Showing posts with label Stunting. Show all posts
Showing posts with label Stunting. Show all posts

Tuesday, 7 May 2024

Penanggulangan Masalah AUSTS dan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045


Kabar Ngetren/Purbalingga - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menggarisbawahi urgensi penanggulangan masalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong visi Indonesia Emas tahun 2045. Salah satu sorotan utamanya adalah penanganan kasus anak usia sekolah yang putus sekolah dan tingginya angka stunting.

Dalam acara Silaturahmi dan Halal Bihalal di Kantor Kecamatan Pengadegan pada Selasa (7/5), Bupati Tiwi menegaskan bahwa meningkatkan kualitas generasi muda adalah kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Fokus utamanya adalah mencegah anak-anak putus sekolah dan mengurangi kasus stunting.

Bupati juga mendorong Korwilcam Dindikbud dan kepala sekolah untuk berperan aktif dalam memperhatikan anak-anak putus sekolah di lingkungan sekolah mereka. Pentingnya melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya edukasi juga ditekankan, karena masalah putus sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga faktor lingkungan dan persepsi masyarakat.


Pemerintah setempat telah menyediakan berbagai beasiswa, seperti Beasiswa Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), sebagai langkah untuk memastikan anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan.

Sementara itu, angka stunting di Purbalingga pada tahun 2023 mencapai 11,78%, dengan Kecamatan Pengadegan mencatat 10,7%. Bupati terus mendorong penurunan angka stunting agar berada di bawah 10%.

Camat Pengadegan, Widodo Panca Nugraha, menyampaikan bahwa pada tahun 2023, telah ada 226 anak usia sekolah yang tidak sekolah yang mendapatkan bantuan beasiswa untuk kembali bersekolah. Dia juga menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kematian ibu, bayi, dan balita, salah satunya dengan inovasi program Jikaromil yang melibatkan satu kader kesehatan untuk mendampingi dua ibu hamil.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Purbalingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan memiliki SDM yang berkualitas dan bebas dari masalah putus sekolah serta stunting.

Sumber: Gn/Prokompim, editor: eFHa. 

Wednesday, 1 May 2024

Sinergi LKKNU Banyumas dengan Yayasan ARMUHA Purwokerto Guna Pengentasan Kemiskinan dan Stunting


Kabar Ngetren/Banyumas - Langkah konkret dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Banyumas kembali digelorakan oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Banyumas. Dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan bersama Yayasan Aryaduta Mulia Hati (ARMUHA) Purwokerto, ketua LKKNU Banyumas, H Abdul Kodir, menyatakan keyakinannya bahwa masalah tersebut dapat teratasi dengan kerjasama yang solid. Rabu, (1/5). 

"Insha Allah tahun ini akan terus berkurang jumlahnya dan saya yakin dengan semangat kebersamaan, kita bisa untuk membantu dalam mengatasi itu semua," ujar H Abdul Kodir.


Data resmi yang diterima oleh LKKNU Banyumas menunjukkan bahwa selain kemiskinan ekstrem, beberapa masalah lain yang perlu segera diselesaikan antara lain inflasi, penanggulangan stunting, angka kematian ibu dan anak, dan sebagainya. Dalam menghadapi tantangan ini, K.H Abdul Kodir menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kecepatan kinerja, serta membangun kerjasama dengan berbagai organisasi.

K.H Imam Hidayat, Ketua PCNU Banyumas, juga menyambut baik kolaborasi ini, menekankan peran NU dalam memberikan solusi dan bantuan kepada masyarakat sesuai dengan kapasitasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan ARMUHA Purwokerto, K.H. Mukhroji, menyatakan harapannya agar sinergi ini dapat memperkuat aksi sosial kemanusiaan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengurus LKKNU Banyumas dan Yayasan ARMUHA Purwokerto. Dengan semangat gotong royong dan kerjasama yang kuat, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Banyumas dapat terwujud secara lebih efektif.

Sumber: Djarmanto-YF2DOI, editor: eFHa. 

Wednesday, 24 April 2024

Bupati Purbalingga Dorong Kades Perangi Kemiskinan dan Stunting


Kabar Ngetren/Purbalingga - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengajak para Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Karangmoncol untuk turut serta dalam menangani permasalahan kemiskinan. Dalam acara Silaturahmi dan Halal Bihalal, Bupati Tiwi menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. Rabu, (24/4).

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun menjadi bukti efektivitas program-program pemerintah, namun masih diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk Kades dan perangkatnya. Bupati Tiwi juga menggarisbawahi pentingnya percepatan penurunan stunting, dengan mengajak masyarakat untuk memperhatikan pola makan balita guna mencegah stunting.


