Bandar Lampung – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Pers Nasional dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 (tiga) PWDPI yang digelar pada 20–22 September 2025 di Bandar Lampung.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi Nurullah dalam membangun organisasi kewartawanan serta memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Nurullah menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pers yang tergabung dalam PWDPI.
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh insan pers yang telah bekerja keras bersama-sama dalam mengawal kebenaran dan kemajuan bangsa," ujarnya.
Peran Strategis PWDPI dalam Ekosistem Pers Nasional
Lebih lanjut, Nurullah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran PWDPI dalam menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Rangkaian kegiatan HUT ke-3 (tiga) PWDPI tidak hanya berfokus pada seremoni penghargaan. Sejumlah agenda strategis turut digelar, mulai dari apel akbar, bazar UMKM, konferensi pers, hingga diskusi panel yang membahas isu-isu aktual seputar dunia pers dan media nasional.
Dihadiri 1.000 Peserta dari 30 DPW se-Indonesia
Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.000 (seribu) peserta yang berasal dari 30 (tiga puluh) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWDPI se-Indonesia. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas organisasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
PWDPI menilai sinergi antara pers dan UMKM menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jejak Aktivisme dan Konsistensi Advokasi Pers
Sebelumnya, M. Nurullah RS dikenal sebagai aktivis reformasi 1998 (seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan) yang kemudian menekuni dunia jurnalistik dan mendirikan sejumlah media lokal. Di bawah kepemimpinannya, PWDPI terus berkembang dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial sebagai sarana advokasi.
Salah satu inisiatif yang konsisten dikampanyekan adalah #WartawanUntukRakyat, sebuah gerakan yang mendorong peningkatan kualitas liputan terhadap isu-isu masyarakat akar rumput dan kepentingan publik.
Melalui pendekatan tersebut, PWDPI berupaya memperkuat posisi wartawan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.
Penulis: Tim Media Group PWDPI
Editor: Maz Friend


