Showing posts with label Catatan Ketua MPR RI Bamsoet. Show all posts
Showing posts with label Catatan Ketua MPR RI Bamsoet. Show all posts

Friday, 26 April 2024

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Kolaborasi IMI dan IOF Gelar Kejuaraan Adventure Offroad di Kebumen


Kabar Ngetren/Jakarta - Ketua MPR RI, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, bersama dengan Indonesia Offroad Federation (IOF), telah mengadakan Kejuaraan Adventure Offroad bertajuk IMI x IOF Challenge 2024. Acara tersebut diselenggarakan di Sirkuit Purangga Park, Kebumen, Jawa Tengah, pada 10-12 Mei 2024. Kejuaraan ini akan memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah. Jum'at, (26/4). 

Kerjasama antara IMI dan IOF juga meliputi penyusunan MoU untuk memajukan kejuaraan offroad di berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahpahaman dan miskomunikasi terkait perizinan dan hal lainnya dalam penyelenggaraan kejuaraan offroad. Keduanya memiliki visi yang sama bahwa olahraga offroad harus terus maju dan berkembang, dengan semakin banyaknya event kejuaraan yang dapat membina para atlet offroad.


Bamsoet, dalam keterangannya, menyatakan bahwa IMI dan IOF juga akan melibatkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Perhutani. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi kawasan hutan Perhutani sebagai lokasi kegiatan offroad tanpa merusak ekosistem lingkungannya, melainkan memberikan nilai tambah bagi kawasan tersebut agar dapat mendukung pengembangan atlet offroad.

Kejuaraan IMI x IOF Challenge 2024 terbagi dalam dua kategori, yaitu IMI Adventure Offroad Non Winch dan IOF Adventure Offroad Winching. Melalui kejuaraan ini, para offroader dapat menunjukkan kemampuan dan ketangguhan mereka dalam menaklukkan medan off-road yang menantang, serta diuji dalam navigasi, teknik mengemudi, dan kerja sama tim.

Selain sebagai ajang kompetisi otomotif, kejuaraan ini juga menjadi promosi bagi Purangga Park sebagai destinasi wisata alam di Kebumen. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi sirkuit, serta memberikan multiplier effect economy yang signifikan.

Dengan demikian, kolaborasi antara IMI dan IOF dalam penyelenggaraan kejuaraan offroad ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi para offroader, pengelola lingkungan, maupun masyarakat umum. eFHa. 

Thursday, 25 April 2024

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Perikhsa Gelar Lomba Asah Keterampilan Penggunaan Senjata Api Beladiri 2024


Kabar Ngetren/Jakarta - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengumumkan bahwa Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (Perikhsa) akan menggelar Lomba Asah Keterampilan Penggunaan Senjata Api Beladiri 2024 dengan tema Deffensive Shooting. Acara ini dijadwalkan pada tanggal 27 Juli 2024 di Lapangan Tembak Perbakin, Senayan, Jakarta. Kamis, (25/4). 

Bamsoet menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk melatih keterampilan menembak bagi anggota Perikhsa dan pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (IKHSA) di seluruh Indonesia. Selain itu, lomba juga menjadi wadah untuk sosialisasi regulasi terbaru dari pihak kepolisian, seperti Baintelkam Polri.


Sebelum lomba, para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai teknik penembakan, gerakan, dan pengisian ulang magazine, serta pentingnya keamanan senjata dan area penembakan. Bamsoet menekankan bahwa senjata api adalah alat untuk membela diri dan bukan untuk kepentingan lain.

Perikhsa juga memiliki tanggung jawab memberikan pembinaan kepada pemilik IKHSA agar mematuhi peraturan yang berlaku. Bamsoet menegaskan pentingnya menjaga diri dan lingkungan, serta memanfaatkan izin kepemilikan senjata api untuk kepentingan bela diri dan bela negara.

Dengan meningkatnya jumlah anggota Perikhsa, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pendapatan negara dan membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk mendukung TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa dan negara. eFHa. 

Monday, 8 April 2024

Catatan Ketua MPR RI Bamsoet: Membangun Keharmonisan Melalui Berkah Idul Fitri 1445 H


Oleh Bambang Soesatyo

Kabar Ngetren/Jakarta - Di tengah hiruk pikuk hasil Pemilu 2024, Indonesia memasuki bulan suci Ramadhan dengan penuh harap. Momentum kelembutan hati yang menyertai Idul Fitri menawarkan peluang emas untuk memulihkan silaturahmi dan mengakhiri sekat-sekat politik.

Masyarakat yang sedang menempuh perjalanan mudik telah secara tidak langsung menyatakan bahwa babak politik telah usai. Mereka memenuhi jalan-jalan untuk bertemu keluarga dan merayakan Idul Fitri dengan ceria, menandakan semangat untuk memulihkan hubungan yang terkoyak akibat perbedaan politik.

Meskipun hasil Pemilu 2024 tidak memuaskan semua pihak, keberatan tersebut diekspresikan melalui proses hukum yang sesuai, memastikan ketertiban umum tetap terjaga. Stabilitas nasional menjadi kunci untuk melanjutkan aktivitas produktif, sementara penghayatan Ramadhan mendorong introspeksi dan niat tulus untuk memaafkan serta mengakhiri konflik.

Dalam suasana Idul Fitri yang penuh berkah, niat tulus untuk memaafkan dan mengampuni menjadi kekuatan besar untuk menyatukan komunitas dan mengakhiri disharmoni. Melalui musyawarah, kita dapat mencapai kesepakatan kebangsaan yang mendorong kita memulai lembaran baru dengan penuh harapan.

