Showing posts with label Fadel Muhammad. Show all posts
Showing posts with label Fadel Muhammad. Show all posts

Wednesday, 7 February 2024

Belanja Di Pasar Ikan dan Pasar Sentral Gorontalo, Fadel Muhammad: Peluang Besar Mengekspor Ikan Dari Gorontalo


Gorontalo - Kehadiran Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad di pasar ikan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 6 Februari 2024, disambut meriah dan antusias oleh para pedagang dan pembeli. 

Mereka memanggil-manggil nama pria yang pernah menjadi Gubernur Gorontalo dua periode itu.
 
Di pasar ikan, Fadel Muhammad menghampiri setiap lapak yang ada. Di setiap lapak ia bertanya berapa harga ikan yang dijual perkilo. 

Tak hanya itu, ia menjaring aspirasi mengenai bagaimana kondisi pasar yang ada. Dalam kunjungan tersebut, dirinya yang didampingi oleh istrinya, membeli ikan dari pedagang.
 
Kepada wartawan, Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan saat menjadi Gubernur Gorontalo, dirinyalah yang membangun pasar ikan itu. “Ini bangunan yang saya bangun”, ujarnya sambil menunjuk salah satu bangunan yang ada. “Dulu saya perbaiki pasar ini”, tambahnya.
 
Di pasar ikan saat ini memang ada bangunan baru namun di tempat itu fasilitas yang ada masih belum lengkap di mana air belum mengalir. “Sehingga belum bisa digunakan”, katanya. Hal demikian menurutnya perlu diperbaiki.
 
Alumni ITB itu menyebut ikan tuna di sini harga perkilo Rp20.000. Ia membandingkan dengan harga di Jakarta yang mencapai lebih dari Rp100.000/kg. 

“Harganya di Jakarta lima kali lipat”, tuturnya. Dari selisih harga yang tinggi, Fadel Muhammad meminta pemerintah memberi dukungan agar komoditas ikan dari Gorontalo bisa dijual ke Jawa. “Produk ikan dari sini kita bawa ke pasar nasional”, paparmya.
 
Bila mau ditingkatkan menjadi komoditas ekspor, disebut perlu membuka jaringan dengan Kota Davao, Filiphina. Kota yang tak jauh dari Gorontalo dan Manado, Sulawesi Utara, itu selain memiliki lapangan terbang dengan landasan pacu yang panjang, di sana juga ada pasar ikan yang besar. “Diekspor ke Davao dan dari sana bisa dijual ke mana-mana”, ujarnya.
 
Untuk menciptakan ikan yang berkualitas, kualitas ekspor, maka ia ingin agar pasar ikan dilengkapi dengan segala sarana yang dibutuhkan para pedagang. “Harus ada sarana saluran air”, tegasnya.
 
Selepas belanja di pasar ikan, Fadel Muhammad selanjutnya menuju ke Pasar Sentral Gorontalo. 

Di pasar modern dan terbesar di provinsi itu, ia juga disambut secara antusias oleh para pedagang sembako dan kebutuhan sehari-hari. 

Kedatangannya bahkan dimanfaatkan oleh para pedagang untuk curhat atas kondisi yang mereka alami.
 
Pria yang juga menjadi Guru Besar Universitas Brawijaya itu mendengar keluhan bahwa pasar sepi. 

“Pedagang mengatakan tidak ada pembeli”, ungkapnya. Sepinya pembeli di pasar sentral dan pasar ikan menurutnya karena tidak ada penggerak ekonomi. 

“Dulu penggerak ekonominya adalah komoditas jagung”, paparnya. Komoditas jagung pada masa dirinya menjadi gubernur adalah merupakan komoditas unggulan dan yang diperhatikan.
 
Agar ada penggerak ekonomi, Fadel Muhammad menggagas Gorontalo sebagai lumbung pangan nasional. 

