Showing posts with label bantuan sosial. Show all posts
Showing posts with label bantuan sosial. Show all posts

Friday, 2 January 2026

OPINI: KECURANGAN DI DAPUR MBG – MENOLAK KORUPSI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

OPINI: KECURANGAN DI DAPUR MBG – MENOLAK KORUPSI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Oleh: Ketum PWDPI, M. Nurullah RS. 

 

Ditemukannya dugaan banyak kecurangan di Dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) adalah hal yang sangat menyakitkan hati dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. 


Program yang seharusnya menjadi ujung tombak penanggulangan kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, justru diketahui telah menjadi ladang bagi praktik tidak jujur yang merugikan negara dan rakyat.

 

Kecurangan yang terjadi di dalam program semacam ini memiliki dampak yang sangat luas. Pertama, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak mendapatkan layanan yang layak atau bahkan tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. 


Padahal, anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat yang dipungut melalui pajak – yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan mereka. Kedua, kejadian ini merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang dikelola oleh pemerintah atau lembaga terkait. 


Ketika masyarakat kehilangan kepercayaan, maka efektivitas program-program serupa di masa depan akan sangat sulit untuk dicapai. Ketiga, praktik kecurangan ini juga menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem pengelolaan dan pengawasan program, yang jika tidak segera diperbaiki akan menjadi celah bagi praktik yang sama berulang kembali.

 

Bagi pihak yang terlibat dalam kecurangan ini, perlu disadari bahwa tindakan mereka tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Mereka telah mencuri hak orang lain untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. 


Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tidak dipihakkan – tanpa memandang siapa saja yang terlibat. Mulai dari pihak yang merencanakan, melaksanakan, hingga yang menutupi praktik kecurangan tersebut harus mendapatkan sanksi yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Dapur MBG dan program bantuan sosial lainnya. Penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal harus menjadi prioritas, termasuk dengan melibatkan masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan program. 


Transparansi dalam penggunaan anggaran dan distribusi bantuan juga harus ditingkatkan, misalnya dengan membuat laporan yang dapat diakses publik dan melakukan audit berkala oleh pihak independen.

 

Kita tidak boleh mengizinkan program yang bertujuan mulia seperti Dapur MBG terus dirusak oleh praktik kecurangan. Setiap rupiah yang dicuri dari program ini adalah hilangnya kesempatan bagi seorang anak untuk mendapatkan makanan bergizi, bagi seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat dari pembangunan yang adil. 


Mari kita bersatu untuk menolak korupsi, menuntut keadilan, dan memastikan bahwa setiap program bantuan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi yang paling membutuhkan.(*).

Thursday, 4 December 2025

100 Becak Listrik Prabowo Mengaspal, Wabup Dimas Tegaskan Pengawasan Berkala


Kabar Ngetren/Purbalingga – Sebanyak 100 penarik becak di Kabupaten Purbalingga tersenyum bahagia setelah resmi menerima becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S. Deyang dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani di Pendapa Dipokusumo, Kamis, (4/12/2025).


Wabup Dimas mengapresiasi program tersebut sebagai wujud kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para penarik becak yang menggantungkan hidup pada pekerjaan informal. Menurutnya, kehadiran becak listrik dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan para penarik becak.


“Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap mengawal keberlanjutan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan para penerima,” ujar Wabup Dimas.



Pemkab Purbalingga akan memastikan becak listrik tidak berpindah tangan atau diperjualbelikan. Saat penyerahan, penerima diwajibkan menandatangani surat perjanjian yang akan dievaluasi setiap enam bulan sekali.


“Kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mendata kepemilikan becak listrik. Ini penting agar becak benar-benar dimanfaatkan oleh penerima yang berhak,” jelas Dimas.


Pemkab turut menjamin pendampingan teknis jika terjadi kendala seperti masalah kelistrikan atau dinamo agar becak tidak mangkrak dan tetap operasional.



Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang menegaskan program becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo, bukan menggunakan anggaran APBN.


“Becak listrik ini adalah yang pertama di dunia dan diinisiasi langsung oleh Prabowo,” ungkapnya.


Hingga saat ini, sudah 2.700 unit becak listrik dibagikan kepada masyarakat di berbagai daerah. Targetnya, hingga akhir tahun jumlah distribusi mencapai 5.000 unit. Sesuai instruksi Presiden Prabowo, Yayasan GSN telah memesan 11.000 unit becak listrik. 



“Semoga hadiah becak listrik ini bisa menjadi hiburan sekaligus mampu menopang perekonomian keluarga para penerima,” tambah Nanik.


Terkait keberadaan becak listrik, Nanik juga mendorong Pemkab Purbalingga menyiapkan aturan operasional khusus untuk becak listrik, termasuk penentuan jalur dan akses menuju kawasan wisata.


“Mohon disiapkan jalurnya, terutama jalur yang mengarah ke destinasi wisata,” harapnya.


Becak listrik ini merupakan desain khusus Presiden Prabowo pada tahun 2024, bahkan telah mulai dibagikan sebelum menjabat sebagai presiden. Selain ramah lingkungan dan hemat energi, becak listrik dirancang untuk mengurangi beban fisik penarik becak, terutama yang telah berusia lanjut di atas 60 tahun.


Sumber: tha/prokopim.