Berkah Idul Fitri 1445 H membangkitkan sentimen positif dalam masyarakat, menginspirasi kita untuk memperbaiki hubungan antar-sesama. Marilah kita memanfaatkan momentum ini dengan bijaksana dan penuh keberanian, memulai lembaran baru yang penuh dengan pengharapan.

Selamat Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. eFHa. 

Wednesday, 3 April 2024

Catatan Ketua MPR RI: Membangun Badan Penerimaan Negara untuk Menanggulangi Pembobolan Penerimaan Negara


Kabar Ngetren/Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Universitas Pertahanan RI (UNHAN) dan Universitas Borobudur Jakarta mengatakan Pembobolan penerimaan negara telah menjadi isu yang terus mengemuka dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Fenomena ini tidaklah baru, namun telah lama menjadi perhatian dan memicu upaya untuk mencari solusi yang lebih efektif. Dari berbagai pemikiran dan gagasan yang telah berkembang, kini muncul wacana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) atau Badan Layanan Penerimaan Negara (BLPN) sebagai langkah untuk mengamankan penerimaan negara dari berbagai modus kejahatan, termasuk korupsi dan penyelundupan.

Kisah-kisah mengenai pembobolan penerimaan negara oleh oknum aparatur negara telah menjadi pengetahuan umum dan sering menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Modus operandi yang digunakan pun bervariasi, mulai dari korupsi skala kecil hingga skala besar yang merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar. Beberapa kasus mega skandal pembobolan penerimaan negara yang terungkap pada tahun 2023 menjadi bukti nyata akan kompleksitas masalah ini.

Meskipun wacana membentuk BLPN atau BPN sebagian besar dipicu oleh kasus-kasus besar yang telah terungkap, namun memiliki dasar yang kuat pada rentetan kasus sebelumnya yang telah menjadi sorotan publik. Sejarah mencatat bagaimana institusi negara, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pernah mengalami sanksi yang berat akibat perilaku oknum yang menyalahgunakan wewenangnya. Bahkan, pada masa lalu, pemerintah terpaksa mengambil langkah ekstrim dengan membebastugaskan institusi tersebut dari sebagian besar tugas dan fungsi.

Saat ini, terungkapnya kasus baru terkait mega korupsi pengelolaan sumber daya alam, seperti penambangan timah ilegal, semakin memperkuat urgensi pembentukan BPN. Kerugian negara yang mencapai miliaran rupiah akibat tindakan ilegal tersebut menunjukkan bahwa pembobolan penerimaan negara adalah masalah yang harus segera diatasi.

Dalam konteks ini, pembentukan BPN bukanlah sebuah langkah yang berlebihan, melainkan sebuah langkah strategis yang perlu dipertimbangkan secara serius. Melalui BPN, diharapkan akan tercipta lembaga yang lebih fokus dan efektif dalam mengamankan penerimaan negara, baik dari segi pajak maupun PNBP. Sebagai bagian dari upaya bersama untuk melindungi dan mengamankan penerimaan negara, pembentukan BPN menjadi langkah yang relevan dan penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. eFHa. 

Friday, 29 March 2024

Catatan Ketua MPR RI Bamsoet: Prioritas Perlindungan dan Pelayanan bagi Pemudik Lebaran 2024


Kabar Ngetren/Jakarta - Dalam persiapan menyambut perayaan Lebaran tahun 2024, Bambang Soesatyo, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), menegaskan pentingnya perlindungan dan pelayanan yang optimal bagi pemudik. Dalam catatannya, Bambang Soesatyo menyoroti beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan berbagai pihak terkait. Jum'at, 29/3.

Pertama-tama, kesiapan seluruh moda transportasi umum, termasuk darat, laut, dan udara, harus dipastikan untuk melayani hampir 200 juta orang yang berencana melakukan perjalanan mudik. Pemerintah juga diminta untuk memastikan keamanan ruas jalan agar terhindar dari kemacetan yang bisa mengganggu perjalanan pemudik.

Selain itu, informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menjadi faktor penting dalam perencanaan perjalanan. Dengan cuaca yang cenderung tidak menentu dan potensi gangguan alam seperti banjir dan tanah longsor, pemudik perlu waspada dan memperhatikan informasi perkiraan cuaca dari BMKG.

BMKG telah mengingatkan akan adanya cuaca ekstrem di beberapa wilayah selama masa mudik Lebaran 2024, sehingga penting bagi pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perkiraan cuaca dengan menyediakan informasi yang lebih intensif untuk semua daerah.

Dalam proyeksi mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik mencapai 193,6 juta orang selama periode Hari Raya Idulfitri tahun 2024. Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada H-2 Lebaran, dengan jumlah pemudik mencapai 26,6 juta orang.

Untuk menjaga tertib umum, kenyamanan, dan keamanan bersama, layanan dan perlindungan publik harus diperhatikan dengan serius. Ini meliputi kemudahan akses perjalanan, kualitas layanan transportasi yang mumpuni, dan responsif terhadap keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif tiket pesawat udara yang berlebihan.

Pemerintah juga diminta untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pemudik dengan mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas, serta memperhatikan keamanan lingkungan yang bisa terganggu saat pemudik meninggalkan rumahnya.

Dengan tujuan utama menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kecelakaan, serta memastikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik, Bambang Soesatyo menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, berbagai instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode mudik Lebaran.

Dengan demikian, upaya bersama ini diharapkan dapat menjaga keselamatan dan kesejahteraan pemudik serta memastikan bahwa perayaan Lebaran dapat dirayakan dengan damai dan berkesan bagi semua orang. eFHa. 

Trending