Showing posts with label Koramil 16/Miri. Show all posts
Showing posts with label Koramil 16/Miri. Show all posts

Friday, 19 April 2024

Babinsa Koramil 16/Miri Bantu Pembangunan Kios Warga


Kabar Ngetren/Sragen - Serka Slamet Sriyanto, seorang Babinsa dari Desa Geneng Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, turut serta dalam kegiatan Bakti TNI dengan membantu pembangunan kios milik Sumardi di Dusun Karang, RT 01, Desa Geneng, Kecamatan Miri. Jum'at, 19/4.

Menurut Serka Slamet, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi sosial yang dilakukan secara kontinu oleh anggota TNI untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dengan tujuan menciptakan kemanunggalan TNI-Rakyat.


"Apa yang kami lakukan adalah wujud kepedulian anggota Babinsa dalam membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar kami," ungkap Slamet.

Aris, rekan Serka Slamet, menekankan bahwa selain membantu dalam pembangunan kios, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi warga agar lebih aktif dalam meningkatkan perekonomian keluarga mereka.

"Sebagai aparatur kewilayahan, kami harus responsif terhadap situasi di wilayah binaan kami. Kami dengan senang hati akan selalu membantu apabila ada masyarakat yang membutuhkan," tambah Slamet.

Meskipun hanya bantuan tenaga, diharapkan bahwa hal ini dapat membantu keluarga Bapak Sumardi dalam upaya meningkatkan perekonomian mereka melalui pembangunan kios ini.

Sumardi, pemilik kios, mengucapkan terima kasih kepada Babinsa atas bantuan yang diberikan dalam mendirikan tempat usaha miliknya.

"Kami merasa bangga karena Babinsa selalu siap membantu warga di sini. Semoga Bapak Babinsa senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan dalam menjalankan tugasnya," ujar Sumardi. Agus Kemplu. 

Thursday, 18 April 2024

Aksi Nyata Babinsa Doyong Sragen Bantu Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah


Kabar Ngetren/Sragen - Serda Rohmadi, seorang Babinsa dari Desa Doyong, Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, telah melakukan aksi nyata dalam memberikan bantuan dalam program Upsus kepada para petani dengan membantu membuat galengan sawah seluas kurang lebih 2300 meter. Pendampingan ini bertujuan untuk mempercepat proses tanam selanjutnya.

Aksi pembuatan galengan sawah dilaksanakan di lahan milik Suwarno, anggota Poktan Dadi Mulyo, Dusun Grabyak, Rt.11, Desa Doyong, Kecamatan Miri, pada hari Kamis, 18/4. Rohmadi berharap kehadirannya dapat memberikan motivasi kepada para petani sehingga semangat mereka dalam bekerja meningkat, yang diharapkan akan berdampak positif pada hasil panen di masa mendatang.


Menurut Rohmadi, proses pembuatan galengan atau pematang sawah dilakukan dengan menggunakan alat cangkul. Mereka mencangkul batas-batas sawah dan membentuk selokan agar air yang digunakan untuk mengairi sawah tidak terhambat. Selain menghemat air, cara ini juga membantu menyuburkan tanah yang akan ditanami. Sistem pembuatan galengan juga berperan sebagai pembatas antara satu sawah dengan sawah lainnya.

Diharapkan, upaya ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitarnya. Agus Kemplu. 

Friday, 16 February 2024

Lestarikan Budaya Gotong Royong Babinsa Koramil 16/Miri Bantu Pindahkan Rumah Warga



Kabar Ngetren/Sragen - Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satu budaya kearifan lokal yang ada yaitu tradisi mengangkat rumah. Tradisi ini memungkinkan karena rumah yang diangkat tidak terbuat dari semen dan beton. Rumah tersebut masih terbuat dari material alami dan tradisi ini dilakukan oleh puluhan warga.

Seperti yang dilakukan oleh empat personel Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen membantu masyarakat memindahkan rumah milik Sukardi, Dukuh Gondangmanis. RT. 03 Desa. Geneng Kecamatan Miri. Pada Jum’at. 16/2/2024.

"Dalam prosesnya memindahkan rumah harus dilakukan oleh banyak orang, bahkan sampai puluhan orang. Setiap orangnya akan mengambil perannya masing-masing". Ucap Sertu Adi saat ditemui awak media.

Uniknya, lanjut Sertu Adi, mengatakan, memindahkan atau mengangkat rumah tidak sembarang dilakukan, harus ada ahli khusus untuk mengarahkan warga agar posisi rumah yang diangkat tidak miring bahkan salah tempat. Rumah diangkat dengan menggunakan batangan kayu panjang yang telah diikat pada tiang rumah.



Menurut Sertu. Adi, Warga yang ingin memindahkan rumahnya terlebih dahulu menginformasikan kepada warga lain dengan mendatangi rumahnya satu persatu. Di situ warga dengan sendirinya berbondong-bondong datang ke tempat rumah yang akan dipindahkan.

“Setelah selesai memindahkan rumah, semua warga kemudian menikmati santapan yang sebelumnya telah disiapkan oleh pemilik rumah. Di moment inilah keakraban warga terjalin erat“. Tutup Babinsa Sertu. Adi. eFHa.

Trending