Dalam upaya mengatasi masalah ini, Bupati Tiwi menargetkan angka stunting di tahun 2024 dapat turun menjadi 9 persen. Dalam acara tersebut, Bupati Tiwi didampingi oleh Wakil Bupati Purbalingga, pimpinan OPD, serta dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat setempat seperti Forkopimcam, tokoh agama, PKK Desa, kepala sekolah, dan ketua RT.

Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, desa, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan dapat tercapai penurunan yang signifikan dalam angka kemiskinan dan stunting di Purbalingga.

Sumber: Lil/Prokompim, editor: eFHa. 

Sunday, 7 April 2024

Ksatria Buaya Putih Cegah Stunting di Puncak Papua


Kabar Ngetren/Puncak Papua - Dalam upaya mengatasi masalah stunting di wilayah Puncak Papua, Satgas Pamtas Mobile Yonif 323/BP Pos Gome di bawah pimpinan Lettu Inf Galang telah memberikan bantuan makanan tambahan dan layanan kesehatan kepada anak-anak dan ibu hamil di Kampung Gome, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu, 7/4.

Membangun generasi penerus yang cerdas, sehat, dan kuat merupakan tujuan utama, dan hal tersebut tidak terlepas dari konsumsi makanan yang memenuhi syarat gizi. Ini menjadi inspirasi bagi para prajurit Satgas Yonif 323/BP untuk turut membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak dan ibu hamil.


Lettu Inf Galang, Danpos Gome, menyatakan bahwa ini merupakan bentuk perhatian Satgas terhadap generasi penerus bangsa. Mereka memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak-anak dan layanan kesehatan kepada ibu hamil untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan memantau kondisi ibu hamil di Papua.

Letkol Inf Tri Wiratno, Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 323/BP, menekankan pentingnya asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan anak. Dengan memberikan sedikit makanan tambahan seperti mie dan telur rebus serta melakukan pengecekan kesehatan kepada ibu hamil, mereka ingin membantu masyarakat di Puncak Papua yang seringkali hanya mengonsumsi makanan sederhana seperti jagung rebus atau sayur rebus. Fasilitas kesehatan yang jauh juga menjadi kendala bagi ibu hamil di wilayah tersebut, sehingga tim kesehatan turun langsung untuk memastikan kondisi kehamilan ibu hamil di sana. Pen Yonif 323/BP.

Friday, 29 March 2024

Babinsa Koramil 0808/22 Wonodadi Bantu Anak Penderita Stunting dengan Nutrisi Tambahan


Kabar Ngetren/Blitar - Serka Anwari Babinsa Koramil 0808/22 Wonodadi menunjukkan kepeduliannya dengan melaksanakan kegiatan anjangsana dan memberikan bantuan nutrisi tambahan kepada Keynira Auristella, seorang anak berusia 3 tahun yang menderita stunting. Keynira adalah puteri dari Winda Setyoningrum, tinggal di RT. 04 RW. 04 Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum'at, 29/3.

Menurut Bati Tuud Koramil 0808/22 Wonodadi, Peltu Leovan Yulianto Rahman, "Bantuan nutrisi tambahan yang diberikan oleh Babinsa ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kondisi gizi anak yang menderita stunting."


Peltu Leovan juga menekankan pentingnya dukungan kepada keluarga anak tersebut dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang dibutuhkan. "Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan perhatian lebih kepada anak yang menderita stunting dan mendukung pemulihan kondisi kesehatannya," tambahnya.

"Ini merupakan wujud nyata dan komitmen Babinsa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah binaannya," ungkap Peltu Leovan.

"Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi anak penderita stunting dan keluarganya, serta memperkuat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan warga binaan di wilayah," pungkasnya. Dim0808. 

Saturday, 23 September 2023

Bupati Tiwi Gandeng BAAS Turunkan Stunting


Kabarngetren/Purbalingga - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, bersama Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), Srimastuti, memberikan dukungan terhadap Anak Stunting dan Ibu Hamil berisiko Stunting di Mrebet. Dukungan yang diberikan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta Pembinaan dan Motivasi.


"Hari ini Bu Tiwi berpesan, kedepan mulai dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Puskesmas, Kader Kesehatan dan seluruh Masyarakat kita bersatu padu untuk menurunkan Stunting". Ucap Bupati Tiwi di Dusun Katel Klawu. Desa Pengalusan. Kecamatan Mrebet. Sabtu. 23/9/2023.


Bantuan yang diberikan kali ini diantaranya 20 Paket Sembako untuk Keluarga Risiko Stunting, 10 Paket PMT untuk Ibu Hamil, Balita dan Kekurangan Energi Kronik, dan 6 Paket PMT untuk Anak Stunting. Selain itu juga diberikan 7 Alat Bantu untuk Disabilitas.


