Showing posts with label Kementerian Agama RI. Show all posts
Showing posts with label Kementerian Agama RI. Show all posts

Thursday, 6 November 2025

Dosen KPI UIC Hadiri Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional di Jakarta

Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Kabar Ngetren/Jakarta — Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (UIC), Retna Dwi Estuningtyas, menghadiri Annual Conference On Pesantren Education-Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional bertema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu yang Berkeadilan”. 


Kegiatan berlangsung pada Rabu hingga Jumat, (5–7/11/2025), di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh berbagai tokoh nasional, akademisi, serta perwakilan pesantren dari seluruh Indonesia.


“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan etika komunikasi umat,” ujar Retna Dwi Estuningtyas, Dosen KPI UIC, kepada Syariah.com, Rabu, (5/11/2025).


Konferensi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, ini bertujuan memperkuat pengakuan, afirmasi, dan fasilitasi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI
Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI

Acara dibuka dengan Pidato Kunci oleh K.H. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Majelis Masyayikh, yang menekankan pentingnya menjaga independensi pesantren di tengah kebijakan nasional. Disusul oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama RI, yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan dunia pendidikan tinggi.


Berdasarkan rundown konferensi, hari pertama diisi dengan diskusi panel bertema “Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan”, menampilkan narasumber H. Marwan Dasopang, M.Si. (Ketua Komisi VIII DPR RI), Dr. Hetifah Sjaifudian (Komisi X DPR RI), serta Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. (Dirjen Pendis Kemenag RI).


Diskusi panel kedua mengangkat tema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pesantren untuk Pendidikan Berkeadilan”, menghadirkan Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Dr. Basnang Said, M.Ag., dan K.H. Hodri Arief, M.Ag. (Ketua RMI PBNU).


Hari kedua menampilkan pidato kunci oleh Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., serta panel bertema “Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pendidikan Pesantren yang Bermutu” yang menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, bersama para akademisi dan praktisi pendidikan nasional.


Dokumentasi Panitia Konferensi Pendidikan Pesantren 2025/Kemenag RI


Sementara itu, dijadwalkan nantinya di sesi terakhir yaitu Dr. (HC) Muhaimin Iskandar, M.Si. (Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat) dan acara puncak diagendakan ditutup dengan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menko PMK).


Sebagai akademisi dan pemerhati komunikasi keislaman, Retna Dwi Estuningtyas menilai konferensi ini penting sebagai ruang kolaborasi antara dunia pesantren dan perguruan tinggi Islam.


“Dalam perspektif komunikasi Islam, pesantren adalah sumber keteladanan moral dan spiritual. Ketika pesantren dan perguruan tinggi bersinergi, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga halus tutur, kuat iman, dan berjiwa pengabdi,” ungkapnya.


Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada Jumat (7/11/2025) dengan sesi Rencana Tindak Lanjut yang dirancang untuk memperkuat jejaring kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pesantren guna mewujudkan pendidikan Islam yang berkeadilan dan bermutu.


Sumber: Tim Redaksi

Kontributor: Retna Dwi Estuningtyas – Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Wednesday, 22 October 2025

Camat Tukdana Heka Sugoro Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2025, Bacakan Amanat Menteri Agama RI

Camat Tukdana Heka Sugoro Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2025, Bacakan Amanat Menteri Agama RI

Indramayu – Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang jatuh pada tanggal dua puluh dua Oktober, Camat Tukdana Heka Sugoro memimpin apel akbar di halaman MTsN 9 Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Upacara ini dihadiri ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan se-Kecamatan Tukdana.

Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolsek Tukdana Iptu Junata Tisna Senjaya, Danramil 1606/Tukdana Kapten Rokib, Sekmat Tukdana H. Sutedi, M.Si, para kepala sekolah SD, SMP, MTS, SMA, para Kuwu, Ketua MUI Kecamatan Tukdana, Kasi Trantib Darto beserta anggota, serta lebih dari seribu santri.

Dalam sambutannya, Camat Heka Sugoro membacakan Amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya momen Hari Santri Nasional sebagai refleksi peran santri dalam menjaga dan mengawal nilai-nilai kebangsaan.

“Hari Santri 2025 mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’. Tema ini memiliki makna filosofis mendalam yang menandai posisi strategis santri dalam perjalanan bangsa,” ujar Heka Sugoro saat membacakan amanat tersebut.

Dalam amanatnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya enam puluh tujuh santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman,” ungkapnya.

Kementerian Agama, lanjutnya, telah turun langsung meninjau kondisi pesantren, memberikan bantuan, serta memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan peduli terhadap pesantren serta para santri,” tegas Nasaruddin Umar.

Dalam amanat itu juga dijelaskan, penetapan tanggal dua puluh dua Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima, yang membakar semangat perjuangan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 itulah lahir peristiwa heroik 10 November yang kini kita kenal sebagai Hari Pahlawan,” lanjutnya.

Menutup sambutannya, Camat Heka Sugoro mengajak seluruh peserta apel untuk terus meneladani semangat para pahlawan.

“Sekarang kita hidup dalam suasana damai tanpa dentuman meriam. Semua ini adalah nikmat agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, hasil perjuangan para syuhada dan ulama terdahulu. Marilah kita terus menjaga dan mengisi kemerdekaan ini dengan kebaikan,” tutupnya. (Thoha)

Trending