“Lumbung pangan nasional itu saya cita-citakan dibangun di Kabupaten Pohuwato”, ujarnya. Lumbung pangan itulah yang nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi di Gorontalo sehingga pasar-pasar yang ada ramai kembali.

Tuesday, 6 February 2024

Berkunjung Ke PT. PG Gorontalo, Fadel Muhammad: Pabrik Gula Kebanggaan Rakyat Gorontalo


Gorontalo - Kehadiran Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad di PT. PG Gorontalo, 5 Februari 2024, disambut langsung oleh Factory Manager, Ir. Yuslaman. 

Dalam kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, Fadel Muhammad menyempatkan diri melihat perkembangan pabrik gula yang berada di Desa Gandaria, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo itu.
 
Dalam pertemuan antara Fadel Muhammad dengan pihak manajer, terjadi dialog mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pabrik gula yang memiliki ribuan karyawan tetap dan puluhan ribu karyawan kontrak itu.
 
Alumni ITB itu merasa gembira bisa berkunjung ke pabrik gula terbesar di Provinsi Gorontalo itu. 

“Saat menjadi Gubernur Gorontalo, saya ikut memberi dukungan kepada PT. PG Gorontalo”, ungkapnya. Disebut pabrik gula itu merupakan kebanggaan rakyat Gorontalo. “Ini adalah aset rakyat Gorontalo”, tambahnya.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memberi apresiasi kepada seluruh manajer dan karyawan yang bekerja di sana. 

Dari pabrik gula tersebut mampu memberi pemasukan kepada pajak negara sebesar 35 persen. “Jadi kita beri apresiasi”, tuturnya.
 
Pabrik gula yang berdiri pada tahun 1990-an itu sekarang produksinya mencapai 50.000 ton. Produksi sebanyak itu menurut Fadel Muhammad merupakan produksi tertinggi.

Hadirnya pabrik gula diakui mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan besar. Ribuan orang terlibat di pabrik.
 
Produksi pemanis itu didistribusikan ke banyak daerah seperti Manado, Maluku, Kendari, dan berbagai kota lainnya. 

Dari sinilah menurut Fadel Muhammad, pemerintah harus memberi perhatian besar pada PT. PG Gorontalo.
 
Yuslaman dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih pada Fadel Muhammad. Kehadirannya diharapkan bisa membantu masalah-masalah yang dialami PT. PG Gorontalo.

Kunjungi Desa Sadar Hukum, Fadel Muhammad: Kita Ingin Boliyohuto Menjadi Kabupaten Baru Di Provinsi Gorontalo


Gorontalo - Di hadapan ratusan warga Desa Potanga, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 5 Februari 2024, Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, merasa gembira bisa hadir dan bertemu dengan masyarakat di sana.
 
Fadel Muhammad merasa bangga sebab Potanga pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditetapkan sebagai Desa Sadar Hukum. 

Di balai desa, bukti Potanga diresmikan menjadi Desa Sadar Hukum tertera dalam prasasti yang ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin, pada 24 Februari 2012.
 
Di hadapan warga, Fadel Muhammad mengatakan dirinya kerap datang ke Potanga dan Boliyohuto. “Saya ingin Boliyohuto mekar dari Kabupaten Gorontalo dan menjadi kabupaten tersendiri”, ujarnya.
 
Alumni ITB itu menceritakan di awal menjadi orang nomer satu di Provinsi Gorontalo, di sana hanya ada Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Boalemo. “Hanya ada 3 daerah, seharusnya satu provinsi minimal ada lima daerah”, tuturnya.
 
Untuk mencapai lima daerah, pria yang juga menjadi Guru Besar Universitas Brawijaya itu mendorong adanya pemekaran. 

Apa yang diinginkan itu tercapai, Kabupaten Gorontalo yang memiliki wilayah yang luas dimekarkan menjadi Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara. 

Sedang dari Boalemo dimekarkan menjadi Kabupaten Pohuwato. “Alhmadulillah berkembang jumlah kabupatennya”, ujarnya.
 
