Showing posts with label bencana alam. Show all posts
Showing posts with label bencana alam. Show all posts

Friday, 26 December 2025

Tebing Longsor di Sempor Kebumen, Dua Rumah Warga Terdampak


Kabar Ngetren/Kebumen — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, pada Kamis malam, (25/12/2025), mengakibatkan tebing di belakang rumah warga Desa Donorojo longsor. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan berdampak pada dua rumah warga di Dukuh Ketileng, RT 003/RW 001.


Polres Kebumen melalui Polsek Sempor langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari perangkat Desa Donorojo. 


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.


"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Longsor disebabkan intensitas hujan tinggi di wilayah tersebut," jelas Kompol Faris Budiman, Jumat, (26/12/2025).



Tebing di belakang rumah warga dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter mengalami longsor karena kondisi tanah yang labil dan tidak mampu menahan resapan air hujan.


Longsoran tersebut berasal dari belakang rumah Suwandi, 70 tahun, seorang petani setempat. Material longsor kemudian berdampak pada rumah Santari Sardin, 82 tahun, yang berada di bawahnya. 


Akibat kejadian itu, kaca jendela rumah Santari pecah tertimpa sebagian material longsor.


Kapolsek Sempor AKP Wiyono bersama anggota, perangkat Desa Donorojo, relawan Destana, serta warga setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan koordinasi lanjutan. 


Polisi juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada mengingat wilayah Sempor termasuk daerah rawan longsor.


Sebagai langkah awal mitigasi, terpal dipasang di atas lokasi longsoran untuk mencegah longsor susulan. Rencananya, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga akan melaksanakan kerja bakti bersama pada Sabtu, (27/12/2025), guna membersihkan material longsor dan memperkuat area terdampak.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Thursday, 4 December 2025

Polres Purbalingga Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana Alam


Kabar Ngetren/Purbalingga – Polres Purbalingga menggelar salat gaib untuk mendoakan para korban bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung di Masjid Ar Rabbani Mapolres Purbalingga, Kamis, (4/12/2025).


Salat gaib dipimpin oleh Imam Aipda Agus Miswanto dan diikuti oleh Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar, pejabat utama polres, serta anggota Polri dan PNS.



Plt Kasi Humas Polres Purbalingga Ipda Dwi Arto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas jajaran kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.



"Melalui salat gaib, kami doakan para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan korban selamat tetap diberikan ketabahan," ujar Ipda Dwi Arto.


Rangkaian salat gaib diakhiri dengan doa bersama untuk para korban yang meninggal dunia akibat bencana alam. Doa juga dipanjatkan agar masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, kesehatan dan keselamatan. 


Sumber: Humas Polres Purbalingga. 

Monday, 1 December 2025

Putri Nabila Damayanti, SH Kritik Keras Bencana Banjir: Minta MenLH, Menhut, TNI–Polri Bertanggung Jawab

Putri Nabila Damayanti, SH Kritik Keras Bencana Banjir: Minta MenLH, Menhut, TNI–Polri Bertanggung Jawab

Jakarta – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, dan daerah lain di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Kejadian yang merusak rumah warga, fasilitas umum, hingga menelan kerugian miliaran rupiah itu menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari aktivis muda Putri Nabila Damayanti, SH.


Dalam keterangannya kepada awak media pada Senin (01-12-2025) di Jakarta, Putri menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa terus menerus dianggap sebagai fenomena alam semata. Ia menyebut ada pihak-pihak yang harus bertanggung jawab penuh.


“Kejadian banjir di daerah adalah tanggung jawab Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, TNI, Polri, serta kepala daerah setempat.” Tegasnya.


Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan akibat praktik penebangan hutan menjadi faktor utama yang memperparah bencana.


“Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia khususnya di wilayah Sumatera adalah akibat banyaknya penebangan kayu ilegal maupun legal yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Ini jelas kesalahan pihak terkait,” ujar Putri.


Aktivis muda dari Partai Golkar tersebut juga menekankan bahwa bencana yang terjadi bukanlah kejadian yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari kerakusan manusia.


“Dari dulu daerah-daerah ini tidak pernah mengalami banjir dan longsor. Ini bukti nyata bahwa bencana terjadi akibat kesalahan manusia-manusia yang rakus tanpa berpikir panjang, bukan fenomena alam. Kayu-kayu gelondongan itu bukti nyata yang tidak bisa lagi dielakkan,” tegas Putri.


