Showing posts with label Wonosobo. Show all posts
Showing posts with label Wonosobo. Show all posts

Tuesday, 23 April 2024

Peringatan Hari Bumi 2024: Pemprov Jateng Angkat Status Geopark Dieng Wonosobo


Kabar Ngetren/Wonosobo - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan acara peringatan Hari Bumi 2024 dengan tajuk Green Dieng: Unveiling Geopark Wonders for a Sustainable Tomorrow di Taman Syailendra Dieng, Wonosobo. Acara tersebut dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Pj Bupati Banjarnegara, Bupati Wonosobo, Sekda, dan Kepala OPD. Senin, 22/4.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, mengungkapkan rasa terima kasih kepada bumi yang telah mendukung kehidupan manusia. Dia menekankan pentingnya peran manusia dalam menjaga dan merawat bumi agar tetap lestari.

Dia juga menyoroti pentingnya konservasi dan pelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang. Penyelenggaraan Hari Bumi di Kawasan Dataran Tinggi Dieng dinilai sebagai langkah tepat mengingat Dieng merupakan tempat yang diproyeksikan menjadi Geopark Nasional.

Boedyo Dharmawan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, menyatakan bahwa peringatan Hari Bumi di Dieng bertujuan untuk mengangkat status Heritage Dieng. Dia berharap Dieng dapat diusulkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Dieng dikenal memiliki keunikan di mana pemanfaatan sumber daya alam panas bumi dapat bersinergi dengan pengembangan sektor lain seperti seni dan budaya, pariwisata, pertanian, dan UMKM.

Pada acara tersebut, dilakukan penganugerahan penghargaan Desa Mandiri Energi, Hemat Energi dan Air, serta penghargaan Good Mining Practice Pertambangan. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Dukungan Pengembangan Geopark Dieng Berbasis Konservasi oleh Pj Gubernur Jateng dan seluruh peserta yang hadir.

Acara ditutup dengan kunjungan rombongan Pj Gubernur Jateng ke Geosite Telaga Warna Dieng menggunakan mobil jeep. Dengan upaya ini, diharapkan Dieng dapat terus berkembang sebagai kawasan yang dilestarikan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Amr. 

Thursday, 18 April 2024

Majelis Dzikir dan Istighatsah Isro'ill Purwokerto Gelar Acara Haul dan Halal Bi Halal


Kabar Ngetren/Banyumas - Kemeriahan dan kekhidmatan memenuhi acara puncak Haul almarhumah Ibu Kamirah binti Datim dan halal bi halal yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir dan Istighatsah Isro'ill Purwokerto. Tempatnya berlangsung di kediaman H. Akhmad Rokhani, yang dikenal sebagai Haji Roni, di Kelurahan Rejasari, Purwokerto Barat, Banyumas. Acara tersebut berlangsung pada Selasa dan Rabu,16-17/4.

Ratusan jama'ah dari berbagai daerah seperti Rejasari, Purwokerto Barat, Pekaja Kalibagor, Banyumas, Purbalingga, Mandiraja, Banjarnegara, dan Wonosobo, turut serta dalam kesempatan tersebut. Juga hadir tokoh agama, masyarakat, dan keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas.


Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan Kataman Al-Qur'an 30 Juz oleh Kiai Wahyudi Al Hafidz, diikuti Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Daryanto, Penasehat UPZ An Nur Purwokerto Barat. Malamnya, suasana dipenuhi dzikir, sholawat, istighatsah, dan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammad Masyur Syihab, dengan lantunan doa dari KH. M. Ali Sodikin yang diminta oleh KH. Muhammad Masyur Syihab, sekaligus juga ditayangkan di https://www.youtube.com/live/o-6T17wis88?si=0oHhIOKukua5tDte

H. Akhmad Rokhani, Ketua Pengurus Majelis Dzikir dan Istighatsah Isro'ill Purwokerto, menjelaskan bahwa acara ini menjadi momentum untuk mengirim doa dan Al-Fatihah untuk almarhumah serta para leluhur, serta untuk memperkuat silaturahmi antarjama'ah.


KH. Muhammad Masyur Syihab, Perintis dan pendiri Majelis Dzikir dan Istighatsah Isro'ill, menjelaskan pentingnya berdzikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran setiap individu dalam acara tersebut merupakan kehendak Allah SWT untuk meraih keberkahan.

Pesan kebersamaan dan silaturahmi juga disampaikan, mengingat pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama dalam agama. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan mengharapkan berkah serta rahmat dari Allah SWT untuk semua jama'ah yang hadir. Djarmanto-YF2DOI. 

Monday, 4 September 2023

Aparat Gabungan Sisir Pasca Kebakaran Gunung Sumbing

Aparat Gabungan Sisir Pasca Kebakaran Gunung Sumbing

Kabarngetren/Wonosobo - Ribuan Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan relawan menyisir kawasan pasca kebakaran di lereng Gunung Sumbing. Terjadinya Karhutla di Kabupaten Wonosobo lokasi di lereng gunung Sumbing BKPH kedu utara Wonosobo petak 29 RPH Klesman tepatnya posisi koordinat di -7.3936ls, 110.06358BT. Wonosobo. Sabtu Malam. 2/9/2023.

Dalam keterangannya, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes. Pol. Satake Bayu Setianto., menjelaskan, sebanyak 1.117 Personil gabungan mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, Tagana maupun relawan bahu-membahu dalam proses penanganan Karhutla di Lereng Gunung sumbing.

"Kegiatan penyisiran ini untuk memastikan bahwa kebakaran yang terjadi, Pada Jum'at. 1/9/2023, telah padam dan saat ini pemantauan titik api sampai dengan hari Sabtu. 2/9/2023. pukul 17.51 Wib. Nihil, serta pada malam hari petugas ini akan kembali melaksanakan patroli guna antisipasi munculnya titik titik api". Ujarnya.

Kabidhumas juga menyampaikan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut, tim melakukan pendataan para pendaki untuk dilakukan penyelamatan.

"Petugas telah melaksanakan evakuasi, para pendaki telah sampai di basecamp dengan selamat, total sejumlah 88 pendaki yang teregristrasi di basecamp Lamuk, basecamp Bowongso dan basecamp dusun Garung". Imbuhnya.

Lebih lanjut. Kabid Humas menyampaikan bahwa semua jalur pendakian menuju Gunung Sumbing dilakukan penutupan sementara akibat kebakaran tersebut.

"Terhitung mulai Jum'at. 1/9/2023 malam, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Sumbing ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan". Tambahnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada adanya kebakaran mengingat musim kemarau yang saat ini masih berlangsung.

"Kami mengimbau kepada para warga sekitar hutan agar melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran, semua pihak jangan sembarangan dalam membuat api, untuk para pendaki bila sudah selesai apinya harus dimatikan dan benar-benar padam". Tutupnya. red.

Trending