Showing posts with label Festival Literasi 2025. Show all posts
Showing posts with label Festival Literasi 2025. Show all posts

Friday, 24 October 2025

SMPN 3 Sindang Raih Juara Harapan Tiga di Festival Literasi Indramayu 2025, Buktikan Sekolah Ini Pusatnya Para Penulis Hebat!

SMPN 3 Sindang Raih Juara Harapan Tiga di Festival Literasi Indramayu 2025, Buktikan Sekolah Ini Pusatnya Para Penulis Hebat!

Indramayu – Festival Literasi Kabupaten Indramayu 2025 yang digelar perdana oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) pada tanggal dua puluh satu hingga dua puluh empat Oktober dua ribu dua puluh lima, menjadi ajang bergengsi yang penuh semangat literasi. Dari enam belas stan peserta, SMPN 3 Sindang sukses mencuri perhatian publik dan dewan juri dengan prestasi gemilang, meraih Juara Harapan Tiga untuk kategori Stand Literasi Terbaik.


Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan biasa. Di tengah persaingan yang ketat dan kreativitas tinggi antar peserta, SMPN 3 Sindang tampil menonjol berkat semangat literasi yang sudah menjadi budaya di sekolah tersebut.


Sekolah Para Penulis Guru


SMPN 3 Sindang dikenal luas sebagai “rumahnya para penulis guru.” Salah satu sosok inspiratifnya adalah H. Sujaya, S.Pd., guru penggerak literasi yang telah menulis lebih dari tiga puluh buku ber-ISBN, baik tunggal maupun antologi. Tak kalah hebat, Ayu Indrawati menulis tujuh buku, Hj. Dini SA, S.Pd. dengan lima buku, dan Hj. Dini W., S.Pd. dengan tiga buku.


Selain itu, sekolah ini memiliki ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang aktif menorehkan prestasi menulis dan penelitian di tingkat nasional. Dengan slogan khas mereka, “Kami bukan jago kandang, tetapi jago tandang,” tim KIR telah mengukir nama di berbagai ajang seperti Kemdikbud, Kemristekdikti, UNS, UGM, Unsoed, Pertamina, dan Indonesian Scientific Forum (ISF). Tahun ini, tiga tim dari SMPN 3 Sindang bahkan mengikuti Gerakan Inovasi Indramayu (Gincu Ayu) 2025.


Kaleidoskop Literasi dan Jejak Karya


Di bawah pimpinan H. Sujaya, S.Pd., Stand Literasi SMPN 3 Sindang tampil memukau dengan tema “Kaleidoskop Literasi dan Jejak Karya.” Di sana dipamerkan beragam karya literasi guru dan siswa, dokumentasi kegiatan membaca, pernak-pernik literasi, gift literasi, serta deretan buku hasil karya warga sekolah. Tak heran jika stan mereka menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi.


Koordinator Stand, H. Sujaya, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya:


“Bagi kami, literasi bukan sekadar lomba, tetapi gerakan hati dan budaya berpikir. Juara hanyalah bonus, yang terpenting adalah bagaimana kami bisa menularkan semangat menulis dan membaca kepada peserta didik,” ujarnya.


Kepala Sekolah Hj. Ani Hanifah, S.Pd., M.M., turut memberikan apresiasi kepada timnya:


“Walau belum menjadi juara utama, capaian ini membuktikan bahwa SMPN 3 Sindang tetap konsisten dalam menghidupkan budaya literasi. Kami bersyukur dan akan terus memperkuat kolaborasi antara guru dan siswa agar gerakan literasi semakin bergaung,” pesan Kepala Sekolah.


Salah satu juri dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Sunarti, M.Pd., juga memberikan pujian:


“Stan SMPN 3 Sindang menampilkan konsep yang utuh dan edukatif. Tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga memperlihatkan proses pembelajaran literasi yang hidup di sekolah. Ini contoh yang layak ditiru.”