Ia juga menyoroti kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir, yang menurutnya merupakan bukti paling jelas adanya praktik penebangan yang merusak hutan.


“Kayu gelondongan yang hanyut diterjang banjir itu hasil potongan, bukan kayu tumbang alami. Ini hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi dan membunuh masyarakat banyak. Sudah sewajarnya para petinggi turun tangan dan bertanggung jawab. Penebangan legal maupun ilegal harus dipidana. Kenapa dibiarkan? Ke mana POLISI dan TNI?” ungkap Putri yang juga menjabat sebagai Pengurus PP AMPG.


Menutup pernyataannya, Putri kembali mempertanyakan lemahnya sistem pengawasan kehutanan di Indonesia.


“Bagaimana sebenarnya pengawasan hutan-hutan di negara kita?” tutupnya.



Penulis: Megy
Editor: Maz Friend

Tuesday, 28 October 2025

Diguyur Hujan Deras, Polres Purbalingga Tetap Gelar Apel Siaga Bencana


Kabar Ngetren/Purbalingga – Meski diguyur hujan deras, Polres Purbalingga tetap menggelar Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam di halaman Satpas Prototipe Purbalingga, Selasa, (28/10/2025) sore.


Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar, diikuti oleh Wakapolres, pejabat utama, para Kapolsek, serta puluhan personel dari berbagai satuan fungsi. Turut hadir perwakilan BPBD, PMI, relawan, dan  lembaga swadaya masyarakat (LSM).



Dalam apel tersebut, ditampilkan berbagai sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana, seperti kendaraan operasional, perahu karet, pompa air, gergaji mesin, pelampung, cangkul, sekop, serta alat komunikasi.


Kapolres Purbalingga dalam amanatnya menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Kapolda Jawa Tengah, wilayah Jateng diprediksi akan mengalami curah hujan cukup tinggi. Maka, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.



“Di Kabupaten Purbalingga sejumlah kecamatan sudah terjadi bencana alam. Setidaknya ada dua potensi bencana yaitu banjir dan tanah longsor yang perlu diantisipasi dengan kesiapan menanggulanginya,” katanya. 


Menurut Kapolres, apel ini menjadi sarana untuk mengukur kesiapan bersama dalam menghadapi bencana alam. Kesiapan diperlukan baik dari aspek personel maupun aspek perlengkapan pendukungnya.



"Dari kesiapan personel, kita diuji sekarang, dengan praktek langsung melaksanakan apel di tengah hujan. Aspek perlengkapan, akan dilakukan  pengecekan," kata Kapolres. 


Kapolres menekankan bahwa penanggulangan bencana alam merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, seluruh pihak perlu memahami bahwa upaya penanggulangan harus mencakup berbagai aspek.



“Aspek tersebut meliputi objek terdampak, mekanisme evakuasi, termasuk di dalamnya pertolongan medis, hingga kelancaran lalu lintas,” jelasnya.


Kapolres berharap apel siaga ini tidak hanya dinilai sebagai seremoni saja. Tetapi bisa menjadi momentum untuk menginventarisasi dan mengukur kesiapan dalam menghadapi bencana alam.


Usai apel, dilakukan pengecekan oleh Kapolres Purbalingga perlengkapan pendukungnya penanggulangan bencana alam. Pengecekan mulai dari kendaraan operasional dan peralatan yang akan digunakan dalam penanggulangan bencana.


Sumber: Humas Polres Purbalingga.

Monday, 12 February 2024

Antisipasi Potensi Bencana Alam Polres Garut Lakukan Pengecekan Kesiapan Posko Bersama Siaga Bencana Di Garut Selatan


Garut – Dalam rangka menindaklanjuti peristiwa bencana alam Polres Garut melakukan kunjungan sekaligus pengecekan Posko Bersama Siaga Bencana. Sabtu pagi (10/02/2024).

Mewakili Kapolres Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K, M.Si., Waka Polres Garut Kompol Dhoni Erwanto, S.Si., S.I.K., M.H., M.I., bersama Pejabat Utama Polres Garut berkunjung ke Wilayah Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut.

Dhoni mengatakan jika kegiatan kunjungan ke Posko bersama siaga bencana tersebut sebagai suatu bentuk kesiapan pihak kepolisian dan unsur terkait menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut disambut hangat oleh Kapolsek Pamulihan, Kapolsek Cikajang, Dinas terkait, Mitra Polri, Unsur TNI dan perwakilan Kepala Desa se Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Pakenjeng.