Di saat akhir masa jabatan menjadi gubernur, ada keinginan untuk menjadikan Boliyohuto menjadi kabupaten. “Namun saya sudah mulai mengakhiri masa jabatan”, ucapnya. Meski demikian dirinya berharap pada gubernur selanjutnya untuk melanjutkan menjadikan Boliyohuto menjadi kabupaten tersendiri.
 
Upaya menjadikan Boliyohuto menjadi kabupaten tersendiri rupanya belum tercapai hingga saat ini. “Bisa jadi karena ada moratorium pemekaran”, ujarnya. Meski ada moratorium namun keinginan itu masih tetap ada. 

Diungkap di hadapan warga, saat ditunjuk menjadi ketua pembina pemekaran wilayah baru, ia langsung menegaskan pada semua bahwa prioritas pertama adalah menjadikan Boliyohuto menjadi kabupaten. “Ini sudah tepat”, paparnya. “Wilayahnya luas, perkembangannya bagus, dan sektor pertaniannya bisa diandalkan”, tambahnya.
 
Sebagai desa yang mendapat predikat Desa Sadar Hukum, Fadel Muhammad dalam kesempatan tersebut juga berpesan kepada masyarakat agar ikut menjaga dan mengawal pelaksanaan pemilu agar berjalan dengan baik. “Pemilu perlu dijaga karena merupakan simbol demokrasi”, ujarnya.
 
Bangsa Indonesia, disebut sebagai salah satu negara demokrasi  terbesar di dunia. Untuk itu pemilu diharap oleh Fadel Muhammad bisa berlangsung dengan baik. “Beda partai dan pilihan tidak masalah”, tuturnya. “Pilihlah sesuai dengan hati nurani”, tambahnya.
 
Didorong agar masyarakat memilih pemimpin yang bisa berkontribusi pada daerah, bangsa, dan negara.

Monday, 5 February 2024

Harapan Gorontalo Lebih Baik, Fadel Muhammad: Kita Jadikan Lumbung Pangan Nasional


Gorontalo - Kedatangan Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad ke Kelurahan Botu, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, disambut antusias oleh ratusan warga. Kehadiran dirinya selepas sholat isya itu untuk melakukan silaturahim dengan warga di sana.
 
Di hadapan warga, Fadel Muhammad bergembira bisa bersilaturahim di daerah yang dulunya kering. 

Melihat kondisi yang demikian, dirinya yang saat itu menjadi Gubernur Gorontalo mencari jalan agar Botu menjadi ternama di seluruh Indonesia.
 
Langkah yang diambil untuk mempopulerkan Botu adalah dengan membangun kantor gubernur di dataran tinggi di kelurahan itu. 

Saat ada rencana membangun kantor gubernur di tempat itu, banyak orang yang bertanya-tanya, bahkan ada yang menyebut tempat itu sebagai tempat jin buang anak.
 
Setelah kantor gubernur jadi, Botu berubah. Area kantor gubernur kerap dijadikan foto selvi sebab latar belakang dari foto adalah landscape Kota Gorontalo. 

“Foto yang disebar viral di Surabaya, Jakarta, hingga di mana-mana orang mengenal Botu”, ujarnya alumni ITB itu. “Alhamdulillah”, tambahnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, pria yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengucapkan terima kasih kepada warga di sana sebab saat pilkada, suara yang diraih di Botu mencapai 100 persen, sedang saat Pemilu 2019 untuk pemilihan anggota DPD, dirinya meraih suara mencapai 92 persen.
 
Dikatakan, ia ingin terus mengabdi di Gorontalo. Agar terus bisa mengabdi di kampung halaman maka harus mengikuti Pemilu Tahun 2024 untuk pemilihan anggota DPD. 

“Bila terpilih maka bisa mengabdi kembali di Gorontalo”, tuturnya. Prinsip selama hayat di kandung badan akan terus mengabdi buat rakyat membuat dirinya selalu bersemangat. Diungkap ia sudah 24 tahun berbuat bagi provinsi yang mekar dari Sulawesi Utara itu.
 
