Showing posts with label kecelakaan kerja. Show all posts
Showing posts with label kecelakaan kerja. Show all posts

Tuesday, 3 June 2025

UPZ Mushola An Nur Rejasari Menyulam Silaturrahmi di Tengah Ujian Seorang Munfiq


Kabar Ngetren/Banyumas - Ada teladan indah yang bersinar dari tepian Kota Purwokerto, dari sebuah mushola kecil yang besar dalam cinta: Mushola An Nur Rejasari. Pada Selasa sore, (3/6/2025) yang teduh dan penuh berkah, pengurus UPZ Mushola An Nur melangkahkan kaki dan hati menuju kediaman salah satu munfiqnya yang bernama Kuat, yang tengah dalam masa pemulihan pasca ikhtiar medis atas musibah kecelakaan kerja yang menimpa ibu jarinya.


Kunjungan ini bukan sekadar sambang, tapi hembusan kasih sayang yang melukis ukhuwah, sebagai Tegur Sapa Penuh Cinta, Terletak di selatan Maqom Semingkir, rumah sederhana bersih dan rapih Kuat menjadi saksi hadirnya silaturrahmi yang membawa sejuta makna. Dengan senyum tulus dan mata yang berbinar, Kuat menyambut hangat rombongan UPZ, seraya mengucap:


“Alhamdulillah... saya sangat senang dan berterima kasih atas perhatian dan kedatangan ini. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan dan menjadi nilai ibadah di sisi Allah SWT. Saya doakan seluruh pengurus UPZ An Nur dimudahkan dalam amanah mulia ini, sukses menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, serta selalu berada dalam lindungan dan ridho Allah SWT,” tutur Kuat dengan suara yang menggetarkan kalbu.


Dalam perbincangan penuh haru itu, Kuat juga menceritakan bagaimana kecelakaan kerja itu terjadi pada Ahad sore, 1 Juni 2025, saat jempol kirinya terjepit dalam rem cakram sepeda motor ketika memompa ban. Dengan sigap, tetangga terdekat membawanya ke rumah sakit, menandai awal dari ujian kecil namun penuh pelajaran kesabaran.


Ust. Daryanto, pembina sekaligus penasehat UPZ An Nur, turut hadir dan menyampaikan rasa simpati yang dalam. Beliau berpesan:


“Musibah ini insyaAllah bernilai ibadah, karena diterima dengan sabar. Pekerjaan sebagai tambal ban itu mulia, karena menjadi jalan rejeki dan membantu banyak hamba Allah yang membutuhkan pertolongan di jalan. Semoga lekas pulih, sehat wal'afiat, dan kembali aktif menjemput berkah dari Allah SWT.”


Sementara itu, Sri Wakhyuni, bendahara UPZ, juga menyampaikan permohonan maaf karena kunjungan tidak diikuti seluruh pengurus:


“Sebagian pengurus sedang ada amanah lain, tapi mereka semua menitipkan salam dan doa. Semoga Mas Kuat tetap semangat dan segera pulih. InsyaAllah, semangat ini akan terus kita bawa dalam langkah-langkah kebaikan yang berkelanjutan.”


Kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin silaturrahmi dan tegur sapa UPZ An Nur Rejasari, sebagai pengejawantahan dari sabda Nabi Muhammad SAW:


“Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam keheningan sore yang hangat, kunjungan ini menjadi embun bagi jiwa, menyejukkan hati yang diuji dan menguatkan tekad para pengurus untuk terus menjalin kasih tanpa pilih kasih, mengunjungi yang sakit, merangkul yang lemah, dan menyemai kepercayaan masyarakat dengan ketulusan tanpa pamrih.


Dari Mushola kecil ini, kita belajar, bahwa silaturrahmi bukan sekadar kunjungan, tapi perpanjangan cinta Ilahi yang menjelma dalam langkah nyata.


Dan dari para pengurus UPZ An Nur Rejasari, kita terinspirasi, bahwa amanah bukan beban, tapi jalan menuju ridho Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.


Sumber: Djarmanto-YF2DOI.

Sunday, 21 May 2023

Polsek Kutasari Beri Pembinaan dan Penyuluhan kepada Penderes Nira Pohon Kelapa untuk Cegah Kecelakaan Kerja




Kabar Ngetren/Purbalingga - Polsek Kutasari melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para penderes nira pohon kelapa. 

Kegiatan ini dilakukan dalam pertemuan dengan Paguyuban Penderes Dukuh Pakejen, Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari pada Sabtu (20/5/2023) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Kutasari AKP Tedy Subiyarsono mengingatkan para penderes agar lebih berhati-hati saat bekerja. 

Karena kegiatan mereka yang melibatkan naik turun pohon kelapa memiliki risiko kecelakaan yang tinggi.

"Kita telah mengalami dua kejadian warga yang meninggal karena jatuh dari pohon di wilayah Kecamatan Kutasari. Hal ini harus menjadi peringatan bagi para penderes agar berhati-hati saat bekerja," pesan kapolsek.

Kapolsek mengingatkan para penderes untuk menggunakan sabuk dan tali pengaman. Dengan alat pengaman tersebut, diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan kerja jatuh dari pohon kelapa.

"Selain itu, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat saat memanjat. Hindari memanjat pohon kelapa saat kondisi pohon licin akibat hujan. Lebih baik menunggu hingga kering sebelum memanjat," tambahnya.

Salah satu penderes, Muchanto Warsono, mengapresiasi pesan yang disampaikan oleh Kapolsek Kutasari. Ia berjanji akan mengikuti saran tersebut demi mencegah kejadian jatuh dari pohon kelapa.

"Terima kasih atas saran yang diberikan oleh Kapolsek. Kami akan berhati-hati saat bekerja sebagai penderes nira pohon kelapa," ucapnya. (eFHa)

Tuesday, 9 May 2023

Warga Kutasari Purbalingga Tewas Tersengat Listrik Saat Memperbaiki Mesin Pompa Air


Kabar Ngetren/Purbalingga – Seorang pria warga Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, bernama Sudiarso Sudi (51) tewas akibat tersengat listrik saat sedang memperbaiki mesin pompa air di sumur komplek perkebunan nanas pada Senin (8/5/2023) pagi. Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh dua orang warga setempat bernama Hadi Rasito (52) dan Andri Setiawan (27).


Saat ditemukan, korban tergeletak dengan tangan memegang kabel mesin pompa air, diduga karena tersengat listrik. Dua orang saksi tersebut kemudian membawa korban ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans siaga desa, namun sayangnya korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.


Kapolsek Kutasari, AKP Tedy Subiyarsono, menjelaskan bahwa korban pergi dari rumah sekitar pukul 06.30 WIB setelah berpamitan dengan istri untuk memperbaiki mesin pompa air di kebun nanas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polres Purbalingga bersama tim medis, tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh korban. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Tanda-tanda yang ditemukan pada korban adalah luka bakar pada ibu jari tangan kanan akibat tersengat listrik. (eFHa) 

Trending