucapan terima kasih atau pelukan hangat aja bisa jadi obat lelah buat mereka.


Pesan yang disampaikan @Mas Gundol juga nyentuh banget: "Semoga lelah kita ini menjadi sebuah kebahagiaan." Yup! Karena setiap tetes keringat yang keluar, setiap lapar yang ditahan, semua itu bernilai ibadah dan bakal jadi kebahagiaan dunia akhirat kalau dijalani dengan ikhlas.


Jadi, buat para suami, jangan pernah merasa sendirian dalam perjuangan ini. Setiap langkahmu, setiap peluhmu, adalah bukti cinta yang nggak tergantikan. Dan buat para istri, jangan cuma minta dimengerti, tapi juga coba mengerti. Dukungan kecil dari kalian itu bisa jadi kekuatan besar buat mereka terus berjuang.


Buat kamu yang lagi baca artikel ini, yuk sebarkan semangat positif ini ke orang-orang terdekat. Biar makin banyak yang sadar, jadi suami itu nggak sekadar status, tapi perjuangan seumur hidup. (Dr/Dr).


Thursday, 1 June 2023

Keluarga Korban Tidak Percaya, Polisi Sebut Pelajar SMP Meninggal Bunuh Diri di Makassar



Kabar Ngetren/Makassar - Sebuah peristiwa tragis terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, ketika seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia. 

Namun, keluarga korban tidak percaya dengan kesimpulan kepolisian yang menyatakan bahwa kematian tersebut adalah hasil bunuh diri.

Ayah korban, Benny Yusuf Nurdin, dengan tegas mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap kesimpulan kepolisian. "Hingga sampai hari ini, saya masih meyakini bahwa anak saya tidak bunuh diri," kata Benny dengan penuh keyakinan.


Menurut Benny, putranya yang bernama BSN (15) tidak memiliki masalah dengan siapapun, baik itu keluarga maupun teman sekolah. Ia menyatakan bahwa sebagai orang tua, ia sangat mengenal karakter anaknya.


Untuk memastikan kebenaran mengenai lokasi jatuhnya pelajar tersebut, keluarga korban telah mendatangi sekolah SMP Islam Athirah yang terletak di Jalan Kajoalido, Makassar. 


Informasi yang diterima Benny menyebutkan bahwa putranya ditemukan tergeletak di lapangan voli saat jam pelajaran berlangsung. Benny juga mengetahui bahwa sepatu dan tas anaknya ditemukan terpisah di lokasi yang berbeda.


Benny merasa keberatan dengan dugaan bunuh diri anaknya dengan cara melompat dari lantai 8 gedung sekolah hingga jatuh di lapangan. 


Menurutnya, tidak mungkin anaknya melakukan hal tersebut karena tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. 


Ia menjelaskan bahwa di lantai 8 tidak ada tempat yang memungkinkan untuk melompat. 


Benny mencatat bahwa ia melihat adanya tangga di rooftop, namun sulit dipercaya bahwa anaknya melompat dari sana karena tidak ada yang menyaksikan kejadian itu.


Benny juga menyoroti bahwa rekaman CCTV tidak dapat membuktikan bahwa anaknya naik ke lantai atas dengan maksud bunuh diri. 


Ia berharap kepolisian dapat melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terkait penyebab kematian putranya. 


Keluarga korban tidak puas dengan kesimpulan polisi yang menyatakan BSN meninggal bunuh diri dengan cara melompat.


Dalam beberapa waktu terakhir, kasus pembunuhan, baik yang disebabkan oleh pembunuhan sebenarnya maupun dugaan bunuh diri, sedang marak terjadi di Indonesia. 


Oleh karena itu, penting bagi keluarga korban dan kepolisian untuk bekerja sama secara kolaboratif guna mengungkap kebenaran dalam kasus ini. 


Upaya ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan risiko dari tindakan-tindakan yang dilakukan, sehingga dapat lebih meningkatkan kesadaran dan keamanan bagi semua. (Maulana Yusuf)

Friday, 21 April 2023

Perempuan Muda Terjun ke Sungai Klawing, Diduga Depresi Akibat Masalah Keluarga


 

Kabar Ngetren/ Purbalingga -  Kabar duka datang dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Seorang perempuan dilaporkan terjun dari jembatan Sungai Klawing di Kelurahan Bancar, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga pada Jumat (21/4/2023) sore. 


Kapolsek Purbalingga, AKP Siswanto, mengatakan pihaknya mendapat laporan pada pukul 16.55 WIB dan langsung melakukan pencarian bersama dengan BPBD dan relawan setelah melakukan pemeriksaan saksi. Saksi pertama kali melihat perempuan berdiri di pinggir jembatan, kemudian terjun ke sungai saat didekati. Perempuan tersebut memiliki ciri-ciri berambut panjang, badan kecil tinggi, mengenakan baju merah dan celana putih. 


Sampai malam hari pencarian masih berlangsung, namun dihentikan karena cuaca buruk dan debit air sungai yang mengalami kenaikan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Keluarga diduga korban, OI (21) warga Kelurahan Purbalingga Wetan, mengatakan bahwa korban sedang memiliki masalah keluarga dan sering mengatakan ingin mati saja.



Pencarian terpaksa dihentikan pada pukul 20.00 WIB karena cuaca yang tidak mendukung. Tim gabungan berencana melanjutkan pencarian pada keesokan paginya mengingat cuaca masih berpotensi hujan dan debit air sungai yang cukup besar. (eFHa)

Tuesday, 14 March 2023

Polsek Purbalingga Berhasil Pertemukan Pemuda Berkebutuhan Khusus dengan Keluarganya

 


Kabar Ngetren/Purbalingga –  Polsek Purbalingga berhasil mempertemukan seorang pemuda berkebutuhan khusus yang tersesat di wilayah Kecamatan/Kabupaten Purbalingga dengan keluarganya. Penyerahan dilakukan di Mapolsek Purbalingga pada Selasa (14/3/2023) siang.

Menurut Kapolsek Purbalingga, AKP Siswanto, pihaknya mendapat penyerahan pemuda tersebut pada Senin (13/3/2023) malam yang ditemukan tersesat di Jalan Isdiman Purbalingga. Setelah itu, pihak kepolisian berusaha mencari informasi mengenai keluarga pemuda tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemuda tersebut berasal dari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, pihak kepolisian segera menghubungi Polsek Wiradesa untuk mencari dan menginformasikan kepada pihak keluarganya.

"Pada akhirnya, keluarga pemuda tersebut berhasil ditemukan dan pada hari ini datang ke Polsek Purbalingga untuk menjemputnya," jelas Kapolsek.

Pemuda tersebut kemudian diserahkan kepada kakaknya oleh petugas dari Polsek Purbalingga. Budi Hartono selaku kakak dari pemuda tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu mempertemukan adiknya. Ia berterima kasih karena dengan bantuan polisi, adiknya yang pergi dari rumah berhasil ditemukan di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Keberhasilan Polsek Purbalingga dalam mempertemukan pemuda berkebutuhan khusus dengan keluarganya adalah suatu prestasi yang patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian tidak hanya bertugas untuk menegakkan hukum, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai hal, termasuk dalam hal pencarian orang yang hilang. Semoga keberhasilan ini menjadi contoh bagi pihak kepolisian lainnya untuk selalu berusaha membantu masyarakat dengan tulus hati. (eFHa)




Trending