Menyalakan Api Literasi di Era Digital


Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi di SMPN 3 Sindang masih menyala terang, meski di tengah arus digital yang kian deras. Sekolah ini menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus menyalakan api pengetahuan melalui kata dan karya.


Sebuah pesan kuat terpampang di sudut stan literasi mereka:


“Menulis adalah cara kami mengabadikan ilmu, dan membaca adalah cara kami menjaga nurani.”


Slogan ini bukan sekadar kalimat, tetapi semangat nyata yang terus hidup di setiap langkah warga SMPN 3 Sindang dalam menumbuhkan budaya literasi berkelanjutan. (Thoha).

Wednesday, 22 October 2025

DPA Indramayu Resmikan Aplikasi Satu Data Perpustakaan dan Festival Literasi 2025: Wujud Nyata Transformasi Digital Literasi Daerah

DPA Indramayu Resmikan Aplikasi Satu Data Perpustakaan dan Festival Literasi 2025: Wujud Nyata Transformasi Digital Literasi Daerah

Indramayu — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPA) Kabupaten Indramayu resmi meluncurkan Aplikasi Satu Data Perpustakaan sekaligus membuka Festival Literasi 2025 di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan. 

Acara ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Aan Hendraja, yang hadir mewakili Bupati Indramayu. Inovasi ini menjadi simbol peralihan menuju era literasi digital yang lebih inklusif, dengan akses baca dan data yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh literasi, Bunda Literasi, komunitas literasi, para kepala sekolah, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, yang antusias menyambut langkah maju dunia literasi Indramayu.

Aan Hendraja menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi Indramayu REANG Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong melalui literasi digital.

“Saya sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi Satu Data Perpustakaan ini. Aplikasi ini bukan hanya mempermudah akses informasi, tapi juga menjadi simbol bahwa Indramayu siap menyongsong masa depan literasi berbasis teknologi,” ujar Aan dalam sambutannya, Selasa (dua puluh satu Oktober dua ribu dua puluh lima).

Ia juga menegaskan bahwa perpustakaan kini telah berevolusi menjadi pusat belajar digital yang dapat diakses kapan pun dan dari mana pun.

Sementara itu, Kabid P3KM Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Hj. Eti Herawati, M.Pd, menjelaskan bahwa aplikasi Satu Data Perpustakaan dirancang untuk mendukung akses inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Kita sudah punya koleksi buku Braille, termasuk Al-Qur’an Braille. Ke depan, kami akan melatih pustakawan agar bisa membimbing pembaca disabilitas memanfaatkan bahan bacaan tersebut,” ungkap Eti.

Menurutnya, aplikasi ini mengintegrasikan seluruh data perpustakaan di wilayah Indramayu agar masyarakat dapat dengan mudah mencari koleksi buku, e-book, maupun arsip daerah secara online dalam satu platform terpadu.

“Digitalisasi literasi ini akan memperkuat budaya baca yang berkelanjutan. Masyarakat bisa membaca kapan saja dan di mana saja,” tambahnya.

Peluncuran aplikasi ini juga berbarengan dengan Festival Literasi 2025 yang diikuti oleh dua puluh stand pameran dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, komunitas literasi, perpustakaan desa, hingga pelaku UMKM. 

Kegiatan festival diramaikan dengan talk show, bedah buku, pentas seni, dan pameran arsip daerah.

Eti Herawati menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat dan akan berlangsung hingga tanggal dua puluh delapan Oktober dua ribu dua puluh lima.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi gerbang kolektif dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera melalui literasi,” tandasnya.

Melalui Aplikasi Satu Data Perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu berupaya menghadirkan wajah baru literasi yang dinamis, terbuka, dan berbasis data digital.

“Ke depan kita ingin acara positif bertema Merayakan Budaya Baca, Menyongsong Masa Depan Indramayu REANG terus dilanjutkan dengan melibatkan peserta yang lebih luas,” pungkas Eti.

Dengan inovasi ini, Indramayu kini menulis bab baru sejarah literasinya dari buku ke layar, dari rak ke aplikasi menuju masa depan digital yang cerah dan inklusif. (Thoha)

Trending