Showing posts with label Ketahanan Pangan Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ketahanan Pangan Nasional. Show all posts

Friday, 9 January 2026

Kapolri-Ketua Komisi IV Panen Raya Jagung di Bekasi, Komitmen Dukung Ketahanan Pangan


Kabar Ngetren/Bekasi - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025 di Kp Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Kamis, (8/1). 


"Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan kegiatan panen serentak untuk kuartal keempat yang memang seharusnya kita laksanakan di bulan Desember kemarin, namun karena adanya berbagai macam kegiatan kita mundurkan di tanggal 7 Januari," kata Sigit. 



Sigit menjelaskan, dalam setahun ini, Polri terus mengoptimalkan untuk mengawal dan mendukung target dari Presiden Prabowo Subianto soal ketahanan pangan di Indonesia. 


"Jadi kurang lebih selama 1 tahun l sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak Presiden, kita memaksimalkan untuk bagi bagaimana agar terlaksana swasembada khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung," ujar Sigit. 


Dalam prosesnya, Sigit mengungkapkan, Polri terus bekerja keras untuk mencari lahan agar bisa ditanami jagung. Dengan optimalisasi yang ada, kini tercatat Korps Bhayangkara telah mendapatkan 1.300.000 Hektare lahan dan saat ini sudah tertanam 586.000.



"Selama 1 tahun, sehingga masih ada kurang lebih 700.000 hektar yang akan kita tanam dan mudah-mudahan bisa selesai di tahun 2026, sehingga kemudian 1.300.000 hektar tersebut betul-betul bisa tertanam," ucap Sigit. 


Saat ini, kata Sigit, dari hasil 1 tahun ataupun sampai dengan kuartal keempat kontribusi Polri dalam hal partisipasi di bidang jagung, telah mencapai panen sebanyak 3,5 juta. 


Sigit berharap, hal tersebut bisa mendorong untuk tercapainya swasembada pangan sebagaimana atensi dari Presiden Prabowo. 



Selain itu, juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar baik untuk swasta nasional, kelompok gabungan pakan ternak, mandiri. Lalu, cadangan Bulog juga bisa tercukupi dan sisanya bisa di ekspor. 


"Mudah-mudahan apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden yang menaruh perhatian khusus terkait dengan masalah swasembada kami bisa ikut berkoordinasi semaksimal mungkin," tegas Sigit. 


"Alhamdulillah hari ini panen serentak kita laksanakan di wilayah Bekasi di lahan 25 hektare dan setelah ini juga langsung akan ditanam sehingga total yang akan ditanam pasca panen ini luasannya 50 hektare dan ini tentunya menjadi bagian yang akan terus kita kontrol dan kita evaluasi," tambah Sigit.


Sumber: ***

Mentan Amran Apresiasi Peran Kapolri dan Titiek Soeharto dalam Percepatan Swasembada Pangan


Kabar Ngetren/Bekasi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. 


Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus atas kontribusi Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.


Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV yang digelar di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, (8/1). Menurutnya, capaian swasembada pangan nasional berhasil direalisasikan jauh lebih cepat dibandingkan target awal.


"Ibu Ketua (Komisi IV DPR) yang saya hormati, saya banggakan, beliau men-support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya, yaitu hanya satu tahun dari target Bapak Presiden 4 tahun. Ini tidak lepas dari support penuh oleh Ibu Ketua Komisi IV," ujar Amran.


Selain itu, Amran juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas kontribusi besar Polri di sektor pertanian. 


Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan program swasembada pangan nasional.


"Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri telah berkontribusi besar sektor pertanian. Kami mewakili petani, mewakili pemerintah, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah kerja keras yang luar biasa dan Bapak Presiden mengapresiasi langsung kepada Ibu Ketua Komisi IV dan Bapak Kapolri," terangnya.


Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa upaya percepatan swasembada pangan juga memiliki dampak strategis dalam aspek sosial dan keamanan. 


Peningkatan produksi pertanian merupakan langkah preventif yang dinilai mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kejahatan.


"Ini langkah yang paling baik untuk preventif, preventif kejahatan, kenapa? Karena dengan meningkatnya produksi. Yang pertama, meningkatkan pendapatan petani, menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan pada gilirannya mencegah kejahatan," jelasnya.


Amran menambahkan, peningkatan kesejahteraan petani menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial dan keamanan di masyarakat. 