Diakui keadaan ekonomi di provinsi itu saat ini lagi sulit. Harga sembako dan kebutuhan lainnya meningkat. “Harga naik semua”, ungkapnya. Untuk membuat keadaan yang lebih baik, Fadel Muhammad mempunyai program menjadikan Gorontalo sebagai lumbung pangan nasional. “Lokasi lumbung pangan nanti berada di Kabupaten Pohuwato”, ujarnya.
 
Untuk menjadikan sebagai lumbung pangan, dirinya sudah berkunjung ke kabupaten itu, membawa tim ahli, melakukan studi, “dan sudah rapat dengan bupati dan gubernur”, paparnya.
 
Menjadikan Gorontalo sebagai lumbung pangan nasional disebut sebagai jalan untuk membuat provinsi itu menjadi lebih maju di masa yang akan datang. Dikatakan perjuangan membangun Gorontalo tidak mudah, memerlukan perjuangan yang  terus menerus. “Saya akan bersama warga membangun provinsi ini”, tegasnya.

Nongkrong Bareng Influencer, Fadel Muhammad: Sukses Tidak Jatuh Dari Langit


Gorontalo - Caffe & Resto Angelato sore itu tidak seperti biasanya. Di gedung tua peninggalan masa kolonialisme Belanda itu berkumpul influencer, jurnalis, dan kaum millenial Kota Gorontalo. 

Di tempat nongkrongnya anak muda itu pada 4 Januari 2024 digelar Bedah Buku dan Diskusi.
 
Dalam acara itu buku yang dibedah adalah karya Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad yang berjudul Building A Legacy. Bagi warga Gorontalo, Fadel Muhammad merupakan sosok yang popular sebab dirinya selain pernah menjadi Gubernur Gorontalo, saat ini merupakan anggota DPD dari provinsi itu.
 
Saat mengupas buku karyanya, alumni ITB itu menceritakan ide, gagasan, karya, dan masa kecilnya di Gorontalo dan saat kuliah di Bandung, Jawa Barat. 

“Mudah-mudahan buku ini menjadi inspirasi dan motivasi”, harapnya. Dikatakan, kesuksesan itu datangnya tidak jatuh dari langit. “Seperti influencer menjadi popular karena kalian berkreasi terus dengan menggali ide setiap hari”, ujarnya.
 
Menurut pria yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan itu, kita jangan sampai berhenti sekolah. “Jangan sampai berhenti belajar”, tegasnya. 

Dalam buku itu diungkap bahwa apa yang kita inginkan bisa digapai. “Bisa kita dapat asal punya kemauan”, tuturnya. Sikap pantang menyerah diakui saat ini tidak banyak dimiliki oleh anak-anak muda.
 
Sesuatu yang ingin kita capai disebut harus diperjuangkan secara berkesinambungan. 

“Setelah jadi gubernur, saya selanjutnya menjadi menteri, hingga saat ini menjadi Wakil Ketua MPR”, ucapnya. Semua usaha dilakukan dengan kerja keras dan pantang menyerah.
 
Diceritakan, sejak SMA dan kuliah di ITB, dirinya selain menuntut ilmu juga sambil bekerja. Diungkap ia pernah jualan roti, koran, bahkan menjadi sopir. 

“Saya tidak pernah malu dalam berbuat sesuatu”, ungkapnya. Baginya yang penting mendapatkan sesuatu yang halal, ia kerjakan.
 
Belajar dari pengalaman hidupnya yang ada dalam buku itu, membuat Fadel Muhammad mendorong influencer dan kaum millenial di Gorontalo agar mereka meningkatkan diri. “Saya beri motivasi agar bisa menjadi influencer berskala nasional”, ucapnya. 

Jarak yang jauh dengan Jakarta sebagai barometer kepopuleran disebut bukan suatu hambatan sebab dengan teknologi informasi yang bisa mendekatkan mereka.
 