Selain kegiatan kunjungan, Wakapolres Garut juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana kesiapan bencana alam, silaturahmi dengan Unsur Forkopimcam Pamulihan dan Pakenjeng dalam menghadapi musim penghujan dan antisipasi bencana alam.

Polres Garut pun memberikan bantuan stok tanaman untuk reboisasi/penghijauan lingkungan, jenis pohon albasia, durian, jengkol, kopi dan tanaman keras lainnya disiapkan untuk reboisasi di sekitar Kecamatan Pamulihan dan Pakenjeng.

Tak hanya disitu Polres Garut pun memberikan bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak bencana alam yang terjadi di Desa Pananjung dan Desa Pandawa.

Masyarakat terdampak bencana dan unsur Forkopimcam mengapresiasi bentuk keseriusan Polres Garut dalam menghadapi potensi bencana alam dan juga berterimakasih atas perhatian yang diberikan untuk membantu sesama yang mengalami musibah.

Saturday, 27 January 2024

Hujan Deras Tak Halangi Babinsa Boyolali Bertindak Cepat

Boyolali – Hujan deras yang terjadi pada hari jumat sore hingga malam kemarin mengakibatkan beberapa bencana pohon dan tiang listrik roboh.

Babinsa Koramil 14/Klego Kodim 0724/Boyolali Serma Nur Khamim bersama petugas PLN bergerak cepat melaksanakan evakuasi tiang listrik roboh. 

Tiang listrik tersebut berada di Jalan utama Simo - Klego tepatnya di Dusun Ngablak Desa Tanjung Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali. Sabtu ( 27/01/24)

Babinsa Serma Nur Khamim menceritakan, usai mendapatkan laporan kejadian tersebut, dirinya langsung menuju ke TKP. 

Untuk memastikan serta melakukan pendataan sebagai laporan ke komando atas. Selanjutnya berkoordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan pembersihan tiang listrik yang roboh. 

Koordinasi ini diperlukan untuk membersihkan tiang listrik yang roboh akibat hujan dan angin kencang,” jelasnya.

Selain itu, Babinsa Serma Nur Khamim juga menghimbau kepada warga, untuk lebih berhati-hati dengan cuaca yang ekstrim saat ini apabila bepergian. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami himbau kepada warga yang akan melintasi jalan agar selalu waspada dan berhati-hati. Apabila ada kejadian lagi agar segera lapor cepat kepada pihak aparat terkait,” pungkas Babinsa

(Agus Kemplu)

Thursday, 25 January 2024

Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Padamara, Polisi Bantu Evakuasi


Purbalingga - Sejumlah pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin di wilayah Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Rabu (24/1/2024) sore. 

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut namun pohon tumbang menimpa rumah warga dan menutup jalan.

Kapolsek Padamara AKP Ihwan Ma'ruf mengatakan pohon tumbang akibat hujan angin terjadi di dua lokasi yaitu Desa Kalitinggar dan Desa Kalitinggar Kidul. Peristiwa tersebut terjadi sekira jam 16.00 WIB.

Di Desa Kalitinggar pohon tumbang menimpa kabel listrik dan telepon mengakibatkan tiang jaringan telepon roboh. Pohon tumbang dan tiang roboh menutup jalan penghubung di desa tersebut.

Sedangkan di Desa Kalitinggar Kidul pohon tumbang menimpa rumah warga. Akibatnya rumah milik Juminah (65) di wilayah RT 2 RW 2 mengalami kerusakan pada bagian atapnya.

"Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun rumah tertimpa pohon mengalami kerusakan pada bagian atapnya. Kerugian ditaksir Rp. 700 ribu," jelasnya.

Kapolsek menambahkan pihak kepolisian bersama BPBD Kabupaten Purbalingga kemudian melakukan evakuasi pohon tumbang. 

Pohon tumbang dipotong dan disingkirkan dari jalan. Termasuk yang menimpa rumah warga.

"Selain itu, tiang telepon yang roboh dilakukan penanganan oleh pihak terkait sehingga jalan di lokasi tersebut kembali dapat dilalui kendaraan," jelasnya.

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi pohon tumbang agar tidak menimbulkan korban. 