Ia pun kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI atas peran aktif yang telah diberikan.


"Karena kalau orang miskin biasanya itu mendekati kekufuran, bahkan kejahatan, biasanya terjadi kejahatan. Ini langkah luar biasa preventif untuk mencegah semua yang saya sampaikan tadi, kejahatan dan kriminalitas di lapangan. Terima kasih Pak Kapolri, atas nama petani seluruh Indonesia ada 160 juta petani Indonesia yang menyampaikan terima kasih, Ibu Ketua, terima kasih," sambung Amran.


Sumber: ***

Thursday, 8 January 2026

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Peran Kapolri dalam Percepatan Swasembada Pangan


Kabar Ngetren/Bekasi - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kontribusi nyata dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung.


Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto usai mengikuti panen raya jagung yang berlangsung di Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, (8/1). Dalam kesempatan itu, ia menyebut Polri berkontribusi signifikan terhadap produksi jagung nasional tahun 2025.


"Selamat dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia karena, dari produksi 16,11 juta ton, itu 3,5 juta ton adalah hasil dari teman-teman kita di produksi dari Kepolisian Republik Indonesia," kata Titiek Soeharto kepada wartawan seusai panen raya jagung di Sukamahi, Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, (8/1).



Menurutnya, kontribusi Polri tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari total produksi jagung nasional sepanjang 2025. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi.


"Artinya, 20 persen produksi nasional dihasilkan dari hasil kerja keras teman-teman kita di Kepolisian Republik Indonesia. Terima kasih, Pak Kapolri, yang sudah membantu mempercepat swasembada ini," kata dia.


Titiek juga menjelaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung. Berdasarkan data produksi dan konsumsi, hingga akhir 2025 masih tercatat adanya surplus.


"Dan untuk jagung sendiri, produksi sudah mencapai tahun 2025 kemarin, produksi 16,11 juta ton. Konsumsinya 15,60 juta ton, sehingga ada kelebihan, ada surplus hampir 1 juta ton. Dan dengan demikian, kita sudah bisa disebut kita sudah swasembada jagung," jelasnya.


Selain kepada Polri, Titiek turut memberikan apresiasi kepada pemerintah atas langkah percepatan swasembada pangan yang dinilai melampaui target awal. 


Ia menyebut target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto selama empat tahun berhasil dicapai jauh lebih cepat.


"Dan sekali lagi saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit," ucapnya.


Sumber: ***

Polda Jawa Tengah Awali 2026 dengan Prestasi Nasional, Kapolda dan Tiga Kapolres Terima Satyalancana Wira Karya


Kabar Ngetren/Semarang - Polda Jawa Tengah mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi membanggakan di tingkat Nasional. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama tiga Kapolres jajaran menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional yang digelar Kementerian Pertanian di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu, (7/1).


Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga unsur TNI-Polri yang hadir langsung di lapangan menjaga stabilitas dan keberlanjutan produksi pangan nasional.


Selain Kapolda Jawa Tengah, tiga Kapolres jajaran Polda Jateng yang turut menerima penghargaan tersebut yakni Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, dan Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto. 



Ketiganya dinilai berhasil mengawal program ketahanan pangan secara konsisten melalui pendekatan pengamanan, pendampingan, serta penguatan sinergi lintas sektor di wilayah masing-masing.


Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto dinilai berhasil membangun sinergi kuat dalam mendukung produksi jagung nasional. Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Blora mencatat luas panen jagung mencapai 79.031 hektare dengan total produksi 455.709 ton serta produktivitas 57,66 kw/Ha. 


Capaian tersebut didukung oleh peran aktif Polres Blora dalam menjaga keamanan wilayah pertanian, kelancaran distribusi sarana produksi, serta menciptakan iklim kondusif bagi para petani.


Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo secara konsisten mengawal ketahanan pangan melalui pendampingan petani, pengamanan sentra produksi, serta pengawalan distribusi hasil panen. 


Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya menjadikan program ketahanan pangan di Wonogiri berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.


Adapun Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto W mendapat apresiasi atas dedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas produksi jagung di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah. 


Pendekatan humanis serta kehadiran langsung di tengah petani menjadi kunci keberhasilan pengawalan ketahanan pangan sepanjang tahun 2025.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi sekaligus amanah bagi seluruh jajaran Polri di Jawa Tengah untuk terus hadir mengawal program strategis nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan.


“Penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan negara atas peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun capaian ini bukan kerja individu, melainkan hasil kerja kolektif jajaran Polda Jawa Tengah yang bersinergi dengan pemerintah daerah, para petani, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Kombes Pol Artanto, Kamis pagi, (8/1), di Mapolda Jateng.


Ia menambahkan, Polda Jawa Tengah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta instansi terkait yang selama ini telah bersama-sama mendukung dan mengawal program ketahanan pangan nasional di wilayah Jawa Tengah.


“Ke depan, Polda Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah di sektor pangan melalui pengamanan, pendampingan, dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga stabilitas kamtibmas dan produktivitas pangan dapat berjalan beriringan. Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan nasional, dan Polri siap terus berkontribusi nyata demi kesejahteraan masyarakat dan Indonesia yang semakin kuat,” pungkasnya.


Sumber: Bid Humas Polda Jateng. 

Kasad Hadiri Panen Raya di Cilebar Karawang, Presiden RI Umumkan Swasembada Pangan Nasional


Kabar Ngetren/Karawang — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri Panen Raya yang dirangkaikan dengan pengumuman capaian swasembada pangan nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu, (7/1).


Panen Raya tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan keberhasilan sinergi Kementerian Pertanian dengan berbagai instansi dan lembaga negara, termasuk TNI, pemerintah daerah, serta para petani, dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.



Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar strategis ketahanan nasional, khususnya di tengah tantangan perubahan global di bidang pangan. 


Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.



Di hadapan para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh komunitas pertanian Indonesia, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kebersamaan yang telah ditunjukkan selama ini.


“Terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak. Saudara menghasilkan, saudara berikan kepada bangsa dan negara. Kita sudah swasembada, satu tahun. Kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun. Kita sudah tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Presiden Prabowo.


Panen Raya di Cilebar ditandai dengan pelaksanaan panen padi secara simbolis dan diikuti secara daring oleh kelompok tani dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas meningkatnya produktivitas pertanian nasional sekaligus simbol kebangkitan sektor pangan Indonesia.



Acara tersebut juga dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta jajaran pimpinan BUMN yang terlibat langsung dalam program swasembada pangan nasional.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI) Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, atas kontribusinya dalam mendukung program strategis nasional swasembada pangan.


Melalui momentum Panen Raya dan pengumuman swasembada pangan nasional ini, diharapkan semangat bertani dan kolaborasi lintas sektor semakin kokoh dalam menjaga ketahanan pangan nasional demi terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera. 


Sumber: Dispenad.

Friday, 11 July 2025

TNI Hormati Keputusan Pemerintah Tunjuk Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Dirut Perum Bulog


Kabar Ngetren/Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghormati dan mendukung penuh keputusan pemerintah yang menunjuk Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Penunjukan tersebut merupakan kewenangan pemerintah sebagai bentuk kepercayaan negara terhadap profesionalisme prajurit TNI aktif dalam mendukung tugas-tugas strategis nasional.


Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa TNI senantiasa menjunjung tinggi prinsip netralitas, profesionalisme, serta tunduk pada kebijakan negara. “Penempatan prajurit TNI dalam jabatan sipil hanya dapat dilakukan atas permintaan instansi yang membutuhkan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, penugasan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku,” ujar Kapuspen TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu, (9/7/2025).


Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan bahwa pengangkatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di bidang distribusi dan pengelolaan logistik pangan strategis. 


Kapuspen TNI juga menambahkan bahwa Panglima TNI, sudah memerintahkan untuk prajurit aktif yang menduduki jabatan sipil di luar 14 Kementerian/lembaga sebagaimana diatur dalam Undang Undang TNI untuk segera mengundurkan diri atau pensiun. 


Terkait status Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, “Saat ini, proses pengajuan pensiun dini sedang berjalan, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Pasal 47 ayat 2 , UU no 3/2025 tentang TNI, bahwa prajurit aktif yang menduduki jabatan di luar 14 Kementerian/Lembaga  yang diperbolehkan sesuai Undang undang TNI, harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif kemiliteran,” pungkasnya.


Saat ini Mayjen TNI Ahmad Rizal sedang melaksanakan penugasan sebagai Komandan Satgas Bawah Kendali Operasi (BKO) Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.