Generasi muda di Gorontalo dikatakan memiliki tantangan yang sama dengan generasi muda di berbagai kota. Tantangan itu seperti susahnya lapangan kerja dan kesulitan berwirausaha.

Sosialisasi Empat Pilar Bersama Pemuda Sulawesi Selatan, Fadel Muhammad: Jadilah Pengusaha Sebab Lapangan Kerja Terbatas


Gorontalo - Ratusan warga pada Minggu, 4 Februari 2024, memadati Balai Desa Longalo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Mereka berada di sana untuk mengikuti Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR.
 
Sosialisasi yang digelar sore itu bisa terlaksana berkat kerja sama dengan Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Provinsi Gorontalo. 

Hadir dalam sosialisasi Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad. Kehadiran pimpinan MPR dari Kelompok DPD tersebut disambut oleh Kepala Desa Longalo, Irwan Wumu dan Ketua IPSS, Andi Nurazizah Al Zamzami.
 
Di awal sosialisasi, Fadel Muhammad mengatakan dirinya merasa senang bisa berkunjung ke desa yang memiliki banyak ladang jagung. 

Desa dan kecamatan yang dikunjungi hari itu menurutnya sudah diperhatikan semenjak ia menjadi gubernur di provinsi itu. 

“Sejak menjadi Gubernur Gorontalo tahun 2001, saya sudah perhatikan daerah ini”, ujarnya. “Sekarang banyak perkembangan”, tambahnya.
 
Diungkap oleh alumni ITB itu, saat pemilu untuk memilih anggota DPD pada tahun 2019, dirinya mengaku mendapat suara hampir 100 persen di Bulango Utara. “Untuk itu, dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih”, paparnya. Dirinya berharap masyarakat di sana tetap mendukung dan mendoakan di masa-masa yang akan datang.
 
Kepada peserta sosialisasi, pria yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan itu menuturkan salah satu tugas MPR adalah melakukan Sosialisasi Empat Pilar. 

MPR ingin bangsa Indonesia solid, utuh, dan terus membangun. “Kita ingin mempertahankan bangsa Indonesia dengan empat pilar”, tegasnya.
 
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh banyak pemuda, pria yang pernah menjadi Politisi Partai Golkar itu ingin peran pemuda ke depan semakin besar. 

Peran pemuda yang semakin besar diharap dibarengi dengan pemahaman Empat Pilar. Hal demikian penting sebab tantangan pemuda ke depan semakin rumit.
 
Setelah lulus kuliah, pemuda pasti ingin mengabdi di tengah masyarakat namun lapangan kerja yang ada terbatas. 

“Peluang menjadi pegawai negeri sipil terbatas”, tuturnya. Fadel Muhammad berharap kepada para pemuda agar berwirausaha atau menjadi pengusaha. Ditegaskan menjadi pengusaha tidak perlu berskala besar yang penting usahanya jalan dan bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga. “Inilah yang kita harapkan dari pemuda ke depan”, tegasnya.
 
Menjadi wirausahawan atau pengusaha disebut semakin terbuka sebab dikatakan salah satu bank milik pemerintah siap memberikan pinjaman bunga bank yang rendah.
 
Dalam sosialisasi, Fadel Muhammad mendapat curhat dari kepala desa tentang banyaknya tantangan hidup petani di sana. Disebut jumlah penduduk di sana, 90 persen adalah bekerja sebagai petani. 

Bila ada El Nino, hasil pertanian mereka rusak. Tah hanya itu, petani di sana juga mengalami kekurangan benih.
 
Menanggapi hal yang demikian, pria yang menjadi Guru Besar di Universitas Brawijaya itu membandingkan saat dirinya menjadi Gubernur Gorontalo.  

“Dulu saya kirim benih dari Jawa ke Gorontalo”, tuturnya. Menurutnya pertanian harus menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. “Jangan tinggalkan sektor pertanian”, tegasnya.
 