Bupati menjelaskan, Stunting merupakan Kasus Gagal Tumbuh Kronis pada Anak. Meski demikian menurut Bupati, Kasus demikian masih bisa diperbaiki dengan Penanganan yang tepat.


"Jangan panik dulu, karena Stunting masih bisa diobati, kalau kita Rutin memberikan Asupan Makanan yang Bergizi, Insya Allah, Anak-anak kita bisa kembali menjadi Anak yang Sehat". Tambahnya.


Bupati berpesan bagi Ibu yang memiliki Balita untuk diberikan ASI Eksklusif selama 2 Tahun. Selain itu Anak juga harus Rutin dibawa ke Posyandu guna memantau Kesesuaian Perkembangan Anak, sehingga bisa Deteksi Dini Kasus Stunting.



Sementara itu, Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), Srimastuti, mengatakan, Pencegahan Stunting diawali dari Proses sebelum Nikah. Mulai dari memilih Usia yang Matang secara Fisik dan Mental untuk Menikah dan melakukan Pemeriksaan Kesehatan sebelum Menikah.


Saat Hamil maupun Balita dibutuhkan Makanan yang Bergizi. "Sumber Protein paling bagus dalam Makanan adalah Telur, saya sarankan kepada Ibu-ibu sekalian untuk menjadikan Asupan Gizi pada Anak, Telur Ayam Kampung lebih bagus. Selain itu juga Tempe dan Ikan Laut". Katanya.


Pada kesempatan ini, Bupati Tiwi, dan Bunda Asuh Anak Stunting, Sri Mastuti, juga Memberikan Pembinaan kepada para Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD). Mereka punya Tugas sebagai Tim Pendamping Keluarga mulai dari Calon Pengantin, Pasangan Usia Subur, Ibu Hamil dan Balita.


Bupati menargetkan, Persentase Angka Stunting di Purbalingga bisa kembali diturunkan dari 13,79% hingga Persentase 1 Digit. Tutupnya. red.

Wednesday, 13 September 2023

Wabup Purbalingga Genjot Penurunan Stunting


Kabarngetren/Purbalingga - Wakil Bupati Purbalingga mengapresiasi capaian penurunan Angka Stunting di Purbalingga yang telah berada di Angka 13,9 persen, dari target Nasional di Tahun 2024 sebesar 14 persen. 

Wabup terus mendorong agar Angka Stunting bisa turun signifikan menjadi 12 persen. Acara Diseminasi Audit Kasus Stunting 1 Kabupaten Purbalingga ini dilaksanakan di Gedung Operational Room (OR) Setda Purbalingga, Rabu. 13/09/2023.


“Penurunan saat ini sudah memenuhi target. Saya berharap kita bisa bersama-sama menurunkan sampai 12 persen". Kata Wakil Bupati Purbalingga, H. Sudono, S. T., M. T., dalam pemaparannya.


Sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, pada Tahun 2024 nantinya target penurunan Angka Stunting menjadi 12 persen di Purbalingga bisa terwujud, terlebih ada support dari Anggaran Dana Desa untuk Penanganan Stunting.


“Dari 38 Desa yang berstatus merah Stunting di Purbalingga, diambil 5 Desa dengan jumlah Angka Stunting paling sedikit, lalu anak-anak tersebut selama 30 Hari nanti diberi makanan bergizi. Semoga langkah ini bisa berdampak pada upaya penurunan Angka Stunting di Purbalingga". Tambahnya.


Saat ini, Alat Timbang yang digunakan guna Pemantauan Stunting di Purbalingga sudah disesuaikan dengan aturan. Dinas Kesehatan telah merealisasikan penyaluran Alat Timbang di seluruh posyandu se-Purbalingga.


“Pengukuran Anak Stunting di Purbalingga tidak lagi pakai Timbangan Dacin, namun menggunakan Alat Timbang yang sesuai”. Imbuhnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman, S. Sos., M. Si., mengungkapkan, Kasus Stunting adalah Isu prioritas di tingkat Nasional. 

Untuk itu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJMN) 2020-2024 disebutkan jika target penurunan Angka Stunting di 2024 adalah sebesar 14 persen. Angka ini, turun signifikan dari kondisi 27,6 persen di Tahun 2019 lalu secara Nasional.


Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan proses pendampingan kasus malnutrisi di bawah pengawasan Dokter Spesialis Anak, dr. Adrian Budi Kusuma. melalui Pengawasan dan Pelatihan, serta motivasi selama 14 hari, 2 Balita atas Nama Mikaila dan Erlita telah dinyatakan lolos Stunting.


Wabup Sudono didampingi Kepala DinsosdaldulKBP3A, dan perwakilan dari Kodim 0702 Purbalingga secara simbolis menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada Balita Stunting dari Kecamatan Kutasari dan Padamara. red.

Trending