Showing posts with label Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Show all posts

Thursday, 13 November 2025

Burhan Ali, Doktor Baru dari PTIQ, Berharap Penelitiannya Segera Diadopsi Pemerintah untuk Haji


Kabar Ngetren/Jakarta – Dr. Burhan Ali, Lc., M.A., seorang dosen dari Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, resmi meraih gelar Doktor dari Program Pascasarjana Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, pada Selasa, (4/11/2025), dengan predikat Cumlaude. Namun, pencapaian akademiknya tidak berhenti di ruang sidang. Dr. Burhan Ali kini menaruh harapan besar agar temuan disertasinya segera diadopsi oleh Pemerintah sebagai solusi atas persoalan antrean haji yang kian memanjang. 


Disertasi yang dipertahankan di hadapan dewan penguji terkemuka ini berjudul "Reaktualisasi Istitaah dalam Manajemen Antrean Haji di Indonesia Perspektif Al-Qur'an."


Dr. Burhan Ali menegaskan bahwa inti dari disertasinya adalah mendesak adanya redefinisi dan reaktualisasi konsep Istitaah (kemampuan) yang menjadi syarat wajib ibadah haji.



"Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi pajangan akademik, tetapi dapat diangkat ke meja kebijakan oleh Kementerian Agama dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Dr. Burhan Ali usai sidang. 


"Konsep Istitaah harus dilihat secara komprehensif dari perspektif Al-Qur'an, tidak hanya kemampuan finansial, tetapi juga kesiapan fisik dan Kesehatan yang berkelanjutan, kesiapan mental, dan spiritual yang matang serta sosial ekonomi yang stabil pasca haji," imbuhnya.


Menurutnya, perubahan paradigma dalam menilai Istitaah ini dapat berfungsi sebagai filter mutakhir yang lebih efektif dan adil, sehingga potensi antrean haji yang kini mencapai puluhan tahun dapat dipangkas secara signifikan.


Sidang ujian promosi doktor yang berlangsung sukses ini dipimpin oleh Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si. selaku Ketua Tim Penguji, dan melibatkan sejumlah akademisi ternama termasuk promotor Prof. Dr. Nur Arfiyah Febriani, M.A. dan Dr. Kholilurrohman, M.A.


Dewan penguji menyambut baik temuan ini dan relevansi disertasinya sebagai proposal ilmiah yang kuat untuk memecahkan salah satu masalah terbesar umat di Indonesia.


Sebagai Doktor baru, Dr. Burhan Ali berkomitmen untuk terus mengawal agar hasil penelitiannya ini dapat membumikan konsep Al-Qur'an menjadi solusi nyata dalam tata kelola haji di Indonesia.


Sumber: ***

Thursday, 6 November 2025

Dosen KPI UIC Hadiri Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional di Jakarta

Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Kabar Ngetren/Jakarta — Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (UIC), Retna Dwi Estuningtyas, menghadiri Annual Conference On Pesantren Education-Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional bertema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu yang Berkeadilan”. 


Kegiatan berlangsung pada Rabu hingga Jumat, (5–7/11/2025), di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh berbagai tokoh nasional, akademisi, serta perwakilan pesantren dari seluruh Indonesia.


“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan etika komunikasi umat,” ujar Retna Dwi Estuningtyas, Dosen KPI UIC, kepada Syariah.com, Rabu, (5/11/2025).


Konferensi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, ini bertujuan memperkuat pengakuan, afirmasi, dan fasilitasi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Acara dibuka dengan Pidato Kunci oleh K.H. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Majelis Masyayikh, yang menekankan pentingnya menjaga independensi pesantren di tengah kebijakan nasional. Disusul oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama RI, yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan dunia pendidikan tinggi.


Berdasarkan rundown konferensi, hari pertama diisi dengan diskusi panel bertema “Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan”, menampilkan narasumber H. Marwan Dasopang, M.Si. (Ketua Komisi VIII DPR RI), Dr. Hetifah Sjaifudian (Komisi X DPR RI), serta Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. (Dirjen Pendis Kemenag RI).


Diskusi panel kedua mengangkat tema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pesantren untuk Pendidikan Berkeadilan”, menghadirkan Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Dr. Basnang Said, M.Ag., dan K.H. Hodri Arief, M.Ag. (Ketua RMI PBNU).


Hari kedua menampilkan pidato kunci oleh Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., serta panel bertema “Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pendidikan Pesantren yang Bermutu” yang menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, bersama para akademisi dan praktisi pendidikan nasional.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI


Sementara itu, dijadwalkan nantinya di sesi terakhir yaitu Dr. (HC) Muhaimin Iskandar, M.Si. (Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat) dan acara puncak diagendakan ditutup dengan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menko PMK).


Sebagai akademisi dan pemerhati komunikasi keislaman, Retna Dwi Estuningtyas menilai konferensi ini penting sebagai ruang kolaborasi antara dunia pesantren dan perguruan tinggi Islam.


“Dalam perspektif komunikasi Islam, pesantren adalah sumber keteladanan moral dan spiritual. Ketika pesantren dan perguruan tinggi bersinergi, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga halus tutur, kuat iman, dan berjiwa pengabdi,” ungkapnya.


Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada Jumat (7/11/2025) dengan sesi Rencana Tindak Lanjut yang dirancang untuk memperkuat jejaring kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pesantren guna mewujudkan pendidikan Islam yang berkeadilan dan bermutu.


Sumber: Tim Redaksi

Kontributor: Retna Dwi Estuningtyas – Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Trending