Showing posts with label Bencana Hidrometeorologi. Show all posts
Showing posts with label Bencana Hidrometeorologi. Show all posts

Monday, 1 December 2025

Tanah Longsor Terjadi di Giyanti Rowokele, Polisi dan Warga Lakukan Penanganan Awal


Kabar Ngetren/Kebumen — Tanah longsor terjadi di Dukuh Lurakarsa, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, pada Jumat siang, (28/11/2025). 


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.


“Setelah menerima laporan, petugas kami langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga untuk penanganan awal,” ujar Kompol Faris Budiman.



Longsor terjadi di sisi rumah milik Suminem, 65 tahun, warga RT 08 RW 06 Dukuh Lurakarsa. Material tanah turun dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 6 meter. Jarak guguran tanah dengan bangunan rumah hanya sekitar tiga meter. 


“Meski dekat dengan rumah, tidak ada kerusakan struktur maupun korban. Namun warga kami minta untuk tetap berhati-hati,” kata Kompol Faris.


Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 04.00 WIB diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah di wilayah perbukitan tersebut. Dua warga setempat, Watini dan Kodrat Basuki, menjadi saksi awal kejadian sebelum melaporkannya kepada perangkat desa.


Petugas gabungan terdiri dari Kapolsek Rowokele AKP Mariman, Kanit Intelkam Aiptu Sugandi, Ka SPKT II Aiptu Lugiman, Bhabinkamtibmas Bripka Mugiyono, Destana Giyanti, serta Kepala Wilayah Dukuh Lurakarsa, turut membantu pembersihan material dan memastikan area sekitar tetap aman.



Kompol Faris menambahkan, langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memantau potensi longsor susulan. 


“Wilayah ini memiliki kemiringan tanah cukup curam sehingga perlu kewaspadaan lebih, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.


Polres Kebumen mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga diminta segera melaporkan retakan tanah, pergeseran struktur, atau tanda alam lain yang berpotensi menjadi longsor. Hindari beraktivitas di area rawan saat hujan deras, dan pastikan akses evakuasi tetap terbuka.


“Keselamatan warga adalah prioritas. Laporkan segera bila melihat tanda bahaya. Kepolisian bersama instansi terkait siap membantu,” Kompol Faris Budiman menandaskan. 


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Polsek Alian dan Warga Kerja Bakti Perbaiki Talud Ambrol di Kemangguan


Kabar Ngetren/Kebumen - Hujan yang mengguyur wilayah Kebumen dalam beberapa hari terakhir menyebabkan talud sungai di Dukuh Wanasara, Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, ambrol pada Minggu malam, (23/11/2025). Menyikapi laporan warga, Polres Kebumen melalui Polsek Alian bersama unsur masyarakat menggelar kerja bakti untuk membersihkan material longsoran pada Jumat pagi, (28/11/2025).


Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kapolsek Alian AKP Awaludin Solih memimpin langsung giat yang melibatkan anggotanya, Koramil Alian, Pemerintah Desa Kemangguan, serta warga setempat. Mereka menyingkirkan tanah dan batuan yang terbawa arus serta merapikan sisi talud yang terdampak.



Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, mewakili Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, mengatakan kehadiran petugas di lokasi bertujuan mempercepat pemulihan fasilitas sungai sekaligus memastikan lingkungan warga tetap aman. 


“Kerja bakti ini bagian dari kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama saat terjadi bencana yang berpotensi mengganggu aktivitas harian,” ujarnya.



Pemerintah Desa Kemangguan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polsek Alian. Partisipasi lintas unsur ini dinilai membantu mempercepat penanganan sebelum dilakukan perbaikan permanen oleh instansi teknis terkait.


Talud yang ambrol diketahui terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, saat curah hujan mencapai puncaknya. Meski tidak menimbulkan korban, material longsoran menutup sebagian aliran dan berpotensi menggerus badan sungai jika tidak segera dibereskan.