Wednesday, 19 November 2025

Bawakan Selimut dan Sembako, Polres Purbalingga Kembali Hadir di Lokasi Bencana


Kabar Ngetren/Purbalingga - Polres Purbalingga terus memberikan layanan sosial di lokasi bencana tanah bergerak, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Rabu (19/11/2025). Kali ini kegiatan dilaksanakan bersama Bhayangkari Cabang Purbalingga dan Polwan. 


Dipimpin Kasat Samapta AKP Tri Haryanto, puluhan personel Polres Purbalingga melaksanakan berbagai kegiatan sosial mulai dari pemberian bantuan sembako, pelayanan kesehatan gratis dan trauma healing terhadap warga terdampak bencana. 


Selain itu, menyerahkan bantuan selimut bagi warga yang masih mengungsi di rumah-rumah penduduk. Sedangkan Polwan membantu memasak makanan di dapur umum yang didirikan BPBD Kabupaten Purbalingga. 



Kasat Samapta mengatakan hari ini kami melaksanakan bakti sosial memberikan bantuan sembako dan selimut untuk warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Maribaya. 


"Selain itu, kami juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan trauma healing bagi warga terdampak bencana tanah bergerak," ucapnya. 



Disampaikan bahwa, Polres Purbalingga juga menyiagakan personel di lokasi bencana alam. Mereka standby di lokasi bencana secara bergantian, untuk melaksanakan perbantuan apabila dibutuhkan dalam penanganan lanjutan. 


"Kami juga mendirikan posko komando pengendali lapangan yang fungsinya siap diperbantukan apabila ada situasi yang perlu cepat mendapatkan penanganan," ucapnya. 


Kades Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Purbalingga yang telah tiga kali melaksanakan pemberian bantuan untuk warga terdampak bencana. Termasuk kehadiran anggota yang standby di lokasi untuk menjaga keamanan dan siap diperbantukan. 



"Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga kami yang sedang terkena musibah," ucapnya. 


Kades menyampaikan sampai saat ini, total ada 22 KK terdampak rumah bergerak. Dengan kondisi 19 rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Untuk warga terdampak, sudah mengungsi di rumah orang tua, keluarga maupun sanak saudaranya. 


"Rekomendasi tim geologi, lokasi tanah bergerak sudah tidak layak untuk ditempati. Nantinya akan diupayakan relokasi untuk para warga terdampak," pungkasnya. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga.

Tuesday, 26 December 2023

Berbagi Kebahagiaan Kepada Warga Kurang Mampu, Anggota Koramil Garum Berikan Bantuan Sosial


Kabar Ngetren/Blitar - Sebagai wujud kepedulian, anggota Koramil 0808/02 Garum Kodim 0808/Blitar Sertu Sunaryo, melaksanakan kegiatan "Babinsa Masuk Dapur", sekaligus memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu atas nama Ibu Mujiasih.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Tulungsari Wetan RT. 2 RW. 2 Desa Tingal Kec. Garum Kab. Blitar, Selasa (26/12/2023).

Danramil 0808/02 Garum Kapten Kav Eko Wahyudiono, S.Sos.menuturkan, kegiatan yang dilakukan Babinsa ini, sebagai bagian dari upaya dalam membantu kesejahteraan dan kebutuhan warga kurang mampu. 

Kegiatan "Babinsa Masuk Dapur" dan pemberian bantuan sosial ini, merupakan wujud kepedulian terhadap warga masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut Kapten Kav Eko Wahyudiono, S.Sos., berharap semoga bantuan dan perhatian ini, dapat meringankan beban warga kurang mampu, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraannya.

Keterlibatan langsung Babinsa dalam kegiatan ini, menunjukkan peran dan kontribusi dalam mendukung kesejahteraan warga kurang mampu yang ada di wilayah binaannya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan "Babinsa Masuk Dapur" dan bantuan sosial ini, bisa menginspirasi kepedulian bersama serta dapat membantu mengatasi kesulitan yang dialami warga kurang mampu, ujarnya (Dim0808).

Wednesday, 19 April 2023

Polres Purbalingga Salurkan Zakat Fitrah untuk Masyarakat yang Berhak Menerima

 


Kabar Ngetren/Purbalingga - Polres Purbalingga melakukan penyaluran zakat fitrah bagi warga yang berhak menerimanya. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Purbalingga pada Rabu (19/4/2023) pagi.


Wakapolres Purbalingga, Kompol Pujiono, mengatakan bahwa Polres Purbalingga menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerimanya, seperti fakir, miskin, duafa, dan lain-lain. Zakat fitrah ini berasal dari personel Polres Purbalingga.


"Distribusi zakat fitrah kami salurkan kepada masyarakat yang memenuhi syarat, termasuk di antaranya ke pondok pesantren dan panti asuhan yatim piatu," jelasnya.


Diketahui bahwa total jumlah zakat fitrah yang terkumpul adalah 2.166 kilogram beras. Dari jumlah tersebut, Polres Purbalingga mengemas menjadi 722 paket yang langsung disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.


"Kami berharap zakat yang telah disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah," ucap Wakapolres.


Wakapolres menambahkan bahwa dengan pendistribusian zakat, diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Bantuan yang diberikan bagi warga yang masih kategori kekurangan, diharapkan mampu mencegah perbuatan negatif seperti tindak kejahatan. (eFHa)

Trending