Pada kesempatan itu dirinya berkomitmen untuk terus memperhatikan desa dan kecamatan di provinsi itu. “Ke depan kita dorong menjadi lebih maju”, paparnya. 

Ia juga berpesan agar pelaksanaan pemilu di wilayah yang pernah dipimpin bisa berjalan damai, aman, dan tetap adem. “Jangan mengikuti orang-orang yang suka bikin ribut nanti bikin repot saja”, tambahnya.

Wednesday, 29 November 2023

Bertemu Rektor Universitas Andalas, Fadel Muhammad: Sangat Tepat Unand Memiliki Program Unggulan Di Bidang Ketahanan Pangan


Kabar Ngetren/ Padang, Sumatera Barat - Sebelum kembali ke Jakarta dari kunjungan kerja di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), 29 November 2023, Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas (Unand) Dr. Efa Yonnedi SE. 

Bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi merupakan aktivitas yang dilakukan Fadel Muhammad setiap dirinya melakukan kunjungan kerja ke daerah.
 
Dalam pertemuan tersebut, Fadel Muhammad merasa gembira bisa bertemu dengan Efa Yonnedi.

 “Beliau merupakan teman lama saya”, ujar alumni ITB itu. Diungkap Unand merupakan salah satu universitas bekebanggaan di Sumatera dan Indonesia. “Kita harap ke depan Unand semakin maju”, tuturnya.
 
Dalam pertemuan tersebut, Efa Yonnedi menyampaikan program-program di kampusnya. Mendapat pemaparan yang demikian, Fadel Muhammad akan membawanya ke MPR dan ikut melobbykan ke kementerian terkait terkait program unggulan dari kampus yang berlokasi di Padang itu.
 
Dirinya mendengar Unand mempunyai program unggulan dalam bidang ketahanan pangan, yakni pertanian dan perikanan di samping ada kesehatan. Program ketahanan pangan yang dijadikan unggulan disebut oleh Fadel Muhammad sebagai hal yang sangat tepat. 

“Sebab di Sumbar ada lahan yang sangat subur”, ujarnya. “Bila Unand memberikan dukungan sumber daya manusia (SDM) maka akan menghasilkan sesuatu yang baik sekali”, tambahnya.
 
Guru Besar Universitas Brawijaya itu berharap Unand bisa menjadi universitas terdepan. 

Diungkap saat di Jepang dirinya mengetahui pemerintah negeri sakura itu memiliki banyak networking dengan pemerintah Indonesia. “Lain waktu kita bersama Dubes Jepang akan berkunjung ke Unand”, ujarnya.
 
Efa Yonnedi dalam pertemuan itu merasa bersyukur dan bangga bisa bertemu dengan Fadel Muhammad. “Saya bisa menggali langsung pengalaman dan kebijakan yang dilakukan”, paparnya.  
 
Disampaikan, agar Indonesia terlepas dari middle income trap mesti memperhatikan dua hal, pertama SDM. Kedua, inovasi. Unand merupakan perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi serta learning institution. 

“Jadi Unand fokus untuk menciptakan SDM unggul untuk berkontribusi pada bangsa dan negara”, ucapnya.

Sosialisasi Pada Generasi Muda Sumatera Barat, Fadel Muhammad: Pegang Empat Pilar Agar Bangsa Indonesia Kokoh Dan Kuat


KabarNgetren - Ratusan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan yang datang dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa 28 November 2023, memenuhi Aula Gedung Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang.
 
Kehadiran generasi muda di gedung berbentuk rumah gadang itu untuk mengikuti Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR. Sosialisasi itu bisa terselenggara berkat kerjasama MPR dengan Forum Ketua Pemuda (FKP) Sumbar.
 
Sosialisasi yang digelar pagi itu sangat istimewa sebab hadir dalam kegiatan Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, Anggota MPR/DPD H. Emma Yohana, Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala BPSDM Dr. Ir. Desniarti MM; dan Ketua Umum FKP Sumbar, H. Erick Hariyona.
 