Mengingat beberapa hari terakhir terjadi hujan deras disertai angin kencang, pohon tumbang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sunday, 31 December 2023

Gеmра Bumi Bеrkеkuаtаn Mаgnіtudо 4,1 Mengguncang Sumеdаng Jawa Bаrаt

Gеmра Bumi Bеrkеkuаtаn Mаgnіtudо 4,1 Mengguncang Sumеdаng Jawa Bаrаt

Sumedang - Kabupaten Sumеdаng di guncang Gеmра bumі bеrkеkuаtаn magnitudo 4,1, Minggu (31/12/2023) ѕеkіtаr pukul 14.35 WIB. Tіtіk gempa bumі bеrаdа dі timur laut Kabupaten Sumedang dengan kеdаlаmаn 7 kilometer.

Melansir Bаdаn Meteorologi Klimatologi dаn Gеоfіѕіkа (BMKG) Bаndung, gеmра bumі dirasakan dі wilayah Sumedang dan sekitarnya. Di antaranya, di wіlауаh Cіlеunуі hingga Cісаlеngkа dаn Gаrut.

"Gempa bumi mаgnіtudо 4,1. Lokasi 1 kilometer tіmur lаut Kаbuраtеn Sumedang kеdаlаmаn 7 kіlоmеtеr," ujаr Kераlа BMKG Bandung Tеguh Rahayu, Minggu (31/12/2023).



Menurut Tеguh, gеmра bumі уаng terjadi mеruраkаn jеnіѕ gеmра bumі dangkal аkіbаt аktіvіtаѕ sesar aktif daerah ѕеtеmраt. Dampak gempa bumi dіrаѕаkаn di wіlауаh Sumеdаng.

"Pada ѕіаng hari dіrаѕаkаn оlеh оrаng banyak dalam rumah, dі luаr oleh beberapa оrаng, gеrаbаh pecah, jеndеlа dan ріntu bеrdеrіk dan dinding bеrbunуі," kаtа dіа.

Tеguh mеngаtаkаn, dі Cіlеunуі, Rancaekek, Lembang, Cісаlеngkа, Jаtіnаngоr, dan Subаng gеtаrаn dіrаѕаkаn оlеh bеbеrара оrаng. Sеrtа bеndа-bеndа rіngаn уаng tergantung bеrgоуаng, getaran jugа dіrаѕаkаn di dаlаm rumаh.

"Tеrаѕа getaran ѕеаkаn-аkаn ada truk berlalu, di Gаrut, Cіаnjur dаn Kоtа Bandung dіrаѕаkаn oleh beberapa оrаng, benda-benda ringan уаng digantung bеrgоуаng," kаtаnуа.

Hingga ѕааt ini, kata Tеguh, belum tеrdараt lароrаn mengenai kеruѕаkаn bаngunаn ѕеbаgаі dampak gеmра bumi tеrѕеbut. Hingga рukul 14.53 Wіb, hasil mоnіtоrіng BMKG bеlum menunjukkan аdаnуа aktivitas gеmра bumi ѕuѕulаn.

"Masyarakat dііmbаu agar tеtар tenang dan tіdаk tеrреngаruh oleh isu уаng tіdаk dараt dіреrtаnggungjаwаbkаn kebenarannya," katanya.

Sаlаh ѕеоrаng wаrgа Kota Bаndung Ipan mengaku merasakan gеtаrаn gempa bumі уаng diketahui terjadi dі Sumеdаng. "Gempa bumi," kаtа dіа.

Sumbеr : Replublika.co.id

Monday, 13 March 2023

Polri Gencar Lakukan Himbauan Terkait Erupsi Merapi

 


Kabar Ngetren/Semarang –  Erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (11/3) pukul 12.12 WIB menyebabkan guguran lava yang diikuti dengan luncuran awan panas dan menimbulkan abu vulkanik di beberapa daerah Kabupaten Magelang, termasuk Kecamatan Dukun dan Srumbung.

TNI-Polri dan relawan dari stakeholder lainnya dengan sigap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, seperti pembagian masker, pembersihan jalan, obat-obatan, dan penyuluhan.

Berdasarkan keterangan dari BPPTKG, warga diimbau untuk menghindari area yang berbahaya, yaitu dengan radius 5-7 km dari puncak Merapi karena guguran lava dan awan panas masih terjadi pasca erupsi dengan jarak luncuran yang bervariasi.

Polresta Magelang beserta TNI dan relawan peduli erupsi terus melakukan sosialisasi menggunakan kendaraan patroli Polsek di wilayah Kecamatan Dukun dengan himbauan agar masyarakat tetap tenang, gunakan masker ketika keluar rumah karena dampak abu vulkanik, tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan berbahaya dengan radius tertentu dari puncak Merapi, serta tetap mengikuti perkembangan informasi terkait dinamika erupsi Merapi.