Kerja bakti rampung pada siang hari. Petugas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Tuesday, 25 November 2025

Polsek Jajaran Polres Kebumen Sisir Sejumlah Lokasi Longsor, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


Kabar Ngetren/Kebumen — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen sejak Minggu malam, (23/11/2025), memicu serangkaian peristiwa longsor di sejumlah kecamatan. Polres Kebumen melalui Polsek jajaran bergerak cepat mendatangi berbagai titik terdampak, melakukan pengecekan, hingga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BPBD untuk upaya penanganan awal.


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir membuat struktur tanah di beberapa wilayah labil. 


“Kami menerima laporan beruntun dari masyarakat sejak dini hari. Polsek jajaran langsung turun, memastikan situasi aman dan melakukan tindakan awal yang dibutuhkan,” ujarnya, Selasa, (25/11/2025).



Di Kecamatan Alian, talud sungai di Dukuh Wanasara, Desa Kemangguan, longsor sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian dua meter. Peristiwa yang terjadi Minggu malam itu dilaporkan ke Polsek Alian pada Senin pagi. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp18 juta. Petugas memasang terpal darurat, untuk menghindari longsor susulan. 


Masih di Kecamatan Alian, talud pondasi rumah warga di Dukuh Tinatah, Desa Wonokromo, roboh sepanjang 12 meter. Meski tidak menimbulkan korban, kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta. Polsek Alian bersama Koramil, BPBD, dan perangkat desa membantu pemasangan pembatas sementara serta memberikan imbauan kepada pemilik rumah agar mengungsi sementara jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Longsor juga melanda Kecamatan Karanggayam. Talud penahan tebing SDN Glontor di Desa Giritirto ambruk setelah hujan semalaman, Senin subuh. Meski material sempat mengenai tembok rumah warga, tidak ada kerusakan berarti. Kerugian pada talud sekolah mencapai puluhan juta Rupiah. Polsek Karanggayam segera melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan untuk penanganan lanjutan sekaligus memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung aman.



Masih di Karanggayam, bahu jalan penghubung Kabupaten Kebumen–Banjarnegara di Dukuh Kalipranji longsor dengan kedalaman hingga 12 meter. Jalan hanya dapat dilalui separuh badan sehingga petugas memasang rambu peringatan rawan longsor. Talud penahan pagar SDN 3 Giritirto di Dukuh Tedunan juga runtuh dan menimpa area Mushola Al Mutaqin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Di Kecamatan Sadang, dua rumah warga di Dukuh Gentan dan Banjaran rusak setelah tertimpa longsoran tanah sekitar pukul 23.30 WIB. Pemilik rumah sempat mendengar suara gemuruh dari belakang bangunan sebelum tanah runtuh menghantam dinding samping. Warga kemudian mengungsi ke rumah tetangga untuk menghindari longsor susulan.


Kompol Faris Budiman menegaskan seluruh laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti. Polsek jajaran telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, hingga memastikan lokasi sudah dipasangi tanda bahaya. 


“Cuaca ekstrem masih mungkin berlanjut. Kami meminta warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, atau lereng curam untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.


Ia juga menyisipkan pesan kamtibmas agar masyarakat segera melapor ke Polsek terdekat bila melihat tanda-tanda pergeseran tanah, retakan baru, atau aliran air yang berubah. 


“Keselamatan adalah prioritas. Segera cari tempat aman bila hujan turun deras dalam waktu lama. Jangan menunggu hingga situasi memburuk,” kata Faris.


Polres Kebumen memastikan pemantauan terus dilakukan, serta bekerja sama dengan BPBD, Koramil, perangkat desa, dan relawan setempat. 


“Upaya penanganan dini dapat mencegah korban. Kolaborasi masyarakat sangat penting,” ujarnya.


Hingga Selasa siang, seluruh titik longsor telah ditangani sementara dan tetap dalam pengawasan. Petugas mengimbau pengguna jalan terutama di jalur pegunungan agar mengurangi kecepatan dan memperhatikan tanda-tanda rawan longsor di sepanjang rute.


Sumber: Humas Polres Kebumen. 

Trending