Sumber: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Wednesday, 9 July 2025

Babinsa Tawangsari Dampingi Petani Tanam Padi Musim Kedua, Dorong Optimalisasi Lahan Dan Ketersediaan Air


Kabar Ngetren/Blitar - Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Kelurahan Tawangsari Koramil 0808/02 Garum Kodim 0808/Blitar Sertu Puji Santoso melaksanakan pendampingan kegiatan tanam padi di lahan milik Hadi Mashud, anggota Kelompok Tani (Poktan) Enggal Jati yang berada di Lingkungan Tawangrejo Kelurahan Tawangsari Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Senin, (7/7/2025).


Kegiatan tanam ini merupakan musim tanam kedua setelah berakhirnya panen raya pada musim pertama. Dengan semangat gotong royong, Babinsa ikut membantu langsung di sawah serta memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat memanfaatkan musim tanam ini dengan sebaik-baiknya.



"Kami mendorong para petani untuk terus bergerak cepat menanam kembali karena ketersediaan air saat ini masih mencukupi. Harapannya dalam satu tahun bisa tercapai dua kali masa tanam dan panen, sehingga hasil pertanian bisa meningkat," ujar Sertu Puji Santoso.


Sementara itu, pemilik lahan, Hadi Mashud, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendampingi para petani. 


“Alhamdulillah kami merasa terbantu dan lebih semangat karena Babinsa ikut turun ke sawah. Pendampingan seperti ini sangat berarti bagi kami, apalagi di saat kondisi cuaca dan air masih mendukung,” ungkapnya.



Di tempat terpisah Pgs. Danramil 0808/02 Garum Lettu Inf Deny Setyabudi menyatakan bahwa pendampingan Hanpangan oleh Babinsa merupakan wujud nyata sinergitas TNI dengan masyarakat, khususnya petani, dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan.


“Kami selalu tekankan kepada para Babinsa agar hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam urusan pertanian. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional,” tegas Lettu Deny.


Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0808/Blitar dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui pendampingan langsung dan pemberdayaan petani di wilayah.


Sumber: Pendim 0808/Blitar.

Tuesday, 8 July 2025

Kasad: Agroforestry Dorong Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

 


Kabar Ngetren/Subang – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melaksanakan panen komoditas hortikultura dalam program Agroforestry di Gunung Hejo, Subang, Jawa Barat, Sabtu, (5/7/2025). Program ini dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.


Panen mencakup tanaman cabai, tomat, terong, dan komoditas lainnya, hasil budidaya sistem Agroforestry yang mengintegrasikan pertanian dan kehutanan di lahan nonproduktif. Kegiatan ini merupakan kerja sama Alumni Persada 92 dengan TNI AD, Pemprov Jawa Barat, instansi kehutanan, PT Pupuk Indonesia, dan masyarakat sekitar.


“Ini adalah salah satu program yang kita tunjukkan bahwa kita akan membuat 950 hektar kebun buah dan juga tanaman hortikultura. Jadi kita membentuk Agroforestry yang akan terus dilanjutkan bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia,” jelas Kasad kepada awak media.



Menurut Kasad, program ini merupakan bagian dari kesepakatan antara TNI AD dan Pemprov Jawa Barat, mencakup pertanian, dapur sehat, peternakan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan akses jalan ke sekolah.


Kasad menegaskan bahwa kontribusi TNI AD di bidang ketahanan pangan sudah nyata. 


“Hasil panen sudah jelas masyarakat bisa bekerja, dan dengan swasembada pangan, negara Indonesia tidak perlu impor,” tegasnya.


Agroforestry ini juga dikembangkan di wilayah Purwakarta, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, Garut, dan Ciemas Sukabumi, dengan target sekitar 200 hektar lahan per lokasi. Program ini melibatkan kelompok tani lokal untuk menjamin keberlanjutan dan manfaat ekonomi jangka panjang.



Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik inisiatif ini. 


“Kepeloporan TNI adalah kepeloporan untuk mengembalikan masyarakat Jawa Barat mencintai tanahnya, mencintai airnya, dan menanami untuk kesejahteraan. Tidak ada alasan untuk impor pangan jika masyarakat punya tanaman dan hewan ternak di setiap rumah,” ujarnya.


Program Agroforestry Gunung Hejo menjadi bagian dari inisiatif TNI AD untuk menghidupkan kembali lahan tidur dan kawasan hutan produksi terbatas menjadi lahan produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing.


Panen perdana ini menjadi langkah awal dari upaya membangun pertanian terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, guna mendukung ketahanan wilayah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional. 


Sumber : Dispenad.

Trending