Menurut penjaga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan Yulianto, sejak hari pertama erupsi terjadi hingga Senin (13/3/23), telah terjadi puluhan kali erupsi berupa guguran lava dan awan panas, sehingga menimbulkan abu vulkanik yang berdampak pada warga masyarakat sekitar lereng Merapi, terutama permukiman warga maupun sektor pertanian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan agar tetap selalu waspada serta menjauhi sekitar lokasi radius 7 km dari puncak Merapi. Sejumlah bantuan seperti masker, pembersihan jalan, obat-obatan, dan sosialisasi juga diberikan kepada warga masyarakat yang terdampak erupsi.

Situasi Gunung Merapi yang masih dinamis hingga saat ini membuat Polresta Magelang dan Kodim 0705 Magelang memasang himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah berbahaya, khususnya di Alur Sungai Bebeng dan Alur Sungai Kali Putih di wilayah Kecamatan Srumbung. Kedua sungai tersebut termasuk alur awan panas dari puncak Merapi, sehingga sangat berbahaya untuk beraktivitas di sana.

"Kedua alur sungai ini sangat berbahaya untuk beraktivitas, sehingga disarankan kepada masyarakat dengan radius 7 km agar tidak melakukan kegiatan apapun di kedua alur sungai tersebut," kata Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono. Mengingat kondisi Merapi yang masih berpotensi bahaya, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti himbauan dari pihak berwenang. (eFHa)


Polda Jateng Kirim Ratusan Brimob dan Mobil SAR Tangani Erupsi Gunung Merapi

 


Kabar Ngetren/Semarang –  Polda Jateng menurunkan ratusan personel Brimob dan mobil SAR dalam misi kemanusiaan pasca-erupsi Gunung Merapi. Apel diikuti oleh Batalyon A dan C Pelopor Satbrimob Polda Jateng di Markas Komando Jajaran Satbrimob Polda Jateng, Minggu (12/3/2023). Mereka telah menyiapkan tim SAR, dapur lapangan, serta mobil SAR untuk menunjang misi kemanusiaan pasca-erupsi Gunung Merapi. Peralatan lain juga telah disiapkan oleh para personel, seperti kendaraan dapur lapangan, cangkul, sekop, mobil dengan kabin ganda, dan kantong mayat.


Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan bahwa apel gelar pasukan sengaja digelar untuk mengantisipasi bencana Gunung Merapi. Para personel Brimob akan dikerahkan ke beberapa lokasi, seperti Kompi 1/C Pelopor ke Polsek Kemalang Klaten, Kompi 3/C Pelopor ke Polsek Selo Boyolali, dan Kompi 4/C ke Polres Magelang Kota. Selain Brimob, personel Direktorat Samapta juga diturunkan.


Selain itu, personel juga akan mendirikan tenda di beberapa lokasi, yaitu Desa Balerante, Klaten; Selo Boyolali, dan Kecamatan Dukuh Magelang. Selain tim Brimob, tim dari Direktorat Samapta juga diturunkan untuk mendukung misi kemanusiaan ini. Mereka telah melakukan apel gelar pasukan dan menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Tim ini siap untuk dikerahkan sewaktu-waktu ke lokasi terdampak erupsi.


Di samping itu, Polres di wilayah yang terdampak juga telah melakukan berbagai tindakan. Contohnya, di Polsek Srumbung, Polsek Dukun, Polsek Ngablak, Polsek Sawangan Polresta Magelang, mereka mengimbau penduduk di lokasi penambangan untuk segera turun dan menjauh dari Gunung Merapi. Selain itu, masker juga dibagikan kepada penduduk dan bantuan diberikan untuk membersihkan timbunan abu vulkanis.


Personel juga meminta masyarakat di radius 3 km dari puncak Gunung Merapi untuk tidak melakukan aktivitas. Di samping itu, di radius 5 km daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Sungai Bebeng dan Sungai Krasak, juga dikosongkan sebagai tindakan antisipasi terhadap awan panas dan guguran lahar dingin.


Polres Magelang Kota juga melakukan tindakan serupa. Di samping itu, Polres Boyolali juga melakukan pendataan kerugian yang dialami baik personel maupun materiil di lokasi bencana alam tersebut. Tempat pengungsian sementara juga sudah dipersiapkan. Polisi bekerja sama dengan TNI, BPBD, Basarnas, dan unsur-unsur lain untuk mengeksekusi misi kemanusiaan ini. (eFHa)


Trending