Dalam pemaparan, Fadel Muhammad mengatakan salah satu di antara tugas MPR adalah melakukan Sosialisasi Empat Pilar. 

“Sosialisasi dilakukan agar bangsa Indonesia tetap kokoh”, ujarnya. Disampaikan kepada para peserta sosialisasi, bila kita ingin membangun gedung yang kokoh maka perlu pondasi yang kuat. “Demikian juga bila ingin membangun bangsa dan negara diperlukan pondasi yang kuat”, tuturnya.
 
Alumni ITB itu lebih lanjut mengatakan, kita ingin bangsa ini terus tumbuh. Untuk itu Empat Pilar harus dijaga. Diuraikan, Pancasila adalah ideologi bangsa dan negara. 

Ia yakin peserta sosialisasi sudah hafal Pancasila. Diakui sampai saat ini implementasi dari Pancasila belum sesuai dengan apa yang  kita kehendaki. “Apalagi Sila V”, ungkapnya.
 
Meski implementasi nilai-nilai Pancasila belum sesuai harapan namun mantan Gubernur Gorontalo itu mengajak kepada semua tetap memegang Pancasila sebagai ideologi dan pemersatu bangsa.
 
Pilar kedua adalah UUD NRI Tahun 1945. Konstitusi ini disebut oleh Fadel Muhammad dibangun oleh para founding fathers. “Di antara founding fathers adalah orang Minang, yakni Muhammad Hatta”, tuturnya.
 
Diungkap, setelah Gerakan Reformasi 98, ada amandemen UUD. Salah satu dari amandemen adalah adanya pembatasan masa jabatan presiden. 

Sebelum amandemen, tidak ada pembatasan periode jabatan presiden akibatnya seorang bisa menjadi presiden sampai 30 tahun.
 
Belajar dari negara yang sudah maju demokrasinya, seperti Amerika Serikat, yang membatasi periode jabatan presiden hanya dua periode maka dalam UUD hasil amandemen masa periode jabatan presiden di Indonesia dibatasi maksimum dua kali.
 
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, amandemen kembali boleh-boleh saja namun itu harus berdasarkan kesepakatan. UUD merupakan patokan aturan hukum. 

Undang-undang yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan UUD. “Bila bertentangan dengan UUD, undang-undang itu bisa dibatalkan oleh MK”, paparnya. “Banyak undang-undang dibatalkan oleh MK”, tambahnya.
 
Setelah UUD, Guru Besar Universitas Brawijaya itu menyebut NKRI sebagai pilar selanjutnya. Dipaparkan, bentuk negara Indonesia berbeda dengan Amerika, Australia, dan Malaysia. 

Di negara-negara itu bukan negara kesatuan namun negara bagian. “Kita ingin mempertahankan negara kesatuan”, tuturnya.
 
Bentuk seperti ini menurutnya perlu dipertahankan sebab jangan sampai terlepasnya Timor Timur terulang. “NKRI inilah yang harus kita jaga agar bangsa ini tetap utuh”, ucapnya.
 
Setelah NKRI, Bhinneka Tunggal Ika disebut sebagai pilar selanjutnya. “Kita adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku”, ungkapnya. “Saya dari Gorontalo, yang hadir di sini Suku Minang, ada pula Suku Jawa tetapi kita Bhinneka Tunggal Ika”, tambahnya.
 
Meskipun berbeda-beda suku tetapi menyatu. Hal demikianlah menurutnya harus dijaga. Diterangkan, di Gorontalo banyak orang Jawa yang dulunya merupakan transmigran namun di sana mereka tetap sebagai warga bangsa dan bisa mengembangkan usahanya.
 
Dirinya mengajak kepada generasi muda Sumbar untuk terus menjaga Empat Pilar. “Kita ingin agar Empat Pilar tetap menjadi pengikat supaya bangsa Indonesia bisa tumbuh dan berkembang”, paparnya.

Trending